Red Rose (Cinta di Tiga Negara)
Perjalanan Cinta yang berliku, kekecewaan dan kesedihan.
Ketika ketulusan hati dipertanyakan dapatkah mempercayai cinta lagi, setelah semua yang dialami.
"Bukan Cinta Pertama, Tapi Cinta Sejati"
Lin Yijia
Perjalanan hidup yang di jalani, suka dan duka ia rasakan, membawanya terombang ambing dalam dekapan dunia.
Pertemuan demi pertemuan, yang berakhir dengan perpisahan. Terbuai perasaan, berpikir cinta itu datang, namun selalu berakhir dengan kegagalan.
Dapatkah ia bertahan, lalu dimanakah cinta sejatinya (?) akankah cinta pertamanya menjadi cinta sejatinya (?)
Temukan jawabannya dalam Novel Red Rose-Cinta di Tiga Negara
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lyyana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Maaf
"Oh iya Yi, bagaimana kalau kau merubah penampilan saja? biar agak fresh."
"Iya, tapi apa itu akan bagus?" Yijia sedikit ragu mendengar saran dari Rania.
"Benar Yi, itu adalah satu langkah baru, penampilan baru untuk hidup yang baru." Lisa ikut memberikan saran
"Emh baiklah jika kalian bilang begitu, tapi mau dirubah seperti apa, Power rangers?"
"Aduh Yijia masih saja becanda, jadi Power rangers apa? pink atau yellow?" Rania dan Yijia tertawa bersama setelah-nya
"Hey kalian ini sama saja, tapi ngomong-ngomong soal warna, bagaimana kalau kita mewarnai rambut mu saja?" usul Lisa penuh semangat.
"Mewarnai rambut? tidak, aku tidak mau."
"Terus gimana?"
"Em bagaimana kalau mengganti gaya rambut saja?"
"Jadi ini hanya tentang rambut?"
"Ah sudahlah Yi, serahkan ini pada kami, dan kamu tinggal diam dan duduk manis."
"Biar aku pikirkan dulu."
"Ck ya sudah, pikirkan lah dulu."
Akhirnya Lisa menyerah membujuk Yijia, sementara Rania masih asik memakan makanan-nya.
"Hey Ra, jangan makan terus entar gendut lho."
"Tenang Lis, aku biasa makan banyak, tapi gak pernah gendut tuh."
"Iya gak gendut, tapi buncit."
"Ya enggaklah, Rania gitu lho."
"Huuu dasar rakus."
"Aduh Lisa, aku tuh gak rakus, tapi menikmati hidup."
"Bisa aja ngeles."
Lisa mengacak-acak rambut Rania, yang masih asik makan. Namun Rania sama sekali tidak bereaksi, dia terus saja makan.
Yijia cuman tertawa melihat tingkah konyol ke duanya, dengan keberadaan Lisa dan Rania suasana hati Yijia jadi membaik.
Cukup bagi Yijia dapat melupakan Jhonathan untuk sementara waktu.
\*
* " 1 Minggu kemudian "
Hari-hari terus berlanjut, namun Jhonathan tidak menyerah untuk menemukan keberadaan Yijia. Walau kadang-kadang dia harus di sibuk-kan dengan masalah kantor dan pergi menjenguk Willona yang sudah dapat pulang dari Rumah sakit.
Hingga saat ia mendapat kabar dari salah satu anak buah-nya, bahwa ada yang melihat Yijia berada di rumah Lisa, ia pun segera pergi untuk menemui-nya.
Setiba-nya Jhonathan di rumah Lisa, ia sama sekali tidak mendapat respon. Hari ini Lisa masih bekerja, sementara rumah-nya sunyi seperti tidak ada orang.
Akhirnya mau tidak mau, Jhonathan memutuskan untuk menunggu Lisa pulang bekerja. Tapi tentu saja ia harus bersembunyi agar Lisa dan Yijia tidak kabur atau bersembunyi, jika tau Jhonathan ada disana.
Jam kerja Lisa masih terlalu lama bagi Jhonathan, ia kemudian memutuskan untuk tidur sebentar di dalam mobil. Sementara itu anak buah Jhonathan terus berjaga dan memastikan ke amanan Tuan mereka.
.....
2 jam berlalu, Jhonathan sudah bersiap menunggu Lisa yang sebentar lagi akan pulang. Sungguh tidak diduga, belum sempat Lisa pulang, Jhonathan sudah mendapa Yijia yang baru saja tiba.
Penampilan Yijia kini sedikit berubah rambut yang dulu panjang sampai pinggul kini hanya sampai lengan atas-nya saja, rambut yang dulu lurus berwarna hitam, kini berubah menjadi sedikit pirang, poni lurus sampai kening-nya juga sudah tidak terlihat lagi.
Jhonathan sedikit kaget dengan perubahan Yijia sekarang, ia sadar perbuatan-nya merubah banyak hal pada Yijia. Sesaat Jhonathan tampak ragu untuk pergi menemui Yijia, tapi nasi sudah menjadi bubur, mau bagaimanapun Jhonathan tetap harus berusaha menelannya.
Jhonathan akhirnya pergi menghampiri Yijia yang sudah memasuki pekarangan rumah Lisa, dengan setengah berlari. Ia tidak ingin melewatkan kesempatan yang sudah lama ia tunggu.
"Yijia" panggil Jhonathan seraya meraih tangan Yijia dari belakang.
Yijia tentu saja sangat kaget, mengetahui kedatangan Jhonathan. Ia segera berbalik dan tentu saja ia mendapati Jhonathan yang tengah berada di hadapannya saat ini.
"Jhon" Yijia mundur beberapa langkah, ia tidak tau harus berbuat apa, ia takut jika menatap wajah pria itu, maka hatinya akan luluh kembali.
"Yi, tolong maaf-kan aku"
"Iya, pergilah" ucap Yijia datar dan dingin, kemudian ia berbalik dan membuka kunci rumah Lisa. Dia tau, ia tidak akan sanggup menahan air matanya jika terus bersama Jhonathan, ia tidak ingin menangis di depan pria itu.
Setidaknya kali ini ia berusaha untuk terus mempertahan kan harga dirinya. Walaupun masih mencintai Jhonathan, tapi tidak berarti dia harus kalah terhadap perasaannya itu.
Jika Jhonathan tidak mencintai-nya, lalu untuk apa dia tetap mempertahan-kan perasaan itu, yang harus ia lakukan sekarang adalah melepasnya dan membuang jauh-jauh perasaan itu.
"Cinta pertama ku, ternyata harus berakhir seperti ini, aku pikir akan tetap bisa mempertahankan nya. Aku tidak tau, apa aku bisa benar-benar melupakan nya." batin Yijia
Belum sempat Yijia melangkah-kan kakinya masuk ke dalam rumah, Jhonathan buru-buru menarik lengan Yijia, dan membawa Yijia kedalam pelukan-nya.
Pelukan hangat dari Jhonathan itu, seperti Boom bagi Yijia, ia buru-buru mendorong tubuh Jhonathan agar menjauh darinya. Jhonathan kaget mendapati penolakan Yijia, ia tau Yijia belum sepenuhnya memaafkan nya, bahkan mungkin sepenuhnya tidak memaafkan.
"Yi, aku tau, aku salah."
"Aku telah menyakiti mu dan menghina harga dirimu, jika kau ingin marah, maka marahlah, pukul aku." ucap Jhonathan seraya meraih tangan Yijia agar memukul dirinya, Yijia menghempaskan genggaman tangan Jhonathan.
"Jhon aku sudah lelah, sebaiknya kau pergi saja, sudah tidak ada yang perlu kita bicarakan. Hubungan kita sudah berakhir."
"Aku tau, kau berhak marah dan membenci ku, tapi tolong ijin kan aku menebusnya."
"Aku tidak membutuhkan apa pun darimu Jhon, jadi pergilah."
"Yi, aku tau aku lancang, tapi dapatkah kita memulainya dari awal lagi? aku janji tidak akan mengecewakan mu."
"Jhon aku tidak ingin tersakiti untuk yang ke dua kalinya, bagiku cukup satu kali saja."
"Dah yah, aku akui kau memang pantas bersama wanita yang lebih baik dariku, terutama Willona. Jelas kalian masih saling mencintai, kembalilah padanya."
"Yijia, aku mohon jangan seperti itu."
"Jhon, berhentilah membohongi dirimu sendiri, jika ingin menyakiti dirimu sendiri, maka lakukanlah sendiri, tidak perlu mengajak diriku."
"Apa kau ingin aku merasakan nya lagi? nanti saat Willona terluka, dan kau akan segera menghamprinya, dan meninggalkan aku lagi, kau akan terus seperti itu Jhon."
"Yi, apakan sebegitu buruknya aku dimata mu?"
"Benar, harusnya dari awal aku tidak terlibat denganmu."
"Dari awal semua karena Andrew kan?"
"Apa?"
"Sudahlah tidak perlu bertingkah seakan tidak tau, ada seseorang yang memberitahuku tentang perselisihan mu dengan Andrew, 3 tahun yang lalu dan lagi-lagi ini berhubungan dengan Willona kan?"
Yijia mengingat bahwa Airin pernah memberitahunya bahwa Andrew adalah alasan Jhonathan mendekatinya, hanya untuk membalas perbuatan Andrew, yang sebenarnya hanya salah paham.
"Darimana kau tau?" kini Jhonathan terlihat begitu serius ketika menanyakan nya
"Tidak penting aku tau darimana, tapi itu adalah faktanya Jhon."
"Kesalah pahaman itu sudah berakhir, maka hubungan kita juga berakhir. Pergilah Jhon."
"Yi, tolong maafkan aku."
Salam dari Edward dan Kimmy
I LOVE MY CEO
Mampir yah kak
cinta pak bos hadir lagi kak😊
semangat semangat 💪💪💪
cinta pak bos hadir lagi kak😊
semangat semangat 💪💪💪
kalau sempet, mampir ya Thor. ke novel perdan aku.
selebihnya oke semua👍👍👍
5 LIKE & RAT 5 Terbang ke karyamu thor
Semakin seru & membuat penasaran 💓
Jangan bosan mampir
🌷REINKARNASI🌷
Menantimu dengan setia
btw ditunggu karya selanjutnya 😎😍😘