NovelToon NovelToon
CINTA UNTUK HILYA

CINTA UNTUK HILYA

Status: tamat
Genre:Teen Angst / Teen School/College / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Persahabatan / Tamat
Popularitas:404.3k
Nilai: 5
Nama Author: NLiRa

Hilya Aska merupakan seorang gadis yang masih duduk di bangku SMA kelas 11. Hilya baru saja kehilangan ibunya yang membuat dia sering menyendiri dan menangis sendiri.


Hilya menaruh perasaan pada seorang laki-laki yang juga satu sekolah dengannya yang bernama Abian Asraf, yang sering di panggil Abian.

Abian selalu ada untuk Hilya dan memberi perhatian lebih untuk Hilya, apalagi saat ibu Hilya meninggal Abian selalu menyemangati Hilya.

hingga suatu saat Hilya mengetahui bahwa kebaikan yang ia dapatkan dari Abian hanya untuk membuat Hilya membantu Abian untuk mengungkapkan perasaannya pada Disa yang merupakan sahabat Hilya yang juga menyukai Abian.


Zidan Mahardika seorang kating di kampus Hilya. Zidan juga merupakan ketua geng di kampus. Zidan yang di kenal kating paling galak dan famous, telah jatuh hati pada Hilya. dan Hilya di ratukan oleh Zidan di kampus

bagaimana kisah cinta untuk Hilya?, apaka

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NLiRa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

HILYA DAN ZIDAN

Zidan membawa Hilya ke salah satu tempat yang sangat indah, yang berada tidak jauh dari tempat camping mereka.

Sesampainya di tempat tersebut Hilya terdiam karena takjub melihat keindahannya.

"Wow bagus banget" ucap Hilya yang takjub melihat pemandangan malam di tempat itu.

"Lo suka kan?" tanya Zidan dan di anggukin oleh Hilya.

"Makanya kalau di ajak itu langsung nurut jangan di paksa dulu" ucap Zidan lagi.

Hilya tidak menjawab ucapan dari Zidan, dia sedang fokus melihat sekelilingnya yang begitu indah. Zidan tersenyum tipis saat melihat Hilya yang terus memperhatikan tempat sekitar.

"Udah tenang?"tanya Zidan yang menatap Hilya.

"Eummm"sahut Hilya sambil memejamkan matanya dan tersenyum menikmati udara malam disana.

"Ayok duduk di sini" ucap Zidan yang menarik tangan Hilya untuk duduk.

"Kak Zidan kok tau tempat secantik ini sih kak?" tanya Hilya.

"Gue bisa tau apapun yang ingin gue ketahui" sahut Zidan.

"Lo gak sedih lagi kan sekarang?" tanya Zidan

"Engga kak, perasaan sedih aku tiba-tiba hilang saat aku di sini" ucap Hilya

"Berarti besok-besok kalau lo sedih, lo hubungi gue aja, biar gue bawa lo ke tempat-tempat indah" ucap Zidan yang menatap Hilya yang duduk di sampingnya.

"Gak ah, dulu aku juga pernah di bawa ke tempat yang indah saat aku lagi sedih, tapi ternyata tempat indah itu buat orang lain. heum aku cuma di minta untuk melihat dan menilai tempat itu saja" sahut Hilya yang terus menatap langit malam yang penuh dengan bintang.

"Si cowok itu ya?" tanya Zidan

"Heumm, kalau aja dari awal aku tau dia sukanya sama Disa, aku gak bakal mungkin menaruh perasaan pada nya" Ucap Hilya yang masih menatap langit

"Tapi beneran sekarang aku gak ada perasaan apa-apa lagi sama dia" ucap Hilya cepat dan menatap Zidan, seolah-olah tak ingin Zidan cemburu tentang masalah dia dan Abian dulu.

"Tenang aja gue percaya kok, takut amat gue cemburu" ucap Zidan sambil menggoda Hilya.

"Dih percaya diri banget sih" sahut Hilya

"Lah gak apa-apa dong percaya diri, apa lagi kalau sama calon istri" ucap Zidan lagi yang terus menggoda Hilya.

"Apaan sih kak, jangan nyebelin deh" ucap Hilya yang membuat Zidan tertawa.

"Oh ya lo mau gak supaya tuh cowok gak ngejar-ngejar kamu lagi?" tanya Zidan

"Ya mau lah kak, aku tuh capek harus terlihat dalam hubungan mereka" jawab Hilya

"Ada sih satu cara supaya Lo jauh-jauh dari tuh cowok" ucap Zidan dengan tatapan serius.

"Apa?" tanya Hilya yang juga serius

"Setiap di kampus, lo bareng gue terus, jadi tuh cowok gak ada kesempatan deketin lo" ucap Zidan tersenyum

"Itu mah sama aja, keluar kandang buaya masuk kandang singa" ucap Hilya

"Ya kan gak apa-apa masuk kandang singa, apalagi singanya baik kayak gue" ucap Zidan

"Singa ini gak bakal makan kelinci kecil ini kok, lagi pula gak bakal kenyang juga nih perut" Sahut Zidan lagi.

"Bukan masalah di makan, tapi reseknya itu loh bikin aku kesel mulu" ucap Hilya

"Kan gak apa-apa, biar terbiasa nanti sama kelakuan gue" Ucap Zidan yang mulai menggoda Hilya lagi.

"bughhh...bughh..bughj... ihhhh belum nikah aja udah nyebelin, gimana udah nikah nanti" ucap Hilya sambil memukul Zidan.

"hahahahaha berarti lo udah kepikiran buat nikah sama gue kan" ucap Zidan sambil tertawa.

Zidan dan Hilya saling bercanda. Zidan yang baru pertama kali melihat Hilya tertawa lepas merasa senang. Setelah capek bercanda Hilya mulai membaringkan tubuhnya di rumput-rumputan dan menatap langit.

"Lo tadi takut banget ya, sampe gemeter tubuhnya"ucap Zidan yang berbaring di samping Hilya.

"Semenjak bunda Ayu meninggal, ayah ninggalin aku sendiri, aku mengalami banyak hal sulit sehingga aku mengalami serangan panik"ucap Hilya yang bercerita dan air matanya mulai mengalir.

"Jika aku mengalami situasi seperti tadi pasti aku panik, menangis dan tubuh aku gemetar"sambung Hilya.

("Sesulit itu ternyata hidup dia, dia terus tertawa di depan banyak orang padahal dia sendiri mengalami kesulitan, gue bangga sama Lo Kelinci kecil."batin Zidan sambil tersenyum tipis).

Zidan menghapus air mata Hilya.

"Sekarang ada gue, gue bakal lindungi Lo terus"ucap Zidan.

"Yaudah balik ke tenda yuk, besok kita ada kegiatan pagi" ucap Zidan yang mengulurkan tangganya untuk Hilya.

"Ayok" sahut Hilya sambil menerima uluran tangannya.

Mereka pun balik ke tenda, Syifa yang dari tadi khawatir dengan Hilya, mulai merasa lega saat melihat Hilya sudah kembali ke tenda.

Sesampainya di tenda Hilya menceritakan pada Syifa, Fia dan Kia tentang tempat yang indah tadi. Mereka semua merasa senang melihat Hilya yang kembali tertawa lepas.

Pagi pun tiba, semua maba sudah bangun dan sudah berkumpul. Lalu kating mulai menjelaskan tentang kegiatan yang akan mereka lakukan pada hari ini.

"Kita gak bakal ngelakuin setiap kegiatan bersama, supaya kita gak misah" Teriak Fajar

"Untuk hari ini, karena kita belum mandi semua, jadi kita bakal ke sungai dan berburu ikan sambil mandi di sana" ucap Fajar lagi.

"Nanti per jurusan harus tangkap ikan sebanyak-banyaknya dan yang banyak itu akan menjadi pemenangnya" sambung Fajar.

"Baik kak" sahut semua maba.

"Oke sekarang kita menuju ke sungainya" Ucap Fajar.

Semua orang pun pergi menuju ke sungai. Disa terus menatap Hilya, Syifa, Kia dan Fia yang terus bergandengan tangan.

Mereka pun sampai di area sungai yang di penuhi oleh batu.

(Ilustrasi)

Semua maba takjub melihat pemandangan area sungai yang cukup asri bagi mereka yang terus berada di tengah kota.

"Wahhh bagus banget" ucap maba

"Iya benar" Sahut maba lainnya.

"Hil keren banget ya" ucap Murni

"Iya bagus banget" Ucap Hilya

"Tapi kita harus hati-hati juga ya guys" ucap Elin

"Ya benar kata Elin" Sahut Syifa.

Mereka semua pun mulai berdiskusi dengan kelompok jurusannya masing-masing, kecuali Fia dan Kia yang memang ada di kelompok jurusan Hilya.

Selama diskusi, Disa dari kelompoknya terus menatap Abian, sedangkan Abian selama diskusi hanya menatap Hilya.

Zidan yang melihat hal tersebut, mencari cara supaya Hilya berada di sampingnya, karena dia takut Disa akan melakukan hal aneh ke Hilya lagi hanya karena Abian.

"Rifi, cari cara supaya Hilya berada di samping gue terus" ucap Zidan yang sedikit berbisik.

"Aelah gak mau jauh banget dari calon bini" ucap Fajar

"Bukan gitu tolol, lo lihat noh cewek itu geliat kemana, dan noh cowok malah lihat ke arah Hilya, gue khawatir nanti dia bakal aneh-aneh lagi" ucap Zidan

"Tunggu di sini, biar gue yang urus" ucap Alan dan pergi menuju kelompok jurusan Hilya

"Hilya nih pegang absennya" Ucap Alan yang menghampiri Hilya

"Absen semua maba, lo kan lagi masa hukuman, jadi Zidan nyuruh lo buat megang ini" ucap Alan yang menyerahkan absen pada Hilya

Hilya melihat kearah Zidan yang tengah menatapnya.

"Maaf kak kami lagi diskusi buat berburu ikan" ucap Abian tiba-tiba

"Gue gak ngomong sama lo" ucap Alan sinis

"Siapa yang nyuruh Lo jawab?"tanya Alan lagi dan Abian hanya bisa terdiam.

"Siapa ketua di sini?" tanya Alan

"Saya kak, Fernando" ucap salah satu maba yang bernama Fernando

"Hilya bakal ke sana karena dia lagi di masa hukuman, lo keberatan?" tanya Alan

"Tidak kak, kami akan memakluminya" ucap Nando yang tersenyum.

"Lo sekarang ke sana" ucap Alan pada Hilya

"Gak, Hilya kamu tetap di sini, kamu gak perlu jadi asisten dia" ucap Abian yang menahan tangan Hilya

"Lepasin aku" ucap Hilya kesal pada Abian.

"Kamu gak usah ikut campur deh" sahut Fia pada Abian

"kenapa lama banget?........

...****************...

...****************...

...****************...

Hai guys dukung terus author ya

jangan lupa follow, like,comment, dan tambahkan ke daftar favorit kalian, supaya kalian mendapatkan notifikasi saat author update.

maaf jika ada kata-kata yang typo

byebye....

...----------------...

...----------------...

...----------------...

1
falea sezi
kn emank mending biarin aja disa mati dia biang kerok
falea sezi
disa emank biang kerok
falea sezi
nah gitu pindah jauh biar g liat penghianat
Tri Rahayuningsih
berasa berada diposisi hilya ak thor😭
Tri Rahayuningsih
kog hati ak sakit dan pengin nangis Thor 😭
NLiRa: peluk jauh🤗
total 1 replies
Meenyaaa
dih, Benar-benar kecintaan dia 🤣🤣
Qaisaa Nazarudin
Kenapa nangisnya Haaaaa...haaaaa... kayak orang ketawa,Sedih tapi aku malah jadi ngakak... hadeeuuhh..
Qaisaa Nazarudin
Udah ku duga si Irwanto itu pasti punya selingkuhan..
I Ghani Pranaja: Kak. Aku udh nulis 24k kata 17 bab. Pembaca masih 0. Bantu baca karya aku dong. 1 paragraf aja gak ppa. Biar aku tau pernah ada orang di sana.
total 1 replies
Qaisaa Nazarudin
Itu bukan CINTA MATI..tapi OBSESI,Mana ada CINTA MATI, tapi tubuhnya DIOBRAL ke CEWEK/COWOK lain..🤮🤮
Qaisaa Nazarudin
Alan
Meenyaaa
pengen ku tempeleng nih anak satu, yang suka siapa yang disalahin siapa
Maharani Rania
bagus
Maharani Rania
ya Allah tega banget suami bunuh istri demi selingkuhan
Selamet Turipno
salah judul cocoknya Cinta untuk Disa
Latifah Lifah
karya ini sangat bagus aku yang baca sampai nangis dan ketawa tapi makasih ya thor karna akhirnya cerita ini happy ending
Diana
sikap seperti disa itu banyak disekitar kita, bahkan lebih parah dari itu juga banyak.
ketika seseorang menghadapi masalah dalam hidupnya, percayalah itu proses untuk kita menjadi manusia yang lebih baik!!!
NLiRa: benar, terkadang yang terdekat bisa menjadi racun yang paling berbahaya
total 1 replies
ciciparamida tarigan
mau ninggalin jejek lah
wardah
critanya oke,
Meenyaaa
Sa tau Sa ntar nyesal loh
Meenyaaa
kurang beruntung aja kli
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!