"Apa ini? ternyata selama ini kamu selingkuh di belakangku? setelah apa yang aku berikan padamu?"
Fee melempar foto-foto mesra Ronald bersama dengan Dinda, sekretaris pribadinya.
"Aku minta maaf, aku khilaf. Tapi aku tidak bisa melepasnya begitu saja, karena dia sedang hamil anakku?"
Fee tersenyum sinis," apa kamu yakin jika ia hamil anakmu?"
PLAk!
Satu tamparan mendarat di pipi Fee.
"Baiklah, kalau begitu!"
Apakah yang akan di lakukan oleh, Fee pada Ronald dan Dinda?"
Mari kita simak kisah Fee, yang tegar menghadapi permasalahan hidupnya karena di hianati suaminya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nonny, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kaget
Boby pun kembali fokus pada sepasang suami istri paruh baya tersebut.
"Pak-bu, boleh saya bertemu anak adopsi kalian? mungkin saja memang itu anakku yang di culik beberapa bulan yang lalu."
Sepasang suami istri paruh baya ini saling berpandangan satu sama lain.Dan sang suami mengatakan jika ia mengadopsi seorang anak dari seorang pria yang mengatakan jika anak tersebut adalah anaknya sendiri, karena istrinya minggat pergi begitu saja.
Boby semakin penasaran dengan jati diri anak angkat dari suami istri tersebut. Ia pun menunjukkan foto Putri kepada mereka.
"Apakah ini anak yang bapak dan ibu adopsi?"
Sepasang suami istri itu tertegun heran. Dan mereka kembali lagi saling berpandangan satu sama lain. Tetapi tak Juda merespon yang di katakan oleh Boby. Hingga Boby pun menunjukkan foto Ronald. Karena kebetulan ia menyimpan foto Ronald.
"Apakah pria ini yang menyerahkan anak kecil itu pada kalian berdua?"
Lagi-lagi suami istri paruh baya ini terperangah pada saat mendengarnya. Dan sang suami pun berkata," benar sekali, mas. Pria itu yang memberikan anaknya pada kami. Dan anak kecil yang ada di foto itu jugalah yang kami adopsi sebagai anak kami."
Boby menghela napas panjang," astaghfirullah aladzim, memang benar anak kecil itu anaknya. Tetapi ia menculik dari ibu kandungnya entah dia menculik sendiri atau memerintahkan orang untuk melakukannya karena sang penculik menggunakan sebuah penyamaran jadi kami tidak bisa menyelidiki lebih lanjut."
"Pak-bu, aku mohon kebijaksanaan dari kalian untuk mengembalikan Putri padaku. Karena ibunya terus saja menangis setiap hari. Aku akan mengganti semua uang yang telah kalian keluarkan tetapi tidak secara langsung, melainkan aku mengangsurnya."
Terus saja Boby membujuk sepasang suami istri ini untuk bersedia mengembalikan Putri padanya. Sejenak sepasang suami istri ini diam, seolah sedang berpikir.
"Bagaimana ini, pak?" bisik istrinya.
"Ya bapak terserah ibu saja. Baiknya bagaimana?" bisik sang suami.
Hingga pada akhirnya, sepasang suami istri ini pun bersedia mengembalikan Putri pada Boby. Tapi mereka meminta supaya segera menangkap Ronald untuk di jebloskan ke penjara. Karena telah menipu dirinya dengan mengatakan bahwa ibu kandung Putri yang telah menelantarkannya.
Sepasang suami istri ini meminta kembali uang yang telah ia keluarkan untuk mengadopsi Putri.
"Baiklah, aku akan mengganti uang yang telah di berikan ke Ronald asalkan Putri bisa kembali pada kami. Dan segera aku akan mencari keberadaan Ronald untuk mempertanggung jawabkan semua yang ia lakukan."
"Bapak dan ibu nggak usah khawatir, karena salah satu dari anak buahku adalah kerabat dari salah satu orang kepercayaan kalian yang di percaya untuk menghandle perusahaan kalian yang ada di Indonesia."
Sejenak Boby bercengkrama panjang lebar dengan sepasang suami istri ini. Dan pada saat Boby masih asyik bercengkerama, tiba-tiba ponselnya berdering. Ia pun mengecek penggilan telpon tersebut yang ternyata dari, Bu Nina.
"Pak-bu, aku minta maaf minta waktu sebentar untuk mengangkat telpon dari orang rumah."
Sepasang suami istri tersebut menganggukkan kepalanya seraya tersenyum, Boby pun lekas menyingkir agak menjauh untuk mengangkat telpon tersebut.
📱" Hello, Bu Nina."
📱" Apakah urusannya sudah selesai?"
📱" Alhamdulillah sudah selesai, dan memang Putri di sini. Besok akan aku bawa pulang, pasti Fee sangat senang. Oh ya, Bu. Kok Fee nggak menelponku, malah ibu yang menelpon?"
📱" Maafkan kami, Boby."
Sejenak Boby heran, dengan ucapan permintaan maaf dari Bu Nina.
📱" Untuk apa minta maaf, Bu? sebenarnya ada apa?"
Dengan penuh ketakutan, Bu Nina menceritakan apa yang telah terjadi di Indonesia tepatnya di rumah. Boby pun terperangah, dan tiba-tiba tubuhnya melemas. Ia jatuh terduduk begitu saja, dan tak sadar pula menjatuhkan ponselnya.
Hal ini sempat membuat suami istri paruh baya yang melihatnya merasa heran.
"Pak, ada apa ya?"
"Entahlah, Bu. Sepertinya ada hal yang terjadi di Indonesia."
Sepasang suami istri ini menghampiri Boby, sang suami menanyakan apa yang telah terjadi pada Boby. Sedangkan sang istri sempat meraih ponsel milik Boby.
📱"Maaf, sebenarnya apa yang telah terjadi di Indonesia? saya ibu angkat Putri, ini bapak sambung Putri tiba-tiba shock lemas."
📱" Istrinya di culik orang, Bu. Ya sudah dulu, Bu. Kami di sini juga sedang terus berusaha mencari keberadaan Fee. Dan juga akan segera melaporkan ke polisi, karena dari kemarin kami tidak bisa menemukannya."
Bu Nina mematikan panggilan telepon, begitu juga dengan si ibu.
"Yang sabar, Mas Boby. Kami akan bantu mas untuk mencari penculiknya. Kebetulan besok kami juga akan ke Indonesia untuk mengurus perusahaan kami. Karena urusan di sini sudah selesai. Jadi kami bisa bantu, Mas Boby," ucap sang bapak mencoba untuk menghibur Boby.
"Terima kasih, pak. Aku nggak habis pikir, di sini sudah berhasil menemukan keberadaan Putri. Di sana malah istriku di culik. Aku sangat khawatir karena saat ini istriku sedang hamil muda," ucap Boby begitu terpukul.
"Mas Boby, semangat dan kuatlah. Jiks mas seperti ini, lantas siapa yang akan mencari keberadaan istri mas, dan siapa yang akan mengurus Putri?" nasehat si Ibu.
Boby pun mulai sadar, ia pun membenarkan perkataan si Ibu. Dan ia berusaha untuk tidak lemah karena jika ia lemah tidak akan bisa mencari keberadaan, Fee.
Sepanjang malam, Boby tidak bisa tidur dengan nyenyak. Ia memikirkan kondisi Fee yang saat ini entah berada dimana.
'Ya Allah, aku pikir sudah tidak ada lagi masalah serius dalam rumah tangga kami. Setelah aku berhasil menemukan keberadaan Putri. Kini malah aku harus kehilangan Fee. Ya Allah, semoga saja saat ini kondisi Fee dan calon bayiku baik-baik saja."
"Semoga aku juga cepat bisa menemukan keberadaan, Fee. Kiranya siapa yang tega menculik Istriku yang sedang hamil muda? apakah Ronald? apakah Elsa?"
Terus saja sepanjang malam, Boby memikirkan siapa yang kira-kira telah menculik Fee. Dan juga ia sedang berpikir bagaimana caranya untuk bisa menemukan keberadaan Fee.
Hingga tak sadar matanya terlelap dan ia tertidur nyenyak pada pukul tiga dini hari. Hingga waktu menjelang fajar, ia pun terbangun dan segera mengurus segala yang di butuhkan untuk kepulangannya.
Untung saja orang tua angkat Putri sangat baik. Hingga mereka juga mengajak Boby dan beberapa anak buahnya untuk naik pesawat pribadi mereka. Supaya perjalanan menuju ke Indonesia lekas sampai.
Boby memeluk erat Putri pada saat bertemu dengan si kecil. Bahkan Putri seperti paham dengan Boby, ia pun sangat senang sekali.
"Lihatlah, pak. Putri sepertinya memang sudah dekat sekali dengan ayah sambungnya."
"Benar sekali, Bu. Sampai dia manja seperti itu."