NovelToon NovelToon
Survival Kiamat: Ibu Peternak Dan Gudang Tanpa Batas

Survival Kiamat: Ibu Peternak Dan Gudang Tanpa Batas

Status: sedang berlangsung
Genre:Sci-Fi / Zombie / Sistem
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: miichi

Dunia berubah dalam semalam. Langit di atas tanah perbatasan Amerika berubah warna, bumi terbelah, dan makhluk-makhluk yang dulunya manusia atau ternak kini bangkit sebagai monster haus darah. Di tengah kekacauan itu, Elena Cross — janda pemilik Rocking Spur Ranch yang tengah hamil delapan bulan — berjuang sendirian mempertahankan tanahnya dari serangan pertama gerombolan ternak yang bermutasi.

Di saat paling genting, sebuah kekuatan misterius bangkit dalam dirinya: **Gudang Tanpa Batas**, sebuah sistem ajaib yang bisa memunculkan senjata, makanan, obat-obatan, dan perbekalan apa pun dari udara kosong — aktif hanya karena satu syarat: melindungi kehidupan baru di tengah kehancuran dunia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon miichi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30: Bayangan Masa Depan

Gambar-gambar itu mengalir di sekeliling mereka seperti mimpi yang hidup, memenuhi seluruh ruangan dengan visi-visi yang begitu nyata sehingga Elena merasa seolah benar-benar hadir di dalamnya, bukan sekadar menyaksikan dari kejauhan.

Ia melihat dirinya sendiri, bertahun-tahun dari sekarang, masih berdiri di Rocking Spur Ranch yang kini telah berkembang jauh lebih besar—namun wajahnya tidak menua seperti seharusnya, matanya berkilau samar dengan cahaya ungu-keemasan yang tak pernah sepenuhnya memudar. Grace, kini seorang wanita dewasa, berdiri di sampingnya, menatap ibunya dengan campuran kasih sayang dan kekhawatiran yang telah lama ia pahami dan terima.

"Kau akan menyaksikan Grace tumbuh dewasa," suara kesadaran Prometheus Prime bergema lembut di tengah visi itu, "menikah, mungkin memiliki anak sendiri. Tapi kau sendiri akan menua jauh lebih lambat darinya. Suatu hari, kau mungkin akan menyaksikannya menjadi tua, sementara dirimu tetap seperti sekarang."

Visi berubah, menunjukkan dunia yang lebih luas—desa-desa dan kota-kota yang perlahan bangkit kembali dari reruntuhan kiamat, ladang-ladang yang menghijau subur, dan di berbagai tempat, kilauan kecil cahaya ungu-keemasan yang menandakan fragmen-fragmen lain yang telah menemukan keseimbangan mereka sendiri, tidak lagi liar atau berbahaya.

"Dunia akan sembuh," lanjut kesadaran itu, "lebih cepat dan lebih menyeluruh dari yang bisa dicapai tanpa jangkar permanen. Fragmen-fragmen liar akan menemukan ketenangan, bukan lagi mencari inang dengan cara yang berbahaya atau merusak. Kau akan menjadi... semacam penjaga, tersebar kesadarannya sedikit ke seluruh dunia melalui koneksimu denganku, membantu menstabilkan apa pun yang mulai goyah sebelum menjadi ancaman besar."

Namun visi berikutnya menunjukkan sisi lain dari harga yang harus dibayar—momen-momen kesendirian, saat teman-teman dan orang-orang yang dicintai Elena perlahan menua dan pergi, sementara dirinya tetap sama, menyaksikan siklus kehidupan berputar di sekelilingnya tanpa dirinya benar-benar menjadi bagian penuh darinya lagi.

Elena melihat dirinya sendiri berdiri sendirian di pemakaman kecil, menatap nisan yang bertuliskan nama-nama yang begitu familiar—Whitlock, Sarah, bahkan mungkin suatu hari, Grace sendiri—sementara dirinya tetap berdiri, tidak berubah, membawa beban ingatan yang akan terus bertambah seiring berjalannya waktu yang begitu panjang.

"Ini harga sesungguhnya," kata kesadaran itu pelan. "Bukan hanya pengorbanan fisik, tapi pengorbanan emosional yang akan kau tanggung selama sisa keberadaanmu—entah berapa lama itu berlangsung. Aku tidak bisa menjanjikan ini akan mudah, Elena Cross. Aku hanya bisa menjanjikan bahwa itu akan berarti, bagi dunia yang kau cintai."

Visi-visi itu perlahan memudar, mengembalikan mereka ke ruangan kristal yang sesungguhnya, di mana anggota tim lainnya menatap Elena dengan campuran kekhawatiran dan rasa hormat mendalam, menyadari sebagian dari apa yang baru saja ia saksikan meski tidak sepenuhnya memahami detailnya.

"Elena," bisik Sarah, air mata mulai mengalir di pipinya. "Kau tidak harus melakukan ini. Pasti ada cara lain."

Elena menatap sahabatnya, kemudian menatap Whitlock yang wajahnya keras menahan emosi, Dr. Voss yang menunduk dengan rasa bersalah mendalam mengingat perannya dalam menciptakan situasi ini, dan akhirnya Grimes, yang meski gagal dalam uji resonansi, tetap menatapnya dengan dukungan tulus yang jauh berbeda dari sikapnya dulu.

"Aku sudah memikirkan Grace sejak awal perjalanan ini," kata Elena akhirnya, suaranya tenang meski hatinya bergejolak hebat. "Dan aku terus bertanya-tanya, dunia macam apa yang ingin kutinggalkan untuknya. Bukan dunia yang sempurna—itu mustahil. Tapi dunia yang punya kesempatan nyata untuk sembuh, untuk tumbuh menjadi tempat yang lebih baik dari yang pernah kubayangkan mungkin terjadi setelah malam pertama kiamat itu."

Ia menatap kesadaran Prometheus Prime, tekadnya mengeras sepenuhnya. "Aku akan melakukannya. Tapi aku punya syarat—aku ingin cara untuk tetap terhubung dengan Grace, dengan orang-orang yang kucintai, meski waktu berjalan berbeda bagiku. Aku tidak ingin kehilangan mereka sepenuhnya dalam prosesnya, bahkan jika aku harus menyaksikan mereka menua sementara aku tidak."

Kesadaran itu menatapnya lama, cahayanya berkedip dengan sesuatu yang menyerupai kekaguman mendalam. "Itu adalah permintaan yang bisa kupenuhi, Elena Cross. Koneksimu dengan mereka yang kau cintai bisa tetap menjadi bagian dari dirimu, bahkan setelah ikatan permanen terbentuk. Kau tidak akan pernah benar-benar sendirian, selama kau memilih untuk tidak membiarkan dirimu terisolasi."

Elena menarik napas dalam, menatap sekeliling ruangan sekali lagi—pada teman-teman yang telah menemaninya sejauh ini, pada beban tanggung jawab yang telah ia panggul sejak malam pertama Gudang muncul dalam hidupnya—sebelum akhirnya melangkah lebih dalam ke tengah lingkaran energi, siap menghadapi transformasi yang akan mengubah hidupnya, dan mungkin, nasib seluruh dunia yang telah begitu banyak ia korbankan untuk dilindungi.

"Aku siap," katanya, suaranya bergema tegas di seluruh ruangan raksasa itu. "Mari kita mulai."

---

1
Dorinaanakjunny Dorinaanakjunny
bodoh buat apa bilang ada kekuatan
ajaib kenapa tidak rahsia kan saja
gila !!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!