NovelToon NovelToon
Pesona Si Gadis Culun

Pesona Si Gadis Culun

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Patahhati / Balas Dendam / Mengubah Takdir / Cerai / Penyesalan Suami / Chicklit / Tamat
Popularitas:1.8M
Nilai: 5
Nama Author: poppy susan

Kanaya Cempaka, seorang gadis yang sering menjadi target buli dan selalu dihina parasnya yang tidak cantik, culun, hitam, penuh jerawat dan jangan lupa kacamata tebal yang dipakainya menambah kesan kejelekan Kanaya yang hakiki.

Jonathan Dharsono, pria tampan yang sangat membenci Kanaya. Hampir setiap hari Jonathan menghina dan membuli Kanaya dengan kejamnya.

Akibat hinaan dan bullyan yang diterima Kanaya, membuat Kanaya bertekad untuk merubah takdirnya dengan cara merubah penampilannya.

Bagaimanakah reaksi Jonathan saat bertemu kembali dengan Kanaya yang sudah berubah menjadi sangat cantik?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon poppy susan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ulang Tahun Jonathan

🍁

🍁

🍁

🍁

🍁

Pagi ini Kanaya dikejutkan dengan kedatangan Rama.

"Assalamualaikum."

"Waalaikumsalam."

"Tuan Rama."

"Pagi semuanya, maaf sudah mengganggu pagi-pagi," seru Rama.

"Tidak kok Tuan, mari silakan duduk kita sarapan bersama," sahut Sopandi dengan mengajak Rama untuk duduk.

"Tidak usah, jadi merepotkan."

"Tidak merepotkan kok Tuan, ayo ikut sarapan bersama kita. Kanayanya masih di kamar belum turun, tapi sebentar lagi juga turun kok," seru Wati.

Benar saja, Kanaya, Gina, dan Sisi menuruni anak tangga bersamaan. Sisi langsung berlari dan antusias setelah melihat ada Rama disitu.

"Wah ada Pak Rama, pasti mau anterin Sisi sekolah ya?" seru Sisi antusias.

"Hus jangan sembarangan Sisi," sahut Wati.

"Lah terus Pak Rama ada apa pagi-pagi kesini?"

"Ya mau jemput Kanayalah, memang mau jemput siapa lagi iya kan Pak Rama?" goda Wati.

Rama hanya tersenyum canggung...

"Loh, A Rama."

"Hai Nay!"

"Ada apa, pagi-pagi tumben sudah kesini? apa ada perlu sama Mamang?" tanya Kanaya.

"Ya Alloh Aya, kamu itu polos banget sih Tuan Rama itu ke sini sudah jelas-jelas mau jemput kamu atuh," sahut Sopandi.

"Hah..jemput aku?" seru Kanaya dengan menunjuk wajahnya sendiri.

"Sudah kamu duduk dan ambilkan nasi goreng itu untuk Pak Rama," seru Wati.

Kanaya pun menurut dan mengambilkan nasi goreng untuk Rama, Rama sangat bahagia dengan perlakuan Kanaya.

"Makan yang banyak A."

"Siap."

Gina terlihat senyum-senyum sendiri melihat Kanaya dengan Rama, Gina sudah pastikan kalau merek berdua sudah jadian dan Gina ikut bahagia atas kebahagiaan sahabatnya itu.

Dari dulu Kanaya begitu sangat menderita dengan banyaknya penghinaan yang dia terima tapi sekarang coba lihat apa balasan untuk Kanaya, Kanaya sangat beruntung dicintai pria tampan dan juga kaya raya.

Setelah selesai sarapan, semuanya pun berangkat kerja. Gina awalnya menolak untuk ikut mobil Rama karena takut mengganggu mereka berdua tapi Kanaya memaksanya untuk ikut ke dalam mobil Rama juga.

"Nay, aku bahagia sekali akhirnya kamu mau menerimaku."

Kanaya hanya tersenyum begitu pun dengan Gina yang ikut tersenyum.

"Nay, nanti pulang kerja temani aku ke Mall ya."

"Mau ngapain?"

"Aku mau cari hadiah buat Jo, soalnya minggu depan Jo ulang tahun."

"Oke...."

Kanaya memang akan berusaha membuat Rama bahagia, sebagai pembalasan karena selama ini Rama sudah baik kepadanya. Rama adalah pria yang sangat baik dan Kanaya sudah berjanji dalam hatinya, walaupun Kanaya belum bisa membalas cinta Rama tapi Kanaya akan berusaha membuat Rama bahagia.

Sesampainya di pabrik, semua mata karyawan dibuat melotot karena perlakuan romantis Rama yang membukakan pintu mobil untuk Kanaya. Kanaya sudah tidak sungkan-sungkan lagi, justru Kanaya senang kalau semuanya tahu berarti tidak akan ada yang berni lagi kepadanya.

"Gila, kok Pak Rama bisa melakukan itu sama si Kanaya? apa jangan-jangan mereka sudah jadian lagi," kesal Puri.

"Bisa jadi, soalnya kalau dilihat dari perlakuan Pak Rama kepada Kanaya sudah sangat jelas kalau mereka berpacaran," sahut Susi.

"Sial, beruntung banget sih si Kanaya kalau dia pacaran sama Bos sudah dipastikan dia semakin sombong saja."

Kanaya berjalan beriringan dengan Rama sembari diselingi tawa-tawa kecil dari keduanya membuat semua karyawan tambah iri melihat pasangan baru itu.

"Oke, kalau begitu aku ke tempat kerja aku dulu," seru Rama.

"Iya."

Rama tersenyum kepada Kanaya begitu pun sebaliknya, terlihat sekali aura yang baru pacaran sangat bahagia.

Kanaya duduk di meja kerjanya, Kanaya mengingat ucapan Rama saat di mobil tadi.

"Jadi minggu depan Kak Jo ulang tahun? bagus ini kesempatan aku untuk membuat dia sedikit demi sedikit merasakan sakitnya," batin Kanaya dengan senyumannya.

Sementara itu di perusahaan baru milik Jonathan, dia terlihat sangat bahagia karena tadi malam Kanaya mau menerima buket bunga yang dia bawa walaupun masih ada judes-judesnya tapi itu tidak apa-apa yang penting Kanaya sudah memaafkannya.

"Minggu depan, di acara ulang tahunku aku akan menyatakan cintaku lagi kepada Kanaya semoga saja Kanaya mau menerimaku," gumamnya dengan senyuman yang mengembang.

Selama bertahun-tahun lamanya, Jonathan baru merasakan betapa bahagianya dia. Baru bunganya yang diterima saja sudah membuat Jonathan bahagia, apalagi kalau Kanaya menerima cintanya bisa jungkir balik tuh Jonathan.

Waktu pulang pun tiba...

Seperti janjinya tadi pagi, saat ini Kanaya mau mengantar Rama ke Mall untuk membeli sebuah kado untuk Jonathan. Gina memilih pulang naik bus karena Gina tidak mungkin ikut bersama Kanaya dan Rama bisa-bisa dia menjadi obat nyamuk melihat mereka pacaran.

Sesampainya di Mall, Rama kembali membukakan pintu mobil untuk Kanaya. Rama menggandeng tangan Kanaya dan tidak ada penolakan dari Kanaya.

"Enaknya beli kado apa ya buat Jo?" tanya Rama.

"Terserah, aku ga tahu kesukaannya apa?"

"Dia sih suka bola tapi masa iya aku belikan bola buat kado ulang tahunnya."

Kanaya tertawa mendengar ucapan Rama. "Bagaimana kalau Aa belikan dia sepatu saja, tapi jangan sepatu bola sepatu kate biasa saja soalnya aku lihat dia suka sekali pakai sepatu kate gitu," seru Kanaya.

"Iyakah? kok aku ga tahu, malah kamu yang lebih tahu? aku cemburu loh Nay."

"Apaan sih A, aku hanya kebetulan saja setiap bertemu dia ternyata dia suka pakai sepatu kate jadi aku usulin aja kasih sepatu buat dia."

"Oh kirain kamu---"

"Kirain apa?"

Rama tertawa dan merangkul pundak Kanaya masuk ke sebuah toko sepatu tertama, Rama sangat senang sudah menggoda Kanaya.

***

Satu minggu kemudian...

Malam ini adalah malam dimana ulang tahun Jonathan akan diselenggarakan. Jonathan menyewa sebuah hotel untuk acara ulang tahunnya, Jonathan pun mengundang semua teman SMAnya dulu.

Kanaya datang bersama Rama dan Gina, Kanaya tampil sangat cantik dengan gaun panjangnya dan rambutnya dibuat digerai dengan indahnya, begitu pun dengan Gina yang sama cantiknya.

Kanaya memasuki hotel dengan merangkul lengan Rama, banyak teman SMAnya dulu yang menatap takjub kepada Kanaya tapi Kanaya seolah tidak kenal dan memilih mengacuhkan tatapan teman-temannya itu.

"Wah, rame banget," seru Gina.

"Iya, yang ulang tahunnya pun mana ga kelihatan?" sahut Rama.

"Ya sudah nanti sajalah ucapinnya, soalnya sekarang lagi rame tuh," seru Kanaya.

Ketiganya maju agak ke depan dan sekarang baru kelihatan kalau Jonathan sudah berada diatas panggung hanya bersama Papanya karena Mamanya sudah meninggal beberapa tahun yang lalu.

"Nay, aku ke toilet dulu ya," seru Rama.

"Iya, jangan lama."

Rama pun pergi meninggalkan kedua gadis cantik itu, tidak lama kemudian acaranya pun dimulai. Menyanyikan selamat ulang tahun dan terakhir potong kue sudah Jonathan lakukan.

"Oh iya, Mas Jo potongan kue yang spesialnya buat siapa nih? soalnya kami semua sangat penasaran dengan sosok wanita seperti apa yang akhirnya bisa meluluhkan hati Mas Jo yang tampan ini," seru pembawa acara.

"Hmm...wanita itu malam ini memang ada disini dan kue spesial ini untuknya," sahut Jonathan.

"Huawaaa...kami jadi semakin penasaran, coba Mas Jo panggil wanita beruntung itu biar kami tahu siapa wanita yang sudah bisa mendapatkan hati Mas Jo."

Tatapan Jo lurus ke arah Kanaya, Jo tidak tahu kalau Kanaya sudah jadian dengan Rama karena seminggu ini Rama dan Jo sama-sama sangat sibuk jadi tidak bertemu.

"Wanita itu adalah Kanaya," seru Jonathan dengan menunjuk kepada Kanaya.

Semua orang langsung menoleh ke arah Kanaya, sedangkan Kanaya dan Gina hanya bisa melongo dengan ucapan Jonathan. Kanaya tidak menyangka kalau Jonathan akan mengatakan itu di hadapan semua orang.

"Wow, untuk wanita yang bernama Kanaya tolong maju dan naik ke atas panggung," seru pembawa acara.

Kanaya saling pandang dengan Gina, dan Gina terlihat mengangkat bahunya. Rama pun belum kembali juga dari toilet entah apa yang sedang dilakukan Rama.

"Naik...naik..."

Teriakan tamu undangan menggema menyuruh Kanaya naik ke atas panggung. Kanaya yang sedang merencanakan sesuatu, akhirnya malangkahkan kakinya menghampiri Jonathan di atas panggung.

Tentu saja Jonathan sangat bahagia, kini Kanaya sudah berada di atas panggung dan bersamaan dengan Rama yang baru saja kembali dari toilet.

"Loh, kok Kanaya ada di atas panggung?" tanya Rama.

Gina hanya tersenyum sembari mengangkat bahunya. Rama kembali fokus menatap kekasihnya yang saat ini berada di atas panggung.

"Kanaya, ini kue spesial aku berikan untukmu," seru Jonathan.

Semua tamu undangan terdengar tepuk tangan dengan sorak-sorainya, Kanaya perlahan menerima kue itu dan Jonathan mengambil buket bunga yang sudah dia persiapkan sebelumnya.

Jonathan berlutut di hadapan Kanaya, membuat Kanaya sedikit kaget begitu pun dengan Rama yang mulai dibakar api cemburu tapi Rama tidak langsung menghampiri kekasihnya itu, dia ingin melihat apa yang akan Kanaya lakukan kalau Jonathan menyatakan cintanya.

"Kanaya, aku tahu kesalahanku di masalalu sudah sangat keterlaluan dan tidak termaafkan tapi aku tulus meminta maaf kepadamu dan di malam ini aku ingin mengatakan kalau aku mulai menyukaimu dan aku ingin kamu menjadi kekasihku," seru Jonathan.

Lagi-lagi tepuk tangan dan sorak-sorai dari tamu undangan menggema, Papa Jonathan pun terlihat tersenyum dengan apa yang dilakukan oleh puteranya itu.

"Enak saja, saat aku jelek kamu menghinaku dengan kejamnya tapi disaat aku sudah cantik, kamu mengaku menyukaiku sudah ketahuan sekali kalau kamu hanya melihat fisikku saja," batin Kanaya dengan senyuman sinisnya.

"Bagaimana Kanaya, apa kamu mau jadi kekasihku?" seru Jonathan.

"Aku tidak tahu maksud dari kamu menyatakan cintamu padaku, tapi disini aku tahu siapa kamu sebenarnya. Dulu, saat wajahku jelek kamu menghinaku tanpa perasaan sekarang setelah wajahku menjadi cantik, kamu menyatakan cintamu padaku dari sini aku tahu kalau kamu melihat wanita hanya dari fisiknya saja tapi maaf untuk saat ini ada pria yang sudah mengisi hatiku, pria yang tulus dan sangat baik dan tidak melihat aku dari segi apa pun," sahut Kanaya.

Kanaya menoleh ke arah Rama dan melambaikan tangannya, perlahan Rama menghampiri Kanaya dan Kanaya langsung merangkul lengan Rama dengan manjanya membuat Jonathan terkejut dan hanya bisa terdiam.

"Selamat ulang tahun Bro, aku ga nyangka kalau kamu juga menyukai Kanaya tapi sayang kamu kalah cepat karena sekarang Kanaya sudah menjadi milikku," seru Rama.

"A, kita pulang sudah malam takutnya Mamang dan Bibi khawatir," ajak Kanaya.

"Oke...sekali lagi selamat ulang tahun," seru Rama dengan menepuk pundak Jonathan.

Kanaya dan Rama pun turun dari panggung dan melangkahkan kakinya meninggalkan Jonathan yang saat ini hanya bisa terdiam melihat kepergian keduanya dengan hati yang sangat hancur.

🍁

🍁

🍁

🍁

🍁

Jangan lupa

like

gift

vote n

komen

TERIMA KASIH

LOVE YOU

1
kalea rizuky
jo kok. goblok males q
Irfan Dani
kalo sama Rama... rasanya flat aja... kurang tantangan hehehe
Irfan Dani
ini kan perawatan ya bukan operasi plastik... seharusnya perubahan Kanaya yg lebih cantik sdh terlihat perlahan... g instan dlm semalam lagsg berubah... menurutku gt sih hehehe
lily
kenapa aku kasian ke zira,,, dia cinta banget sama Jo , setlh mengejar sekian taun akhirnya terbalaskan tapi cuma krna Jo kasian ,,
lily
apa mungkin semua foto ayahnya alias foto Rama di rumh itu ditaro digudang ?
lily
gak bisa bayangin gmna hancurnya,,,
lily
orang naik knpa cpet meninggal 😫
lily
selamat ya Kanaya,,, anaknya twin nggak yah?
lily
Jo mau ngapain
lily
brrti hidungnya mancung, bulu mata sudah lentik dll trus Kanaya nadanya tinggi juga
lily
wajar sih Kanaya trauma la gmna nggak trauma , dmna dmna di buly terus
lily
untuk pendiskripsian Kanaya menrtku cocok sih krna jngankan untuk beli parfum make up aplgi produk untuk perawatan , hari ini sudah makan aja bersyukur banget
andaikan ibunya Kanaya tau ramuan herbal misal daun beluntas untuk ngilangin bau bdan setidaknya gak parah - parah amat , biasanya di desa ada tanaman itu
lily
pengalaman prtma pernh di fitnah pas masih SMA kelas XII jga, bedanya gak separah Kanaya dan waktu itu temen - temen sekelas bnyak yg percaya sama aku
lily
terlalu ngebully nya ,, haish aku mana bisa digituin 😫
Sri Tati
Luar biasa
Patrick Khan
.kasian arka😞
Lila Susanti: bukannya ada foto pernikahan rama, masa ga kenal muka ayhnya
total 1 replies
Patrick Khan
iku mewek😫
Patrick Khan
.ramaaaaaaa 😩😩
Patrick Khan
.1 tamparan kok q gk puas ya..boleh q bogem aja si jo itu🤬😤
Patrick Khan
mampir kak
Patrick Khan: .udah q flbc kak..heheh.maaf ka.seru baca dr td..gk liat ada notif😁🙏🙏
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!