Dokter playboy Vs gadis preman kampung.
Karena sering berbuat ulah Susi di jodohkan oleh ayahnya dengan anak sahabat yang terkenal playboy dan pecinta wanita dewasa.
Bagaimana nasib rumah tangga star Susi yang setiap harinya selalu bertengkar dan bertengkar?
Akankah mereka bercerai atau mereka berdamai dengan takdir yang mengikat mereka dalam sebuah pernikahan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Liana kiezia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Star Nelangsa
★★★
Ceklek... pintu rumah di buka...
“Tumben sudah pulang?” tanya Mama Divya yang berdiri sambil melipat tangan di dada. Wanita itu menyambut putranya di ruang tamu.
Ia baru sampai di rumah 40 menit yang lalu tapi puteranya ini sudah pulang. Wanita itu sudah tau sang putra kemana tadi. Jika di hitung jarak tempuh antara apartemen dan rumah berjarak 20 menit.
20 menit untuk Star nuna Nunu gak mungkin sebab berjalan dari lantai satu hingga keatas memerlukan 5 menit kalo pp ya 10 menit.
10 menit waktu bercinta mana cukup, belum buka baju lalu tutup baju, mana pemanasan, enggak mungkin lah main macem capung mandi, nuna Nunu itu butuh prosesor harus maju mundur dan ngebor juga.
“Ketemu temen-temen cuma sebentar kok ma!” kata Star kusut, wajah Star lemas macem karyawan baru di PHK.
“Lalu kenapa mama di rumahku?” tanya Star curiga, alarm bahaya di otaknya berdengung.
“Karena Susi dalam tahap pemulihan, Mama akan tinggal disini untuk mantau kesehatan istrimu! Kenapa itu muka jadi masam begitu?” tanya mama Divya.
“Eh, kenapa harus Mama? Aku kan dokter biar aku aja yang Merawat istri aku!” ujar Star tak terima mamanya tinggal satu atap dengannya. Jika ibu Star itu disini maka kebebasannya terenggut.
“Papa!” panggil Mama Divya dengan kencang.
“Kenapa sih ma?” tanya papa Dion dari kamar tamu.
“Daftarin tes DNA aku dan Star besok pagi, aku curiga dia bukan anakku!” kata Mama Divya bersungut-sungut.
“Haih mama berojolin ini anak di vila utama mana ada ketuker!” kata Papa Dion tak habis pikir dengan ibu dan anak ini yang tak pernah akur. Pria paruh baya itu yakin abis ini ada perang dunia dan ia selalu menjadi penengah.
“Hahih!” Star menghela nafas. Ia lagi gusar malah di tambahi oleh sang ibu di rumah.
Bagaimana Star tidak gusar coba, kita akan flashback pada kejadian langka di apartemen tadi.
Karena penasaran tentang keadaan si Dino, Star langsung menyuruh Tante pemilik goyangan terhot itu memanjakan si Dino kesayangannya.
“Aduhhh Tante jangan di gencet gitu! Sakit ini!” protes Star yang merasakan cenat-cenut. Sudah 10 menit si Dino di pijat, di printil, di peras macem cucian, sampek di tarik macem ban kempes, itu si Dino kagak kunjung berubah, seakan kesaktiannya hilang di gondol kucing milik tetangga.
“Aduh dek Star, Tante menyerah, bibir Tante sampek kaku rasanya halo sama si Dino, bahkan gigiku ini kering loh deh, jujur sama Tante, si Dino kagak di gigit nyamuk Zurich hingga meleyot keracunan hingga membuatmu lemah syahwat?” tanya Tante Nadine frustasi, wanita itu duduk di lantai dengan peluh membanjiri tubuhnya.
Selama 10 menit Tante Nadine sudah goyang ngebor, goyang kucing garong, goyang enggot-enggot biar menaikkan syahwat si Dino, tapi tidak sedikitpun membuahkan hasil, malah si Tante merasakan encoknya kambuh. Bukan hanya encok yang kambuh, beberapa sendinya ngilu akibat saraf kecetit.
Wajah Star merah padam, ia menatap si Dino yang macem gantungan kunci motor di bawah sana. gondal-gandul mengenaskan.
Pria itu bangkit lalu merapikan celananya, “Sepertinya aku kecapekan tante sayang, kau boleh membeli apapun!” Star memberikan uang cash di meja, dalam hati ia berkata, ‘Enak saja aku mengaku Imponten! Mungkin ini hanya kecapekan!’
”Terimakasih sayang!” kata Tante Nadine, Star tak menanggapi apapun, ia meninggalkan wanita paruh baya yang hampir kelenger akibat mati gaya.
Flashback off.
“Terserah Mama deh!” kata Star tak ingin berdebat dengan ibunya kali ini.
“Kamar mu kongsi sama Susi ya Star, disini kan kamar ada 3, karena dua kamar bekas di pakek sama Peliharaan mu, mama sudah bongkar jadi ruangan olahraga mama, trus papa sama Mama tidur di kamar Susi!" kata mama Divya.
“Terserah, Star capek mau tidur!” kata Star meninggalkan ibunya.
Star malas berdebat dengan sang ibu, ia hanya memikirkan masa depannya yang terancam punah, ia tak bisa membayangkan predikat playboynya pupus karena modalnya udah meleyot.
Ceklek ... pintu ia dorong...
Glekkk... tenggorokan Star tiba-tiba kering.
Bagaimana tidak kering lihat posisi tidur Susi yang aduhai, wanita itu tidur terlentang dengan rok sudah naik ke atas hingga paha mulus serta cadar bawahnya terlihat....
Tubuh Star panas dingin, “Din Lu bangun ya!” Star girang si Dino bangun angguk-angguk karena pose gak di sengaja Susi.
Pria itu seperti singa yang menemukan mangsanya, Perlahan kakinya melangkah mendekati ranjang.
Glekkk ...
“Pa.ha mulus ya Star? sikat ajak!” jin hitam dalam diri Star memberikan semangat.
“Ingat Star katanya gak sudi sama si ini, gak gentle kamu,” kata si baik.
“Sikat aja Star, istrimu ini!” kata Jin buruk.
Star semakin mendekat hingga saat ini wajahnya berada di betis Susi...
Gedebuk ...
“SEDANG APA KAMU STAR!” Teriak Susi.
TBC ...