Alana Liora Argantara, Gadis nakal yang mendapat julukan murid abadi hanya karena dia pernah tertinggal kelas.
Kedua orang tuanya sudah pasrah menghadapi kenakalan putrinya. Untuk itu mereka berniat menjodohkannya dengan seorang guru.
Tentu saja Alana menolak keras dengan dengan berbagai alasan. Tapi dengan ancaman ayahnya, Alana mengalah.
Bara Erfian Rahardian, guru killer yang dihindari oleh semua siswa. Suatu hari dia tidak sengaja bertemu dengan gadis nakal. Dan ternyata gadis itu adalah Alana, orang yang akan dijodohkan dengannya.
Terjadi perdebatan saat mereka tahu satu sama lain. Tapi mereka tidak punya pilihan selain menerima perjodohan tersebut. Mereka membuat perjanjian dan sepakat menyembunyikan pernikahan mereka.
Kehidupan rumah tangga tanpa cinta dan pertemuan yang meninggalkan kesan yang mengesalkan membuat mereka terus berdebat setiap hari. Bagaimana kelanjutan rumah tangga mereka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mutzaquarius, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 23 Rencana Lain Amanda
Alana menyusul Bara ke ruang makan. Dia merasa tidak enak karena sudah menolak Bara. Tapi mau bagaimana lagi? Dia bukan gadis bodoh yang rela memberikan segalanya demi cinta. Ya, dia akui dia memang mencintai Bara, tapi Bara tidak mencintainya dan di hati pria itu masih tersimpan nama wanita lain.
Jika Bara mencintainya, mungkin dia bisa mempertimbangkannya. Karena dengan saling mencintai, kesepakatan yang pernah mereka buat tidak akan berlaku dan rumah tangga mereka akan semakin kokoh.
Dia tidak mau anaknya kelak tidak mempunyai keluarga yang utuh. Ya, dia takut karena tidak saling mencintai, maka hubungan mereka bisa berakhir kapan saja. Untuk itu Alana menolak Bara.
"Apa Mr. marah?" tanya Alana
Bara tersenyum dan menggelengkan kepalanya. "Aku tidak marah. Justru aku merasa bersalah karena melakukan hal itu padamu. Maaf Alana." sesal Bara
"Tidak apa-apa Mr. Aku mengerti." Alana melayani Bara seperti biasa. Mereka kembali diam dan tidak ada yang memulai pembicaraan. Keduanya tenggelam dalam pemikiran masing-masing.
Walaupun masalah mereka selesai, tapi apa yang terjadi pada mereka, tidak bisa mereka lupakan begitu saja.
Alana masih ingat bagaimana saat Bara menciuminya dan menyentuh dadanya. Rasanya sangat nikmat dan membuat sesuatu dalam dirinya bergejolak. Dia menggigit bibir bawahnya dan mencoba membuang jauh-jauh pikiran kotornya.
"Apa yang kau pikirkan Alana? Kenapa kau mendadak jadi mesum begini?" gerutu Alana dalam hati
Sedangkan Bara juga tampak gelisah. Dia juga teringat dengan apa yang dia lakukan pada Alana. Dia terus menggerakkan kakinya karena menahan sesuatu yang terasa sesak di bawah sana. Padahal tadi itu hampir saja dia mendapatkan kenikmatan yang belum pernah dia rasakan. Tapi ucapan Alana membuat Bara tersadar dan menghentikan aktivitasnya. Mereka memang suami istri tapi tidak ada cinta di antara mereka. Tapi, apa itu artinya dia boleh melakukan hal itu jika mereka saling mencintai?
"Astaga Bara!! Apa yang kau pikirkan? Kau terlihat seperti pedofil saja. Buang jauh-jauh pikiran itu, sialan!!" gerutu Bara dalam hati
Sementara di apartemen, Amanda terlihat marah karena rencananya gagal untuk menculik Alana. Bahkan dua orang suruhannya justru mengancamnya.
"Apa? Uang? Jangan bercanda!! Kalian saja gagal menjalankan tugas kalian. Tapi kalian malah meminta uang padaku. Yang benar saja." sentak Amanda pada salah satu pria suruhannya.
"Kami tidak mau tahu. Saat ini kami menjadi buronan polisi. Jadi kami membutuhkan uang untuk kabur ke luar kota. Jika kami tertangkap, kami akan mengatakan pada polisi jika kau dalang semua ini." ancam pria itu
"Kau mengancamku?" geram Amanda
"Aku tidak mengancammu, nona. Tapi aku tidak mau masuk penjara sendirian. Karena semua ini kami lakukan atas perintah mu. Jadi jika kau ingin aman, maka kirim uang pada kami." Pria itu mematikan sambungan teleponnya secara sepihak
"Brengsek!!" Amanda berteriak geram. Dia tidak menyangka akan berakhir seperti ini. Tidak hanya gagal, tapi dia juga harus mengeluarkan banyak uang. Tapi dia tidak ingin masuk penjara. Jadi lebih baik dia memilih jalan aman.
Amanda mulai mentransfer sejumlah uang ke rekening pria itu. Dan setelah berhasil, dia mengirim pesan pada pria itu untuk pergi jauh dan jangan sampai tertangkap polisi. Tapi kalaupun mereka tertangkap, dia berharap mereka tidak menyebutkan namanya. Karena dia sudah menuruti keinginan kedua pria itu.
"Untuk sekarang kau boleh merasa tenang, Alana. Tapi aku tidak akan diam begitu saja. Tunggu kejutan dariku!!" seringai Amanda
sungguh mantap sekali ✌️🌹🌹🌹
terus lah berkarya dan sehat selalu