NovelToon NovelToon
Nur Halimah (Harga Sebuah Ketulusan)

Nur Halimah (Harga Sebuah Ketulusan)

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Penyesalan Suami / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:6.1k
Nilai: 5
Nama Author: RahmaYesi.614

Selama lima tahun, Nur Halimah mengabdikan seluruh hidupnya untuk keluarga suaminya. Meski hanya menerima cacian, cemoohan, dan sikap dingin yang menyakitkan, dia tetap menyayangi mereka dengan tulus tanpa pamrih.

Namun ketulusan ternyata tidak selalu dihargai, saat Nur Halimah gagal menghadirkan buah cinta dalam pernikahan itu, suaminya tidak segan berpaling pada wanita lain.

Di titik terendah hidupnya, Halimah bertemu dengan Daffa Nugraha Surya. Pria kaya raya yang terlihat ambisius, tertutup, dan tak pernah merasakan hangatnya kasih sayang tulus.

Demi menjadi pewaris sah perusahaan keluarga serta membuktikan dirinya di mata ibunya, Daffa memilih menikahi Halimah.

Bukan karena cinta, melainkan demi kesepakatan yang saling menguntungkan.

Dua jiwa yang sama-sama terluka... kini terikat dalam pernikahan tanpa cinta.

Mampukah ketulusan Halimah perlahan meluluhkan hati yang sedingin es milik Daffa? Atau justru Daffa-lah yang akan menghancurkan sisa hati Halimah untuk kedua kalinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RahmaYesi.614, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Situasi diluar nalar!!

Di kediaman utama, suasana semakin memanas. Abimanyu duduk di kursi utama, wajahnya tampak sangat muram dan kecewa. Amanda berdiri di hadapannya, berusaha tetap tenang seakan tidak terjadi apa-apa.

"Betul kamu tidak terlibat dengan semua ini, Amanda?" selidik Abimanyu dengan suara rendah namun menekan.

"Apa untungnya buatku, Papa. Aku memang tidak ingin Daffa menikah dan menjadi pewaris perusahaan. Tapi, aku tidak akan bertindak sejauh itu juga. Itu merepotkan." jawabnya santai.

"Kalau kamu memang tidak terlibat, kenapa CCTV di rumah ini semuanya mati bersamaan tepat saat Halimah hilang? Itu bukan kebetulan, Amanda."

Amanda terdiam, memilih untuk tidak menjawab pertanyaan menjebak itu.

"Kamu tidak lupa kan, siapa yang membangun sistem keamanan rumah ini?" tambah Abimanyu getir.

"Daffa! Dia tahu persis kapan sistem diputus paksa. Dan dia juga tahu siapa satu-satunya orang yang punya akses ke ruang server pribadi rumah ini selain dirinya. Itu, kamu Amanda."

"Itu bukan urusanku Papa. Lagi pula, papa tidak bisa menuduhku, selama tidak ada bukti nyata. Jika Papa terus menuduh tanpa bukti, bukankah itu fitnah, Papa?" ujarnya tetap menjaga nada suaranya tetap tenang dan stabil.

Abimanyu akhirnya diam. Ia tidak bisa menuduh Amanda tanpa bukti yang jelas. Lagi pula, Abimanyu juga tidak tahu pasti apakah tadi Amanda di rumah atau tidak saat Halimah tiba-tiba menghilang.

Sementara itu, di sudut kota nan jauh, Daffa masih terus melajukan mobilnya menyusuri jalan berharap menemukan jejak Halimah. Saat bersamaan ponselnya berdering, panggilan masuk dari Beni.

"Bos, Tiger baru saja memberi tahu bahwa dia sudah menemukan jejak..." lapor Beni cepat.

"Cepat katakan!" perintah Daffa tidak sabar.

"Ada rekaman kamera pengawas di pos penjagaan gerbang desa sebelah. Tepat pukul 2 siang tadi, sebuah truk tertutup milik perusahaan jasa kebersihan yang sering disewa Nyonya Amanda keluar dari kawasan ini. Sopirnya anak buah Albert Lee."

Daffa mengeratkan genggaman pada gagang setirnya. "Lokasi terakhir truk itu?"

"Masuk ke kawasan gudang tua di daerah pinggir utara, kawasan yang sudah lama ditutup karena proyek dihentikan."

"Saya ke sana sekarang. Kirim anak-anak yang lain. Jangan libatkan kepolisian!" perintahnya.

"Baik, Bos."

Daffa melajukan mobilnya menuju arah utara. Segala dugaan dan kemarahan kini tergantikan oleh satu tujuan, menyelamatkan Halimah.

Ia tidak peduli lagi siapa pelakunya, yang penting wanita itu harus ditemukan dalam keadaan selamat.

Bukan karena Halimah calon istri yang akan mengantarnya pada puncak kejayaan, namun lebih dari itu, ini tetang nyawa seorang manusia.

Tidak lama kemudian, mobil Daffa, disusul oleh dua mobil hitam milik Gio bersama anak buahnya, mobil pak Jamal membawa Beni dan mobil ambulan Klinik khusus milik Surya Holding.

Mereka tiba tidak lama setelah mobil Daffa parkir di depan gerbang gudang tua itu. Pintu gerbang terkunci, namun Daffa tidak berhenti, ia memanjat pagar besi tinggi dengan cepat, lalu berlari menuju pintu utama gudang.

Anak buah Gio membuka paksa gerbang, mereka langsung mengepung gudang. "Diam di tempat!" mereka mengarahkan senjata pada beberapa orang yang mengawasi bagian luar gudang.

Dua pria bertubuh besar yang sedang merokok di luar ruang tempat mereka mengurung Halimah terkejut saat mendengar suara di luar, mereka tidak menyangka Daffa bisa menemukan mereka secepat ini.

Dua pria itu sempat mencoba melarikan diri, namun tubuh besar mereka segera diringkus oleh anak-anak buah Gio.

Daffa berlari menuju ruangan yang terkunci rapat itu, di mana ia mendengar suara jeritan Halimah. Daffa menendang kuat pintu besi itu dengan bantuan anak buah Gio.

BRAK!!

Daffa berhasil membuka pintu itu, matanya langsung menangkap tubuh Halimah yang terikat di sudut ruangan itu.

"Halimah!" serunya panik, segera berlari ke arahnya lalu berlutut untuk melepaskan ikatan di tangan serta kakinya.

Halimah menangis histeris melepaskan rasa takut yang ditahannya sejak berjam-jam yang lalu, "Daffa..." panggilnya lantang memastikan sosok itu benar-benar Daffa.

"Aku di sini. Ini aku, Daffa," bisik Daffa lembut, langsung memeluk tubuh Halimah erat untuk menenangkan rasa takutnya. Ia merasakan tubuh Halimah yang gemetar hebat, namun pelukannya tetap hangat dan nyata.

"Maafkan aku... maaf aku datang terlambat."

Halimah tidak menjawab, ia masih terus menangis membiarkan tubuhnya dipeluk semakin erat oleh pria yang harusnya belum berhak memeluknya. Halimah mengabaikan hal itu karena terlalu takut setelah mengalami situasi yang diluar nalarnya.

Dua orang anak buah Albert dibawa ke markas penjara tawanan yang dijaga ketat dengan sistem yang dikendalikan Tiger. Sementara beberapa pengawas di luar gudang tadi, di bebaskan karena mereka warga setempat yang hanya di bayar tanpa tahu apa yang mereka awasi di dalam gudang.

"Jaga mereka tetap dalam keadaan sadar." perintah Gio pada anak-anak buahnya.

"Siap, Bos." jawab mereka patuh sebelum membawa dua penjahat itu pergi lebih dulu.

Sementara itu, berita bahwa Halimah telah di temukan sudah sampai ke telinga Abimanyu dan Amanda.

Mendengar bahwa Halimah selamat dan pelakunya tertangkap, Abimanyu merasa lega.

Sementara Amanda hanya bisa mengepal erat kedua tangannya menahan amarah atas kekalahannya. "Brengsek!! Anak sialan itu... bagaimana bisa dia menang melawan anak buah Albert?!" batinnya menahan luapan amarahnya.

Bersambung....

1
sunaryati jarum
Jangan sampai Daffa terpengaruh rayuan Tasya.Hatinya teguh untuk Halimah.Segera beri karma Ny Amanda dan Robert, kecelakaan itu pasti olah Amanda .
🥳➊ˢᵗ ᴀɴɴɪᴠ'sᴛᴀʀѕ⍣⃝✰Senja
aduh bahaya. hati-hati Halimah
🥳➊ˢᵗ ᴀɴɴɪᴠ'sᴛᴀʀѕ⍣⃝✰Senja
Betul sekali itu mbok
🥳➊ˢᵗ ᴀɴɴɪᴠ'sᴛᴀʀѕ⍣⃝✰Senja
harus nya datang
Alia Chans
Ternyata gitu " Daffa masih punya pri kemanusiaan ya/Slight//Slight/
sunaryati jarum
Umpan kamu tidak akan kepancing Daffa , karena Daffa dan Halimah sudah berkomitmen bekerja sama.Lagian Daffa sedikit nyaman dengan ketulusan Halimah .Jangan kira Rangga dan Santi Halimah sekarang,Nyonya.
My_Lucia
astaghfirullah... apa kamu ga sakit hati ...
My_Lucia
uang yang berbicara ini sihhh 🤭
My_Lucia
eeehh ... gmna konsepnya ... bukannya kamu istrinya...
My_Lucia
keknya salah paham deh
My_Lucia
Iiiiiiuuu... ternyata dia udah separooo dari dulu
My_Lucia
jatuh harga dirinya 😂
My_Lucia
Amanda ini .. Emak macam apa ya,.. dia ibu kandung Daffa kan..
sunaryati jarum
Rencana kalian gagal ,karena Daffa dan Halimah saat ini baru hubungan saling menguntungkan.Mereka saling kerjasama ,Daffa memperoleh haknya sedangkan Halimah membalaskan sakit hatinya pada mantan suami dan keluarganya
RahmaYesi: mantap. senang deh, KK bisa menangkap apa yang ingin Author sampaikan melalui bab ini. 🤗
sehat selalu ya kak 🫰
total 1 replies
Lia Aulia
Thor 😡😡😭😭
Lia Aulia
eh Daffa gak ngasih uang kah??
Lia Aulia
jangan sampe ada drama empati ya Thor. gak suka banget aku, sumpah
Lia Aulia
jangan sampai cinta lama bersemi kembali Thor. aku ngambek kalau gitu
Lia Aulia
ya tergantung perlakuan si Daffa lah mbok. kalua daffanya jahat, kabur aja lagi
Lia Aulia
oh jadi Daffa benaran mirip bapaknya suka main wanita??
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!