Masa remaja Natasya yang indah, harus berakhir menyedihkan. saat mahkota yang selama ini dijaganya, direnggut oleh laki-laki yang merupakan cinta pertama dan sahabat sekelasnya Farrel.
Bagaimana kisah perjalanan pernikahan dini mereka berdua? yang dipenuhi bumbu-bumbu pertengkaran, hingga cinta itu benar-benar hadir diantara mereka berdua.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ritasilvia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Meledek Natasya
Pagi harinya, Natasya terlonjak kaget dengan posisi mereka yang saling berpelukan, bahkan tubuh mereka sama-sama polos. Natasya berusaha untuk mengingat kejadian semalam. yang membuatnya merasa malu sendiri. karena dia begitu agresif membalas cumbuan dan sentuhan Farrel.
Perlahan Natasya bangkit, memungut Piyama tidur nya dan langsung berjalan cepat-cepat menuju kamar mandi. dia tersenyum malu apa lagi jika sampai Farrel terjaga pagi ini melihat dia yang tengah tersenyum.
Cukup lama Natasha membersihkan tubuhnya, sampai dia kembali keluar dari kamar mandi. Farrel terlihat masih tertidur pulas sambil memeluk guling, yang sebelumnya Natasya yang dipeluknya sama seperti guling sekarang.
Bumil yang terlihat semakin cantik itu, merapikan penampilannya, sambil sesekali menatap wajah tampan Farrel yang tertidur pulas.
"Sayang, ternyata papamu sangat tampan. meskipun sikapnya yang sering membuat bunda kecewa dan sedih. tapi Mama yakin. jika sesungguhnya papa adalah orang yang baik." Gumam Natasya berjalan menuju pintu keluar kamar, dan menutup nya kembali secara perlahan.
Didapur, nampak Mama yang sibuk membantu asisten Rumah tangga, untuk memasak menu sarapan pagi ini.
"Pagi ma," memeluk Mama dengan manja dari belakang, merupakan kesukaan Natasya yang tidak pernah berubah selama ini.
"Anak Mama sudah bangun, mana suami mu?"
"Masih dikamar ma."
"Ooo, pastti Farrel kecapean. pulang kerja langsung kesini." ucap Mama.
Dikamar Farrel terbangun, sebelah tangannya meraba-raba sisi kosong disampingnya.
"Mana dia gadis manja itu?"
Farrel mengucek matanya yang masih tersa berat, sambil mengedarkan pandangannya kesekeliling ruangan kamar yang kosong. Farrel bangkit sambil memungut pakaian nya lalu mencium pakaian tersebut, yang sebelumnya sudah dikenakan.
"Gimana reaksinya Natasya semalam ya, pulang kerja aku belum sempat untuk mandi, karena aku langsung Kesini dan kikuk-kikuk." Farrel tertawa sendiri sambil membayangkan kejadian semalam.
Farrel membersihkan tubuhnya, namun dia bingung juga harus mengenakan pakaian apa? sehingga keluar dari kamar mandi dia hanya mengenakan handuk kecil yang masih melilit di pinggang nya.
"Sebaiknya, aku suruh sopir datang untuk segera mengantarkan Pakaian ku segera." Farrel segera menghubungi sopir pribadi nya untuk segera datang mengantarkan Pakaian nya kerumah sang mertua.
Sambil menunggu, Farrel menyalakan televisi berukuran besar yang terdapat di ruang kamar Natasya, dengan santai nya dia menaikan sebelah kakinya. sambil memegangi remote menganti Chanel siaran televisi.
Natasya yang ikut menata sarapan dimeja makan, menghentikan aktivitas nya begitu melihat sopir pribadi Farrel berjalan masuk sambil membawa paperbag ditangan nya.
"Nona Natasya, ini Pakaian mas Farrel."
Sopir segara menyerahkan nya ketangan Natasya, dan pamit untuk segera kembali. mengingat sekarang hari Minggu. dia seharusnya bebas untuk libur.
"Makasih ya pak."
Natasya mengambil paperbag tersebut, lalu segera mengantarkan Kekamar. karena Natasya berfikir jika Farrel sekarang pasti sudah bangun dan ingin mandi.
Ceklek, membuka pintu tiba-tiba. namun matanya langsung berteriak histeris begitu melihat pemandangan itu lagi, meskipun dia sudah merasakan kehebatan benda keramat Farrel. namun jika kembali melihatnya Natasya langsung syok.
Farrel yang tersadar, langsung menurunkan kakinya. niat iseng seketika muncul. dia membiarkan handuk kecil yang semula melilit di pinggang nya jatuh melorot begitu saja kelantai dan berjalan mendekati Natasya seperti tanpa dosa. sedangkan Natasya wajahnya sudah seperti gurame rebus.
"Ekspresi mu itu terlalu lebay, kamu lupa jika kita sudah sering melakukan nya. bahkan aku tahu setiap aku melakukannya kamu pura-pura tidur Khan, dan diam menikmati nya." meledek Natasya.
"Apa? Farrel kamu keterlaluan."
Natasya langsung emosi mendengar kata-kata Farrel yang seolah-olah sengaja mengejeknya. tanpa peduli dengan rasa malunya lagi, Natasya langsung mendorong tubuh Farrel hingga jatuh terlentang diranjang. Farrel tidak kehabisan akal, dia refleks menarik sebelah tangan Natasya hingga ikut jatuh menindih nya dari atas.