NovelToon NovelToon
Gairah Sang Duda Mandul

Gairah Sang Duda Mandul

Status: sedang berlangsung
Genre:Duda / CEO / Mafia
Popularitas:2.7k
Nilai: 5
Nama Author: By.DarkRose

Bagi Alice Gracellyn, hidup adalah tentang kerja keras dan utang budi. Ia dipaksa menjadi tulang punggung keluarga pamannya yang serakah, dengan dalih membalas jasa karena telah menampungnya sejak yatim piatu. Namun, Alice tidak pernah tahu bahwa paman yang ia hormati adalah dalang di balik kematian orang tuanya demi merebut harta, termasuk rumah yang saat ini mereka tinggali.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon By.DarkRose, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rutinitas yang Menjadi Candu

Dentuman musik techno-house dengan bas yang menggelegar dari lantai bawah The Eclipse klub malam papan atas paling eksklusif di jantung ibu kota terdengar samar-samar menembus dinding kedap suara ruang VIP teratas.

Ruangan bercahaya neon itu temaram bernuansa ungu dan merah tua, menciptakan suasana sensual yang penuh akan kemewahan.

Di atas meja kaca panjang, botol-botol minuman beralkohol dengan label harga puluhan juta rupiah berjejer rapi, dikelilingi oleh kepulan asap cerutu mahal yang pekat.

Di tengah sofa beludru hitam yang melingkar, Elvano duduk dengan angkuh.

Kemeja sutra hitamnya sengaja dibuka pada tiga kancing atasnya, sementara jam tangan Audemars Piguet miliknya berkilau setiap kali ia menggerakkan tangan untuk menyesap wiski dari gelas kristalnya.

Malam ini, seperti malam-malam biasanya sebelum takdir mempertemukannya dengan Alice, Elvano dikelilingi oleh para wanita malam.

Tiga orang wanita seksi model papan atas dan selebritis media sosial yang terkenal akan kemolekan tubuh mereka, duduk menempel ketat di sisi kiri dan kanannya.

Wanita dengan gaun merah berpotongan dada rendah di sebelah kanannya perlahan menyandarkan tubuh, jemari lenturnya dengan berani membelai dada bidang Elvano sembari membisikkan kata-kata manja yang merayu.

Di sisi lain, seorang wanita berambut pirang mencondongkan tubuh, menawarkan sebatang cerutu yang baru saja dinyalakan dengan tatapan mata yang sensual menggoda sang Bos.

Di dunia malam Jakarta, menjadi wanita pilihan Elvano adalah sebuah pencapaian tertinggi.

Pria itu tampan, berkuasa, dan memiliki kekayaan yang tak berseri.

Namun, ada satu hal yang tidak mereka ketahui, Elvano yang berada di hadapan mereka malam ini bukanlah pria yang sama dengan Elvano sebulan yang lalu.

Sepasang mata cokelat gelap Elvano menatap lurus ke depan dengan tatapan mata kosong dan muak.

Sentuhan-sentuhan sensual dari wanita-wanita mahal di sekelilingnya, yang biasanya selalu ia tanggapi dengan respon sensual, malam ini justru terasa hambar.

Bahkan, rasa muak yang mendalam tiba-tiba merayapi dinding hatinya.

Setiap tawa yang dibuat-buat, aroma parfum menyengat yang saling bertabrakan, dan tatapan penuh kepalsuan dari para wanita ini mendadak membuat kepala Elvano berdenyut sakit.

Ia menurunkan gelas wiskinya ke atas meja dengan sentakan pelan namun tegas, membuat ketiga wanita di sekitarnya seketika membeku ketakutan.

"Keluar," ucap Elvano, suaranya bariton, rendah, dan penuh akan ancaman.

"Tapi, Tuan Elvano... malam kan masih panj—"

"Aku bilang, keluar," potong Elvano tajam, tatapan matanya mengunci wanita bergaun merah itu dengan kilatan mematikan yang sanggup membuat nyali siapa pun menciut.

Tanpa berani membantah lagi, ketiga wanita seksi itu dengan terburu-buru menyambar tas mewah mereka dan melangkah keluar dari ruang VIP dengan wajah pucat pasi.

Pintu kaca besar bergeser menutup, menyisakan Elvano sendirian di dalam ruangan yang mewah itu.

Elvano menyandarkan kepalanya pada sandaran sofa, memejamkan matanya rapat-rapat.

Pikirannya yang biasa dipenuhi oleh strategi bisnis bawah tanah, rute penyelundupan pelabuhan, atau ancaman dari sepupunya, Matteo, malam ini runtuh berantakan.

Fokusnya terpaku oleh satu bayangan tunggal yang terus menghantuinya selama tiga minggu terakhir.

Alice.

Gadis bermata hazel yang saat ini dikurungnya di dalam mansion bukit terpencil.

Elvano mengepalkan tangannya di atas lutut. Ia merasa frustrasi pada dirinya sendiri.

Mengapa setiap kali melihat wanita lain, memori di kepalanya justru memutar kembali bagaimana harumnya aroma tubuh alami Alice?

Bagaimana lembutnya kulit gadis itu di bawah sentuhannya, dan bagaimana rintihan pasrah yang keluar dari bibir ranumnya selalu berhasil membakar gairahnya hingga ke tingkat yang paling buas?

Bagi Elvano, Alice telah berubah menjadi sebuah candu.

Rutinitas yang awalnya ia yakini sekedar pemeriksaan barang jaminan, namun kini...

Perlahan-lahan mulai berubah menjadi sebuah candu yang berbahaya bagi kewarasannya.

Pintu ruang VIP kembali terbuka, dan Kaiven melangkah masuk dengan gaya santainya yang khas.

Tangan kanannya memegang sebuah map laporan, sementara tangan kirinya membawa tusuk gigi yang dimainkannya di sudut bibir.

Mata biru Kaiven menyapu ruangan yang kosong dari wanita, lalu beralih menatap jam dinding yang baru menunjukkan pukul sebelas malam.

 Seringai sinis dan kocaknya langsung terukir di wajah tampan pria blasteran itu.

"Wah, wah, Bos. Ini belum lewat tengah malam dan kau sudah mengusir para bidadari mahalku?" goda Kaiven konyol sembari menghempaskan tubuhnya di sofa seberang Elvano.

"Anak-anak buah di bawah sampai bingung. Mereka bertaruh apakah sang singa tua sedang sakit ataukah... sedang merindukan kelinci kecilnya di rumah."

Elvano membuka matanya, menatap Kaiven dengan pandangan menusuk.

 "Simpan omong kosongmu, Kaiven. Bagaimana laporan pengiriman dari Bogota?"

"Semua aman, terkendali di bawah pengawasanku yang jenius," sahut Kaiven santai, melemparkan map dokumen ke atas meja.

Ia kemudian mencondongkan tubuhnya, menatap Elvano dengan binar mata yang penuh akan ejekan.

 "Tapi serius, El. Ini sudah malam ketiga berturut-turut kau pulang sebelum jam dua subuh. Kebiasaan malammu berubah drastis sejak membawa gadis itu ke mansion. Kau tahu apa yang dikatakan anak-anak buah klan di luar? Mereka bilang Bos Salvatore sekarang punya jam malam seperti anak sekolahan."

"Aku hanya memastikan barang jaminanku tidak mati kelaparan atau mencoba melompat dari balkon, Kaiven," jawab Elvano dingin, mencoba membela dirinya yang mulai terusik oleh kebenaran ucapan asistennya.

Kaiven mendengus geli, mengambil satu buah zaitun dari mangkuk di meja dan melemparkannya ke dalam mulut.

 "Alasan yang sangat bagus, El. Tapi kau tidak bisa menipu apa yang mataku lihat. Kau bukan lagi sekadar melampiaskan stres karena tekanan Kakek Domenico. Kau... mulai kecanduan pada pelayan bar itu, kan?"

Elvano tidak menjawab. Ia berdiri dari sofa, mengancingkan kembali kemeja satin hitamnya, lalu menyambar mantel panjangnya.

 "Siapkan mobil. Aku pulang sekarang."

"Tuh, kan! Belum juga aku selesai bicara, jalang kecil itu sudah menarik talimu untuk pulang," cibir Kaiven riang di balik punggung Elvano yang melangkah cepat meninggalkan ruangan.

Perjalanan kembali ke mansion malam itu terasa terlampau lama bagi Elvano.

Sepanjang jalan, ia hanya diam memandangi kerlip lampu kota dari balik kaca mobil yang gelap, membiarkan dadanya dipenuhi oleh rasa tidak sabar yang tidak ingin dia akui.

Sesampainya di mansion menjelang tengah malam, Elvano tidak mengindahkan sapaan hormat dari para pengawal di halaman.

Ia melangkah lebar menaiki tangga melingkar menuju lantai dua, tujuannya hanya satu yaitu kamar utama.

CEKLEK

Kunci pintu terbuka, dan Elvano mendorong pintu kayu itu. Di dalam kamar yang remang-remang, Alice sedang duduk di dekat jendela balkon, mengenakan gaun tidur sutra biru malam yang longgar.

Rambut ikal cokelat mudanya dibiarkan terurai, membingkai wajahnya yang tampak semakin tirus namun tetap memancarkan kecantikan yang alami.

Begitu melihat Elvano masuk, tubuh Alice secara reflek menegang, sepasang mata hazelnya memancarkan rasa takut dan pasrah yang sudah menjadi makanannya sehari-hari.

Elvano menutup pintu di belakangnya, menguncinya, lalu melangkah mendekati Alice dengan napas yang mulai memburu.

Tanpa mengucapkan sepatah kata pun, Elvano menarik tubuh ramping Alice dari kursinya, membawa gadis itu ke dalam dekapan dada bidangnya yang kokoh.

Alice tidak meronta, ia berfikir bahwa perlawanan yang ia lakukan hanya akan membuat cengkeraman Elvano semakin menyakitkan.

Ia hanya bisa memejamkan mata hazelnya, membiarkan tubuhnya dikuasai sepenuhnya oleh Elvano.

Penyatuan malam itu terasa jauh lebih intens, dan penuh akan perasaan aneh yang mendalam.

Sentuhan Elvano tidak lagi hanya sekadar penegasan kekuasaan atau pelampiasan nafsu biologis yang kasar akibat pengaruh alkohol.

 Ada sebuah tuntutan pemuasan yang jauh lebih dalam, sebuah kebutuhan biologis yang menggebu, yang belum sanggup dipahami oleh diri Elvano.

 Elvano mencium bibir ranum Alice dengan lembut dan menuntut, seolah-olah ia sedang mencoba menghisap seluruh kehidupan dan perasaan gadis itu untuk mengisi kehampaan di dalam jiwanya sendiri.

Di bawah kuasanya, Alice hanya bisa mendesah pasrah, meremas bahu kokoh Elvano dengan jemarinya yang lentik.

Di balik rasa benci dan hancur karena ditumbalkan oleh keluarganya, ada sebuah getaran aneh yang perlahan mulai merayapi perasaan Alice, sebuah rasa ketergantungan pada kehangatan tubuh pria arogan diatasnya, sebagai satu satunya manusia yang menyentuhnya di dunia ini.

Dan di tengah badai gairah yang membakar, Elvano tetap berada di dalam benteng keyakinannya, memercayai sepenuhnya bahwa tubuh mandulnya tidak akan pernah bisa menghasilkan apa pun.

Pria duda itu kini terlalu buta karena candu gairahnya, tidak menyadari bahwa setiap benih yang dia tanam dalam rahim subur Alice justru semakin memperkuat mukjizat yang sedang tumbuh diam-diam.

1
Mia Camelia
sah🥰🥰🥰
Enz99
bagus
Qil Qilla
ayoo semangatt untuk up cerita inii sayanggg😍😍
Mia Camelia
tuh kan baru yakin tuh klo itu anak nya🤔
Mia Camelia
ehhm jujur aja sih 🤣🤣🤣
Mia Camelia
hamil kah ??😂😂😂
Mia Camelia
elvano udh serius banget nih🥰
Mia Camelia
ayolah el jangan jdi balok es mulu🤣🤣🤣kaku banget deh😂
Mia Camelia
elvano goood👍👍👍
Mia Camelia
ih jahat banget si paman albert, klo sampe elvano tau, langsung di ceburiin ke laut inimah🤣🤣🤣
Mia Camelia
lanjut thor🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!