NovelToon NovelToon
Penjelajah Ghaib (Perkumpulan Pawang Ghaib)

Penjelajah Ghaib (Perkumpulan Pawang Ghaib)

Status: tamat
Genre:Rumahhantu / Mata Batin / Kutukan / Kumpulan Cerita Horror / Horor / Tamat
Popularitas:327.9k
Nilai: 5
Nama Author: Stanalise

Hallo semua! Kalian sedang membaca kisahku. Rachel Gautama, cenayang muda yang siap mengeksplorasi seluruh pelosok bumi mencari setan, berkenalan lalu aku ajak ngopi.

Bergabunglah dalam ekspedisi Gautama, mari kita telusuri lekuk bumi dan sejarahnya. Sejarah kelam manusia masa lalu. Aku tidak sendirian, kami bersepuluh, lima di antara kami ghaib. Selebihnya, mampu bersentuhan fisik.

Ekspedisi Gautama dimulai! Dengan portal ghaib, akan kubawa kalian mengarungi dimensi jelajah waktu. Tarik selimut kalian, tutup mata kalian, sumpal kuping kalian jika perlu. Sebab di sana, para Arwah sedang menunggu kedatangan jiwa hidup. Untuk digoda sampai mati!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Stanalise, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23: Kembalikan Pusakanya 4

Cahaya sang Surya mulai lelah menampakkan dirinya. Dia yang perkasa pada akhirnya memanggil rembulan untuk menggantikannya menyinari lekuk daerah bumi.

Cahaya rembulan sama menerpa di antara suatu tempat. Ada sebuah gubuk yang letaknya diapit oleh pepohonan jati.

Gubuk itu sendirian di sana tak bertetangga. Di dalamnya bersemayam satu lelaki berbadan gemuk. Di hadapan sesajen dan kepulan asap sajen.

Lelaki gemuk itu mengeluarkan satu boneka. Itu adalah boneka santet. Di hadapannya ada satu orang pasien yang datang. Dia adalah Simbah, kuyang yang dulu menyerang Aldo juga Laras.

Terlihat Simbah saat ini datang sendirian kesini. Ya, bagaimana dia tidak datang sendiri. Akibat kegagalan fatal saat itu. Di mana Simbah tidak bisa menyakiti Laras dan Aldo.

Dia yang murka membunuh Lina dan janin dalam perutnya. Ditambah Simbah ini juga brutal melampiaskan kemurkaannya pada putranya.

Di mana seperti yang kita tau, bahwa Sang Putra itu juga adalah ayah dari Aldo. Mereka berdua tewas di tangan Simbah.

Sebenarnya dendamnya pada Laras masih belum selesai. Itulah mengapa saat ini dia datang kemari. Dia selama ini masih memperhatikan Laras dan Aldo. Mencoba mencari celah untuk mencelakai mereka lagi.

Namun nyatanya mendekati mereka adalah hal yang mustahil. Sebab beberapa prajurit ghaib milik Nyai Ratu berada di sekitar keluarga Gautama.

Ilmunya Simbah jelas kalah telak oleh keluarga Gautama. Di manapun itu, kebaikan selalu menang. Itulah kodrat yang ada dan masih berlaku di dunia ini. Penguasa itu adil sekali dalam mengatur seluk beluk skenario.

Saat itu ketika Simbah mengamati Laras dan Aldo. Dia mengenal dua kuntilanak peliharaan. Nama dari pemilik kuntilanak itu adalah Parto.

Parto ini punya dendam pada kakaknya, yaitu Bambang selaku pemilik dari gedung dan perusahaan siaran itu. Di mana tempat itu adalah tempat Aldo dan Laras bekerja.

Melihat niat buruknya Simbah memilih untuk bekerja sama dengan Parto di sini. Mereka akan mencoba mengirim santet pada salah satu anggota keluarga Gautama.

"Kalau bisa buat mati saja mereka sekalian!" ujar Simbah sambil memperhatikan Parto.

Dari dalam sakunya Simbah mengeluarkan satu lembar foto. Simbah menyerahkan itu pada Parto.

"Cantik dia rupanya!" ujar Parto sambil memandangi seseorang dalam foto itu.

"Udah, cepat dilaksanakan! Biar niatmu tercapai dan niatku juga!" ucap Simbah pada Parto.

Jam di dinding menunjukkan tepat pukul sebelas malam. Dini hari nanti, ilmu hitam mereka akan semakin kuat apabila santet ini berhasil memakan korbannya.

Parto menganggukkan kepalanya. Ritual santet mulai dia jalankan. Rapalkan mantra-mantra berbahasa Jawa itu mulai mengalun.

Telapak tangannya terangkat tepat di atas boneka Voodoo itu. Aliran kegelapan itu perlahan merasuk ke dalam boneka itu. Satu serupa banaspati di atas gubuk itu mulai terbentuk.

Dia bola api terbang di udara. Dia berputar-putar di atas gubuk itu. Aura dalam gubuk itu seketika menggelap. Lebih gelap daripada gelapnya malam.

Dari atas pohon jati muncul tiga makhluk aneh. Dia berekor, bertarung, dan bercakar. Sosok itu menyatu menjadi satu dengan bola api yang sedang terbang mengitari gubuk.

Dirasa segalanya sudah pas. Parto pun membuka kedua matanya. Tangannya bergerak ke depan. Gerakan tangannya di dalam gubuk itu membawa bola api itu terbang ke depan.

Bola api itu mulai keluar dari dalam pepohonan jati yang rimbun. Bola api inilah yang di sebut dengan santet. Dia akan terus terbang bak Superman yang mengejar targetnya.

___________

Sementara itu di lain tempat saat ini Cak Dika dan saudaranya sedang berbicara dengan Bambang selaku pemilik Gedung siaran ini.

Beruntung sekali setelah tragedi itu Bambang datang dan Laras menjelaskan tentang kejadian yang dilihat oleh Pardi. Dan juga, apa yang dia lihat dalam mata batinnya.

Di sana Bambang meminta tolong pada Cak Dika juga Laras untuk mengusir sesuatu apapun yang mengganggu ketentraman para penyiar di gedung ini.

Mendengar permintaan itu jelas saja Cak Dika menyetujuinya. Mereka diberi akses untuk masuk.

Dan saat ini rombongan Cak Dika sudah berada di hadapan pintu paling atas. Lokasi kejadian di mana Pardi melihat satu sosok aneh di sini.

Ketika Cak Dika membuka pintu itu. Dia terkejut merasakan betapa luar biasanya aura di dalam sana. Di sana tidak ada apapun. Hanya ada tangki air dengan tangga yang menuju ke atas tangki.

"Kok kosong Cak?" tanya Marsya yang berada tepat di barisan ke empat.

Cak Dika kembali melangkah maju. Ketika tubuhnya sudah jauh dari pintu masuk. Aura di sana semakin menguat. Dua sosok kuntilanak itu kembali muncul.

Satu kuntilanak merah itu berdiri tepat di depan Cak Dika. Dan yang satu lagi dia berdiri tepat di dekat tangki air.

Tawa khasnya itu seakan adalah musik peraduan yang membuat suasana di sini semakin mencekam.

"Aaaaaaaaaaaa!!!" teriak Marsya mengeram bak seekor macan.

Mendengar itu refleks Cak Dika berbalik mengecek apa yang sudah terjadi. Sosok Cakar milik Laras masuk ke dalam tubuh Marsya.

"Loh Marsya!" pekik Rachel menghampiri Marsya.

"Tahan hel! Kamu di sini aja bantu aku! Jangan tahan Marsya, dia mau melindungi kita. Sekarang cuma kemampuan kamu sama aku yang bisa ambil keris itu di dalam tangki!" jelas Cak Dika lalu beralih lagi tatapan ke depan.

Rachel mengurungkan niatnya membantu Marsya. Memang itu adalah sosok cakar yang berada dalam tubuh Marsya. Dia sengaja masuk ke dalam tubuh Marsya sebelum santet itu mengenai tubuhnya.

Bisa dibilang tindakan setan cakar ini mau menetralisir santet agar tidak mengenai Marsya. Dia sengaja menjadi perisainya Marsya.

"Laras, Bella dan Aldo! Kalian biarkan Marsya, jangan tahan dia! Kalau dia keluar ikuti!" tegas Cak Dika pada saudaranya yang masih ada di belakangnya.

Mereka mengangguk mengerti apa yang Cak Dika katakan. Ketika Rachel maju mendekati Cak Dika lalu berdiri tepat di sampingnya.

Marsya bak seekor singa dia berlari keluar dari atas sana. Melihat itu tentu saja Aldo menggendong Laras. Karena tidak mungkin jika dalam kondisi buta itu Laras dibiarkan berlari.

Bella pun juga ikut berlari mendahului Aldo. Mereka mengejar Marsya. Kuntilanak di atas sana masih tertawa menatap ke arah mereka.

"Kalian meremehkan kita ya? Biarkan kami mengambil pusaka itu. Maka aku akan membiarkan kalian pergi dari sini! Atau, jika kalian menghalangi. Maka habis kalian di tanganku!" ucap Cak Dika lalu mengeluarkan jimat dari dalam sakunya.

Cincin akik batu merah delima mulai ia kenakan. Lalu telapak tangannya terangkat mengarah tepat pada kuntilanak merah.

Sambil merapal Cak Dika berjalan setapak demi setapak mendekat ke arahnya. Panas aura setan ini rasanya seperti membakar kulitnya.

Rachel di belakangnya pun membantu menyalurkan energi tambahan untuk Cak Dika. Setan sial itu perlu digapai. Bukan Ratu yang ingin Cak Dika ikut sertakan dalam perlawanan ini.

Namun satu khodam tunggangan Nyai Ratu. Di mana khodam ini melekat pada diri Cak Dika. Suara sesuatu yang mengeram membuat kuntilanak merah itu mundur perlahan.

Di sana, Mbak Kunti itu masih memaksa melawan Cak Dika. Namun apa daya, khodam Cak Dika lebih sangar dan kuat.

Hingga sampai ketika jarak mereka semakin dekat. Dua macam putih muncul di sisi kanan dan kirinya Cak Dika. Inilah maung, tunggangan Nyai Ratu.

Perlawanan yang dilakukan oleh dua kuntilanak itu seketika berhenti ketika melihat sosok Nyai Ratu beserta Senopatinya.

Dua sosok itu muncul dari belakang tubuh Cak Dika. Adu kekuatan itu semakin panas rasanya dihadapi oleh tubuh mereka. Namun mereka berusaha menekannya. Apapun yang terjadi keris itu harus diambil.

Dua Kuntilanak itu terbang menjauh ketika Senopati dan Nyai Ratu beserta Maungnya berdiri tepat di hadapan Cak Dika dan Rachel. Ketika mereka sudah berhasil, Nyai dan Senopati itu perlahan memudar dan hilang.

Cak Dika mendekat ke arah tangki air. Di sana dia menggerakkan tangannya. Kembali mulutnya komat-kamit merapal mantra.

Ajaibnya, sebuah keris kecil kemudian muncul ketika dia menempelkan tangannya ke arah tangki. Keris itulah yang sedang mereka cari.

Ingat, bahwa Marsya tadi dirasuki setan Cakar. Baik Cak Dika dan Rachel pun segera turun. Mereka akan mencari keberadaan Marsya sekarang.

1
Nurr Tika
ada ratunya ada pangeran wis komplit
Stanalise (Deep)🖌️: /Facepalm/ Tapi, beda kubu kakak
total 1 replies
Nurr Tika
clbk lg ya bel
Nurr Tika
💪 mas suhu
Nurr Tika
setuju ga cak dika
Stanalise (Deep)🖌️: /Facepalm/ Haish, cak Dika mah asal Bella bahagia 👍
total 1 replies
Nurr Tika
cak dika kapan nyusul laras
Stanalise (Deep)🖌️: 🤣 Ada di season 2 kak, otw katanya lagi cari duit
total 1 replies
Nurr Tika
opo ya cerita nyata di tegal
Stanalise (Deep)🖌️: Iya kak, rumah 1 keluarga dibunuh.
total 1 replies
Nurr Tika
selamat ya buat rachel
Nurr Tika
wah jantel tariq
studibivalvia
wih, mas’ud ini ada bakatnya juga ternyata multi talent lagi wkwk akhirnya kisah bareng dikuak juga
studibivalvia
semangat deh yaa kalian wkwk syukuran dah
studibivalvia
loh? kayaknya ini typo deh? kan laras ga bisa melihat 🙂
studibivalvia
owalah cak 🤣 gapapa aku wes dah ikhlas beneran
studibivalvia
aku merekomendasikan cerita ini! beneran bagus dan fresh, ga bosen bacanya malah nagih! sukses untuk author deep yg udah berhasil bikin cerita yg hidup dan nyata ini
studibivalvia
heh? itu beneran kaki dan jari tangannya gaada? wes beneran tah iki? dimakan setan? 😱
studibivalvia
itu beneran kakinya dimakan setan monyet? 😭 bukan pengaruh setan tah? beneran diterkam kakinya?
studibivalvia
makanya jan sesumbar kamu le 🙂 ini lama2 aku paham bahasa jowo loh 🤣
studibivalvia
makanya jan sesumbar kamu le 🙂 ini lama2 aku paham bahasa jowo loh 🤣
studibivalvia
hoh, serem juga yaa kalo ini beneran terjadi di zaman dulu
studibivalvia
manis banget wkwkw aku jadi iri deh 🙂 btw aku insom nih kebangun lagi trus gabut wkwk
studibivalvia
lah? jamnya ga ketemu tah? kirain yg bersinar tadi itu jam tangannya 🤣 mana rolex lagi wkwk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!