NovelToon NovelToon
Derit Ranjang Adikku

Derit Ranjang Adikku

Status: tamat
Genre:Selingkuh / Cinta Terlarang / Tamat
Popularitas:17.2M
Nilai: 4.6
Nama Author: Aysha Siti Akmal Ali

Siapa sangka, kedatangan Mona di kediaman Risa adalah awal kehancuran rumah tangga yang baru beberapa tahun dibangun oleh Risa dan Arga.

Hampir setiap malam Risa mendengar suara derit ranjang dari dalam kamar yang ditempati oleh Mona.

Sebenarnya apa yang dilakukan oleh Mona di dalam kamarnya?

Penasaran? Yukkk, ikuti kisah mereka 😘😘😘

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aysha Siti Akmal Ali, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mona Kecewa

Beberapa hari setelah kejadian itu, Risa tidak lagi mendengar suara derit ranjang atau pun dessahan dari kamar Mona. Risa merasa sedikit lega karena ia pikir Mona benar-benar sudah menyesali perbuatannya.

"Apa akhir-akhir ini kamu masih mendengar suara aneh dari dalam kamar Mona?" tanya Arga kepada Risa yang masih asik memberikan asinya kepada Lily.

Risa menggelengkan kepalanya pelan. "Semenjak hari itu aku tidak pernah mendengar suara aneh apa pun lagi dari kamar Mona. Mungkin dia sudah menyesali perbuatannya, Mas," sahut Risa.

"Hmm, baguslah." Arga menyandarkan tubuhnya di sandaran tempat tidur sambil memainkan ponselnya.

Setelah bayi Lily tidur, Risa pun segera berbalik dan menghadap ke arah Arga.

"Mas."

"Ya?" Arga menoleh sebentar kemudian kembali fokus pada layar ponselnya.

"Apa malam ini Mas ingin aku layani?" tawar Risa sambil membelai kaki Arga yang berselonjoran di samping tubuhnya.

"Tidak usah. Jika kamu mau tidur, tidur saja. Aku tau kamu pasti capek."

Kalimat yang seolah menunjukkan bahwa Arga begitu peduli terhadap Risa, tetapi berbanding terbalik dengan ekspresinya saat itu. Ia bahkan tak sedikit pun melirik ke arah Risa. Tatapannya masih fokus tertuju pada layar benda pipih kesayangannya itu.

Risa menghembuskan napas berat. "Tidak, Mas. Aku tidak capek, kok. Aku bisa melayani Mas malam ini," bujuk Risa sekali lagi.

Arga tersenyum tipis kemudian mengacak puncak kepala Risa dengan lembut. "Tidak usah. Tidurlah," jawabnya.

Akhirnya Risa menyerah. "Baiklah kalau begitu. Aku tidur duluan ya, Mas."

"Ya."

Satu jam kemudian.

Setelah memastikan Risa sudah tidur, perlahan Arga keluar dari kamarnya. Ia berjalan menghampiri pintu kamar Mona kemudian mengetuknya pelan.

"Mona! Mona, kamu dengar Mas?" panggil Arga dengan setengah berbisik.

Mona yang sejak tadi sudah menunggu panggilan itu, segera menghampiri pintu kemudian membukanya.

"Mbak Risa sudah tidur?"

Arga mengangguk pelan. "Ya."

Mona tersenyum lebar kemudian mengikuti langkah Arga yang menuntunnya ke suatu tempat. Mereka menghentikan langkah mereka di dapur. Tepatnya di depan meja makan.

Tanpa sepengetahuan Risa, pasangan Arga dan Mona sudah merencanakan pertemuan mereka di mana pun yang menurut mereka aman dan nyaman untuk melakukan hubungan terlarang itu. Hubungan yang hanya berdasar atas napsu dan saling memuaskan.

"Kamu mau pengaman yang mana, Sayang?" Arga memperlihatkan beberapa macam pengaman miliknya.

"Terserah Mas aja. Aku suka semuanya," jawab Mona sambil tersenyum manja.

Arga pun ikut tersenyum. Ia mengambil pengaman dengan bentuk bergerigi kemudian memperlihatkannya kepada Mona.

"Kalau begitu yang ini saja. Bagaimana?"

Lagi-lagi Mona mengangguk. "Ya. Itu juga favoritku," jawabnya.

Mona dan Arga kembali melakukan hubungan terlarang di ruangan itu. Mereka tampak begitu menikmati permainan panas mereka hingga meja yang menjadi tumpuan Mona, bergerak dengan hebat. Seiring dengan pergerakan Arga di belakang tubuh gadis itu.

"Eummmhh! Mas, kenapa aku begitu candu akan semua permainanmu ini," racau Mona.

"Tubuhmu pun seolah menjadi candu untukku, Mona. Sehari saja kita tidak melakukannya, maka aku akan terus dibayang-bayangi olehnya," jawab Arga sembari mencengkram rambut panjang Mona dengan erat.

Antara sakit dan nikmat, itu lah yang tengah dirasakan oleh Mona ketika bergelut bersama Arga. Sakit karena Arga tidak segan mencengkram rambut serta memukul bagian tubuhnya jika sedang berada di puncak kenikmatan. Namun, rasa nikmat yang ia rasakan di bawah sana, membuat ia melupakan rasa sakit yang dilakukan oleh Arga.

Plak!

Sebuah tamparan keras mendarat di bokong padat Mona hingga kulit putih bersihnya menjadi memerah. Mona pun sempat memekik kesakitan, tetapi ia pun suka akan hal itu.

"Lagi, Mas!"

Plak! Kali ini tamparan yang mendarat di sana jauh lebih keras dari sebelumnya.

"Aw!" pekik Mona sambil tersenyum puas.

Tanpa mereka sadari, Bi Surti tengah menuju ruangan itu untuk mengambil sesuatu. Ia merasa kehausan dan ingin meminum minuman dingin. Namun, ketika ia tiba di ruangan itu, ia begitu terkejut saat menyaksikan perbuatan tidak senonoh adik dan kakak ipar tersebut.

"Ya, Tuhan!" pekik Bi Surti yang sudah terlanjur berdiri di ambang pintu ruangan itu.

Wanita paruh baya itu menutup matanya dengan erat. Ia benar-benar tidak suka dan merasa malu sendiri melihat perbuatan kedua orang tersebut.

Arga dan Mona pun kelabakan. Mereka refleks menghentikan aksi panas itu dan merapikan kembali pakaian mereka yang berantakan.

"Apa yang Bibi lakukan di sini?" tegas Arga sambil merapikan kembali resleting celananya.

"Maafkan saya, Tuan. Saya tidak sengaja. Saya ke sini untuk mengambil air minum saja," jawab Bi Surti dengan kepala tertunduk menghadap lantai.

"Ingat, Bi Surti. Jika kamu masih ingin bekerja di sini, maka tutuplah mulutmu itu. Anggap saja kamu tidak pernah melihat dan menyaksikan perbuatan kami di tempat ini. Bibi mengerti?" tegas Arga dengan begitu serius.

Bi Surti menganggukkan kepalanya. "Ba-baik, Tuan."

"Bagus! Sekarang pergilah dan anggap saja Bibi tidak pernah ke ruangan ini."

Lagi-lagi Bi Surti menganggukkan kepalanya. Ia mundur beberapa langkah ke belakang kemudian pergi dari ruangan itu tanpa menoleh ke arah pasangan mesum tersebut.

Sepeninggal Bi Surti, Arga kembali menghampiri Mona yang sedang berjongkok di lantai, tepatnya di bawah meja makan. Ia benar-benar malu dan tidak ingin menampakkan wajahnya di hadapan Bi Surti.

"Sekarang bangunlah, Sayang. Mari kita lanjutkan permainan kita. Lagi pula aku sudah tanggung ini," ajak Arga sembari meraih tangan Mona dan membantunya berdiri.

"Bagaimana ini, Mas? Bagaimana jika Bi Surti mengatakan hal ini kepada Mbak Risa?" tanya Mona dengan wajah cemas.

Arga tertawa pelan. "Tidak mungkin, Mona. Bi Surti tidak akan pernah berani."

"Tapi, bagaimana jika wanita tua itu nekat dan menceritakan semua ini kepada Mbak Risa? Apa yang akan Mas lakukan? Apakah Mas bersedia bertanggung jawab dan menikahiku?"

Arga tergelak mendengar pertanyaan Mona saat itu. "Menikahimu? Ya ampun, Sayang. Bukankah kita sudah sepakat soal hubungan ini? Kamu sudah setuju saat aku bilang bahwa hubungan kita hanya sebatas saling memuaskan dan tidak akan lebih dari itu," jelas Arga dengan mantap.

Mona terdiam dan ia merasa sangat kesal mendengar penjelasan lelaki itu. "Jadi hanya itu? Lalu bagaimana jika suatu hari aku hamil?"

Lagi-lagi Arga tergelak. "Itu tidak akan mungkin terjadi, Mona sayang. Selama ini kita bermain dengan cantik. Aku selalu memakai pengaman dan kamu tidak akan pernah hamil. Lagi pula kamu masih muda, Mona. Kamu masih bisa menikah dengan lelaki lain," jelasnya tanpa merasa bersalah sedikit pun.

Mona benar-benar kesal. Bahkan hasratnya pun mendadak hilang setelah sadar bahwa selama ini ia hanya dimanfaatkan oleh Arga untuk menjadi wanita pemuasnya.

"Sudahlah, tidak usah kamu pikirkan lagi. Sebaiknya kita lanjutkan saja permainan kita."

Arga membalikkan tubuh Mona dan kembali menghujamkan senjata andalannya lewat belakang tubuh Mona.

...*** ...

1
Jhon Kuni Wong
/Rose//Rose//Rose//Rose//Rose/
Surati
bagus
Zia Zee
pelakor yang sok suci, wkwkwkwk lucuk
Zia Zee
uda penyakitan, cacat pulaak
Zia Zee
mampus!
Nur Halima
Luar biasa
Yuni Ngsih
Thor baru nongol pelakor muncul ,itu pakta ada klwrga bawa adik perempuannya yg blm kerja eh dimakan sm suami kakaknya sampai ,jadi veriyramu sm dengan kehidupan nyata,mknya klw sudah berumah tangga jangan bw adik perempuan satu rumah maaf ko curhat ....lanjut ceritramu yg bgs ini Author ....semangat....ok
Sri Wahyuni
jng berharap risa akan kembali kepadamu Arga
Ifah Ifah
Luar biasa
Ifah Ifah
bagus risa lwn aj si arga
guntur 1609
siapa yg mau ngurus sampah biadab sprtimu
guntur 1609
rasain loe
guntur 1609
brti rena bukan anak kandung mereka. pas lah brti jodohnya aden anaknya guntur
guntur 1609
mampus kau Abdi. gak tahu ja kau klu mona di siksa sm si biadab arga
guntur 1609
mampus kau Arga.. hahahaha
guntur 1609
kena aids
guntur 1609
mantap ay... dampingi dan lindungi terus risa. agar dia merasa aman sm kamu
guntur 1609
mamous kau kan. makan tuh laki2 binatang yg kau banggakan
guntur 1609
mampus kau mona
guntur 1609
sdh jatuh talak 3 kau bodoh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!