Zero seorang pria tampan yang terkenal sebagai CEO Olivier crop .Terkenal sebagai pria dingin yang menganggap wanita hanya mainannya kecuali sang adik .
Selain Seorang CEO tanpa diketahui publik Zero juga ketua pembunuh bayaran yang ditakuti oleh banyak orang .
Zero menerima misi untuk menghabisi gadis cantik bernama Luwina .
Apakah Zero bisa menjalankan misinya atau malah terjebak oleh pesona Luwina gadis yang menjadi targetnya .
Yuk simak kelanjutan cerita nya ....
Bagaimana kisah Zero dan Luwina .....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dyna Asma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kemarahan Noela
Margaretha pergi dengan kesal ,wanita itu menghentakkan kaki dengan keras .Zus hanya bisa tersenyum miring saat melihat itu .
" Huh..... sepertinya aku harus berkerja extra sabar jika berurusan dengan wanita itu ." Gerutu Zus dengan wajah masam .
"Bos ..... kau tega sekali hari ini ..." Seru Zus saat baru saja masuk keruangan Zero dengan wajah masam ..
"Jagan drama disini Zus ....membuat ku mual ." Jawab Zero tanpa mengalihkan perhatiannya dari berkas yang ada ditangan nya .
Pria itu masih fokus dengan kaca mata baca yang bertengger di hidungnya .
"CK .... sudah lah Bos apa sebenarnya yang kau rencanakan saat ini .? Aku bingung kenapa kau ingin meleyapkan para wanita yang ada disekitar mu saat ini .?" Zus bertanya dengan memicingkan mata.
"Aku hanya membersihkan jalan untuk Luwina, aku tidak ingin dai repot mengahadapi mereka yang tidak perlu ." Jawab Zus sambil mengangkat bahu dengan cuek .
" Huh .... terserah kau saja lah bos .Aku juga tidak tahu kenapa bisa kau punya janji pernikahan dengan keluarga Scotly .?" Zus bertanya dengan wajah masam .
"Itu hampir belasan tahun lalu .Aku berjanji kepada tuan Scotly bahwa aku akan kembali menjemput gadis kecil itu .Dengan nama yang besar bukan pemuda jalanan yang bisa mengikuti anak nya dari kegelapan ." Jawab Zero dengan meletakan berkas yang dipegangnya.
" Tunggu ....itu saat kita masih berada di panti dan belum keluar untuk bergabung dengan mereka .?" tanya Zus dengan penuh antusias .
"Eemm ... hanya kamu dan yang lainnya saja aku sudah bergabung .Tapi itu juga membuat ku kehilangan diri nya malam itu ." Jawab Zero sambil mengingat kejadian belasan tahun lalu .
" Keluar sekarang Zus .... dan bilang kepada Luwina untuk membuat kan aku kopi ." Seru Zero saat Zus juga ikut bengong seperti nya .
"Baik lah....kau bosnya .Nanti kau ingin kerumah Noel ..Apa aku akan ikut pasti Carlos kecil akan senang melihat kita .?" Sekali lagi Zus bertanya saat sudah berada diambang pintu .
"Eemm...aku rasa itu jauh lebih baik ." Jawab Zero dengan mengangkat tangan nya tanda mengusir Zus .Sedangkan Zus hanya terkekeh geli saat melihat Zero yang kembali fokus lagi .
Zus pergi keruangan sekretaris dengan bersiul senang . Dia melirik kepada Jeselyn yang baru saja lewat dengan pakaian yang cukup ketat .
" Jes.... keruangan ku nanti ." Ucap Zus sambil. mengedipkan mata .
"Oke ...aku akan kesana tunggu aku disana sir ." Jawab Jeselyn dengan senyum menggoda .
" Luwina .... bos minta kopi tolong buatkan untuk bos ." Zus meminta Luwina untuk membuatkan kopi permintaan Zero .Luwina dengan patuh melakukan apa yang diperintahkan Zus .
" Zus .... apa yang terjadi semalam , Apa bos sudah mendapatkan gadis lugu itu .Sungguh membuat ku jengkel saja." Ucap Noela saat Luwina dan yang lainnya pergi .
" Aku tidak tahu hanya saja ..Bos membawanya kekamar pribadinya semalam .Bukan kah itu hal yang wajar kita ini sudah dewasa .Dan juga Luwina bukan lah gadis kecil yang berusia 15 tahun ." Jawab Zus dengan sekenanya.
" Aku tahu .... aku melihat leher Luwina merah meski samar ." Ucap Noela sambil berbisik saat melihat Brigita kembali dari toilet .
"He he he ... tenang saja semua kan beres .Nanti kita kan kerumah mu , aku merindukan bocah gembul itu ." Seru Zus berlalu pergi dengan melambaikan tangannya .
"Cih ..tenyata kau punya trik yang bagus untuk memikat pria dengan mengandalkan anak haram mu itu ." Brigita mengejek Noela dengan mengatakan sesuatu yang akan membuat wanita itu meledak .
"Katakan sekali lagi ....dan aku akan dengan senang hati membuat mu tak bernyawa saat ini.Anak ku lahir dari pernikahan sah orang tuanya .Dan berdoa lah mereka berdua tidak pernah mendengar apa yang kau ucapkan saat ini ." Noela mulai kehilangan kendali oleh ucapan Brigita .
Sedangkan Luwina dengan malas membuat kopi untuk Zero .Dia masih mengingat bagaimana semalam dia bisa tidur dengan nyenyak .Dan tadi pagi bangun dipelukan Zero dengan mengunakan piyama pria itu .
" Jangan memikirkan yang tidak tidak Luwina sekarang fokus mu adalah membalas kan dendam mu .Jangan jatuh cinta kepada nya dia memliki banyak wanita disekitarnya .Kau harus ingat tujuan mu berada disini ." Teriak Luwina didalam hati .Mengingatkan jika semua ini demi misi untuk membalaskan dendam nya .
Luwina mengepalkan tangan nya hingga memutih .Hingga teriakan Noela membangunkan nya dari lamuannya dengan cepat Luwina membawa kopi yang sudah sedu nya keruangan Zero .
" Kenapa kak Noel berteriak begitu marah siapa yang membuatnya marah ." Tanya Luwina didalam hati .Dengan hati hati wanita itu mengetuk pintu ruangan Zero .
" Sir kopi anda ..." Ucap Luwina dengan mengetuk pintu .
"Masuk ...." Jawab Zero suara barito pria itu membaut Luwina bergetar entah kenapa.Saat mendengar suara jangan itu membuat jantung Luwina berdetak lebih cepat .
" Kenapa Noela berteriak marah seperti itu .?" Zero bertanya sambil melirik Luwina yang meletakkan kopinya dengan hati hati .
" Saya tidak ....tahu sir diruangan hanya dengan Brigita ." Jawab Luwina berusaha untuk menenangkan jantungnya yang mulai berdetak gak karuan apa lagi saat ini Zero memperhatikan nya .Yang pasti pria itu sedang melihat tanda merah dileher Luwina yang dibuatnya semalam .
Tak lama terdengar teriak Brigita yang memaki Noela dengan keras .
" Kau memang jal4ng rendahan ...Kau .... Agrrhh .....Bedeb4h kau tidak akan lolos meski kau punya Zero dan Zus kau akan tetap dipecat sekarang juga ." Teriak Brigita membuat Zero dan Luwina saling pandang sebelum kedua nya pergi untuk melihat apa yang terjadi .
Hal itu juga sama dengan yang dilakukan Zus yang hampir saja mendapatkan service dari Jeselyn .
" Aagrrhh....lepas kan aku jal4ng .... Aagrrhh...tidak jauh kan benda itu dari wajah ku ." Teriakan Brigita semakin ketakutan .
" Cih ....hanya ini hanya ini mulut kotor mu berani menghina putra ku .Selama ini aku diam bukan berarti kau bisa bertindak seenak mu disini .Katakan siapa yang akan menolong mu saat ini saat wanita jal4ng rendahan ini ,akan mengakhiri nyawa mu yang tidak berharga itu ." Ucap Noela dengan sinis saat melihat Brigita ketakutan .
" Pergi kau .... pyscopat gila .Kau gila Noela dad pasti tidak akan membiarkan mu hidup dengan mudah jika kau masih berani membuat ku terluka ." teriak Brigita dengan putus asa .Wanita itu ingin menangis karena ketakutan ingin menghubungi Daddy juga tidak bisa ponselnya baru saja melayang entah kemana.
🌺🌺🌺🌺🌺
Guys ....dingin nih lagi hujan ngopi yuk ....
jadi tolong kopi nya yah ......