Yumna tiba-tiba saja diculik oleh seseorang yang ternyata adalah kakak dari sahabat baiknya sendiri. Yumna lantas dikurung di villa milik Zayn, kakak dari sahabat baik Yumna, Zunia, yang baru saja meninggal karena sebuah kecelakaan mobil. Dan kenyataan bahwa ternyata Zayn sudah resmi menikahi Yumna membuat Yumna sangat syok.
Apa yang sebenarnya sudah terjadi? Kenapa Zayn ( kakak Zunia ) sampai menculik dan mengurung Yumna, bahkan sampai menikahi Yumna secara paksa? Dan ada rahasia apa sebenarnya dibalik kecelakaan yang sudah menewaskan Zunia itu?
Bahkan rahasia dari identitas Yumna yang sesungguhnya pun akhirnya diungkap secara mengejutkan oleh Zayn. Bagaimana Yumna menjalani takdir hidupnya yang tiba-tiba berubah drastis ini?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Iin Nuryati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
16. Memanfaatkan Situasi
Setelah Julia pergi, Zayn dan Dennis pun kemudian masuk ke dalam villa. Kedatangan Zayn dan Dennis langsung disambut oleh Mbok Sum.
"Den Za, nak Dennis. Selamat datang," sapa Mbok Sum dengan tersenyum lembut.
"Mbok," sapa Dennis juga.
"Di mana dia, Mbok?" tanya Zayn, to the point.
"Non Nana ada di kamarnya, Den. Seperti pesan Den Za kemarin, Non Nana sama sekali tidak keluar dari dalam kamarnya," jawab Mbok Sum.
Zayn sempat merasa sedikit terkejut, Mbok Sum sudah memanggil dengan sebutan 'Non Nana'. Sepertinya hubungan Mbok Sum dengan gadis yang sekarang sudah sah menjadi istrinya itu sudah lumayan dekat saat ini.
"Den, gue naik dulu ke atas. Lo urusin aja yang lainnya dulu," kata Zayn kepada Dennis.
"Oke," balas Dennis.
Zayn kemudian melangkah meninggalkan Dennis dan Mbok Sum, menuju ke arah tangga, hendak menuju ke kamarnya di lantai atas.
Ceklek.
Zayn membuka pintu kamarnya. Dilihatnya Yumna yang saat ini sedang duduk di tepian tempat tidur. Keduanya sempat saling beradu tatapan untuk sesaat, tetapi kemudian Yumna langsung melengos dan mengalihkan pandangannya.
Menutup kembali pintu kamarnya, Zayn pun kemudian melangkah masuk ke dalam kamar tersebut. Zayn melihat nampan berisi makanan di atas meja sofa yang belum tersentuh.
"Kenapa nggak makan?" tanya Zayn, dingin.
"Nggak laper," jawab Yumna, tanpa melihat ke arah Zayn.
"Terserah, kalau kamu mau menyiksa diri kamu sendiri," ucap Zayn.
"Kenapa kakak ngurung aku di sini? Aku mau pulang," tanya Yumna dengan melihat ke arah Zayn.
"Belum saatnya."
"Tapi keluarga aku pasti lagi nyariin aku, Kak," kesal Yumna.
"Memang itu yang aku mau. Aku ingin melihat kakak kamu yang brengsek itu merasa putus asa karena nyariin kamu," ucap Zayn, terdengar sangat menyebalkan.
Yumna membulatkan kedua matanya.
"Kakak jahat. Dasar iblis kejam," umpat Yumna.
Zayn cuek saja mendengar umpatan dari Yumna itu.
"Setidaknya ijinkan aku untuk menghubungi keluargaku," pinta Yumna.
"No!" tolak Zayn tegas.
"Kalau gitu balikin ponsel aku."
"Aku nggak bawa ponsel kamu."
"Terus ponsel aku di mana?"
"Ada sama keluarga kamu."
"Apa? Kok bisa?" tanya Yumna, merasa bingung.
Zayn diam, menolak untuk menjawab.
"Kalau gitu tolong biarin aku keluar dari kamar ini, Kak. Jangan kurung aku seperti ini," pinta Yumna lagi, masih berusaha.
"Cukup! Jangan membuat keributan lagi dan jangan banyak membantah. Turuti semua yang aku katakan," kata Zayn dengan setengah berteriak.
"Tapi Kak ---"
"Atau aku harus menyakiti keluarga kamu dulu baru bisa membuat kamu mau menuruti semua perkataanku, iya?" potong Zayn.
"Kak Zayn," hardik Yumna.
"Oke. Kalau itu mau kamu," ucap Zayn.
Zayn kemudian menarik tangan kanan Yumna dan membawa Yumna untuk mengikuti langkahnya keluar dari dalam kamar tersebut.
"Lepasin aku. Kakak mau bawa aku ke mana? Lepasin tangan aku," kata Yumna dengan terus memberontak, berusaha untuk melepaskan tangannya dari genggaman tangan Zayn.
Zayn menulikan telinganya. Tanpa menghiraukan apalagi menjawab pertanyaan Yumna, Zayn terus menarik tangan Yumna dan membawa Yumna untuk menuruni anak tangga satu per satu.
Dennis dan Mbok Sum terkejut ketika melihat Zayn yang sedang menarik tangan kanan Yumna dengan Yumna yang terus memberontak di belakang Zayn saat ini.
"Lepasin, Kak. Lepasin tangan aku," pinta Yumna, masih berusaha untuk bisa melepaskan tangannya dari genggaman tangan Zayn.
"Non Nana," panggil Mbok Sum, merasa khawatir.
"Kita pergi sekarang, Den," kata Zayn kepada Dennis begitu dirinya dan Yumna tiba di lantai bawah.
"Oke," balas Dennis tanpa banyak membantah.
"Den Za," panggil Mbok Sum kepada Zayn juga, mengiba, berharap agar Zayn melepaskan tangan Yumna.
Zayn tidak menghiraukan panggilan Mbok Sum. Zayn pun kemudian kembali menarik tangan kanan Yumna dan membawa Yumna untuk berjalan mengikuti dirinya.
"Nak Dennis," Mbok Sum beralih kepada Dennis.
"Tenang aja, Mbok. Semua akan baik-baik aja. Mbok juga tau sendiri kan gimana Zayn? Dia nggak sekejam itu," kata Dennis, menenangkan Mbok Sum.
"Hmm, baiklah," ucap Mbok Sum pada akhirnya.
"Kami pergi dulu ya, Mbok," pamit Dennis kemudian.
"Iya. Hati-hati ya kalian bertiga," pesan Mbok Sum.
"Pasti, Mbok," balas Dennis.
Dennis kemudian bergegas untuk menyusul Zayn dan Yumna yang sudah keluar terlebih dahulu tadi.
🌿🌿🌿
Mobil yang dikendarai oleh Dennis sudah berhenti di seberang jalan di depan sekolah Yuki saat ini. Zayn duduk di kursi belakang bersama dengan Yumna.
"Untuk apa kita ke sekolahan Yuki?" tanya Yumna penasaran.
"Kamu tunggu dan lihat saja," jawab Zayn berteka-teki.
Tidak lama kemudian bel pulang sekolah berbunyi nyaring. Anak-anak pun lalu mulai terlihat keluar dari pintu gerbang sekolah tersebut. Anak-anak sekolah itu kemudian menghampiri jemputan mereka masing-masing untuk pulang ke rumah mereka.
Hingga tidak lama kemudian, Yuki pun juga terlihat keluar dari pintu gerbang sekolah tersebut bersama dengan tiga orang temannya. Yuki dan teman-temannya terlihat mengobrol dan bercanda bersama.
"Yuki," lirih Yumna ketika melihat adik perempuannya itu dari balik kaca jendela mobil saat ini.
"Den, turun sekarang," perintah Zayn kepada Dennis.
"Oke," balas Dennis.
"Kakak mau ngapain? Kenapa menyuruh Kak Dennis untuk turun?" tanya Yumna, antara bingung dan juga merasa khawatir.
Zayn dan Dennis tidak menjawab pertanyaan Yumna. Dennis pun kemudian membuka pintu mobil di sebelahnya dan turun dari dalam mobil tersebut.
"Tunggu. Untuk apa Kak Dennis turun?" tanya Yumna. lagi.
Zayn masih diam dan tidak menjawab. Dennis melihat jalanan di sebelah kanan dan kirinya, Dennis pun lalu mulai melangkah dan menyeberangi jalan raya tersebut.
"Tunggu dulu. Kak Dennis," panggil Yumna, sia-sia.
Yumna kembali melihat ke arah Yuki dan teman-temannya. Bisa Yumna lihat ketiga teman Yuki itu yang satu per satu mulai meninggalkan Yuki karena jemputan mereka sudah datang. Dan sekarang hanya tinggal Yuki seorang diri saja. Yuki terlihat mengangkat tangan kanannya untuk melihat jam yang melingkar pada tangan kanannya tersebut.
Yumna juga melihat Dennis yang sudah mulai mendekati Yuki saat ini. Dan tiba-tiba saja, sebuah sepeda motor melaju dengan kecepatan lumayan tinggi dan mengarah kepada Yuki yang sedang berdiri di pinggir jalan saat ini.
Dennis menyadari kalau sepeda motor tersebut berniat untuk menyerempet Yuki. Dennis pun kemudian segera berlari dan menarik tubuh Yuki untuk menghindarkan Yuki dari sepeda motor tersebut.
"YUKI!!!" pekik Yumna dari dalam mobil.
Yumna berusaha untuk membuka pintu mobil di sebelahnya. Tetapi sayangnya pintu mobil tersebut terkunci secara otomatis. Yumna kembali mengalihkan perhatiannya ke arah Yuki di seberang jalan sana. Bisa Yumna lihat Yuki yang nampak syok dan sedang ditenangkan oleh beberapa orang temannya yang lain saat ini.
Yumna berbalik ke arah Zayn kemudian menarik jas yang sedang dipakai oleh Zayn.
"Apa yang kakak lakukan? Kenapa kakak tega mau mencelakai Yuki seperti itu? Yuki tidak salah apa-apa, Kak," teriak Yumna penuh emosi.
Zayn sendiri merasa sedikit terkejut saat ini. Rencananya tadi Zayn hanya menyuruh Dennis untuk mendekati Yuki, dengan tujuan untuk mengancam Yumna melalui adiknya itu. Tetapi di luar dugaan, hal yang sangat mengejutkan terjadi. Sebuah sepeda motor dengan sengaja melaju kencang dan ingin menyerempet Yuki. Beruntung Dennis yang cepat tanggap dan langsung berlari untuk menyelamatkan Yuki sehingga tidak terjadi apa-apa terhadap Yuki.
Tetapi tiba-tiba saja sebuah ide terlintas di dalam kepala Zayn. Ya, sepertinya Zayn bisa memanfaatkan situasi ini dan mengambil keuntungan untuk dirinya sendiri. Zayn kemudian tersenyum smirk.
"Kamu sudah lihat sendiri kan? Aku bisa melakukan apa pun terhadap keluarga kamu. So, turuti semua perkataanku dan jangan banyak membantah. Atau keselamatan keluarga kamu yang akan menjadi taruhannya," kata Zayn dengan tegas dan penuh ancaman.
Yumna membulatkan kedua matanya.
"Dasar iblis kejam," umpat Yumna, merasa kesal.
Melepaskan jas Zayn, Yumna kembali membalik tubuhnya dan melihat ke arah Yuki di seberang jalan sana. Bisa Yumna lihat mobil milik keluarganya yang sudah datang untuk menjemput Yuki saat ini. Yuki terlihat mengucapkan terima kasih kepada Dennis, setelah itu Yuki pun kemudian masuk ke dalam mobil milik keluarga mereka tersebut.
Yumna menghembuskan nafas lega setelah melihat mobil milik keluarganya itu bergerak meninggalkan area depan sekolah Yuki. Yumna merasa sangat bersyukur karena Yuki selamat dan baik-baik saja saat ini. Yumna lalu melihat Dennis yang kembali menyeberang jalan dan melangkah kembali ke arah mobil milik Zayn saat ini. Yumna kembali menoleh ke arah Zayn.
"Kak Zayn memang iblis yang kejam," umpat Yumna sekali lagi.
"Sayangnya iblis kejam ini adalah suami kamu sekarang," ucap Zayn, menyebalkan seperti biasanya.
Yumna mendengus kesal. Dan tepat setelah itu, Dennis pun membuka pintu mobil bagian depan dan kembali masuk ke dalam mobil tersebut, duduk di belakang kemudi.
"Kita balik ke villa, Den," kata Zayn.
"Oke," balas Dennis.
Dennis kemudian menghidupkan mesin mobilnya dan mulai menjalankan mobil tersebut, meninggalkan area depan sekolah Yuki.