Mendapat beasiswa di sekolah populer yang isinya anak-anak orang kaya membuat Kika menyembunyikan identitas aslinya.
Tapi Kika tidak menyangka kebohongannya justru membuat dirinya terjerat dengan 2 cowok terpopuler di sekolah barunya.
Siapa kira-kira mereka? Dan siapa yang Kika pilih menjadi Perfect Boyfriend-nya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DHEVIS JUWITA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Jantung Berdendang
Pada akhirnya Red dan Ed kembali disidang dan semua sepakat jika kedua pemuda itu harus bersaing dengan adil dan biarlah Kika yang memutuskan.
Baru kali ini keluarga itu mengurusi hal percintaan anggota keluarga mereka.
“Untung kalian dulu tidak pernah ribut untuk urusan wanita!“ ucap Arse pada anak keempatnya.
Naku memutar bola matanya malas. “Daddy saja tidak tahu saat kami semua jatuh cinta! Apalagi saat Dewa jatuh cinta pada Zoya, kami semua yang repot!“
Di taman mansion Red berbicara pada ketiga saudaranya karena pemuda itu meminta bantuan pada mereka.
“Pink dan Green, tugas kalian mencari tahu apa-apa saja yang disukai Kika!“ perintah Red pada kedua adik perempuannya. Lalu dia berpindah pada Black. “Tugasmu mengawasi Ed dan Kika saat mereka menjadi panitia pensi!“
Ketiganya terkekeh bersama karena playboy cap kadal buntung itu kali ini tidak bisa menaklukkan anak perempuan.
“Aku jadi penasaran dengan yang namanya, Kika!“ ucap Black yang ketinggalan berita. “Apa dia secantik itu?“
“Gak terlalu cantik tapi manis anaknya, jadi gak bosenin gitu!“ sahut Pink yang kecantikannya tidak mau tersaingi.
“Kalau sama mantan-mantan kak Red, cantikan siapa?“ tanya Black semakin penasaran.
“Yang jelas mereka semua tidak ada yang jago memanah sepertiku!“ timpal Green menyombongkan diri.
“Kau kan cewek Tarzan, kerjaanmu bermain dengan Paul di hutan!“ sahut Black mencibir. “Oh iya, aku rasa Paul akhir-akhir ini agak berbeda, dia lebih galak. Apa Paul minta kawin?“
“Paul sudah tua, masak masih ingin kawin?“
Mendengar ketiga saudaranya justru membahas Paul membuat Red jadi geram. Dia memasang chipnya untuk terhubung dengan Veronica.
“Veronica, perintahkan robot yang ada di Lab untuk menghancurkan kamar ketiga saudaraku!“ ucap Red menyeringai.
“Alat make up ku!“
“Gitarku!“
“Piala-piala ku!“
Ketiga saudara Red mengejar pemuda itu untuk membatalkan perintahnya pada Veronica.
Hal itu disaksikan oleh Ed dari kejauhan yang membuatnya sangat iri. Dia selama ini hanya sendirian tidak mempunyai saudara seperti sepupunya yang lain. Jika daddy dan mommy nya sibuk yang dia lakukan ya seperti sekarang menginap di mansion Opanya.
“Kau sudah memiliki semuanya Red, kali ini biarkan Kika jadi pacarku!“ gumamnya dalam hati.
Keesokan harinya, Ed menjemput sekolah Kika sebelum Red menjemput gadis itu. Tentu saja hal itu membuat Kika kaget karena Ed yang tahu rumahnya, lagi-lagi dia merasa malu.
“Ayo, Kika!“ ucap Ed yang sudah berdiri membuka pintu mobilnya.
Tetangga Kika mulai keluar dan berbisik membicarakan Kika yang dijemput cowok berbeda. Bahkan kali ini memakai mobil mewah.
Kika segera masuk mobil Ed karena ingin cepat menjauh dari komplek rumahnya.
“Ed, kau tidak perlu lagi menjemputku!“ ucap Kika saat dalam perjalanan.
“Kenapa? kau ingin yang menjemputmu adalah Red?“ tanya Ed gusar.
“Bukan begitu juga!“ sahut Kika yang langsung teringat Red saat Ed menyebut namanya. “Aku akan menghubungi Red dulu!“
“Tidak usah, aku sudah memberitahunya!“ sela Ed dengan cepat.
“Benarkah? Apa dia baik-baik saja?“ tanya Kika yang tahu peringai Red seperti apa.
“Kau takut Red marah?“ tanya Ed balik. “Apa kau menyukai dia, Kika?“
Kika langsung terdiam karena bingung kenapa Ed menanyakan hal itu. Andaikan dia tahu jika Kika sudah meminta putus beberapa kali.
“Apa hal seperti itu penting bagimu?“ tanya Kika kemudian.
Ed menghentikan mobilnya di pinggir jalan lalu menatap Kika di sana. Pemuda itu memberanikan diri untuk memegang tangan Kika dan menaruhnya di dadanya.
“Apa kau tahu normalnya detak jantung manusia?“ tanya Ed yang dijawab gelengan kepala oleh Kika.
“Berkisar antara 60-100 detak per menit,“ sambung Ed. “Tapi saat bersamamu detak jantungku jadi tidak beraturan, coba kau rasakan!“
Kika mencoba merasakan debaran jantung Ed dengan tangannya yang berada di dada pemuda itu. Dan benar saja, jantung Ed berdebar dengan ritme yang cepat dan tak beraturan.
“Ed, jantungmu berdendang ria!“ ucap Kika.
walopun tetap dengan gaya khas kocaknya, tapi feel ceritanya tetap ada dan lebih terasa..
suka banget bacanya, nagih..
walopun sempat greget karena udah baca sampai bab 74 bahkan sampai termehek-mehek, eh g taunya malah kena prank klo itu cuma mimpinya blue.. 😱😱😱
blue emang beda tapi tetap keren..
justru karena keunikannya lah, karakter Blue jadi berbeda..
semoga sehat selalu ya kak..
tetap semangat berkarya walau apapun yg terjadi.. 😘😍🤩🥰