Untuk menunjukkan rasa terima kasih kepada orang tua angkatnya, Arabella bersedia menyamar dan menikah dengan Fardhan, lelaki yang sebenarnya dijodohkan dengan kakak angkatnya.
Fardhan adalah lelaki berhati dingin yang terluka karena cinta sebelumnya. Meskipun dia tahu keluarga angkat Bella telah menipunya, tapi dia tetap menikahi gadis itu.
Tapi cinta masa lalu Fardhan hadir kembali, merusak apa yang sudah terjalin dan membuat dia dilema. Sementara Bella merasa bersalah karena sudah membohongi Fardhan dan Ibunya.
Akankah Fardhan dan Bella mampu mempertahankan rumah tangga mereka setelah semua rahasia terbongkar?
Atau justru berpisah?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ZiOzil, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 22
Keesokan paginya, Fardhan terbangun dari tidurnya, tapi dia mendadak panik saat menyadari Bella tidak ada disampingnya.
"Kemana dia? Apa jangan-jangan ...."
Fardhan spontan bangkit dan berlari keluar kamar, tapi langkahnya terhenti saat melihat Bella sedang menata sarapan di meja makan. Lelaki ganteng itu merasa lega karena ternyata Bella masih ada di rumah ini, tadi dia berpikir jika wanita itu sudah kabur.
Ranti yang melihat Fardhan memandangi Bella bergegas menghampiri putranya itu.
"Dia sangat cantik kan?" tanya Ranti dan sukses membuat Fardhan tersentak kaget.
"Ibu ...." Fardhan langsung memalingkan wajahnya.
"Beberapa wanita hanya cantik di luar saja, tapi Karina itu cantik luar dalam. Kau sangat beruntung bisa memilikinya, jangan sia-siakan kesempatan ini, Nak. Berbahagialah dengan masa depanmu dan tinggalkanlah yang sudah berlalu." ujar Ranti.
"Ibu ini bicara apa?" Fardhan pura-pura bodoh.
"Kau pasti tahu maksud Ibu, jangan pura-pura." Ranti menepuk pundak Fardhan dua kali lalu berjalan mendekati Bella.
Fardhan pun segera kembali ke kamar sebelum Bella menyadari bahwa dia memperhatikannya.
Setelah selesai mandi, Fardhan tertegun melihat Bella sudah berpakaian rapi dan sedang memoles sedikit make-up di wajahnya.
"Kau mau kemana?" tanya Fardhan penasaran.
"Bukankah semalam kau berjanji akan mengantarkan aku pulang ke rumah?"
Fardhan tertegun, baru saja dia lega karena Bella masih ada di rumah ini, tapi sekarang wanita itu benar-benar ingin pulang ke rumah orang tuanya.
"Kenapa kau diam saja? Kalau kau nggak mau, aku bisa pulang sendiri." lanjut Bella karena melihat Fardhan diam.
"Baiklah, aku akan antar kau pulang."
Dengan berat hati, Fardhan menyetujui permintaan Bella. Dan lagi-lagi, perasaan aneh muncul dibenaknya. Mengapa dia merasa tak rela?
"Kalau begitu, aku tunggu di luar." Bella melenggang pergi dari kamar.
Tak butuh waktu lama, Fardhan sudah selesai berpakaian dan keluar dari kamar. Bella pun sudah menunggunya di teras rumah bersama Ranti.
"Itu dia sudah selesai." Ranti menunjuk Fardhan yang berjalan ke arah mereka. "Kamu nggak lama kan, Nak?"
Bella menggeleng sambil tersenyum. "Nggak kok, Bu. Aku hanya ingin melepas rindu saja dengan orang tuaku. Setelah itu, aku akan segera kembali."
"Baiklah. Sampaikan salam Ibu kepada kedua orang tuamu."
"Iya, Bu."
"Bu, aku pergi dulu." ujar Fardhan.
"Iya, Nak. Hati-hati dijalan."
Namun belum lagi Fardhan dan Bella angkat kaki dari teras rumah, seseorang yang tak terduga turun dari taksi dan berlari lalu memeluk Fardhan. Semua orang terkejut melihat aksinya itu.
"Keyla?"
Fardhan tak membalas pelukan Keyla, dia sontak menatap Bella dan Ranti yang melotot kepadanya. Fardhan hanya menggelengkan kepalanya dengan wajah bingung.
Fardhan menjauhkan tubuh Keyla darinya, dia merasa tak enak kepada ibu dan juga istrinya. "Hmmm, Key ... maaf ...."
"Dhan, tolong aku." ucap Keyla sembari terisak-isak.
Sebenarnya Keyla heran, kenapa Fardhan melepas pelukannya? Tapi dia tak mungkin bertanya.
"Ada apa, Key." tanya Fardhan.
"Danar memukulku lagi." jawab Keyla sambil menunjukkan lebam di sudut bibirnya.
Bella dan Ranti terkesiap mendengar pengakuan Keyla. Sementara Fardhan hanya mengeraskan rahangnya demi menahan geram atas perlakuan Danar.
"Aku sudah nggak tahan lagi, Dhan. Aku ingin bercerai darinya." ujar Keyla yang kembali terisak.
"Lalu apa urusannya dengan Fardhan? Kenapa kau datang kesini dan mengadu kepadanya?" sela Ranti ketus.
"Bu, jangan begitu!"
Keyla menoleh ke arah Ranti dengan wajah yang sedih. "Karena Fardhan berjanji akan menjadi pengacara ku, Bu."
Ranti dan Bella tercengang mendengar pernyataan Keyla itu.
"Dhan? Apa-apaan kau ini?" sergah Ranti tak terima. Sementara Bella hanya diam dengan wajah yang masam, dia sungguh tak tahu harus berkata apa lagi?
"Bu, aku hanya ingin membantunya saja. Nggak ada maksud lain." sahut Fardhan.
Bella yang sudah benar-benar kesal dengan situasi ini akhirnya buka suara.
"Kalau begitu selesaikan urusan kalian, aku permisi dulu. Bu, aku pergi!" ucap Bella dan segera beranjak dari sana.
"Tunggu! Aku akan mengantarmu!" seru Fardhan.
"Sepertinya kau sedang sibuk dengan klien mu. Aku bisa sendiri." Bella menjawab tanpa menoleh ke arah Fardhan. Dia merajuk.
"Kau tunggu dulu disini! Aku akan segera kembali." ujar Fardhan kepada Keyla.
Keyla pun hanya mengangguk patuh, meskipun di dalam hatinya, dia sangat kesal karena Fardhan meninggalkannya demi Bella.
Fardhan pun bergegas mendekati Bella, tapi tiba-tiba Ranti memekik kesakitan sambil memegangi dadanya.
"Aduh!"
Melihat Ranti yang kesakitan, Fardhan dan Bella spontan berlari menghampirinya. Sementara Keyla hanya berdiri ditempatnya dengan wajah yang ditekuk.
"Ibu! Ibu kenapa?"
"Ibu ...."
"Dada ibu sakit, Nak. Tolong bantu Ibu ke kamar." pinta Ranti sambil memegangi dadanya.
Fardhan dan Bella pun memapah Ranti berjalan ke kamar, sedangkan Keyla hanya melangkah dengan malas mengikuti mereka. Tapi tanpa sepengetahuan siapapun, Danar sedang memperhatikan mereka dari jauh.
"Padahal istrinya cantik sekali, tapi dia masih berani bermain api dengan Keyla. Kita lihat saja apa yang akan terjadi setelah ini, akan ku buat dia menyesali perbuatannya." gumam Danar sinis.
Padahal Keyla sudah kabur dari rumah dengan sembunyi-sembunyi, dia bahkan menaiki taksi serta mematikan ponsel agar Danar dan anak buahnya tidak bisa melacak keberadaannya. Tapi ternyata Danar jauh lebih pintar darinya.
***
jadi begini misalnya suami author punya teman cewek yang perhatian pada suami author (kayak perhatian raka dan bella) dan suami author dengan senang hati menerima segala kebaikan cewek itu, dan suami author berinteraksi dengan cewek itu kayak intraksi raka dan bella
bagaimana perasaan author
coba tanyakan pada dirimu thor
*jika kau Terima suamimu berteman dan berinteraksi dengan cewek lain (kayak interaksi raka dan bella) maka pola pikir mu tidak ada masalah
*tapi jika kau tidak suka suamimu berteman dan berinteraksi dengan cewek lain ( kayak interaksi raka dan bella), maka pola pikir mu ada masalh thor
renungkan lah
saat di novelmu, kau membenarkan seorang istri berteman dan diperhatikan pria lain dan semua interkasi sang istri dengan pria lain kau benarkan maka tanya kan pada dirimu sendiri apakah kau Terima juga jika suamimu punya teman cewek dan diperhatikan oleh cewek lain
renungkan lah