cerita sudah tidak lengkap, banyak editan dan diacak🙏🙏🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Isuthy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rahasia yang terungkap
Beberapa Minggu telah berlalu,seperti biasa setiap akhir pekan mereka akan menghabiskan waktu bersama,entah di studio Arselli atau berkunjung ke suatu tempat yang Alessya inginkan,seperti bioskop ,restoran atau taman bermain.Atau kadang berkunjung ke satu tempat yang menjadi tujuan objek fotho Arselli.Tidak jarang juga,Arselli memakai Alessya sebagai model fotho nya.
Semakin lama mereka sering bertemu,semakin banyak hal-hal aneh yang Alessya temukan dari diri Arselli.Arselli yang mengaku hanya orang biasa yang bekerja sebagai sopir pribadi,tapi gaya hidup dan penampilannya lebih mencerminkan dia sebagai seorang bos.Mengaku bekerja sambilan dalam bidang fotho, tapi tak pernah sekalipun dia lihat studio itu berfungsi sebagai lahan bisnis penghasil uang bagi Arselli,tapi lebih sebagai tempat untuk menyalurkan bakat dan hobby nya dalam memotret.
Arselli sering memberi barang-barang mewah,seperti pakaian dan bahkan dompet berisi uang dan kartu kredit .Saat mereka berkencan,tak pernah sekalipun Arselli menolak keinginan gadis itu,walaupun harganya sangat mahal sekalipun.Pernah Alessya sengaja meminta Arselli sebuah tas bernilai ratusan juta,padahal hanya bermaksud untuk menguji Arselli,dan benar saja kalau Alessa tidak melarangnya,Arselli pasti membelikannya.
Pernah suatu ketika Arselli meninggalkan dompetnya di atas meja,sementara dia pergi ke toilet,dan saat Alessya membuka dompetnya ada berjejer kartu kredit dan ATM di dalamnya.
Entah apa yang ada di fikiran pria itu, berbohong tapi tidak berusaha mati-matian untuk menutupi kebohongannya,mungkin Arselli sudah bosan berpura-pura menjadi orang biasa.Ingin jujur pada Alessya ,tapi secara perlahan-lahan.
Siapa dirimu sebenarnya , semakin lama aku mengenalmu semakin ku merasa asing padamu.
***
Alessya tengah duduk di sebuah kafe bersama Diana sembari menunggu seseorang.Seseorang yang sedikit banyak dapat menjawab rasa penasaran yang semenjak beberapa minggu ini dia tahan.
Rasa penasaran yang akhirnya membludak hingga akhirnya dia memberanikan diri untuk menghubungi seseorang itu. Clara, hanya gadis itu yang hadir di fikirannya kala itu.
Datanglah Clara ,bantu aku menghilangkan rasa penasaran yang berkecamuk ini.
Diana yang saat itu mengajak Alessya untuk bershopping ria,diberi ide segar oleh Alessya untuk mengajak Clara turut serta.Secara beberapa Minggu lalu mereka terlihat sangat cocok.
Akhirnya,mereka terdampar di kafe itu menunggu kedatangan Clara di sana.
" Hai Alessya,Diana..lama tidak bertemu " Clara datang sendiri dengan sopir pribadi yang menunggu di dalam mobil.
" Hai..." mereka beringsut menyambut Clara .
Mereka lalu duduk dan memesan minuman favorit mereka.
" Maaf mengganggumu Clara." Alessya memulai percakapannnya.
" Tentu saja tidak Alessya,aku sangat senang bertemu denganmu.Oh iya sebentar lagi adalah hari ulang tahunku. "
" Benarkah ? Kapan ? " Diana terlihat antusias.
" Sekitar sepuluh hari dari sekarang. Datanglah, aku akan senang kalian datang ". sambil meminum minuman yang diantar pelayan beberapa saat lalu.
" Umh...kau mengundang beberapa orang ? " Alessya mulai memancing pembicaraan untuk menanyakan tentang Arselli.
" Ya..beberapa orang penting...teman-teman dan beberapa keluarga." jawab Clara.
" Aku juga berencana untuk mengundangmu,
Diana dan kekasihmu Reynald,aku menyukaimu Diana, kau sama sepertiku suka berbelanja. " Alessya hanya terdiam,mendengarkan setiap hal yang dikatakan Clara.
" Umh..Lucas,apa kau mengundangnya juga? " tanya Diana.
" Tentu saja, bukankah dia akan datang bersama Alessya. " Clara dan Diana tertawa bersama.
" Dan Arselli tentunya, dia adalah tamu spesial ku malam nanti Alessya, kau mengingatnya ? ." Alessya yang tengah minum langsung tersedak mendengar nama yang sedari tunggu dia tunggu kabarnya.
Clara seperti sengaja mengatakan hal itu,menegaskan kepada Alessya,bahwa Arselli adalah miliknya tapi secara halus.
" Tamu spesial? " Diana penasaran.
" Ya..Dia adalah pria yang sangat aku sukai Diana." kata Clara
" Wah jadi penasaran...Kau sudah mengenalnya Alessya ? " bertanya pada Alessya.
" Kau harus mengenalkannya pada kami nanti." kata Diana pada Clara.
" Aku mengenalnya di bioskop,waktu itu." Alessya menjawab.
" Iya, Alessya sempat bertemu dengannya waktu di bioskop.Tentu saja Diana,aku pasti mengenalkannya padamu." jawab Clara.
" Oh ya kamu,yang sempat menghila...Aww" tiba-tiba Alessya menginjak kaki Diana.Mendelikkan matanya memberi tanda untuk tidak membahas itu.Saat Alessya menghilang di bioskop beberapa waktu lalu.
Setelah beberapa saat...
" Dia pasti orang penting,Clara? "
" Secara kamu kan cantik,dan kamu juga bukan orang biasa."
ini dia pertanyaan yang jawabannya ditunggu -tunggu Alessya,terucap frontal dari mulut Diana.
" Dia seorang pengusaha sukses,Diana.Kau tahu AR Company.Itu adalah miliknya."
Jawaban Clara berhasil mengejutkan Alessya.Jawaban yang sangat ditunggu,dan sesuai dengan rasa penasaran yang selama ini dia pendam.Seketika membuat wajah Alessya memucat.
Kau membohongiku Russel !!
Bagaimana ini , kau bukanlah orang biasa , apakah kita akan terus bersama ,Mungkinkah ?
" Oh ya AR Company..ibuku juga partner bisnis mereka.Kau tahu AdiGraha Group,itu adalah milik ibuku dan ayah tiriku." jawab Diana polos,tidak tahu bahwa jawabannya itu benar-benar mengagetkan Alessya.
Dan apa ini, mengapa harus Dirimu,Diana sahabat terbaikku.
" AdiGraha ?Ayah tiri? " Alessya bergumam.Menutup mulutnya menahan rasa kaget yang bertubi-tubi dia dapat.Sukses membuat gadis itu jantungan .Wajah Alessya benar-benar terlihat pucat.Tubuhnya mendadak kaku.Dia berhasil mendapat kesimpulan dari obrolan itu,bahwa Diana adalah saudara tirinya.
" Alessya, apa kau sakit ? " Clara yang melihat itu merasa khawatir.
" Tidak, aku hanya sedikit pusing." Jawab Alessya.
" Sepertinya aku harus pulang , mungkin aku butuh istirahat." Mengelap keringat dingin yang mengucur di pelipis nya.
" Aku akan mengantarmu. " Seperti biasa Diana yang akan slalu terdepan membantu Alessya.
" Tidak, lanjutkan lah.Aku akan memanggil taksi." Sambil berjalan pelan menuju ke luar kafe.
" Baiklah, mengantar sampai ke depan.Ok ?! " Diana sudah berdiri siap untuk mengantar sahabatnya itu.
Alessya hanya terdiam,melihat Diana menggandeng tangannya.Dan berjalan beriringan keluar kafe tersebut,untuk mencari taksi, diikuti Clara dari belakang.
***
Di dalam taksi Alessya termenung memikirkan hubungannya dengan Arselli.
Hubungan seperti ini akan sulit Russel,kita berbeda.
Menyandarkan kepalanya pada kaca jendela,menatap bangunan yang menjulang tinggi di sepanjang perjalanan.Matanya menangkap tulisan AR Company terpampang jelas di bagian depan sebuah bangunan tinggi dan mewah.Spontan dia berfikir.
" Stop !"
Menghentikan taksi yang dia tumpangi.Beringsut turun setelah membayar dan memberikan uang kembaliannya.
Aku benar-benar bukan siapa-siapa Russel, bahkan uang yang aku gunakan sekarang adalah uang pemberian darimu.
Melangkah gontai dan ragu,menyiapkan diri dan hatinya dengan kemungkinan apa yang akan dia temukan di dalam sana.
***
Alessya duduk di sofa di loby di lantai satu.Setelah resepsionis mengatakan bahwa Presdir sedang tidak ada ditempat,dan akan kembali dalam waktu beberapa jam.
Alessya memutuskan untuk menunggu,mungkin pria itu akan lewat.Lagipula resepsionis itu bilang apabila tidak ada janzi akan sulit untuk menemuinya.Jadi,menunggu adalah keputusannya yang terbaik,itu menurutnya.
Selang beberapa lama menunggu,akhirnya tampak satu rombongan dengan seseorang yang tampak tidak asing muncul.Wajah yang sama dengan tampilan dan aura yang berbeda.Itu yang Alessya lihat saat itu.Ya itu adalah kekasihnya Arselli Russel,yang slalu bertingkah konyol saat menggodanya,membuatkan makan malam untuknya,membelikan pakaian bahkan pakaian dalamnya,berciuman dan berpelukan mesra dengannya.
Sungguh berbeda ,kekasihnya dengan pria yang tengah berjalan dengan angkuh dan berwibawa tidak jauh dari tempat dia duduk saat itu.Semua orang menunduk padanya dan menghormatinya.
Mungkin hanya diriku yang begitu lancang dan bersikap tidak tau diri padamu.
Alessya lalu mengambil ponsel dari tasnya.
Tuut...tuuut...nada sambung telfon berbunyi.
Terlihat seorang pria yang dulu sempat Arselli kenalkan sebagai bosnya memberikan sebuah ponsel kepada Arselli.Arselli tersenyum melihat layar ponsel itu,mendapat panggilan itu,membuat hati Alessya menghangat walau hanya sesaat.
" Hallo..." Jawab Arselli sambil berjalan.
" Russel..kau di kantormu? " pertanyaan Alessya membuat pria itu menolehkan kepalanya ke beberapa arah, keningnya sedikit berkerut.
" Ya.Kau dimana? " menjawab setelah beberapa lama,mulai merasa aneh dengan pertanyaan Alessya.
Alessya terdiam, belum memberikan jawaban.
" Aku...aku di belakang...." melihat Arselli yang menghadap pintu Lift,membelakangi Alessya.
" Di belakang? "
" Aku di belakangmu, berbaliklah. "Arselli kaget ,lalu membalikkan badannya,dan benar saja dia mendapati Alessya berada tepat di depannya.Beberapa meter darinya.
" Alessya...??".menurunkan ponsel dari telinganya,memberikannya kepada asistennya,sembari memberi tanda kepada asistennya tersebut.Demi Tuhan sepertinya pria itu ingin lari menghambur memeluk gadisnya itu.Tapi dia berhasil menahan dirinya.
Lama mereka berdiri dengan posisi itu.Mematung,dengan raut wajah yang tidak bisa ditebak.Setelah beberapa lama asisten Henry menghampiri Alessya.
" Nona, ikutlah dengan kami." Mengarahkan tangannya untuk mengikutinya masuk ke dalam lift.Sebuah lift khusus untuk PresDir .
Cih..Dia bahkan menyuruh asistennya untuk berbicara padaku.
Alessya mengikuti asistennya itu.Menaiki lift khusus bersama dengan Presdir Arselli Russel yang tercinta.Sebenarnya asisten Henry hendak meninggalkan mereka berdua di dalam lift,tapi Arselli mencegahnya, mengingat Alessya yang terlihat marah.Bukannya Arselli takut pada Alessya,hanya saja ini di kantor,banyak mata yang melihat,Arselli tidak ingin Alessya kehilangan kendali atas dirinya sendiri.Khawatir gadis itu akan mempermalukan dirinya sendiri.Mengingat amarah gadis itu yang slalu membludak dan menggebu-gebu.
Di dalam lift , hanya keheningan yang terasa saat itu.Alessya dengan jurus diam seribu bahasanya bersandar di dinding lift.Dia terlihat lemas berbeda dari biasanya.Mungkin hal ini sedikit mengguncang bathinnya,mengingat sedari awal dia berusaha menghindari untuk berhubungan dengan orang selevel Arselli.
Karena dia sudah tahu dari awal,hubungan dengan perbedaan yang begitu besar itu membutuhkan pengorbanan yang lebih besar juga.Dan dia sangsi mampu menghadapi semua itu.
Belum lagi masalah mengenai Diana ,yang belum sempat dia konfirmasi kebenarannya.
Melihat sikap Alessya seperti itu,Arselli malah semakin takut kehilangan gadis itu.Dia sadar kemarahan gadis itu saat ini,sedikit berbeda,benar-benar berbeda.
Jangan pergi dariku Alessya, tetaplah bertahan di sisiku, untuk menjadi alasan bagi diriku untuk hidup dengan semestinya.
mampir ya thor
menikmati dulu karyamu ...