BEDA
Sebuah karya yang berangkat dari pengalaman pribadi dan inspirasi lainnya, yang saya kemas dalam bentuk cerita dalam novel. Inilah dia BEDA.
Ezra Christian Nasution, dari namanya saja sudah jelas jika ezra adalah anak keturunan Suku Batak. Suku yang terletak di Provinsi Sumatera Utara yang terkenal dengan salam horasnya.
HORAS!!
Ezra dan dua adik kembarnya, erich dan ernest dibesarkan dikeluarga kristen yang taat dan penuh cinta kasih. Sejak kecil mereka bertiga sudah diajarkan arti TOLERANSI yang sesungguhnya oleh dua orang tua mereka, yang dimana mereka bertiga bersahabat dengan gwen dan gibran yang notabennya beragama islam.
Gwen dan gibran merupakan anak dari sahabat kedua orang tua mereka, sehingga persabatan mereka menurun.
Beranjak remaja, ezra menyayangi gwen lebih dari seorang sahabat. Bahkan ia menjadikan gwen tujuan hidupnya, namun sayangnya kisah cinta merka terhalang oleh dinding penghalang yang kokoh yaitu perbedaan keyakinan.
Akankah ezra dan gwen bersatu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 22
"Uncle ezra...." Haura berlari memeluk Ezra, Ezra agak sedikit pangling melihat Haura yang kini mengenakan hijab.
"Hi, how are you baby?" Ezra membalas pelukan Haura sambil menggendong bocah kecil berusia enam tahun itu.
"I miss you, uncle." sejak Ezra berhenti bekerja di supermarket Fahri, Haura tidak lagi bertemu dan bermain dengan Ezra.
"Uncle juga sangat merindukanmu, kok sendirian di mana Abi?" Ezra menanyakan keberadaan Zafran, ayahanda dari Haura, Haura merupakan putri bungsu Zafran.
"Haura... Haura..."
Dari kejauhan Zafran memanggil dan mencari keberadaan putri bungsunya.
"I'm here Abi" ucap Haura.
Zafran pun mendekat ke arah sumber suara putri bungsunya, ia cukup terkejut saat melihat Haura sedang berada di gendongan Ezra.
"Ezra apa kabar? sudah lama sekali tidak bertemu denganmu" Zafran menjabat tangan Ezra.
"Puji tuhan kabarku baik Paman, Paman sendiri bagaimana?"
''Alhamdulillah, Paman juga baik" ucap Zafran, kemudian ia beralih ke putri bungsunya.
"Haura ini sudah waktunya kamu belajar mengaji, umi sudah menunggumu dari tadi di dalam, ayo turun!!" Zafran menyuruh putrinya untuk turun dari gendongan Ezra.
"Tapi abi, aku masih ingin bersama uncle Ezra." protes Haura.
"Bagaimana jika uncle temani Haura belajar mengaji?" Ezra menawarkan dirinya untuk menemani Haura belajar mengaji bersama uminya.
"Horee...thank you uncle"
"Tapi kamu kan baru pulang kerja Zra, apa kamu tidak lelah?"
"Tidak apa-apa paman, sore ini hingga malam aku tidak ada agenda kemana-kemana kok."
Ezra menggendong Haura hingga ke lantai dua supermarket, yang di mana lantai dua tersebut merupakan kantor sekaligus tempat Zafran dan keluarganya beribadah.
Sambil berjalan menuju ruang beribadah, Ezra menanyakan sejak kapan Haura mengenakan hijab.
"Sejak beberapa bulan yang lalu, kata umi mengenakan hijab adalah kewajiban seorang muslimah, selain itu hijab juga bisa melindungi diri kita dari berbagai macam gangguan" terang Haura, Ezra tersenyum mendengar penjelasan bocah kecil itu.
"You're look so beautiful baby" Ezra menurunkan Haura dari gendongannya, dan menyuruh Haura untuk menghampiri ibunya yang telah menunggunya.
"Masuklah, Uncle tunggu di sini" Ezra menunggu di luar ruangan.
Mendengar Haura melantunkan ayat-ayat Al-qur'an membuat batin Ezra merasa sangat tenang dan damai, untuk beberapa saat Ezra memperhatikan Haura yang tengah mengaji bersama uminya, hingga Zafran datang menghampirinya.
"Kita ngobrol di ruangan paman yuk! " Zafran mengajak Ezra untuk berbincang di ruangannya, Ezra pun menganggukan kepalanya dan mengikuti Zafran menuju ruang kerjanya.
Didalam ruangan kerja Zafran, Zafran membicarakan seputar pembukaan toko barunya di Washington.
"Aku pikir tadinya, ini milik Mas Fahri. Tapi ternyata ini milik paman sendiri"
"Iya Fahri mengijinkan paman menggunakan nama tokonya" ucap Zafran, ia juga mengucapkan selamat kepada Ezra atas pencapaian yang telah di raih oleh Ezra setelah Ezra selesai menempuh pendidikan S2nya di L.A.
Selain membahas masalah bisnis dan pekerjaan, Ezra mengungkapkan ketertarikannya untuk mempelajari agama islam, hal ini membuat Zafran sedikit terkejut dan sekaligus bahagia.
"Sebenarnya aku sudah lama tertarik untuk mempelajarinya, sejak kita mengobrol di apartementku di L.A. dari obrolan itu aku merasa jauh lebih tenang dan ikhlas akan takdirku. Hanya saja pada waktu itu keterbatasan waktu yang aku miliki serta aku masih butuh waktu untuk meyakinkan diriku agar bisa sepenuhnya yakin sehingga aku belum memulainya. Namun setelah tadi melihat Haura mengaji aku benar-benar merasakan kedamaian dan memantapkan hatiku untuk mempelajari agama islam" ungkap Ezra.
Zafran mengambil sebuah buku berjudul 'No god but God' karangan Reza Aslan dari rak bukunya, ia memberikannya kepada Ezra.
"Di sini di ceritakan bagaimana asal muasal Islam, seperti apa umat Islam pada mulanya dan bagaimana Islam memandang perubahan politis, budaya, dan dalam hal iman seiring perkembangannya menyebar ke seluruh dunia. menariknya buku ini, Aslan menulis sebagai seorang sarjana, bukan sebagai seorang muslim. Jadi buku ini bisa dibaca oleh orang beragama non-muslim karena tidak menyertakan keyakinan religius yang tidak memaksakan keyakinan religius pada pembacanya" terang Zafran.
"Terima kasih ya paman" Ezra menerima buku tersebut.
Keduanya kembali berbincang mengenai agama islam, banyak hal yang membuat Ezra penasaran, dengan sabar Zafran menjawab dan menjelaskan satu persatu rasa penasan Ezra.
"Uncle..." Haura kembali mendekat ke arah Wzra.
"Bagaimana, sudah selesai belajarnya?" tanya Ezra sambil memangku Haura.
"Sudah, uncle bohong. Uncle bilang ingin menemani aku belajar, tapi tak tahunya uncle malah mengobrol dengan abi di sini" protes Haura.
"Iya uncle minta maaf ya, sebagai gantinya bagaimana jika weekend besok uncle ajak Haura jalan-jalan" ucap Ezra.
"Really?"
"Yes, uncle ajak haura bermain sepuasnya. Tapi haura ijin dulu sama abi."
"Boleh ya abi, please." Haura meminta ijin kepada abinya.
"Apa tidak merepotkan Zra?" tanya Zafran, ia khawatir putri bungsunya akan merepotkan Ezra.
"Tidak kok paman, aku malah senang punya teman jalan-jalan."
Ezra sudah bosan menghabiskan weekendnya bermain games, olahraga dan nongkrong bersama teman-temannya. Ia ingin sekali-kali bermain bersama anak kecil.
"Kalo begitu baiklah, tapi ingat jangan merepotkan uncle Ezra ya." Zafran memberi peringatan kepada putri bungsunya.
"Thank you abi."
"Ya sudah kalo begitu uncle pulang dulu ya, see you tomorrow." Ezra menurunkan Haura dari pangkuannya kemudian ia berpamitan kepada Zafran dan juga Haura untuk kembali ke apartementnya.
Keesokan harinya ezra menepati janjinya untuk mengajak Haura jalan-jalan, pukul 10.00 pagi Ezra sudah menjemput Haura, ia mengajak Haura mengujungi National Zoological Park.
Yang merupakan salah satu kebun binatang terbaik di dunia, hewan yang paling populer di kebun binatang ini adalah panda raksasa, bagian dari inisiatif besar yang dimulai pada tahun 1972 dengan kedatangan Hsing Hsing dari Republik Rakyat Cina.
Hewan lainnya yang menjadi sorotan kebun binatang ini adalah panda merah, harimau Sumatra, gorila dataran rendah barat, gajah Asia, cheetah, bangau putih, dan kiwi coklat North Island.
Ezra mengajak Haura melihat satu persatu hewan yang berada di kebun binatang tersebut, panas terik tak menyurutkan antusias Haura melihat hewan-hewan tersebut.
Ezra membukakan satu botol air mineral untuk Haura, kemudian memberikannya. Haura nampak menoleh ke kanan dan ke kiri untuk mencari tempat duduk, begitu ia menemukannya Haura duduk sambil meminum air minum yang di berikan oleh ezra.
"Kata abi. Anjuran Rasulullah, Umat Muslim diwajibkan menyantap makanan dan minuman dalam posisi duduk karena memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Seperti: Menyehatkan Ginjal, terhindar dari dehidrasi, terhindar dari penyakit asam lambung, dan masih banyak lainnya" terang Haura.
Ezra merasa sangat takjub karena islam mengatur seluruh aspek kehidupan manusia, baik akidah, ibadah, akhlak maupun muamalah.
Sebenarnya ia juga dulu sering melihat Gwen dan Gibran melakukan hal yang sama hanya saja pada saat itu dirinya tidak begitu memperhatikannya.
Seharian bersama Haura membuatnya banyak belajar, Ezra tak merasa malu belajar dari anak usia enam tahun.
mobil nya mahal yak harga nya👀
queen ragu itu masang nya, liat gelang salib di pergelangan ezra👀
tp cowok kek ezra nyri dmn sih, keknya setia 🤔
.
izin pm thor, mampir yuk ke ceritaku judul nya
Aku Tetap Cinta