NovelToon NovelToon
Kalian Hidup Enak Atas Tanganku

Kalian Hidup Enak Atas Tanganku

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / CEO / Mengubah Takdir
Popularitas:9.3k
Nilai: 5
Nama Author: lisxone

Hana Untari seorang wanita yang baik dan cantik, diamenikah dengan laki‑laki bernama Dimas Prayoga. Hana tinggal dengan suami beserta keluarga suaminya. Namun, Dimas selama 3 tahun menjadi suami Hana tidak menafkahinya dengan layak, dia beralasan jika Hana juga mempunyai penghasilan yang cukup. Dimas menghabiskan uangnya untuk kebutuhannya sendiri, sedangkan untuk kebutuhan ibu dan kakak serta adiknya semua uang dari Hana. Perselingkuhan Dimas dengan orang terdekat Hana, membuat Hana tidak bisa memaafkan suaminya. Mampukah Hana menjalani biduk rumah tangga dengan Dimas?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lisxone, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aku Tidak Berselingkuh

Keributan di rumah tadi membuat Hana tidak betah berada di rumah. Di hari ke‑2 mengambil cuti, Hana pun memilih untuk keluar rumah. Dia ingin menenangkan hati, pikiran dan perasaannya.

Hana menangis dan menumpahkan segala kesedihannya. Tempat yang sunyi dan nyaman, membuat Hana leluasa menangis.

" Kenapa hidupku seperti ini, apa ini akibat karena aku tidak mengikuti ucapan kakakku. Suami yang selama ini aku cintai sudah menghianatiku, apa yang harus aku lakukan? Mas Dimas, aku memang mencintaimu tapi jika kamu sudah berselingkuh begini aku tidak bisa memaafkanmu." Ucap Hana terus menangisi penghianatan dan perselingkuhan Dimas.

Sampai saat ini, Hana masih mencoba untuk menguatkan hatinya. Dia ingin bermain‑main dengan Dimas lebih dulu, Dimas harus mengganti segala pengorbanan yang sudah dia berikan selama 3 tahun pernikahan mereka.

" Kamu kuat Hana, 3 tahun ditindas saja kamu kuat. Kamu harus memberi suami pelajaran lebih dulu, baru kamu gugat cerai dia tanpa sepengetahuannya." Ucap Hana berusaha menguatkan dirinya sendiri.

Hana pun memutuskan untuk pulang, sebelum pulang dia mampir ke minimarket lebih dulu untuk membeli kebutuhannya yang sudah habis.

" Hana? Kamu Hana kan?." Tanya seseorang yang baru saja turun dari mobil.

" Aldo? Haai iya aku Hana, dan kamu Aldo kan?" Seru Hana yang ternyata juga mengenali pria yang sudah menyapanya.

" Wahh ternyata ingatanmu masih tajam juga ya. Sudah bertahun‑tahun kita tidak bertemu, kamu masih ingat saja sama aku. Oh iya, kamu habis belanja ya? Mau aku antar pulang?." Tanya Aldo dengan mengukir senyum manisnya yang dari dulu tidak pernah luntur.

" Aku bawa motor. Terima kasih atas niat baiknya." Jawab Hana dengan ramah.

Aldo adalah teman kuliah Hana, saat lulus kuliah Aldo melanjutkan S2‑nya di luar negeri sambil menjalankan perusahaan orang tuanya yang ada di luar negeri.

" Bagaimana kalau kamu aku traktir makan siang." Seru Aldo mengajak Hana makan siang.

" Emm, bagaimana ya, Do. Aku tidak enak, apa lagi aku ini sudah menikah. Takut nanti ada orang yang berfikir tidak‑tidak." Ucap Hana sadar dengan statusnya yang saat ini sudah menjadi istri orang.

Jadi Hana sudah menikah? Kenapa aku tidak pernah tahu? Hana, Hana padahal selama bertahun‑tahun aku memendam perasaanku untukmu. Aku keduluan dengan laki‑laki lain.*Gumam Aldo dalam hatinya.

Prookk

Prookk

Suara tepuk tangan terdengar di telinga Hana, dengan cepat Hana melihat ke arah suara. Di sana ternyata ada Dimas, ya Dimas ada di belakang Hana. Dia bertepuk tangan dengan tatapan tajam, seakan ingin menghujam Hana.

" Mas Dimas?."Seru Hana kaget melihat keberadaan Dimas.

" Jadi begini kelakuanmu? Kamu berubah karena laki‑laki ini, gara‑gara laki‑laki ini kamu menjadi istri yang pelit dan pembangkang. Ohh.. ternyata kamu wanita murahan juga Hana ."Seru Dimas tersenyum sinis ke arah Hana.

" Hai jangan salah paham, aku dan Hana tidak ada hubungan apa‑apa. Kami tidak sengaja bertemu di sini, apa salah kalau kita saling menyapa?"Seru Aldo mencoba menjelaskan agar Dimas tidak salah paham.

" Diam kamu !! Kamu tahu kan kalau Hana ini wanita yang sudah bersuami, tapi kenapa masih juga kamu ajak jalan? Hana, pulang sekarang !!."Bentak Dimas dengan lantang seolah‑olah Hana sudah kepergok selingkuh.

" Aku akan pulang, tidak perlu kamu berteriak seperti itu mas. Aldo, maafkan suamiku ya. Aku permisi dulu."Seru Hana lalu dia menghidupkan mesin motornya dan melaju meninggalkan minimarket.

Melihat Hana sudah pergi, Dimas pun ikut pergi dia mengikuti arah motor Hana. Dan Hana memang pulang, hanya butuh waktu 15 menit Hana sudah sampai di rumahnya. Setelah memasukkan motor ke garasi, Hana masuk rumah. Dia melewati Ibu Sundari dan Lastri yang bersantai di ruang tamu begitu saja tanpa menyapa mereka berdua.

" Kenapa lagi itu si Hana?."Tanya Ibu Sundari.

" Mana Lastri tahu, Bu."Jawab Lastri sambil mengangkat bahunya.

Dimas pun menyusul masuk ke rumah, dia juga sama seperti Hana tadi. Tidak menyapa ibu dan adiknya, dan hal itu membuat Ibu Sundari mulai merasa jika sudah terjadi sesuatu antara Hana dan Dimas.

" Wahh sepertinya seru nih, Hana dan Dimas sedang marahan. Semoga saja Dimas sadar terus menceraikan Hana sialan itu."Ucap Ibu Sundari justru senang jika anak dan menantunya bertengkar.

" Yakin kalau mas Dimas bakal mau menceraikan mbak Hana? Kalau mereka bercerai, siapa yang mau membiayai kuliahku Bu? Terus kita mau tinggal di mana?."Seru Lastri.

Plaaaakkkkk

Ibu Sundari memukul kening Lastri. Menurutnya, anak gadisnya itu kelewat bodoh.

" Bodoh !! Kalau mereka bercerai itu hal yang bagus. Rumah ini dan aset yang lainnya bisa dijadikan gono gini, Lastri. Tanah rumah ini luas, rumah juga hitungan mewah. Kalau di jual juga bisa ratusan juta, nah uangnya bisa kita gunakan untuk buka usaha."Seru ibu Sundari bicara terlalu percaya diri.

" Iya juga ya bu. Ibu memang pintar."Ucap Lastri.

Di dalam kamar, Dimas dan Hana sedang bersitegang. Sepasang suami istri itupun terus bertengkar.

" Kamu jangan jadi istri pembangkang, Hana. Kamu pasti sudah berselingkuh dengan pria tadi."Tuduhan Dimas sama sekali tida ada bukti.

Atas dasar apa dia menuduh Hana berselingkuh dengan Aldo. Padahal mereka bertemu juga tidak sengaja dan itupun di tempat umum.

" Aku tidak selingkuh, dia itu Aldo teman kuliahku dulu. "Seru Hana menjelaskan.

Ppllaakk

Kesabaran Dimas habis, emosinya pun memuncak. Dia sampai memukul Hana, ini sudah yang kedua kalinya Dimas memukul Hana selama mereka menjadi pasangan suami istri.

" Pukul !! Tampar !! Cepat pukul lagi, Mas. Kamu menuduh aku selingkuh , memang kamu ada buktinya? Atau jangan‑jangan mas sendiri yang sudah berselingkuh, mas berdalih aku yang selungkuh untuk menutupi kebusukan kamu sendiri."Ucap Hana dengan berani.

" Tutup mulut mu , Hana !! Ohh sudah lama kamu tidak melayani ku, jadi fikiranmu jadi aneh. Sini !! "Seru Dimas menyentak tangan Hana dan langsung melempar Hana di atas ranjang.

Dimas mulai melepas pakaian Hana dan melempar sembarang. Hana terus meronta, dan berontak. Meskipun statusnya masih istri sah Dimas, Hana tidak mau melayani suaminya yang sudah membagi barangnya dengan wanita lain. Hana merasa jijik di sentuh oleh Dimas.

" Lepaskan, aku tidak mau melayanimu. Lepaskan..."Seru Hana dengan air mata yang sudah membanjiri pipinya.

" Kamu istri sahku, kamu tidak bisa menolaknya. Atau jangan‑jangan kamu sudah melakukan dengan pria tadi? Murahan kamu, Hana !!."Seru Dimas terus memaki Hana namun tetap melancarkan aksinya.

Sekuat tenaga Hana memberontak, dia tetap kalah. Tenaga Dimas cukup kuat jika dibandingkan dengan tenaganya. Akhirnya, Dimas berhasil mendapatkan apa yang dia inginkan dari Hana.

Dimas sama sekali tidak kasihan melihat Hana yang terus menangis, laki‑laki itu tetap melancarkan aksinya sampai dia mendapatkan kepuasannya berkali‑kali.

Aku jijik sama tubuhmu, Dimas. Kamu sudah membagi tubuhmu dengan wanita lain, kamu harus membayar mahal atas semua perbuatanmu ini.* Gumam Hana dalam hatinya.

1
Heni Setiyaningsih
haaddeeuuh...alamat ini mah modelan suami mokondo/Left Bah!//Left Bah!//Left Bah!/
Anonim
hah dimas?? enggak ngerti nih cerita nya
Anonim
woy BISA NULIS GA SIH
Ma Em
Heran ya sama Bu Sundari dan menantu sintingnya si Sintia ga punya otak masa arisan dirumah orang , Hana buat mereka semua kapok agar TDK berani ganggu kamu lagi Hana bila perlu laporkan saja ke polisi agar tdk ganggu Hana lagi .
Anonim
BUNUH SAJA SEKALIAN SEMUANYA BUNUH
Anonim
BUNUH SEMUA NYA
Anonim
KAU YANG HARUS MATI ANJING
Ma Em
Akhirnya Hana berpisah juga dgn Dimas tanpa uang sepeserpun uang yg Dimas terima untuk permintaan Dimas yg katanya harta gono gini , benalu minta bagian harta sedangkan Dimas dan keluarganya Hana yg tanggung biaya hdp nya bahkan Domas tdk pernah memberikan nafkah untuk Hana , dasar Dimas muka tembok tdk punya malu Dimas cuma modal mokondo .
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!