follow IG author. naura_shafa95
❌ JANGAN PROMO DI NOVEL ON-GOING SILAHKAN PROMO DI NOVEL YANG SUDAH TAMAT❌
Nara gadis cantik yang berasal dari kampung di tawari pekerjaan untuk menjadi pengasuh anak pengusaha kaya raya yang bernama Sean Aditama Prakasa.
Seiring berjalannya waktu, Aren Sang Putra meminta Nara untuk menjadi Mommy-nya. Akankah Sean menerima permintaan Putranya itu? Saksikan terus kisah mereka hanya di Noveltoon!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Naura Shafa mahbubah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Salah Paham
Sean mengerutkan keningnya saat Axsel menyebut dirinya menyukai Nara. Ia memejamkan matanya sejak, Sean ingin sekali melihat bayangan wajah cantik istrinya yaitu Angel dalam pejaman mata. "Hmm ... brownies'nya sangat lezat nan nikmat apalagi masih angat gini, apa Lo tidak mau mencobanya!" ucap Axsel sambil memakan brownies dengan lahapnya. "Tidak tertarik, gue tidak menyukai makanan buatan pengasuh itu," ejek Sean masih memejamkan matanya.
"Terserah Lo saja, menurut gue ini enak banget. Cocok sekali pengasuh Lo itu menjadi istriku suatu saat nanti," seru Axsel.
Sean memutar bola matanya malas. Baginya makanan yang di buat Nara tidak ada apa-apanya di banding makanan buatan Angel dulu. Sean sangat rindu bagaimana dirinya selalu di sediakan makanan yang sangat lezat oleh Angel setiap hari. Tapi semua itu sirna begitu saja saat dirinya di tinggal pergi untuk selama-lamanya oleh Angel. Setelah menghabiskan brownies Axsel menerima telephone dari salah seorang wanita. Dia pun pamit untuk pergi, Axsel hanya menyisakan satu potong brownies saja di atas piring.
"Sean, gue pulang dulu," serunya beranjak pergi ia segera membuka pintu kamar. Sean pun bernafas lega karena Axsel pergi dan ia tidak akan diganggunya lagi. Sean tidak bisa istirahat dengan tenang saat Axsel ada di kamarnya. Seketika Sean membuka mata ia melihat satu potong brownies coklat itu di atas piring. Sean meraba perutnya merasakan lapar melanda dirinya. Sean tidak mau memakan brownies, tapi dia tergiur karena wangi yang membuat perutnya lapar.
Sean beranjak dari tempat tidurnya, dia pun mengambilnya dan langsung melahap habis brownies coklat itu.
"Hmm ... kenapa rasa brownies ini seperti pernah aku memakannya. Lumayan juga si buatan pengasuh itu," ucap Sean. Tiba-tiba saja Maria datang ke kamar Sean, ia segera minum jus supaya tidak ketahuan telah memakan brownies buatan Nara.
"Sayang, apa kau menyukai brownies yang di sediakan Nara?" tanya Maria berjalan ke arah tempat tidur Sean.
"Axsel yang telah menghabiskan semuanya, Sean tidak tertarik sama sekali," jawabnya santai mengalihkan pandangannya ke luar jendela. Maria pun duduk, ia menyelidik ke arah mulut Sean. Ia melihat sedikit sisa brownies ada di bibir Sean. Maria hanya bisa tersenyum senang saat dirinya tahu Sean memakannya dengan lahap.
"Apa kau yakin tidak mencicipinya?" tanya Maria menyelidik. "Hmm ... seperti yang Sean katakan Mih, sudahlah kenapa Mamih membahas makanan yang tidak menggiurkan itu," kesal Sean beranjak dari tempat tidurnya tapi berhasil Maria tahan. "Sean, dengarkan Mamih mau bicara sesuatu padamu," ucapnya lembut supaya Sean mau mendengarkan dirinya. "Katakanlah Mih, Sean mau keluar," sahutnya kesal.
"Sean, malam ini Mamih mau membatalkan perjodohanmu dengan Rachel," ucapnya lembut.
Sean yang mendengar membuat dirinya tercengang tidak percaya. Apa dia hanya mimpi mendengar Mamihnya membatalkan perjodohannya dengan Rachel.
"Apa Mamih becanda?" tanya Sean menyelidik sedikit heran. "Tidak, sayang. Mana mungkin Mamih bohong," serunya.
Sean pun senyum mengembang, ia segera memeluk hangat orangtuanya itu dengan penuh cinta. Akhirnya Sean tidak perlu memikirkan wanita yang akan Maria jodohkan dengannya. Dia akan hidup bebas tanpa pasangan lagi, dia akan fokus mengurus Aren putra semata wayangnya. Maria sengaja, membiarkan Sean merasakan bagaimana nanti dia membutuhkan sosok pendamping di sisinya. Maria akan terus mendekatkan Nara dan Sean tanpa sepengetahuan mereka berdua. Malam telah tiba. Nara telah selesai membersihkan dirinya, ia berinisatip keluar kamar untuk sekedar mencari angin malam. Nara membuka knop pintu kamar, ia tersenyum karena tidak ada siapa-siapa. Nara pun berjalan ke arah taman belakang, suara deheman mengejutkannya.
suka dech!
Keren...Keren...aq suka!!...
Thanks Author udah bikin novel dengan cerita dan idea" yg Brilient 👍👏...
Bakalan kangen Sean❣️Nara....
semoga Aren tetap setia hahaha
#sukses selalu author ✨🌹