Squall dari Mr. Dave, I Love You!
.
.
Setelah pernikahan kakak kembarnya Dave bersama Anastasya, wanita yang dia cintai. Davio lebih memilih pergi meninggalkan Mansion dan menjauh dari semua orang.
Dirinya memulai karir kembali di negeri Eropa. Sempat mengalami kendala dalam merintis bisnis otomotif nya hingga dia akhirnya memutuskan mendaftarkan diri sebagai seorang dosen di universitas terkenal di sana.
Tanpa di duga, dia harus menghadapi gadis nakal yang sering mangkir dari mata kuliah. Karena geram, Davio memberinya hukuman dengan menyuruh nya membersihkan apartemen yang kebetulan tidak ada asisten.
Hingga suatu ketika, kejadian naas menimpa keduanya saat Davio selalu dihantui oleh bayang-bayang Ana dan memilih meminum banyak minuman keras hingga mabuk dan memperkosa Wilia.
Bagaimana kisah setelah satu malam naas itu?
Ikuti terus ceritanya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ana Azzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ketiga Kalinya
Setelah mencapai kepuasan untuk kedua kalinya, Davio dan Wilia baru menyadari kesalahan mereka. Keduanya sama-sama terdiam dengan nafas memburu merutuki kebodohan masing-masing yang terjerumus hawa nafsu hingga menyebabkan mereka melakukan untuk kedua kali.
Wilia bangkit dari bathub tanpa menatap Davio, begitupun sebaliknya Davio tak berani menatap Wilia karena terlalu malu mengingat kejadian tadi.
Tanpa kata dan tanpa isyarat Wilia pergi dari kamar mandi yang hanya memakai selembar handuk milik Davio. Sedangkan pria itu semakin kebingungan karena handuk di kamar mandi hanya satu dan telah dipakai Wilia yang artinya tak ada lagi handuk di kamar mandi itu. Dia menjadi kebingungan harus pergi memakai apa, jika tadi dengan pede nya dia tak malu bertelanjang di depan Wilia, nyatanya sekarang bahkan untuk menampakkan batang hidungnya saja tak memiliki keberanian. Tapi dia itu laki-laki berwibawa, mana mungkin rasa malu nya ditunjukkan. Dan sudah terlanjur kepepet, akhirnya dia memutuskan keluar tanpa mengenakan apapun dibanding memanggil Wilia untuk mengambilkan handuk.
Klek.
Sontak saja Wilia berbalik, bola matanya melebar melihat tubuh Davio yang masih polos, namun sedetik kemudian segera membalikkan badan karena tak ingin dianggap perempuan messum walau nyatanya memang iya.
Dan kini justru tatapan Davio lah yang tak bisa lepas dari Wilia, bagaimana tidak? Wanita itu terlihat sangat menggoda dengan pakaian yang hanya memakai kemeja putih kebesaran milik nya. Saat membalikkan badan Davio dapat melihat dengan jelas kalau Wilia tak memakai pakaian dalam karena bokong nya nampak dengan jelas.
Tubuh Wilia yang sedikit tinggi membuat kemeja itu hanya mampu menutupi hingga pangkal paha saja, Davio hampir meneteskan air liur nya. Dan sekali lagi sesuatu dibawah sana kembali mengeras akibat Wilia. Tatapan Davio beralih menatap ke bawah bagian tubuh nya, dia melebarkan mata seraya menutupi aset nya yang sangat kurang ajarnya sudah berdiri tegak. Entah betapa malunya Davio kalau Wilia sampai tahu benda itu sudah sangat mengeras dan siap kembali bertempur padahal baru saja dipuaskan.
"Aku pinjam kemeja di mu, baju yang kemarin ku pakai sudah robek." Akhirnya Willia memulai kata dan menghilangkan kecanggungan itu.
"Tidak masalah, pakai saja." Sahut Davio dengan kaki yang sedang berjalan cepat ke arah walk in closet yang kebetulan pintu nya masih terbuka lebar. Dia tak ingin Wilia memergoki tubuhnya yang sangat ca bul, bahkan benda itu langsung mengeras hanya melihat pangkal paha.
"Untuk yang tadi, aku minta maaf." Davio akhirnya berani mengucapkan maaf setelah menutupi asetnya menggunakan celana, meksi sebenarnya itu bukan sifat nya. Dan sontak saja Wilia berbalik badan menatap Davio yang tadi mengucapkan kata maaf.
"Apa kata mu tadi?" Tanya Wilia memastikan. Dia hanya memastikan benar-benar tidak salah mendengar mengingat Davio adalah laki-laki yang sangat menjaga image tak mungkin mau mengucapkan kata maaf. Memang benar, Davio sampai menekan ego agar bisa mengucapkan kata maaf.
Namun yang menjadi fokus Davio bukan lah ucapan Wilia, melainkan tubuh Wilia yang sudah kembali berbalik dan sedang berjalan kearah nya. Dari kejauhan saja sudah membuat nya hampir meneteskan air liur nya, apalagi jika melihat dari dekat.
"Kau bilang apa tadi?" Wilia mengulangi perkataan nya saat Davio tak kunjung berkata. Namun percayalah Wilia, Davio seperti ini juga karena ulah mu. Tatapan Davio tak lepas dari tubuh Wilia yang begitu menggoda, wanita itu benar-benar menguji keimanan nya. Tubuhnya yang hanya ditutupi dengan selembar kain membuat bagian-bagian tubuh nya masih sangat terlihat, puncak dada Wilia begitu mencetak dan terlihat sangat menantang. Tanpa sadar Davio mengulurkan dua tangannya ke depan membuat Wilia mengerutkan dahi.
"Kenapa?"
Shitt. Davio membuang tangan ke udara. Dia malu sekali saat fantasi nya itu membuat nya ingin kembali menyentuh dada Wilia. Wanita itu memang tak menyadari atau benar-benar ingin menggoda Davio sebenarnya? Dia sudah seperti orang gila yang terus-terusan dibuat tegang melihat tubuh Wilia, huh!
"Apa kau sengaja menggoda ku?" Suara Davio yang serak dan tatapan nya tampak dipenuhi kabut gairah membuat Wilia mengeriting dahi, namun sedetik kemudian dia membelalakkan matanya menyadari sesuatu. Tatapan nya langsung tertuju pada tubuh nya, reflek menutup dada nya menggunakan tangan saat tahu puncak dada nya itu mencuat begitu jelas di sana.
"D-davio, menyingkir lah." Wilia terlihat ketakutan sampai tergagap bicaranya saat Davio semakin mengikis jarak.
"Katakan yang sebenarnya, kau sebenarnya ingin menggoda ku, bukan?" Tatapan Davio yang menggelap dipenuhi kebut gairah itu lah yang semakin membuat Wilia sesak nafas. Mereka tak mungkin mengulangi untuk ketiga kalinya bukan? Astaga, mana mungkin ketidaksengajaan dilakukan terus-terusan, itu sih namanya kesengajaan.
"D-davio, aku tidak bermaksumphh..." Dan lagi-lagi bibir itu kembali beradu, saling bertukar saliva memberi sensasi indah pada keduanya. Awalnya Wilia menolak, tapi lama-kelamaan tubuh nya mulai melemah seiring dengan tangan Davio yang menekan puncak dada Wilia yang tampak mencuat dan memberikan sedikit remasan. Tubuh keduanya mulai panas dingin tetapi Davio masih belum sepenuhnya kehilangan kesadaran. Meski sebenarnya dia juga sangat terbuai dan menginginkan lebih, tapi karena komitmen pada dirinya, dia tak ingin terus-terusan kebablasan seperti tak memiliki rem pengendali.
"Kau juga menikmati," Bisik Davio dengan suara seraknya yang juga masih terengah-engah. Mereka baru saja melepaskan ciuman itu setelah Davio tersadar akan kesalahannya saat tangan nya mulai bergerak ke dalam inti Wilia yang tak memakai penghalang apapun.
Wajah Wilia semakin memerah bersamaan dengan detak jantung nya yang tak bisa dikondisikan lagi, dia memalingkan muka tak berani menatap Davio karena apa yang dikatakan laki-laki itu memang benar. Pada kenyataannya dia sangat menyukai setiap sentuhan Davio, dia begitu terbuai dengan perlakuan Davio hingga membuat nya kehidupan akal sehat bahkan jika tadi laki-laki itu ingin kembali mengulangi kejadian tadi Wilia dengan senang hati mengizinkan.
Ternyata sekali melakukan hubungan badan membuat nya kecanduan, pantas saja teman-teman nya tak pernah absen dari yang namanya melakukan hubungan dengan para laki-laki.
"Itu tidak benar, aku hanya terbuai." Jawab nya setengah berbohong. Pada kenyataannya Wilia menikmatinya juga terbuai dengan sikap Davio.
Tentu saja Davio terkekeh mendengar nya, "itu sama saja, bodoh!" Sahut nya menjentikkan jari di kening Wilia.
"Haissh.." Sudah tiga kali Davio menyentil dahinya dan Wilia akan terus mengingat-ingat untuk balas dendam jika memiliki kesempatan.
Mereka sama-sama terkekeh dengan kekonyolan yang diperbuat keduanya. Dan tanpa sadar mereka tertawa dengan tubuh keduanya yang masih saling menghimpit rapat.
visualnya
namanya baru berumah tangga,banyak hal yg belum diketahui,sifat masing masing yg arogan..
menyatukan dua hati memang sulit,ditambah keluarga nanti klu udah tau mrk menikah.
apalg tanpa cinta..
...
jadi bingung mau komen.
mau enak terus...
Belajar mandiri wilia