NovelToon NovelToon
Aku, Kamu Dan Kisah Lucu Kita

Aku, Kamu Dan Kisah Lucu Kita

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Teen
Popularitas:84
Nilai: 5
Nama Author: Annaaluvv

Pertemuan yang tak baik belum tentu menjadi akhir yang buruk, karna seiring berjalannya waktu perasaan itu pasti akan muncul, contohnya perasaan jatuh cinta dan suka.


seperti kisah Jovandra dan adelliana.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Annaaluvv, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

chapter 8

" Heh, Ngapain gue-hmmpp"

Joan membekap mulut Liana saat Liana bersuara cukup kuat, alhasil Joan menatik paksa tubuh Liana untuk segera masuk kedalam kamarnya.

Joan melepaskan bekapannya setelah Joan menutup pintunya.

Liana berjalan mundur menjauh dari Joan yang saat itu berdiri di dekat pintu " Lo mau ngapain Lo jangan macem macem ya gue bakal cekek Lo kalo macem macem sama gue " Liana berucap cepat.

" Gausah negatif dulu kenapa pikiran Lo ya, kalau Yola tau kita berdua basah kuyup kaya gini mana gue kaga pake baju, dia pasti curiga apalagi ini tengah malam " Joan mencoba menjelaskan alasannya pada Liana " Lo mau Yola mikir kalau kita di kolam renang- "

" Oke gue ngerti, gausah di lanjutin " Potong Liana cepat.

Joan menggelengkan kepalanya heran, Liana pasti berpikir pikir yang tidak tidak tentangnya, ya benar memang hal seperti itu sulit di hindari apalagi mereka berdua dalam satu ruangan, di tambah lagi ada godaan setan yang mencoba menghasut.

Namun Joan masih berpikir panjang soal itu, sejahat jahatnya dirinya sering berganti ganti perempuan namun Joan tak mau dan tak ada niatan untuk merusak.

" Bentar " Ujar Joan lalu melangkahkan kakinya ke arah lemari pakaiannya dan mengambil dua kaos berwarna hitam dan satu celana training.

" Ganti di sini aja gua bakal ganti di bawah sekalian bikin mie buat Lo " Joan memberikan kaos hitam dan celananya pada Liana, tanpa menunggu terlebih dahulu balasan Liana Joan keluar kamar memberika ruang untuk Liana berganti pakaian.

Joan pun melakukan apa yang tadi dirinya ucapkan pada Liana, tak begitu memakan waktu lama Joan kembali dengan 2 mangkuk mie dan dua gelas susu coklat.

Liana sendiri sudah mengganti pakaiannya kini Liana tengah duduk di sofa sembari mengeringkan rambutnya yang masih basah.

" Makan dulu nanti Lo masuk angin " ujar Joan seraya meletakkan nampannya di meja kecil samping sofa.

Joan duduk di samping Liana " Lo,,, kedinginan gak, mau pake Hoodie gue? " Tanya Joan

Liana menyimpan handuknya di pembatas sofa samping kirinya dan kembali menghadap Joan " Gausah, sekarang mienya mana gue laper nih " Ujar Liana sembari memegangi perutnya, Liana tak sadar jika dirinya baru saja bertingkat imut.

Joan menahan senyumnya dan segera memalingkan wajahnya, cepat cepat Joan mengambil mie yang dirinya bawa tadi

" Ekhm, nih "

Liana menerima mangkuk berisi mie goreng yang Joan berikan sembari tersenyum

" Thanks, maaf ya gue jadi ngerepotin Lo "

Joan mengambil mangkuk mie miliknya

" Santai aja kali, Lo sendiri yang bilang kalo kita sekarang temen " Ujar Joan, Joan menolehkan wajahnya lalu tersenyum tipis.

Liana menyenggol pelan bahu joan

" Setelah Deket Lo lebih lama Lo lebih baik dari yang gue kira ternyata "

Joan tertawa kecil " mangkanya jangan liat dari luar doang " Ujar Joan lalu melanjutkan makannya.

" Bukan gitu, tapi ya salah Lo juga sih, waktu itu muka Lo songong banget belum lagi cara Lo bicara "

Joan selesai menghabiskan mienya lalu menyimpan mangkuknya di nampan yang terletak di meja, Liana tersenyum sembari memberikan mangkuknya meminta agar Joan menyimpan mangkuknya juga

" Bukannya gue mau ikut campur ya jo, tapi.... " Ujar Liana mengubah posisinya duduk menjadi tertidur di pembatas sofa sebelum melanjutkan ucapannya " Jangan ikut ikut lagi balap liar deh, bahaya tau kita gak tau kan apa yang bakal terjadi kedepannya, demi masa depan Lo juga kan Lo kan udah Alamin kejadian kemarin waktu gue tolong Lo, Lo ga takut itu terjadi lagi gitu?"

Seketika joan langsung mengingat seseorang, yaitu mantan kekasihnya, ucapan mantannya beberapa Minggu lalu.

" Kan itu trend jaman sekarang sayang, aku tetep suka kok kalau kamu tetep ikut geng kamu aku malam tambah seneng "

Joan mengingat jelas apa ucapan mantannya itu, sungguh sangat berbanding terbalik dengan apa yang baru saja Liana ucapkan, seakan Liana tengah peduli pada dirinya.

" Sebenernya dari awal gue pengen berhenti dan menjauh dari lingkungan itu, tapi ya namanya juga udah kebiasaan gue kaya gitu susah buat gue gak ngelakuin hal yang udah jadi kebiasaan gue, padahal hal itu buka hal yang gue sukai juga,, kalau aja ada yang bisa bantu gue menjauh dari lingkungan itu Dan coba lakuin aktifitas yang positif,,, pasti pelan pelan gue juga bakal terbiasa "

" Ngerokok mabuk,,,, hhhh, gue pengen banget menjauh dari hal itu Li, apalagi gue udah mau beranjak dewasa, gue pengen berubah " Ujar joan panjang lebar, saat dirinya menolehkan wajahnya untuk melihat apa yang di lakukan Liana Joan langsung merubah mimik wajahnya menjadi datar saat melihat Liana justru tertidur.

Tangan Joan terangkat hendak membangunkan Liana, tetapi Joan mengurungkan niatnya saat tiba tiba dirinya melihat lebih lekat wajah damai Liana yang tengah tertidur itu.

Joan tersenyum, gadis yang tengah tertidur itu membuat Joan merasakan ada hal yang berbeda dari yang Joan rasakan sebelumnya.

Padahal belum genap 1 Minggu dirinya mengenal Liana, tapi kenapa rasanya Joan merasa begitu dekat dalam waktu sesingkat itu.

Jari Joan bergerak membenarkan rambut Liana yang menutupi matanya, senyum joan semakin jelas, perlahan Joan mendekatkan wajahnya pada Liana.

Menatap lekat bulu mata yang begitu lentik dan lebat, entah apa yang Joan pikirkan hingga Joan nekat mengecup kening Liana selama 5 detik lalu setelahnya Joan sadar dan segera menjauhkan diri.

Joan terkejut akan apa yang baru saja dirinya lakukan sendiri, Joan menepuk pelan bibirnya lalu bangkit dan segera merebahkan tubuhnya.

Joan mengubah posisi tidurnya menjadi menyamping ke arah dimana Liana tertidur

" Ngapain Lo joandra astaga,,,, "

Joandra terus memikirkan apa yang baru saja dirinya perbuat, lalu merasakan hawa panas di tubuhnya, Joan memejamkan matanya berusaha melupakannya, semoga saja esok Liana tak mengetahui soal ini.

...----------------...

Paginya jam lima lewat Liana terbangun, Liana segera bangkit saat melihat joan yang sedang tertidur lelap di sofa, Liana kebingungan memegang selimut yang menutupi tubuhnya, Liana bertanya tanya mengapa jadi dirinya yang kini tidur di atas ranjang milik Joan.

Berusaha menghiraukan apa yang jadi pertanyaannya, Liana memilih untuk segera keluar kamar, berjalan tanpa suara agar tak membangunkan Joan, Liana hanya ingin cepat pergi dari sana sebelum Joan terbangun.

Liana ingin menghindari Joan secepatnya.

Sesampainya di luar kamar Liana menutup pintunya perlahan dan bersandar sembari memegang dadanya.

Ingatannya terus menerus mengulang kejadian semalam, saat Joan menolongnya sampai saat di mana Joan,,,,,

Liana menggelengkan kepalanya cepat berusaha membuang pikiran yang menurut Liana tak masuk akal " No Liana, hal yang terakhir itu Lo cuma mimpi, okee cuma mimpi "

Liana harus segera pergi dari rumah Joan itu yang Liana pikiran sekarang, Liana tak mau jika nanti antara dirinya dan Joan akan ada kecanggungan nantinya, bukan apa apa Liana memang berpikir bahwa hal yang semalam terjadi adalah mimpi, namun itu terasa nyata untuk jika hanya sekedar mimpi.

Dan satu hal, Liana tak tau harus menjawab apa jika Joan nanti menjelaskan atau meminta maaf padanya, Liana hanya berharap itu mimpi.

Liana pun mengambil barang barang miliknya dan segera pergi meninggalkan rumah milik Joan dengan kaos dan celana training milik Joan, masa bodo dengan masalah pakaian nanti Liana bisa mengembalikannya.

...TO BE CONTINUED ...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!