NovelToon NovelToon
Karang Hitam

Karang Hitam

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Perjodohan / Menikahi tentara
Popularitas:7.4k
Nilai: 5
Nama Author: Bojone_Batman

Berawal dari petaka sebuah konser band terkenal, seorang gadis harus membuatnya menerima reward besar karena baru putus cinta. Gadis itu tidak tau bahwa dirinya sedang di kerjai teman kuliahnya hingga membuat seorang Letnan terkena imbasnya.

Disisi lain, akibat petaka tak sengaja, sang Letnan terpaksa harus menanggung akibatnya. Bukan hal mudah menaklukan hati pria yang ternyata adalah Abang dari gadis tersebut, namun pada kenyataannya, lebih sulit menaklukan gadis yang tiba-tiba masuk dalam hidupnya tanpa permisi, apalagi jejak kehidupannya kini di mulai pada wilayah dengan resiko yang cukup tinggi, wilayah yang bisa di katakan rawan, KARANG HITAM.

KONFLIK.. Harap SKIP bagi yang tidak bisa ber KONFLIK.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bojone_Batman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

30. Menyimpan rasa sakit seorang diri.

Asap rokok mengepul tepat di hadapan Phia, menyatu dengan kabut dan dinginnya pagi yang masih menyelimuti halaman. Phia terdiam terpaku, rasa cemburu yang tadi sempat muncul perlahan berubah menjadi rasa haru yang menyesak dada. Ia tak menyangka, di balik sikap dingin dan tegasnya, Bang Hernando menyimpan luka sedalam itu.

"Adik... perempuan?" bisik Phia pelan.

"Ya. Adik perempuan saya." Bang Hernando mengangguk tipis, membuang sisa puntung rokok ke tempat abu dengan hati-hati. Matanya menatap jauh ke arah pepohonan yang bergoyang tertiup angin, seolah melihat bayang wajah gadis kecil itu di sana.

"Dia persis sepertimu. Suka manja, suka memeluk pinggang saya dari belakang kalau dingin, matanya juga berbinar sama cerahnya saat minta sesuatu." suaranya melembut, namun terdengar berat. "Saya berjanji akan menjaganya seumur hidup, tapi saya gagal. Dia pergi karena patah hati, karena dipermainkan, karena tidak kuat menanggung beban hidup, dan dia sendiri dalam diam padahal saya mampu melindunginya."

Bang Hernando menoleh kembali ke arah Phia, menatapnya lekat seolah ingin memastikan gadis di hadapannya tidak akan mengalami nasib yang sama seperti adik perempuannya.

"Dia pergi meninggalkan seorang gadis kecil, kini usianya dua tahun, dalam pengasuhan keluarga besar. Bersama Oppung dan nenek." Kata Bang Hernando. Ada seulas senyum dari wajah Bang Hernando, tapi senyum itu terasa pahit. Matanya membendung genangan yang di tahannya agar tidak tumpah.

"Apa karena hal ini, Abang mau membantu Phia? Jika Phia tidak mengalami hal seperti Adik Abang.. Abang tidak akan mau tau tentang wanita yang tidak suci lagi, kan???? Phia ini perempuan yang buruk." Tebak Phia.

"Saya lebih bersyukur kalau kau mau bersandar di dada saya. Saya bersyukur Tuhan memberi saya kesempatan kedua untuk menjaga seseorang yang berharga, seseorang yang terluka dan butuh tempat pulang."

Tangan besarnya kembali mengusap pipi Phia yang masih terasa dingin.

"Dan soal pertanyaanmu tadi... soal 'tidak suci', soal masa lalu yang kau sesali....." Bang Hernando menghela napas panjang, ia menatap Phia dengan mata yang sama sekali tak pernah ingin berbohong "Bagi saya, kehormatan seorang wanita bukan diukur dari apa yang pernah terjadi padanya, melainkan dari hatinya yang tulus. Kau tidak pernah kurang, tidak pernah buruk, dan tidak pernah tidak pantas dalam hidup saya. Kamu adalah amanah terindah yang Tuhan titipkan pada saya dan saya akan menjagamu lebih dari nyawa saya sendiri."

Air mata Phia menetes tanpa sadar. Rasa takut, rasa rendah diri, dan keraguan yang selama ini menghantui perlahan luruh seketika. Ia langsung memeluk Bang Hernando, memeluknya erat seolah tak ingin berpisah lagi.

"Sampai kapan Abang bisa menjaga Phia??" Tanya Phia.

Pelukan Phia mengerat sejenak, menunggu jawaban dengan napas tertahan. Bang Hernando terdiam cukup lama, angin pagi membelai rambut mereka berdua, sementara di dalam dadanya ada dua janji yang saling berdesakan... janji setia pada sahabatnya dan rindu yang ia sembunyikan di lubuk hati terdalam.

"Saya berjanji pada Riegan untuk menjagamu tanpa syarat, tanpa pamrih, sampai Riegan pulang." suaranya berat namun tegas.

"Abang nggak pernah ada rasa untuk Phia??" tanya Phia lagi.

"Nggak ada." Jawab Bang Hernando singkat, padat dan jelas untuk menyudahi semua pembicaraan pagi ini.

Mendengar itu, Phia melepaskan pelukannya lalu mengambil teh yang tadi sempat di buatkan Bang Hernando. Tubuhnya gemetar sampai gelas teh di tangannya ikut bergetar.

Gelas teh itu jatuh berdentang pelan di bibirnya, tapi tak ada seteguk pun yang masuk. Rasanya pahit, jauh lebih pahit daripada apa pun yang pernah ia cicipi. Phia menurunkan gelas itu perlahan, menunduk dalam menyembunyikan kekecewaan yang tiba-tiba melukai dadanya.

"Baiklah..." suaranya nyaris tak terdengar, bergetar tertahan. "Terima kasih sudah jujur, Bang."

Ia berbalik perlahan, melangkah masuk ke dalam rumah dengan langkah yang terasa berat. Bang Hernando hanya diam mematung di tempat, menatap punggung itu menjauh. Lidahnya terasa kelu. Ia tau jawabannya tadi telah memberikan luka yang baru, tapi dengan berbohong pada perasaannya sendiri, ia sedang menjaga janji persahabatan dan hati Phia yang belum siap.

'Pergilah, Dek. Lupakan harapanmu, kamu hanya cemas sesaat. Mungkin nanti kau bisa pulih dan kembali menunggunya.'

Kali ini batin Bang Hernando semakin terasa tersiksa, sementara hatinya malah terbolak balik.

'Saya minta maaf... Saya bukannya tidak berani berkata jujur. Tapi saya tidak sanggup untuk mengkhianati sahabat saya sendiri, saya takut jika rasa saya ini semakin besar, saya tidak akan sanggup melepaskanmu nantinya.'

...

Tubuh Bang Hernando serasa lemas. Hari ini di hari Sabtu tapi pikirannya serasa kacau. Ia pun memilih bergabung dengan para tetangga lain untuk kurve di sekitar asrama, berharap rasa gundahnya sedikit teralihkan.

Bang Hernando sibuk memangkas rumput dengan sabit, ia juga mengangkat batu di pinggir jalan dan ikut menyapu sekitar jalan tersebut. Sesibuk apapun, hanya ada bayang Phia di dalam pikirnya.

"Ijin, Dan.. Apa sedang tidak enak badan??" tanya salah satu tetua asrama sambil menyodorkan air minum untuk komandan mudanya itu. "Komandan sangat bekerja keras sampai sekuat tenaga seperti orang yang mau lari dari kenyataan."

Bang Hernando menyeka keringat di dahi dengan punggung tangan. "Bukan lari, Pak. Hanya... berusaha menahan diri agar tidak berbuat salah."

"Salah yang mana? Salah menjaga janji, atau takut salah menyakiti hati orang yang sungguh berharap, Dan?"

Pertanyaan itu bagai hantaman telak di hati Bang Hernando. Bibirnya terdiam tak bisa menjawab. Angin siang terasa dingin berhembus meskipun matahari sudah meninggi. Suara tawa ria anak-anak asrama yang sedang bermain memecah kesunyian, namun di telinganya hanya bergema pertanyaan dari Phia....

'Abang nggak pernah ada rasa untuk Phia??'

.

.

.

.

1
Tanti
semangat Bang Hernan💪💪💪
Tanti
sakit terlalu dalam🥹🥹 ....dua²nya sama² ada rasa tp terbelenggu krn janji dan kekecewaaan🥹🥹

lanjut mba Nara👍👍
Maysuri
sakitnya sampai keubun"....
dyah EkaPratiwi
jangan menyuksa diri bang her
dyah EkaPratiwi
😭😭 sakit banget kalau dijawab gt bang hen
Maysuri
semaput y bang d tendang pusakanya am phia....😁😁😁
dyah EkaPratiwi
🤣🤣🤣
Ayu FazRina Satiasari
pria dingin dan kaku ..sekalinya jatuh Cinta....Posesif banget..💞💞💞😍 tp aku suka sosok bang hernando bertanggung jawab tanpa membuka jati diri sebenarnya sulthann🤭🤩🤩🤩💞
dyah EkaPratiwi
phia beneran jurusan kuliahnya?
Elly Maryani
bilang kembang mawar nanti dikasih mawar kuburan,,,diluar Nurul bang Nando ini
Tanti
🤣🤣🤣bener² bang Hernand...
Bang Jan...udah beri bang Hernad pencerahan tp knp jadinya kyk gini😄😄🤭

kocak ini ...lanjut mba Nara👍
Ayu FazRina Satiasari
wkwkwkwwkwkk.....benar2 di luar ekspektasi kejutannya inii....🤭😅
dyah EkaPratiwi
🤣🤣🤣 kog bisa kembang api bang hernand
Septi Astuti
🤣🤣 dancing flower🤭
Lola Maulia
🥰🥰🥰🥰🥰
Tanti
wiiiihhh....phia tryt udah dilamar... phia tetap semangat yaaa💪💪

lanjut mba nara🤭
Maysuri
pia knp begitu cepat kau berpaling...
dyah EkaPratiwi
lekas pulih phia
Septi Astuti: 😄kangen band mb ...lagi jadul🤭
total 3 replies
Tanti
Mantap Bang Hernando, phia seperti lihat fotocopy sifatnya Bang Riegan. semangat ya Phia💪💪
semangat jg buat mba Nara👍
Ayu FazRina Satiasari
aaaahhhhh d gantungin sama mban Author ini...🤭🤭🤭Semakinmpenasaran bingiits arahnya kmna inii😅😅
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!