Aku bekerja di perusahaan kontraktor yang bernama PT Adi jaya selama lima tahun sebagai asisten dari Arief Wicaksono, aku membantu mengembangkan perusahaan yang hampir bangkrut, sampai sekarang maju pesat satu tahun yang lalu, aku di lamar oleh bosku sendiri untuk di jadikan istrinya, aku senang kerja ku semakin semangat, aku kerja keras dan gajiku sebagain untuk membantu bapak dan membiayai adek tiriku kuliah,hari ini aku nikah semua biaya memakai tabungan ku, tetapi waktu akad nikah kenapa yang di sebut kok nama adek ku dan aku keluar dari kamarku ku lihat adekku selesai ijab Kabul dengan mas Arief wicaksono calon suami ku. yuk ikuti kisahku selajutnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama ende, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 05 mendapat uang dari mas Arief dan Amelia
Sudah dua Minggu, aku jadi istrinya mas Arga atau bang gembel, dan enak banget aku nggak kerja di kejar target, makan di belikan, laundry di bayarkan, Aku hanya membersihkan kamarku jaga kamar bang Arga, kadang aku ikut bantu dia ke kafe,membantu jadi pelayan, sehingga aku terlena berat badan ku naik , jadi aku memutuskan latihan karate lagi setiap sore.
Hari ini aku di hubungi mas Arief dia ingin membayar uang kuliah yang aku berikan kepada istrinya, mereka mengajak bertemu, aku ajak ke kafe nya mas gembel, aku sudah ijin sama dia jadi hari ini aku di ajak ke kafe, pagi kami berangkat, Aku membantu bang gembel membersihkan kafe, persiapan sebelum buka, aku sudah sering membantu suami dadakan ku dengan senang,tanpa beban, setiap hari di belikan makan yang ada di mall ini tinggal pilih sekarang hidupku bahagia dan santai
Mereka darang aku menunggu di meja kemudian aku memberikan daftar menu biar mereka pesan menu.
" kamu mengundang kami, cuma ke kafe Kecil pelit banget kak" kata Amelia
" Kan aku sekarang pengangguran nggak kerja harus hemat dong" jawabku biar Amelia besar kepala
" kan aku sudah bilang masih mau menerima kamu lagi sebagai karyawan jangan lama lama dong liburnya" kata mas Arief sambil pesan kopi disini
" Maaf aku masih berobat ke psikiater dan lambung saya bermasalah karena aku banyak pikiran jadi sekarang stress nggak bisa mikir kerjaan". jawabku
" Lambung bermasalah kok masih minum kopi sih kamu" kata mas Arief
" Saya nggak pesan kopi kok di sini, ini saya cuma pesan juice" jawabku
" Makanya jangan boros uang kamu pasti sudah habis punya suami pengangguran, malah makan di restoran mewah" kata Amelia
" makanya cepetan transfer uang nya, kalau nggak,aku akan tempuh jalur hukum pengacara bang gembel siap membantuku, siap siap saja lahiran di penjara" ancamku
" kamu mengancam aku?" tanya Amelia
" Iya lah aku sekarang pengangguran dan butuh uang untuk berobat, tabungan ku habis buat biaya nikah yang ternyata kalian khianati, Bahkan saat itu isi dompetku cuma ada dua ratus ribu" jawabku entang
" katanya tadi mau bayar hutang mana aku lagi butuh uang nih" kata ku pada mereka
Mas Arief mengeluarkan kwitansi sebagai tanda bukti pembayaran agar aku tidak menuntut lagi yang harus aku tanda tangani.
"Di tranfer dulu baru aku tanda tangan " jawabku nggak mau kalah
kemudian ada notifikasi mobile bankingku berbunyi dan kulihat seratus juta masuk ke rekening ku dan aku pun tanda tangan di kwitansi yang sudah di siapkan
" Kalau uang mu sudah habis kerja, pasti kamu aku terima di kantorku" kata mas Arief
" Mas kan sudah ada aku,ngapain dia suruh kerja di kantor kita" kata adek ku
" Itu kan kamu sudah dapat pengganti ku jangan lupa pecat aku dan kasih pesangon juga gaji terakhirku" jawab ku seenaknya
" Aku nggak akan memecat kamu, kapan kamu mau bergabung lagi aku terima" kata mas Arief
" Dek urusan sudah selesai ayo kita makan siang" kata mas Arya tiba tiba menghampiri kami
" Rasain kamu dapat suami gembel, diajak makan, paling juga makan di warteg kalau di restoran paling juga nggak punya uang" kata Amelia menghina lagi.
" Nggak apa apa yang penting aku punya suami yang setia tidak berzina, dan bukan penghianat" jawabku
" Ayo mas Arya" ajakku ke mas arya
" Mas ayo ku traktir di restoran japang, aku yang bayar" kataku
Kami pun pergi ke gerai restoran jepang yang ada di mall ini, aku duduk dan mas Arya yang pesan, saat pesanan kami datang ada yang mendekati kami
" Baru dapat uang sudah boros makan restoran mahal nanti kalau nggak punya uang jangan minta lagi, semua uang mu yang aku pakai kuliah sudah lunas , kan aku punya suami kaya beda dong sama kamu" kata amelia
" Tadi minumanmu mu sudah di bayar mas Arief, setelah dapat uang main tinggal saja nggak di bayar" ejek Amelia
" ngapain aku bayar kan itu kafe punya suamiku" jawabku sambil tertawa
" Ngaju ngaku buktinya tadi aku bayar juga di terima kamu memang beneran nggak waras ya" kata mas Arief
" Emang aku nggak waras, mau kita fight satu lawan satu atau keroyokan" jawabku enteng
" Ayo dek kita jangan dekat dekat orang gila yang butuh psikiater" kata mas Arief mengeret tangan Amelia
Biarlah mereka menganggap aku gila nanti saat nya pasti aku balas semua, kalau sekarang aku kerja percuma karena semua, berkas ada di kantor mas Arief, aku harus sabar sambil memantau perkembangan dan mengumpulkan uang ingin buat Dp rumah.
Aku sebenarnya tidak berobat ke psikiater tapi untuk penyakit lambung mas Arief tahu kalau aku punya masalah biasanya lambungku kumat jadi aku harus atur pola makan dan minum obat lambung
" Biar aku saja yang bayar mas besok aku juga dapat uang dari bapak ku,katanya besok kita ketemu di bank" kata ku
" kamu mau beli apa dek kok butuh uang banget ya mas bantu sebisanya ya" kata mas Arya
" Aku mau cari pekerjaan lagi terus dp rumah biar aku punya rumah, ya paling tidak kerja ku nyantol buat beli sesuatu dari pada di berikan kepada para penghianat" jawabku
Aku ke kasir membayar makanan yang kami makan, kemudian mengajak suami kembali ke kafe dan membantunya.
"Adek kalau cape,mas antar pulang ya di sini nggak ada tempat istirahat" kata dia
" Nanti saja mas adek pulang sendiri, naik angkot" jawabku
aku pamit ke mas Arga, mau lansung latihan karate biar aku naik ojol saja dan besok aku minta di temani menemui bapak,
Aku naik ojol kemudian sampai ke tempat latihan, aku latihan bersama senior, dan teryata aku paling tua di sini, teman teman ku perempuan sudah pada punya anak kan jadi ingin punya anak dengan mas gembel tapi perasaan ku masih belum jelas,galau lagi deh.
Aku nggak konsentrasi pas latihan jadi aku pulang saja ah, sampai di rumah aku mendapatkan cucian bersih di depan kamar berati ada tukang laundry mengantar baju ke sini, ku ambil dan ku masukan ke kamar kos ku dan ku buka, ku ambil miliku dan ku tata di lemari kemudian aku bersihkan kamarku.
. Baju bersih mas gembel aku tata di lemarinya, ada boxer dengan gambar kartun loopi ku lihat aku sambil senyum sendiri, seperti karakter dia, yang lucu, imut dan menggemaskan tanpa sadar ku cium boxer.nya wangi laundry, ternyata aku sudah gila, aku sadar, ku lanjutkan pekerjaan ku menata bajunya di almari, kemudian kamar aku bersihkan, aku beralih ke dapur sederhana ini dan ku bersihkan juga. selesai bersih bersih aku mandi dan ambil camilan di kulkas kemudian ku bawa ke kamarku
Aku santai school hp, ku buka Canva aku melihat lihat desain, aku ingin segera beli rumah mungkin ini buat DP-nya dulu dan aku sekarang lagi memikirkan cicilannya, aku akan kerja saja tapi setelah di kenalkan dengan mamanya mas gembel di desa.
Bersambung
gimana kabar Amelia n Arief...pasti kheki banget denger kalau Arya kaya 🤭🤭🤣🤣