NovelToon NovelToon
Gadis Berdarah Panas

Gadis Berdarah Panas

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Beda Usia / Keluarga / Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat / Tamat
Popularitas:5.3M
Nilai: 4.8
Nama Author: Danie A

Bercerita tentang dua gadis muda dengan kepribadian yang berbeda dalam satu keluarga.

Cathy gadis blasteran berusia 18 tahun, Gadis bar-bar yang memiliki kemampuan beladiri dan menyetir yang handal. Cathy yang mencintai Asisten Sang Daddy bernama Kennan. Dengan usia yang terpaut 19 tahun. Bagaimana perjalanan cinta Cathy dalam mengejar cinta Om Kennan?

Kayla gadis cantik berusia 18 tahun saudara perempuan Cathy dari ibu sambungnya. Kay menjalin asmara dengan Gara, anak musuh Daddy-nya. Gadis pendiam yang memiliki kemampuan bak Hacker profesional.

Mungkinkah cinta Kay dan Gara akan bersatu?

Dan berhasilkah Cathy merebut hati Om pujaannya?

Ikuti kisahnya. antara kebaperan dan kegokilan yang mengocok perutmu. Nggak nyesel deh buat baca.

O iya, cerita ini adalah sequel dari dicerai karena dekil. Kisah anak Malvin dan Embun.

Jangan lupa like, komen dan dukungannya😊

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Danie A, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23

Kayla berlari memasuki kamarnya, melemparkan diri diranjang dan menenggelamkan kepalanya di bantal. Kay menangis, mengapa Daddy Malvin dan juga Catty tidak menyukai Gara? Bukankah sebelumnya mereka baik-baik saja? Kenapa kini semua berubah?

Setelah puas menangis, Kayla bangun dan mencuci mukanya. Mata nya sembab membuat wajahnya terlihat begitu sendu dan sedih.

Kayla keluar dari kamar mandi lalu duduk dikursi depan komputernya. Matanya masih memancarkan kekosongan. Entah apa yang Kay pikirkan, dia hanya diam dan menatap layar gelap didepannya.

Kay menghela nafasnya, dan mulai menghidupkan komputernya. Jari lentiknya kembali bermain, tapi tak lama. layar datar itu masih menampilkan hal yang sama dengan sebelumnya. Kay tak tau harus bagaimana lagi.

Pikirannya saat ini bercabang. Namun, lebih condong pada perubahan sikap Daddy Mal dan Catty yang melarangnya berhubungan lebih lanjut dengan Gara.

Apa sesuatu. Pasti sesuatu telah terjadi dan aku tidak tau. Tapi apa? Apa yang telah Gara lakukan? Apa yang membuat mereka begitu kecewa padanya?

TAAAKKK!

Netra Kay menajam,

TAAAKK!!

Memang benar ada yang melempari pintu kaca balkon kamarnya. Kay menoleh, melihat lagi ke arah balkon, dimana suara itu berasal.

TAAAKK!

Kay segera beranjak dan melangkah cepat, menyibak tirai dan membuka pintu. Kay berjalan hingga dibatas balkon kamarnya.

Gara berdiri dibawah sana, agak berjarak dari balkonnya.

"Apa yang kau lakukan disini?" bisik Kay pelann takut akan didengar oleh penghuni rumah lainnya. Yang sudah jelas menentang hubungan keduanya.

Gara membuka mulutnya hendak berucap, dengan cepat Kay mengangkat tangannya. Menahan agar jangan bicara.

"Tunggulah! Aku akan turun."

Kay segera berbalik dan berlari kecil agar tak menimbulkan suara. Menghampiri Gara yang sudah menunggu.

Sepertinya kutub magnet didalam diri mereka berlawanan, hingga membuat Kay dan Gara saling menarik diri dalam dekapan. Mungkin magnet itu bernama rindu, atau mungkin kangen. Entah mana yang benar.

Kay menghirup dalam-dalam aroma tubuh Gara. Mengalun dan mengisi disetiap aliran darah ditubuhnya. Begitu pun Gara, berat melepasnya, rindu yang terus bertumpuk menjadi satu membuatnya enggak membuat jarak.

Tapi Gara ingat akan tujuan awalnya kemari. Dia tak boleh menghabiskan waktu. Gara merenggangkan pelukannya. Menyentuh lengan Kayla. Mata keduanya saling bertemu, mencari sesuatu yang tersisa di dalam sana.

"Kau sudah lihat?"

"Heemm." Kay mengangguk.

Gara mengambil tangan Kay, menengadahkannya dan meletakkan semacam cip disana. Gara menggenggamkan benda itu ditangan Kayla. Gadis itu hanya menunduk melihat benda kecil yang baru saja Gara berikan.

"Kau akan membutuhkannya nanti."

Gara menelan ludahnya, hingga membuat jakunnya turun naik .

"Hanya kau yang bisa menggunakannya."

Kay menatap wajah Gara penuh tanya.

"Apa yang terjadi?" selidik Kay,"Apa yang sudah kau lakukan Gara? Kenapa Daddy Mal tiba-tiba melarang hubungan kita?"

Gara tersenyum pahit.

"Kau harus melawanku!"

"Apa?"

Gara mengambil dagu Kayla mempertemukan bibir pink tanpa polesan dengan pengucapnya. Menghirup dalam rasa manis yang bercampur dengan cairan mint miliknya. Lidah Gara mengorek lembut seisi ruang hampa yang berasa manis itu, disambut oleh lilitan kenyal yang membuatnya semakin berasa diatas awan.

Dikejauhan di balik pintu terbuka yang lebar sepasang mata elang menatap tajam pada pasangan yang tengah bertemu diam-diam itu.

Malvin menghela nafasnya. Matanya serasa perih dan hatinya terus berdenyut nyeri. Lengan kokohnya merasakan usapan lembut tangan istrinya. Malvin menoleh dengan wajah sendu nya.

"Apa aku salah telah memisahkan putriku dengan kekasihnya?"

Embun memeluk lengan Malvin dan bersandar disana.

"Aku hanya tak ingin dia terluka. Aku tak ingin jika Gara hanya bermain dan memanfaatkannya. Akuu... tak sanggup jika melihat putriku menangis..."

"Sayang, Kamu berhati lembut. Jangan terlalu membebani dirimu." Embun masih bersandar pada lengan suaminya.

"Kayla sudah besar, dia sudah mulai dewasa. Dia tau bagaimana mengatasi semuanya. Kita hanya perlu berada disampingnya sebagai pendukung. Tanpa ikut campur tangan."

"Mereka, melibatkan perasaan Kayla.."lirih Malvin pelan.

"Jangan berpikir terlalu jauh. Bukankah anak-anak kita sangat tangguh?" Embun berpaling menatap wajah suaminya.

"Apa kau ingat suamiku? Saat dulu mereka masih remaja, mereka saling bekerja sama membantumu dibalik layar dan beraksi bak pahlawan aksi di televisi."

Embun terkekeh. Malvin juga ikut tersenyum.

"Ini bukan berarti aku mendukung mereka terlibat dalam bahaya."

"Aku mengerti maksudmu.." Senyum Malvin dengan wajah yang kini jauh lebih baik. Tak setegang dan sekawatir sebelumnya.

"Biasanya kau yang paling bisa berpikir jernih. Tapi jika sudah menyangkut perasaan anak-anakmu kau berubah."

"Tentu saja! Mereka hartaku yang berharga."

Malvin memeluk tubuh istrinya dengan hangat, dan mengecup punca kepala. Mata Malvin kembali melihat sejoli di ujung pandangannya.

"Apa yang terjadi Gara? Kau masih belum menjawabku? Daddy tak mungkin tiba-tiba menentang tanpa sebab."

Gara mengulas senyum tipis.

"Aku mencintaimu Kay."

"Itu bukan jawaban."

"Aku lakukan ini untuk melindungimu."

"Apa yang kau lakukan?"

"Kau harus melawanku." Mata Gara kembali terpancak pada genggaman tangan Kay dimana disana ada barang memberiannya.

"Jangan ragu."

Gara mengecup kening Kayla, perlahan Gara berjalan mundur, dengan senyum tipis yang damai diwajah dinginnya. Pelan-pelan tangannya terlepas dari jari-jemari Kayla yang menatapnya dengan pengharapan. Hingga pria itu menghilang dari pandangan, Kay masih belum mendapat jawaban.

Dari balkon kamar Catty melirik dengan sinis.

"Cih!"

Catty pun kembali masuk ke dalam kamarnya.

****

####

Keesokan paginya, Catty datang lebih awal dikantor Malvin dengan membawa beberapa barang yang mendukung kerjanya di lapangan. Catty memasuki lift yang kebetulan hanya ada Ken disana.

Catty tersenyum kecil. Catty menekan tombol lantai yang dia tuju. pintu lift menutup. Keduanya hanya diam dalam benda kotak yang bergerak naik itu.

Ken melirik Catty, gadis itu memakai seragam sekolah dengan rambut yang di ikat tinggi namun sembarang, hingga menampakkan leher jenjangnya dengan sedikit helaian rambut yang tak ikut terikat.

Ken menelan ludahnya. Jakunnya tuurun naik dengan susah.

GLLUUUKK!

Caty mendengar suara air ludah Ken menoleh. Menatap aneh pada pria dewasa disampingnya.

"Apa?"

"Tidak ada." Catty kembali melihat lurus ke depan.

Mata Ken kembali melirik Catty menelanjangi kulit wajah Catty. Melihat pada lentiknya bulu mata gadis itu, hidung bangir yang berkilauan tertimpa cahaya.

Pandangan mata Ken kembali jatuh pada bibir ranum Caty yang tanpa polesan, namun terlihat basah menggoda. Jakun Ken kembali turun naik, menelan ludahnya dengan susah.

Netranya menyusuri leher jenjang Catty, helai-helaian rambutnya yang berantakan disekitar tengkuknya kembali membuat Ken menelan ludah.

"*Kenan! Kendalikan dirimu! Kau pasti sudah gila!"

"Dia bocah yang ikut kau besarkan! Bagaimana bisa matamu menelanjanginya dengan begitu mendetail. Ruangan ini panas sekali. Aku harus segera keluar dari sini*."

Ken melonggarkan dasinya dengan perasaan marah, tentu pada dirinya sendiri.

Pintu lift terbuka, gegas Ken melangkah keluar. Caty menatap heran pada Ken, itu bukan lantai yang pria itu tuju. Beberapa orang terlihat memasuki ruang lift.

"Om! Kau salah jalan! Ini bukan lantaimu!"

"Aneh!"

___^_^____

Readers, Kasih semangat donk, biar Othor up terus setiap hari.

like dan komen ya

Terima kasih.

Salam___

😊

1
Ratna Fika Ajah
Luar biasa
Seven8
di kira babi ngepet atau manusia serigala
sri afrilinda
Luar biasa
Felycia R. Fernandez
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Felycia R. Fernandez
kereeeeeen 👍👍👍👍
Felycia R. Fernandez
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Felycia R. Fernandez
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
ngakak aku nya kk thor
martina melati
rumput x... yg mkn daun itu jerapah
martina melati
waduh... koq dsamain dg tikus sih...
martina melati
hahaha... mau ngintip tp ketara bingit
Sihono Sihombing
Luar biasa
dr_
cape aku ketawa ya allah
Calon Makmum
Luar biasa
Danie a: makasih🥰
total 1 replies
Salwa Antya
lanjutkan misimu Kay...sepak si Donal bebek alias Daniel itu
Salwa Antya
waduh ternyata ...mas cantik
Salwa Antya
ada ulet bulu...
Salwa Antya
biar tau rasa si daniel
Salwa Antya
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Salwa Antya
Ken Ken kena kau/Curse/
Salwa Antya
lanjut kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!