NovelToon NovelToon
Tawanan Sang Yakuza

Tawanan Sang Yakuza

Status: sedang berlangsung
Genre:Kutukan / Mafia / Dark Romance
Popularitas:13k
Nilai: 5
Nama Author: EILI sasmaya

⚠️ PERINGATAN
Cerita ini mengandung unsur Dark Romance & Visualisasi Horor.

Bagaimana jadinya jika seorang gadis bermata batin harus terikat dalam pernikahan dengan mafia berdarah dingin?

Aiko Kurogawa sudah cukup tersiksa dengan "kutukan" Indigo yang mengalir di darahnya. Namun, demi terhindar dari dunia kelam keluarganya, ia terpaksa menerima perjodohan dengan Ren Tachibana. Pria kejam yang hidupnya hanya didorong oleh dendam.

Awalnya, Aiko hanya ingin bertahan hidup. Namun, tinggal di sisi Ren membuat hidupnya kian mencekam. arwah-arwah penasaran tak pernah berhenti berbisik di sekitar pria itu, mengungkap satu per satu rahasia kelam dari masa lalu.

Kini, Aiko dihadapkan pada pilihan sulit.
Tetap diam demi menyelamatkan nyawanya sendiri, atau menggali kebenaran yang ternyata mengikat takdir mereka berdua?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EILI sasmaya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CHAPTER 29

​Di bawah todongan senjata, Aiko memejamkan mata sesaat, menahan rasa sakit kepalanya yang semakin kuat, lalu memegang punggung tangan Ren yang kini melingkari pinggangnya. "Aku tidak akan membiarkanmu mati duluan, Ren. Tidak hari ini," balas Aiko berbisik.

​"Menarik," desis si pemimpin musuh, perlahan mundur satu langkah untuk mencari ruang tembak. "Kalau begitu, matilah bersam..."

​Wiuuuu... Wiuuuuu... Wiuuuuu!

​Belum sempat kalimat itu selesai, suara sirine yang melengking memecah keheningan bukit dari arah bawah tanjakan. Sorot lampu merah dan biru terlihat menembus kabut asap tebal.

​Daichi yang terduduk di dalam mobil dengan magasin kosong langsung mengembuskan napas panjang. "Sinyal daruratnya tersampaikan... patroli perimeter faksi netral dan otoritas pelabuhan barat sudah sampai."

​Pemimpin pembunuh bayaran itu menghentikan gerakannya seketika. Wajahnya tampak murka di balik topeng. Waktu dua menit yang berhasil diulur oleh nekatnya Aiko dan perlawanan Ren telah menghancurkan rencana mereka.

​"Sialan," umpat si pemimpin musuh dengan kasar. Ia menurunkan senjatanya, lalu memberi isyarat tangan yang cepat kepada belasan anak buahnya. "Mundur! Sekarang!"

​Dalam hitungan detik, belasan pria berpakaian hitam itu bergerak cepat, melompat ke balik tebing batu dan menghilang ke dalam rimbunnya hutan perbukitan, meninggalkan kepulan asap dan kekacauan.

​Begitu ancaman musuh benar-benar lenyap di balik tebing, ketegangan yang menopang sisa energi Ren runtuh seketika. Pistol di tangannya terlepas, jatuh berdenting di atas lantai kabin mobil. Tubuhnya yang semula tegang mendadak lemas, ambruk ke depan dan menimpa sepenuhnya ke punggung Aiko dari belakang.

​"Ren!" Aiko terpekik pelan. Ia berbalik dengan kedua tangannya dengan Sigap menahan bahu Ren yang bersimbah darah.

​Di dalam ruang mobil yang sempit dan berbau anyir itu, posisi mereka terhimpit. Ren bernapas dengan berat, menyandarkan keningnya di ceruk leher Aiko. Pria yang biasanya selalu waspada dan kaku itu, kini terlihat begitu lemah dan tak berdaya di dalam pelukan Aiko.

​Aiko sendiri tidak dalam kondisi yang lebih baik. Efek samping kemampuan indigonya menagih bayaran setelah ia memaksakan diri berada dalam lingkungan dengan aura yang buruk dan mencari keberadaan Ren sebelumnya. Kini Kepalanya serasa ingin pecah oleh denyutan yang kuat, dan cairan hangat berwarna merah kembali merembes keluar dari hidungnya, menodai sweter yang ia kenakan.

​Mengabaikan rasa sakitnya sendiri, jemari Aiko yang gemetar bergerak naik, meraih rahang tegas Ren. Ia sedikit mendorong wajah pria itu agar mendongak, memaksanya untuk tetap mempertahankan kesadaran.

​"Hei... tetap buka matamu, Ren. Jangan tidur," bisik Aiko parau. Suaranya bergetar saat tangan kirinya bergerak menyeka darah di pelipis Ren dengan ujung sweternya.

​Ren membuka matanya perlahan dengan susah payah, menatap mata Aiko yang berkaca-kaca.

​"Kau... benar-benar bodoh, Aiko Kurogawa," gumam Ren lirih. Sudut bibirnya berkedut tipis dengan sebuah senyuman samar yang belum pernah Aiko lihat sebelumnya, sebelum akhirnya kelopak mata pria itu terpejam sepenuhnya. Tubuhnya mendadak sepenuhnya merebah pasrah di pelukan Aiko, tak sadarkan diri.

​"Ren? Ren, bangun!" Aiko mendekap kepala Ren erat-erat ke dadanya, panik melanda saat ia merasakan napas pria itu semakin melemah. "Daichi! Cepat bantu dia!"

​Tepat saat Daichi bergerak panik dari kursi depan untuk memeriksa nadi bosnya, pintu kemudi mendadak disentak terbuka dari luar oleh beberapa pria berseragam taktis lengkap dengan senjata siap tembak.

​Aiko langsung menoleh tajam ke arah pintu yang terbuka, mengamati barikade mobil faksi netral yang telah mengepung tempat itu. Langkah kaki berat mulai mendekat.

​"Jangan bergerak! Angkat tangan!" teriak petugas taktis faksi netral yang langsung mengamankan perimeter, memecah ketegangan di area perbukitan.

​Daichi segera mengangkat tangannya dari kemudi. "Saya Daichi, pengawal pribadi Ren Tachibana! Kami diserang faksi pemberontak, Bos kami terluka parah!"

​Dengan cepat, petugas medis merangsek masuk ke kabin belakang. Saat tubuh Ren yang tidak sadarkan diri diangkat ke atas tandu, Aiko perlahan melepaskan dekapannya. Ia hanya menatap pasrah ke arah noda darah Ren yang kini tertinggal di sweternya. Di tengah denyut kepalanya yang menyiksa dan darah yang masih menetes dari hidungnya, pikiran Aiko tetap mencari kemungkinan atas apa yang terjadi. Penyergapan seprofesional ini tidak akan mungkin terjadi tanpa adanya pengkhianatan dari dalam.

​**

​Sementara itu, beberapa kilometer dari lokasi kejadian, di dalam sebuah ruang kerja privat di sudut kota.

​Kaito berdiri di dekat jendela besar, menyesap minumannya dengan tenang saat ponsel di mejanya bergetar. Ia menekan tombol speaker.

​"Lapor, Tuan," suara dari seberang telepon terdengar tegang. "Penyergapan gagal. Target berhasil diselamatkan oleh kedatangan patroli faksi netral. Dan... Nona Aiko Kurogawa berada di lokasi kejadian."

​Alis Kaito bertaut rapat. Gelas di tangannya mendarat dengan dentingan keras di atas meja kaca. "Aiko? Kenapa dia bisa ada di sana?"

​"Kami tidak tahu, Tuan. Tapi Nona Aiko menggunakan otoritasnya sebagai putri tunggal Kurogawa untuk menekan pasukan kita di lapangan sebelum faksi netral tiba."

​Kaito mengepalkan tangannya. Sesaat kemudian, sebuah senyum sinis yang dingin perlahan terukir di wajahnya. "Gadis sialan itu. Dia benar-benar berani menyerahkan lehernya sendiri demi serigala itu," gumam Kaito pelan.

​Di sudut ruangan yang gelap, seorang pria tua dengan jubah tradisional berdeham berat. Ia adalah Kenji Kurogawa, salah satu anggota dewan yang paling berpengaruh.

​"Kau lihat sendiri, Tuan Kenji," ujar Kaito, membalikkan tubuhnya menghadap pria tua itu. Suaranya terdengar begitu sarat akan manipulasi. "Putri tunggal dan pewaris sah darah Kurogawa bahkan berhasil disetir dan rela mempertaruhkan nyawanya demi melindungi Ren Tachibana. Apakah Anda masih mau menutup mata?"

​"Terlebih, Ren Tachibana adalah orang yang sangat berbahaya. Ia bahkan kini mengendalikan banyak wilayah. Penggabungan wilayah ini bisa memicu peperangan yang tidak perlu bagi para sekutu Kurogawa yang memiliki dendam pada bocah itu."

​Kenji mengetuk tongkat kayunya ke lantai dengan gusar, wajah keriputnya dipenuhi amarah yang tertahan. "Ini keterlaluan..."

​"Sebagai paman dari bocah itu, aku sendiri sangat tidak setuju bocah itu kini menguasai seluruh wilayah dari klan Kurogawa. Kita harus segera mencari cara lain untuk menghancurkannya sebelum dia bergerak balik dan menghancurkan keberlangsungan klan kita ini."

​"Kau benar. Sepertinya Hiroshi telah dibutakan oleh ambisinya hingga rela menyerahkan putrinya pada bajingan itu."

​"Tepat sekali," hasut Kaito lagi, melangkah mendekat dengan tatapan mata yang licik. "Jika kita membiarkan pernikahan ini terus berlanjut, kekuatan militer dan jalur bisnis Kurogawa yang kalian bangun selama puluhan tahun akan jatuh sepenuhnya ke tangan Ren Tachibana. Bocah itu akan semakin besar kepala karena bisa memerintah kita semua dari dalam. Kita harus bertindak sebelum terlambat, Tuan, demi keselamatan klan Kurogawa sendiri."

​Sang Tetua terdiam cukup lama sebelum akhirnya mengangguk pelan. "Kau benar, Kaito. Kita tidak bisa membiarkan noda ini merusak masa depan klan. Lakukan apa yang harus kau lakukan. Aku yang akan membantumu dari belakang."

1
PrettyDuck
malah jadi aiko yg diiencer 😮‍💨
PrettyDuck
ngerinya gess 😫
PrettyDuck
kira2 kalo yakuza berkhianat hukumannya apa yaa~ 🥴
PrettyDuck
dan salah mencari kawan juga 🤭

makanya om kenji, baek2 jadi orang.
ber partner sama orang licik ya resiko gini, ikutan dikhianati 🥴
PrettyDuck
iss iblis bener emang si kaito ini.
di mana2 jadi pengkhianat 🥴
RahmaYesi
Jujur, aku suka cerita mafia mafia gini. Tapi, aku sangat amat lemah dan mengingat nama Karakter... 😂🙏

Semangat.....
PrettyDuck
kenapa mereka segitu pinginnya yumi mati sih? 😭😭
harusnya ren nih yg lihat adegan ini 🥴
PrettyDuck
lah? mereka penjahatnyaa??
PrettyDuck
waduh. aiko punya nasib yang sama gak? gak bisa berumur panjang. dia kan punya kemampuan kayak ibunya tuh 😭
PrettyDuck
ooo berarti kalian tuh waktu kecil udah pernah ketemu 🥺
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy
jujur aja aiko. drpd kamu dituduh mulu. lagian dia juga sdh jd suamimu dan terlihat peduli padamu juga
ѕ⍣⃝✰🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
huaaa menegangkan sekali. dua duanya harus di buat selamat ya Thor. jangan bikin aku nangis
ѕ⍣⃝✰🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
terngiang ngiang enggak tuh
ѕ⍣⃝✰🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
aku galau gais. aku takut Aiko terluka tapi aku juga tidak rela Ren terluka juga😭
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy
haduuuh nih org ya. apa perlu diliatin penampakan di sekitar situ
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy
susyaah ya kalo orang curigaan mulu.
Suhadhanie Nur Ezah
boleh ke minta lebih episod....jln cerita bagus....
PrettyDuck
berarti dulu tachibana sama kurogawa bestie ya? kenapa jadi musuh?
apa jangan2 hiroshi ngira bapaknya ren sengaja ngebunuh yumi, terus hiroshi ngebunuh pasutri tachibana?
hanya perkiraanku 🙏
🌺⃟ SasMaya: ada di bab selanjutnya kak 🤭
total 3 replies
PrettyDuck
kayak aiko suka muntah darah 🥺
PrettyDuck
ooo ternyata sengsaranya karena ke-indigo-an dia 🥺
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!