NovelToon NovelToon
Gita Senja Geetruida

Gita Senja Geetruida

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Poligami / Romantis / Patahhati
Popularitas:50.3k
Nilai: 5
Nama Author: Nana Laviestbelle

Ini bukan dongeng kekinian tentang seorang CEO tampan, melainkan kisah jadul seorang noni Belanda yang seandainya bisa memilih, ia ingin jadi seseorang yang tidak menarik saja.
Kecantikan telah membuat Geetruida sejak belia terbiasa mengabaikan kebahagiaannya sendiri dengan berbagi kehangatan kemudian berpindah peluk lelaki satu ke lelaki lainnya, sehingga ia harus mengubur impiannya sendiri.
Untuk segala sesuatu ada masa dan tempatnya sendiri, sementara waktu tidak selamanya menjadi obat yang ampuh untuk menyembuhkan luka, sebab itu Geetruida tergelitik membagikan sesuatu yang bisa dikatakan aib kedalam sebuah kisah yang mana tokoh utamanya adalah kamuflase dirinya sendiri demi melegakan rasa yang membuatnya sulit untuk bahagia.
Di usia yang tidak lagi muda, Geetruida menggapai harapan masa kecilnya satu per satu dan kemudian bertemu cinta pertamanya, akankah Geetruida bahagia atau justru ratap tangis yang akan mengiringi senjanya?

-Selamat membaca, jangan lupa dukungannya😘-

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nana Laviestbelle, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kerjasama Rubah dan Serigala 1

Ok, Sumi dan Yati ... enak mana jika dibandingkan dengan Monic?" tanya Ryujo sambil tersenyum dan menaik-naikkan kedua alisnya.

"Apa maksudmu?"

"Ah ... aku hanya bertanya saja, barangkali kamu bisa merekomendasikan barang bagus untukku. Kamu tahu kan, aku cukup selektif bermain-main dengan wanita?" Aku suka perempuan yang cantik, mulus, bersih terawat dan berkelas. Aku anti meniduri wanita yang sudah ratusan atau bahkan ribuan kali ditiduri oleh serdadu atau orang awam kelas pinggiran apalagi yang sudah tua. Jadi aku tidak akan menyemburkan laharku pada sembarangan perempuan seperti kamu yang pembantu saja kamu embat."

"Hehe, yang pentingkan kebutuhan kita tersalurkan dan wanita itu mau mengikuti fantasi kita serta mengerti bagaimana membuat kita melayang."

"Iya, aku tahu itu. Apa kamu pikir aku tertarik dengan Monic-mu itu?"

"Ah, maaf ... maafkan aku, Ryujo. Tadi sepintas memang aku sempat menduga kamu berminat dan ingin mencoba tidur dengan Monic, hehe."

"Lho, kalau kamu tidak keberatan, aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan itu."

"Hei, Monic itu wanitaku, milikku."

"Ck, astaga Isaooo. Aku hanya bercanda, kamu tidak percaya denganku?"

"Ah, maaf. Aku lupa kalau kamu orang yang suka memancing di air keruh. Baiklah aku tahu, kamu tidak akan tertarik pada Monic. Oh iya, kamu sungguh tidak mau mencoba bersenang-senang dengan Sumi atau Yati?"

"Ck, pembantumu itu?"

"Tidak apa-apa buat hiburan dari pada pedangmu karatan menunggu wanita yang sesuai kriteriamu?"

"Nantilah, aku pikir-pikir dulu."

"Kamu menginap lagi aja di rumahku biar bisa mencoba sensasinya nanti malam. Aku jamin barangnya lumayan bagus karena hanya beberapa orang yang pernah memakai."

"Hanya beberapa itu berapa tepatnya? Bukannya teman atau tamu yang pernah menginap dirumahmu, semua sudah pernah merasakan layanan mereka?"

"Iyaaa, tapi kan ... mereka masih muda, segar, bersih dan cukup terawat ditambah lagi aku sendiri yang mengajari bagaimana memberi servis yang baik."

'Aih, kenapa tidak sekalian kau tawarkan saja Monic-mu itu Isao? Yang jelas-jelas kusukai luar dalam,' batin Ryujo.

"Hm ... baiklah, nanti malam aku akan menginap di rumahmu lagi. Tapi tidak perlu kau tawarkan Sumi atau Yati untuk menemaniku. Kamu pikirkan saja bagaimana membuat Monic terlelap agar kau bebas bereksperimen dengan pembantumu itu."

"Wah ... kamu memang teman terbaikku Ryujo. Oh iya, bagaimana kalau kita bekerjasama?"

"Noni Belanda itu? Kamu mau aku membantumu membalas dendam pada gadis itu?"

"Iya."

"Hm, masalahnya apa?"

"Kali ini aku kebagian mengurus kerjaan yang tidak mengharuskanku ke mana-mana. Aku, aku tidak bisa beralasan ada kerjaan di luar kota jika ... ah, kamu pasti tahu maksudku."

"Ya ... ya, aku paham. Memangnya mencuri waktu di jam kerja tidak bisa ya?"

"Bukan tidak bisa, tapi tidak puas. Setidaknya kita pakai dari semalam suntuk, baru setimpal dengan bayarannya."

"Memang mami Irene pasang harga berapa?"

"1.000 gulden dan 100.000 gulden untuk memiliki selamanya. Monic yang menentukan."

"Wuih, apa tidak kemahalan?"

"Tidak ada istilah mahal jika itu bisa memuaskan kita. Lagi pula, Monic berjanji akan memberiku 200 gulden jika aku berhasil mendapatkan pembeli gadis itu."

"Jadi kamu seperti calo, padahal kamu sendiri yang beli."

"Benar, haha."

"Baiklah, jadi kerjasamanya kita dalam hal apa dulu, nih?"

"Kamu membantuku mengatur kondisi supaya aman dan sebagai imbalannya, kamu bisa meniduri gadis itu jika aku sudah puas bermain-main dengannya."

"Hm ... ok."

"Tapi jangan sampai Monic dan Irene tau ya, Ryujo."

"Amaaan. Hm, jadi begini saja, Isao ... baiklah aku akan membantumu. Pertama, aku sendiri yang akan bilang sama Monic kalau aku ada tugas untukmu di luar kota, jadi kamu harus ikut denganku."

"Ok, itu yang kumau."

"Kedua, aku akan berpura-pura menebus noni itu untuk pimpinanku agar mudah membawanya keluar dari Ianjo, sebab kalau kamu langsung datang ke mami Irene atau kamu yang bilang kamu menebusnya untuk atasanmu, lalu Monic mengecek dan ia tahu kamu berbohong, habis kamu."

"Wah, iya juga Ryujo. Lanjut apa rencana ketiga?"

"Yang ketiga, untuk menghindari kecurigaan mami Irene, kamu jangan meniduri gadis itu di ianjo atau di kota ini."

"Jadi aku harus membawanya keluar kota?"

"Benar. Aku sudah berencana membawa gadis itu untuk bosku, nah ... kamu pergi saja ke villa milik tuan Takeshi di puncak, nanti aku mengurusnya untukmu. Tapi kamu janji, harus tepat waktu. Misalnya kamu menginap di sana selama 2 malam, maka jangan dulu pulang sebelum atau lebih dari 2 malam itu. Nanti Monic curiga. Jadi nanti demi menjaga privasimu, aku hanya mengantar kalian sampai villa saja dan tidak ikut menginap. Nanti aku pikirkan lagi dimana tempat yang tepat yang sekiranya tidak akan ketemu Monic, sebab kalau aku berada di tempat yang mungkin akan ketemu Monic, pasti dia akan menanyakan keberadaanmu dan dia akan curiga jika kita sebenarnya tidak ada pekerjaan apapun jika kamu tidak bersamaku.

"Wah ... benar juga, Ryujo. Kamu memang cerdas. Eh, aku harus bayar berapa atas bantuan dan ide cemerlangmu itu termasuk sewa villa milik tuan Takeshi-mu itu?"

"Ya ampun, Isaooo. Persahabatan kita diatas segala-galanya. Masa iya, aku hitung-hitungan sama kamu, hm? Dah, anggap impas saja. Walaupun aku tertarik dengan noni Belanda yang pemberani itu, tapi demi kamu yang ingin memuaskan dendammu pada gadis itu, aku mengalah. Gak apa-apa memakai bekasmu," jawab Ryujo sambil tersenyum tipis.

"Dan ... ini tidak kalah penting, Ryujo karena kamu tahu kalau keuanganku sangat diatur oleh Monic, uang 1.000 gulden yang akan kukeluarkan itu nanti tentu akan membuatnya curiga."

"Lalu apa rencanamu, aku pura-pura pinjam uangmu 1.000 gulden?

"Bisa juga, tapi nanti bantu aku mencari pria royal yang mau membayar mahal meskipun noni itu sudah kita pakai. Buat melunasi 'hutang'mu itu, haha."

"Ok, tidak masalah. Tidak perlu repot mencari kemana-mana, gilirkan saja ke teman-teman kita. Noni Belanda sudah terkenal cantik dan memang bertarif mahal, berbanding terbalik dengan harga standart wanita ianjo yang memang pantas untuk kelas bawah, sementara noni itu kan masih fresh karena baru kamu dan aku yang memakai, miliknya tentu masih sangat ketat pasti akan menambah nilai jualnya."

"Nah, syukurlah kita sepikiran."

"Tentu. Untuk noni Belanda yang masih fresh, biasanya Irene memasang tarif 250 gulden per malam. Tapi untuk harga segitu, teman-teman kita pasti akan banyak pertimbangan membayar. Bagaimana kalau kita turunkan saja tarifnya menjadi 75 gulden per malam. Tidak apa-apa agak lama balik modal tapi pembelinya sudah pasti ada dan siap mengantri," ujar Ryujo mengemukakan ide-nya.

"Ok, deal?"

"Deal!" Keduanya berjabat tangan.

"Kapan kita mulai beraksi, agar Monic bisa secepatnya membawa noni itu kepada Irene?"

"Hm ... bagaimana kalau besok saja. Pinggangmu sudah pulih, kan? Kuat bergoyang 2 hari, 2 malam?" goda Ryujo yang memang ingin segera menikmati tubuh Monic lagi.

"Haha, tentu. Apalagi kalau lawannya masih hijau, pastilaaah. Ya sudah, nanti kita ketemu dengan Irene, ya."

"Ok."

1
Putri Minwa
awal cerita yang menarik ya say
Putri Minwa
hai thor kk putri mampir ya
Ika Ika
Mudah banget buat aku jatuh hati novel nya.
meylani p
keren
👑Nara 👩‍❤️‍💋‍👨 Hansen👑
nama MC nya bagus dan unik... sukses selalu kak naa
delete account
ayo Gita semangat jangan menyerah walau menyerah yah bagaimana ya?
delete account
nah gimana tuh ingatan siapa yang ingatan?
delete account
aksi ditawari itu
delete account
kenapa dia berbohong kepada nya kasihan
anonymous
Wahh keren ternyata ceritanya tentang kisah jadul Noni Belanda, sok atuh author lanjutkan bakat mu
༺❥ⁿᵃᵃ​ꨄ۵​᭄
asiik ketemu kenalan lama
༺❥ⁿᵃᵃ​ꨄ۵​᭄
ceritanya menarik semngat teruss thorr berkarya nya ditunggu kelanjutan ceritanya
༺❥ⁿᵃᵃ​ꨄ۵​᭄
mampir kak salken dri kalsel
ᴷᴮ⃝🍓𝓓ͥ𝓪ͫ𝓷ͦ𝓲ͤ𝓪ͭᵇᵃˢᵉՇͫɧͧeᷡeͤՐͤՏꙷ
Semangat nel ditunggu karya" terbaikmu
.
𝒍𝒖𝒂𝒓 𝒃𝒊𝒂𝒔𝒂
❤️⃟Wᵃf🍾⃝ ͩMᷞᴇͧᴍᷡᴀͣˢ⍣⃟『⃟𝐉༄⃞⃟⚡
alur cerita na udah menarik ini
mau next bab aja lah
semoga gettruida bahagia gak sedih
ending gak suka yg sedih" soal na
nanti bikin mewek 🙏🤭
🥀⃞B⃟c Qҽízα ₳Ɽ..k⃟K⃠✰͜͡W⃠
menceritakan kisah hidup dimasa lalu sebenernya sangat sulit, karna disana ada suatu kejadian atopun peristiwa yg mungkin akan jadi beban... tp salut sama Geetruida dia dengan senang hati mencurahkan kisah hidupnya menjadi sebuah cerita...

semangat kk,, sukses selalu💪💪💪
🥀⃞B⃟c Qҽízα ₳Ɽ..k⃟K⃠✰͜͡W⃠
ish Geetruida kenapa g jujur aja sih, biar jelas gitu.. kan kasihani mangata.
🥀⃞B⃟c Qҽízα ₳Ɽ..k⃟K⃠✰͜͡W⃠
jadi penasaran sama kehidupan Geetruida sekarang..kenpa dia bisa nikah sama kk iparnya
🥀⃞B⃟c Qҽízα ₳Ɽ..k⃟K⃠✰͜͡W⃠
kira kira kabar baik apa y.. jadi penasaran deh 🤔🤔🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!