NovelToon NovelToon
Dua Cincin Satu Cinta

Dua Cincin Satu Cinta

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:1.4M
Nilai: 4.8
Nama Author: SunRise510k

Assalamualaikum...
Ini karya pertama ku dari penulis pemula seperti ku
Mohon bantuan kritik dan sarannya
Terima kasih


Dua wanita
Dua cincin
Tapi hanya ada satu cinta

Siapakah yang akan dipilih Sameer??

Humaira gadis hijab bercadar lulusan pesantren ataukah Elena gadis cantik dan modis??

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SunRise510k, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23

Setelah menenangkan diri, Sameer kembali ke dalam kamar Humaira untuk melihat keadaan sang istri.

Ditatapnya wajah Humaira yang pucat, tangannya terulur menyentuh wajah Humaira. Ia menatap wajah Humaira penuh rasa bersalah, keadaan Humaira seperti ini karena kebodohannya yang melupakan janji yang telah dia buat sendiri.

"Maafkan Zauya, Maafkan Daddy ya" Sameer mengelus perut Humaira. Dikecupnya kening Humaira dan beralih mengecup perut Humaira.

"Maafkan Daddy yang tidak menyadari kehadiran kalian, Daddy akan berusaha menjadi Daddy yang baik. Jaga Mommy ya" gumam Sameer setitik air mata menetes jatuh tepat ditangan Humaira.

Humaira merasa tangannya basah, sayup-sayup ia mendengarkan suara Sameer yang tengah berbicara bahkan ia juga merasakan saat perutnya dielus lembut, tapi matanya terlalu berat untuk terbuka karena efek obat sehingga membuatnya kembali tertidur membiarkan gelapnya malam berlalu.

***

Pagi menjelang, matahari memancarkan sinarnya. Suasana pagi ini tampak bersahabat dan terlihat segar setelah semalam diguyur hujan deras.

Elena sedang berkutat di dapur bersama Bi Imah. Elena di bantu Bi Imah menyiapkan sarapan yang akan ia antar kerumah sakit karena semalam Sameer menginap menemani Humaira.

"Elena..!!" teriak seorang wanita memasuki rumah tanpa permisi. Wanita itu terus melangkah kan kakinya masuk kedalam rumah sambil terus berteriak mencari keberadaan Elena.

Elena yang mendengar teriakan seseorang segera berlari menuju arah suara teriakan itu.

"Ibu" ucap Elena lirih. Ia terkejut melihat kehadiran sang Ibu (Bu Salma)

"Untuk apa Ibu kemarin?" Elena menatap tidak suka dengan kehadiran Bu Salma.

"Wah...kaya juga ya Sameer" tutur Bu Salma menatap sekeliling rumah mewah Sameer.

"Ibu tau dari mana rumah Sameer?" tanya Elena heran Ibunya bisa tau tempat tinggal Sameer.

"Tentu saja Ibu mengikuti mu sejak kamu pindah dari Bogor dan Ibu ke sini mau minta uang, uang Ibu habis"

"Elena tidak punya uang Bu" tolak Elena

"Tidak punya uang?" Bu Salma tersenyum mengejek menatap Elena.

Ia tidak percaya kalau putrinya tidak punya uang apalagi kini ia menikah dengan Sameer pemilik Bariq Company.

"Jangan pura-pura, Sameer itu kaya. Tidak mungkin kau tidak punya uang" Bu Salma meremas dagu Elena sampai membuat Elena meringis kesakitan.

"Sungguh Bu dan bukannya Ibu sudah janji tidak akan mengganggu ku"

Tawa Bu Salma menggelegar memenuhi ruangan itu. Ia menatap Elena tajam penuh kebencian.

Elena ketakutan mendengar suara tawa Bu Salma yang terdengar menyeramkan ditelinganya.

"Melihat Sameer sangat kaya, Ibu bolehlah ikut menikmati kekayaannya. Apalagi kau kan istri kedua pasti lebih dicintai daripada istri pertama"

"Bu, pulanglah Sameer akan marah kalau lihat Ibu di sini" pinta Elena memohon.

"Jadi kamu ngusir Ibu?" Bu Salma dengan penuh emosi menarik rambut Elena membuat gadis itu mengadu kesakitan. Air mata pun sudah mulai menggenang dipelupuk matanya. Kepalanya serasa begitu sakit.

"Tolong jangan sakiti Nyonya Elena!" pinta Bi Imah berlari tergesa membantu Elena yang tengah kesakitan.

"Jangan coba-coba ikut campur! Dasar pembantu tidak tau diri!" Bu Salma mendorong Bi Imah membuat Bi Imah tersingkur jatuh.

"Bibi!" Saat Elena ingin membantu Bi Imah berdiri dengan sigap Bu Salma kembali menarik rambut Elena, membuat Elena mengerang kesakitan.

"Ibu Sakit Bu" tangis Elena meraung memegang tangan sang Ibu yang semakin menarik rambut miliknya, membuat kepalanya sampai mendongak ke atas.

"Berikan Ibu uang, Ibu akan melepaskan rambut jelek mu" ancam Bu Salma

"Ba-baik Bu" kata Elena susah payah sambil menahan sakit yang menyerang kepalanya. Ia merasa seperti seluruh rambutnya akan lepas dari kepalanya.

"Nah seperti itu, jadikan Ibu tidak perlu susah menyiksa mu" Ibu Elena mendorong Elena begitu saja sampai tubuh Elena tersungkur kelantai.

"Bi maafkan Ibu ku ya" ucap Elena berderai air mata, menggenggam tangan Bi Imah.

"Tidak apa-apa Nyonya, Nyonya baik-baik saja kan?" Bi Imah cukup khawatir dengan keadaan majikannya itu.

"Iya Baik. Tolong jangan bilang sama Sameer ya"

"Iya Nyonya"

Setelah kepergian sang Ibu, Elena berdiam diri dikamar meluapkan tangisan sedihnya. Dia merasa takdir begitu mempermainkannya. Rumah tangganya hancur, Ibunya berubah kejam dan ia harus menjadi istri kedua dari laki-laki yang ia cintai. Semua itu begitu menyiksanya.

***

"Selamat pagi Dinda" panggil Sameer menatap Humaira yang masih berbaring diranjangnya.

"Maafkan Zauya" Sameer menggenggam tangan Humaira erat. Humaira masih setia membisu. Ia masih merasa kecewa dengan sikap Sameer, Sameer tega melupakan janji yang bahkan ia buat sendiri.

"Kenapa Dinda diam saja? bicaralah jangan diamkan Zauya seperti ini" pinta Sameer sendu

"Zauya" panggil Humaira lirih

"Iya Dinda sayang" seketika mata Sameer memancarkan cahaya kebahagiaan mendengar Humaira kembali memanggil namanya.

"Dinda tau kalau Dinda bukan orang yang Zauya cintai, tapi bisakah Zauya menghargai keberadaan Dinda?. Dinda terima Zauya memadu Dinda, Dinda terima semua sikap Zauya pada Dinda. Tapi bisakah Zauya menghargai Dinda?" tanya Humaira dengan tatapan yang sulit diartikan.

"Maafkan Zauya, Zauya salah telah mengabaikan Dinda dan Anak kita. Dinda mari kita hidup bersama dan merawat anak kita bersama, mari kita mulai semuanya dari awal. Maafkan Zauya yang banyak menyakiti Dinda, Maafkan atas segala sikap Zauya" Sameer mencium tangan Humaira. Ia tidak ingin kehilangan Humaira dan anak yang sedang dikandung Humaira. Ia ingin memberikan cinta untuk mereka, cinta tulusnya.

"Anak? Zauya tau?" Humaira mengernyitkan dahinya.

"Ini" Sameer menunjukkan sebuah kotak berisi surat serta hasil USG milik Humaira. "Kenapa Dinda menyembunyikan ini dari Zauya? Apa Zauya tidak berhak mengetahui hal ini?" tanya Sameer menatap dalam tepat dimanik sang istri, mencari jawaban dari mata itu.

"Dinda takut Zauya tidak akan menerima itu"

"Astagfirullah sayang, kenapa kamu berpikir seperti itu? Kenapa Zauya harus tidak terima?" Sameer sungguh terkejut dengan pemikiran Humaira. Sameer tidak menyangka kalau Humaira berpikir dia tidak akan bisa menerima anak yang dikandung Humaira.

"Karena tidak ada cinta dihati Zauya" jawaban itu lolos begitu saja dari bibir Humaira.

Seketika Sameer diam membisu. Ucapan Humaira bagaikan pisau yang menyayat hatinya. Tapi dia tidak bisa menyalahkan Humaira kalau berpikir seperti itu karena selama mereka menikah dia tidak pernah sekali pun mengungkapkan perasaannya pada Humaira.

"Sayang dengarkan Zauya" Sameer menangkup Wajah Humaira. "Zauya, sangat bahagia. Zauya mencintai anak kita. Jangan pernah berpikir seperti itu lagi" Sameer mengecup bibir Humaira.

"Maafkan Dinda, yang sudah berpikir buruk tentang Zauya"

"Zauya yang seharusnya meminta maaf" Sameer memeluk Humaira menyalurkan rasa sayangnya serta rasa bahagia yang memenuhi hatinya.

"Oh..ya sayang"

"Kenapa Zauya?"

"Apa masih boleh ninu ninu?" tanya Sameer tersipu.

"Ninu ninu?"

"Itu...bercocok tanam" kata Sameer abstrud. Humaira menatap Sameer bingung, dia tidak paham apa yang dimaksud Sameer.

"Apa sih Zauya? Dinda tidak paham"

"Menjenguk anak kita sayang" Sameer mengerlingkan sebelah matanya. Humaira yang segera tersadar dengan maksud Sameer, mencubit perut Sameer membuat Sameer kesakitan.

"Dasar mesum!" ejek Humaira. Tawa mereka pun seketika pecah memenuhi ruangan rawat Humaira. Sameer memeluk Humaira mendaratkan bibirnya tepat dibibir Humaira memanggutnya penuh kerinduan.

****

"Assalamualaikum"ucap Elena

"Waalaikumsalam" balas mereka bersautan.

"Bagaimana keadaan kamu Mai?" tanya Elena

"Alhamdulillah sudah baik Mbak" Humaira menyunggingkan senyumnya.

"Maaf ya Mai baru menjenguk kamu"

"Tidak apa-apa Mbak"

"Sam, ingin aku bawa makanan buat kamu dan ini baju gantinya"

"Makasih ya sayang" ucap Sameer mengelus kepala Elena. Sikap yang Sameer tunjukan pada Elena tidak pernah lepas dari pengamatan Humaira.

"Iya, sudah sana. Biar aku yang menemani Humaira disini" tutur Elena kikuk. Ia merasa tidak nyaman dengan tatapan intens Humaira yang ditunjukkan kepada mereka berdua.

"Dinda, Zauya tinggal dulu ya"

"Iya Zauya"

Sepeninggal Sameer, suasana diantara mereka berubah hening dan mereka tampak canggung. Ada rasa tidak nyaman menelusup diantara mereka berdua.

"Mai"

"Mbak"

Tawa kecil memecah keheningan diantara mereka saat tanpa sengaja mereka saling memanggil satu sama lain secara bersamaan.

"Maafkan Mbak ya, kalau saat itu Mbak tidak mengajak Sameer bicara mungkin Sameer tidak akan lupa dengan janjinya. Dan kamu mungkin tidak akan seperti ini" Elena menatap Humaira dengan perasaan bersalahnya.

"Tidak Mbak, ini bukan salah Mbak Elena. Sudahlah, Mbak tidak perlu menyalahkan diri sendiri. Yang penting aku dan dedek bayi sehat"

"Kamu hamil Mai?" tanya Elena dengan pandangan mata berbinar

"Alhamdulillah Mbak, saya diberi amanah untuk menjaga malaikat titipan Allah"

"Selamat ya Mai, Mbak seneng banget karena nanti aku akan menjadi Ibu dan Sam akan jadi Daddy" Elena memeluk Humaira antusias. Ia ikut merasakan kebahagiaan yang kini tengah dirasakan Humaira.

"Hallo dedek bayi, ini Bunda Elena. Sehat terus ya di perut Mommy" Elena mengelus perut rata Humaira seraya mengajak calon anak Humaira berbicara.

"Makasih Bunda Elena" jawab Humaira menirukan suara anak kecil.

Mereka pun tertawa bersama, ruangan itu dipenuhi canda tawa dari kedua istri Sameer yang terlihat akrab.

Sameer diam-diam memerhatikan interaksi diantara mereka menyunggingkan senyum bahagia. Ia tidak menyangka kalau kedua istrinya bisa seakrab itu, bahkan mereka tidak terlihat seperti istri pertama dan kedua. Mereka lebih seperti kakak dan adik.

"Terima kasih ya Allah telah memberi ku dua istri yang berhati bidadari. Walaupun aku tau jodoh yang kau pilihkan untuk ku adalah Humaira. Tapi izinkan aku menjaga istri kedua ku yang butuh tempat untuk berlindung" tutur Sameer tidak berhenti untuk tersenyum. Ia bahagia berada diantara dua bidadari bumi itu.

****

1
Sri Murtini
laki laki goblog dan ditinggal nikah kok masih mau😭😭😭
Zahra Al Kharis
Kecewa
Zahra Al Kharis
Buruk
sari emilia
kl org ngerti agama paham y kl depan makam tdk boleh betkata2...yg boleh hy melafaz kn do'a2 🤦‍♀️🤦‍♂️
sari emilia
org ky satu minggu drmh sakit betah bahkn sebulan pun betah dgn fasitlias lengkap...aku 2 hr d rmh sakit rs setahun tempatnya panas dl ruangan org 4 pasein 2 yg tunggu 2 kipas angin 1 cukup membuat km ky dlm goa 😅😅😅
sari emilia
nah kn dinda kecentiln sih ky ank kecil...celakakn....serakah kt nya ngerti agama sholeh beli mskanan satu2 mentang2 byk duit blm tentu habis....trll manja tdk mencerminkn wnita sholehah....ambisius iya 11 12 deh sm shameer....bnr kt akbar lulusan pesantren lulusan Al Azhar tp nilai nya NOL
sari emilia
elmir aku mendukung mu 😀😀😀....jw kt sm keras n tak menyukai lk2 bodoh
sari emilia
elmir meding d bunuh aja jd msira yg bodoh itu bs nikah dgn pangeran turky 😄😄😄😄
sari emilia
oh ku kr aku aja yg menganggap sameer bodoh ternyata tmn2nya n smeer sdri menganganggap diri nha bodoh
sari emilia
preeeeettttt lk2 munafik....si perempuan jg trll lemah....
sari emilia
untung cm lake bkn pavorit....kecewa
Alfi Yatun
jangan2 senja itu memang humaira yang ditolong dokter itu
Mey Ruby
keren
Siti Nurulqoyimah
terharu
Nanik Maryani
kapan mulai nya thor
Mey Ruby: apa nama aplikasinya ka?
total 2 replies
riza
Thor ko g d lanjut tin sih pdhl q suka bgt sama ceritanya
✦͙͙͙*͙*ᴍs.ʀ͠ᴇɴᴀ✨: di lanjut kok tp di sblh
total 1 replies
Alfy Pndw
upx thoorrr
Sri Wahyuni
gimana lelaki ga pda ngelunjak dan kurang ajar mrsa kpla rumah tangga yg hrus d hormati ini contoh y ada d s humai yg hanya pasrah az suami lacnat y nyakitin ga ada mlawan y malah d manjain suami salh jg mka y bnyk cwe yg trtindas krn sikap suami yg hianat
Sri Wahyuni
gue ga suka sm karakter s humai itu jd cwe ko goblog
Tayo
tak pikir sdh up aq langsung senang dan langsung bukak teryata ......???
✦͙͙͙*͙*ᴍs.ʀ͠ᴇɴᴀ✨: bakalan up nanti kak, tp di sebelah 🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!