Brisa tiba-tiba terbangun di tempat asing, ia di culik dan kini sudah mengenakan pakaian pengantin. ia tak tau kenapa dan siapa yang sudah melakukan semua ini. Sampai ia tau jika ia sudah menjadi seorang istri dari pria misterius yang tak pernah ia temui bernama Tuan Adam.
Hidup Brisa berubah, menjadi istri seorang tuan Adam menjadikan seorang Cinderella. Ia membalas semua perbuatan keluarga yang pernah menyia-nyiakan dirinya. Sampai suatu ketika, pria bernama Tuan Adam berdiri didepan mansion tempat tinggal Brisa.
"siapa wanita ini?" tuan Adam.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Danie A, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 23
Suasana tegang mulai menyelimuti ruangan tersebut. Meski begitu, Brisa tetap berusaha tenang, walaupun sebenarnya gadis itu sangat gugup.
"Tuan Adam?" sapa Brisa pada tuannya itu dengan santai, seolah tidak terjadi apa pun sebelumnya.
Brisa mencoba mencairkan suasana, tapi justru Tuan Adam melempar tatapan tajam padanya. Sudah jelas setelah ini Brisa pasti akan dibombardir banyak pertanyaan oleh Tuan Adam.
Yang jelas, Brisa sekarang sudah ketahuan menyelinap keluar dari mansion. Dan lebih parahnya lagi, gadis itu tidak kembali ke mansion selama berhari-hari karena terluka dan pingsan di jalan.
"Kamu masih bisa menyapaku dengan ekspresi tidak bersalah seperti itu?" sinis Tuan Adam. "Kamu tidak ingin memberikan penjelasan apa pun padaku?"
Brisa tak bisa mengelak dan mengarang cerita. Tuan Adam pun mulai mengintrogasi Brisa dan menanyakan banyak hal pada budaknya itu.
"Seharusnya kamu berada di mansion sekarang. Tapi lihat di mana aku menemukanmu saat ini?" sentak Tuan Adam. "Bagaimana kamu bisa berada di luar mansion pada malam hari? Jelas-jelas tidak ada orang yang keluar dari mansion pada malam hari, termasuk kamu. Apa kamu diam-diam menyelinap keluar dari mansion?" tanya Tuan Adam.
Brisa harus memberikan alasan bagus sebelum membuat Tuan Adam curiga. "Aku bisa menjelaskannya. Aku memang keluar dari mansion, tapi aku tidak bermaksud melarikan diri atau melakukan hal-hal yang mencurigakan. Aku hanya ... ingin mengambil pesanan barang di luar. Karena aku takut Tuan tidak akan memberikan izin padaku untuk keluar malam, jadi terpaksa aku keluar secara diam-diam tanpa berpamitan."
Brisa hanya bisa mengaku mengenai menyelinap keluar dari mansion, tapi tentu saja gadis itu tidak mengatakan alasan sebenarnya ia harus keluar secara sembunyi-sembunyi dari mansion Tuan Adam.
"Kamu pikir aku akan percaya pada cerita karanganmu itu? Pesanan macam apa yang harus kamu ambil malam-malam?" cibir Tuan Adam. "Kalau begitu, bagaimana kamu bisa menjelaskan tentang luka tembakan yang ada di lenganmu itu?" tanya Tuan Adam lagi.
"Aku berkata yang sebenarnya. Aku pergi keluar untuk mengambil barang. Tapi aku tidak sengaja bertemu dengan penjahat dan terkena tembakan yang salah sasaran," ungkap Brisa.
Brisa terdiam sejenak. Gadis itu tak begitu yakin jawabannya cukup memuaskan untuk Tuan Adam. "Bagaimana kalau dia mencurigaiku? Kira-kira apa yang dia pikirkan tentang aku sekarang?" batin bisa.
Brisa harus segera mengalihkan pembicaraan, sebelum Tuan Adam menanyakan banyak hal pada dirinya mengenai luka tembakan yang ada di lengan Brisa. "Apa Tuan yang menemukanku pada malam itu dan membawaku kemari?" tanya Brisa berbalik menyerang Tuan Adam.
Brisa mulai cemas. Jika benar Tuan Adam yang menemukan dirinya, sudah jelas cerita karangannya ini tidak akan dipercaya oleh Tuan Adam. Apalagi jika Tuan Adam melihat kostum anti peluru dan juga benda-benda yang dibawa oleh Brisa pada hari itu. Sudah pasti identitas Brisa akan ketahuan jika Tuan Adam melihat Brisa pada hari itu.
"Bagaimana keadaan lukamu? Masih sakit?"
Tuan Adam sengaja menghindar dari pertanyaan Brisa dan tidak memberikan jawaban pada gadis itu. Pria itu justru ikut mengalihkan pembicaraan dengan menyibukkan diri melihat luka Brisa.
Keduanya saling menghindar satu sama lain. Brisa tidak ingin menjelaskan banyak hal mengenai luka tembakan yang ia terima, sementara Tuan Adam sendiri juga tidak ingin memberitahu Brisa mengenai apakah pria itu yang menemukan Brisa atau bukan.
"Aku sudah baik-baik saja. Sebentar lagi juga lukanya pasti akan sembuh," sahut Brisa.
"Minum obatmu secara teratur! Kamu harus segera pulih! Aku tidak ingin bercumbuu dengan gadis yang terluka!" cibir Tuan Adam.
Keduanya sudah benar-benar lupa mengenai pembahasan tentang luka tembakan dan juga orang yang menemukan berita. "Pria sekaya Tuan pasti bisa menemukan ratusan teman tidur yang cantik, bukan? Kenapa harus sibuk menungguku sembuh?" sinis Brisa.
"Untuk apa juga aku mencari wanita lain jika sudah ada wanita yang bisa aku tiduri secara cuma-cuma di mansion ini!" sahut Tuan Adam. "Aku tidak perlu mengeluarkan banyak uang untuk menyenangkanmu, kan? Jika aku mencari wanita di luar sana, mungkin aku harus mengeluarkan uang dua kali lipat."
"Dasar orang kaya pelit!" ledek Brisa.
"Sudah ada kamu di sini! Kamulah orang yang harus menemani aku tidur! Untuk apa aku buang waktu mencari pelayan lain?" cetus Tuan Adam sebelum keluar dari ruangan Brisa.
Brisa sudah terbiasa mendapatkan ejekan dan cibiran dari tuannya itu. Setidaknya, Tuan Adam tidak menuntut uangnya kembali dan menyusahkan perisa selama perisa tinggal di mansion.
"Haruskah aku bersyukur karena dia tidak mencari wanita lain? Paling tidak, aku tidak akan tertular penyakit yang dibawa oleh wanita malam," gerutu Brisa lirih.
****
Brisa membuka pintu ruangan yang ia tempati setelah dua hari gadis itu tidur di sana. Setelah benar-benar pulih, Brisa pun memilih untuk berjalan-jalan keluar ruangan. Alangkah terkejutnya Brisa, begitu gadis itu tahu ternyata selama ini ia berada di dalam mansion.
"Ternyata selama ini aku tinggal di mension?" gumam Brisa sembari menepuk jidatnya sendiri.
Selamat menjalani masa pemulihan, Tuan Adam memberikan perhatian yang cukup mencolok pada Brisa. Pria itu datang setiap malam ke ruang rawat Brisa dan menemani gadis itu menikmati makan malam sekaligus menemaninya beristirahat. Tuan Adam yang benar-benar tidur di samping Brisa tanpa melakukan apa pun. Meskipun berada di ruangan yang sama, tapi tuan Adam mampu menahan diri untuk tidak menyentuh Brisa.
"Kenapa aku bisa tidak tahu kalau aku ternyata berada di dalam mansion?" gumam Brisa. "Tuan Adam juga sangat perhatian padaku selama beberapa hari ini. Apa mungkin dia percaya dengan kata-kataku?"
"Kalau Tuan Adam tahu sesuatu, seharusnya dia mengatakannya padaku, kan? Tapi kenapa dia diam saja selama beberapa hari ini? Dia benar-benar misterius," oceh Brisa sibuk membicarakan Tuan Adam.
Gadis itu pun segera berjalan menuju ruang makan dan melihat Tuan Adam yang sudah duduk di meja makan terlebih dulu. Namun anehnya, Brisa tidak melihat hidangan apa pun yang tersaji di meja makan tersebut.
"Kenapa tidak ada apa pun di meja makan?" tanya Brisa.
"Aku memang sengaja mengosongkan meja makan. Kalau kamu ingin makan, kamu harus memasak terlebih dahulu!" perintah Tuan Adam pada Brisa. Padahal Brisa baru saja pulih dari luka tembak, tapi Tuan Adam sudah memerintah gadis itu untuk memasak makanan.
Meski begitu, Brisa menyambut perintah dari Tuan Adam dengan patuhnya. Bagi Brisa, ini bukan pekerjaan yang sulit. Apalagi gadis itu juga sudah bertahun-tahun hidup sebagai babu di rumah Papa Loam.
"Baiklah! Aku akan menyajikan hidangan yang enak untuk Tuan!" sahut Brisa.
"Kamu harus memasaknya sendiri! Jangan meminta bantuan pada chef!" ujar Tuan Adam.
"Aku mengerti!"
Brisa mengingat jiika Tuan Adam tidak suka olahan seafood. Gadis itu pun memperlihatkan senyum jahat saat melirik Tuan Adam yang tengah menanti hidangan buatannya.
"Lebih baik aku masak seafood saja!" seru Brisa ingin membuat tuan Adam kesal.
Setelah menyibukkan diri di dapur untuk memasak makanan, Brisa pun akhirnya menghidangkannya pada Tuan Adam. Bagaimana reaksi Tuan Adam?
****
kk ku nantikan karya2 mu lagi yaa 😘😘😘
setlah drama sekian lama akhirnya adam memilih brisa yg gila
apa kabr smoyn
jangan sampai dipikirnya ia menikahi kekasihnya