Feng Xiao adalah seorang jenius tiada tara di alam langit, dengan Kitab 12 Kaisar yang dimiliki olehnya ia menjadi yang terkuat di seluruh alam langit, hanya saja saat ia sudah menjadi yang terkuat Feng Xiao di khianati oleh saudara yang sudah ia anggap sebagai kakaknya sendiri, sehingga saudaranya menyebarkan tentang Kitab 12 Kaisar pada 7 Kaisar alam langit
Mereka bekerja sama untuk membunuh dan mengambil Kitab 12 Kaisar milik Feng Xiao. Feng Xiao yang dikeroyok oleh 7 Kaisar Langit di Alam Langit pun tidak memilik pilihan lain selain meledakkan dirinya sendiri. Hal itu ia lakukan agar Kitab 12 Kaisar tidak jatuh ketangan mereka.
Feng Xiao yang meledakkan dirinya sendiri berpikir bahwa ia akan mati selamanya, akan tetapi ia hidup kembali ke tubuh seorang bocah di Alam Bawah.
Feng Xiao yang hidup ditubuh bocah itu pun mencari cara agar menjadi lebih kuat untuk membalaskan dendamnya dan dendam bocah itu.
JanganLupatinggalkan jejak dengan Like, Komen, jgn lupa kritik dan saranny!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wayvv, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
23. Chp. 23 - Kematian Han Wuji
Tubuh Gu Feiyang memancarkan cahaya emas yang sangat menyilaukan, Feng Xiao dan juga Xiao Lang bahkan harus menutupi kedua matanya dengan tangan mereka agar tidak terjadi kerusakan pada mata mereka akibat cahaya emas tersebut.
Cahaya emas yang menyilaukan yang keluar dari tubuh Gu Feiyang perlahan menghilang setelah memancarkan cahayanya selama beberapa menit.
Setelah cahaya itu menghilang Feng Xiao dan Xiao Lang sudah bisa melihat kembali. Saat mereka melihat ke arah Gu Feiyang terlihat bahwa Gu Feiyang saat ini sedang mengenakan Jirah Emas berbentuk naga.
Gu Feiyang terlihat sangat gagah saat memakai Jirah Emas tersebut. Sedangkan Han Wuji yang melihat perubahan dari Gu Feiyang sedikit merinding, dirinya merasa mustahil untuk menang melawan Gu Feiyang saat ini.
"Jirah Emas apa yang masterku pakai?." Xiao Lang bertanya pada dirinya sendiri.
Ia tidak pernah melihat masternya menggunakan Jirah Emas itu, ini pertama kalinya dirinya melihat Jirah Emas yang dipakai oleh masternya.
"Apakah Kakak Senior tau tentang Jirah Emas ini?." gumam Xiao Lang.
Feng Xiao yang melihat Jirah Emas milik Gu Feiyang pun sedikit terkejut, bagaimanapun Jirah Emas itu adalah sesuatu yang sangat berharga bahkan di Alam Langit sekalipun.
Naga Surga Nirwana adalah sebuah teknik yang sangat hebat, dalam informasi yang ada di Kitab 12 Kaisar. Naga Surga Nirwana bisa membuat penggunanya memiliki Jirah Naga Emas yang mampu membuat penggunanya meningkatkan kekuatan.
Jirah Naga Emas adalah sebuah Jirah yang memiliki Jiwa Naga didalamnya, Jirah itu dapat memilih siapapun yang layak menggunakan Jirah Naga Emas.
"Aku tidak menyangka teknik langka seperti itu akan jatuh ke Alam Fana."
"Beruntung teknik ini digunakan oleh orang baik!."
***
Di area pertarungan Gu Feiyang sedang melayang di udara, kekuatannya saat ini sangat cukup untuk mengalahkan Han Wuji.
"Mari mulai Ronde Keduanya!." ucap Gu Feiyang sambil melesat ke arah Han Wuji.
Han Wuji yang melihat hal itu menjadi sangat waspada karena kecepatan dari Gu Feiyang berada diatasnya. Sebelumnya dirinya lebih cepat dari Gu Feiyang akan tetapi sekarang Gu Feiyang lah yang lebih cepat darinya.
Sebelum Han Wuji sempat bereaksi dirinya sudah terkena pukulan yang dilancarkan oleh Gu Feiyang.
"Uhuk."
Han Wuji terpental cukup jauh yang mengakibatkannya muntah darah, pukulan yang dilancarkan oleh Gu Feiyang sangat kuat, bahkan tubuhnya yang sudah meminum Pil Darah pun merasakan sakit.
"Ada apa? Bukankah kau ingin membunuhku tadi?." Gu Feiyang mengejek Han Wuji.
Han Wuji yang mendengar ejekan dari Gu Feiyang pun menjadi sangat marah. Dirinya mengeluarkan Pil Iblis Darah lagi dan menelannya.
Aura jahat keluar dari tubuh Han Wuji dan kekuatannya saat ini kembali bertambah, "Hahaha, mari lanjutkan pertarungan yang barusan!." ucap Han Wuji.
Gu Feiyang yang melihat hal itu hanya memasang wajah datar, meski kekuatan Han Wuji meningkat akan tetapi hal itu tidak perlu dikhawatirkan karena kekuatannya saat ini jauh berada di atas Han Wuji.
Mereka berdua melesat secara bersamaan sambil memukulkan tinjunya ke arah masing-masing.
Ledakan yang keras terdengar yang diakibatkan oleh pukulan keduanya, area sekitar menjadi hancur lebur karena pukulan mereka yang beradu.
"Lumayan!." ucap Gu Feiyang.
"Hahaha, ini baru saja dimulai!." Han Wuji sambil kembali memukul kearah Gu Feiyang.
*BOOM*
Pukulan yang dilancarkan oleh Han Wuji berhasil dihindari oleh Gu Feiyang. Pukulan itu mengenai bukit yang berada dibelakang Han Wuji dan membuatnya hancur.
"Sekarang giliranku!." ucap Gu Feiyang sambil melesat mendekat ke arah Han Wuji. Saat sudah berada dekat dengan Han Wuji Gu Feiyang melancarkan pukulannya dengan cukup keras kearah kepala wajah Han Wuji.
"Uhukk!."
Han Wuji terkena pukulan dari Gu Feiyang dan terpental sangat jauh, dirinya sampai muntah darah karena pukulan Gu Feiyang yang cukup keras.
"Sial, aku sudah meminum bahkan 2 Pil Iblis Darah tapi aku bahkan tidak bisa mengimbanginya!." gumam Han Wuji.
"Apakah sudah selesai? Jika sudah maka aku akan membunuhmu!." ucap Gu Feiyang sambil memukul kearah depan dan mengeluarkan teknik miliknya.
*Teknik Pukulan! Pukulan Naga Emas!.*
Siluet Naga Emas terlihat setelah Gu Feiyang menggunakan teknik pukulan miliknya, Naga Emas itu melesat dengan cepat ke arah Han Wuji.
Han Wuji yang melihat hal itupun sangatlah ketakutan, karena kecepatan dari Naga Emas itu sangat cepat. Dirinya tidak bisa bereaksi untuk membuat penghalang pertahanan untuk dirinya.
*BOOM*
Suara ledakan keras terdengar setelah teknik milik Gu Feiyang mengenai Han Wuji. Han Wuji yang terkena serangan telak dari Gu Feiyang pun mati tanpa menyisakan mayat.
Disisi Feng Xiao dan Xiao Lang. Xiao Lang sangat terkejut dengan kekuatan dari masternya itu, setelah melihat kekuatan masternya Xiao Lang menjadi lebih kagum pada gurunya.
Berbeda dengan Xiao Lang yang kagum Feng Xiao hanya sedikit menyesalkan sesuatu. "Haiss, sayang sekali Cincin Ruang miliknya juga hancur." Feng Xiao menyesal karena tidak meminta Gu Feiyang untuk mengambil Cincin Ruang milik Han Wuji.