NovelToon NovelToon
Skandal Di Balik Layar

Skandal Di Balik Layar

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Duda / Dikelilingi wanita cantik / Tamat
Popularitas:821
Nilai: 5
Nama Author: Rizaidhan Luthfian

Ajo dan Elsa dipertemukan dalam proyek film yang sama. Ajo sebagai produser dan Elsa sebagai pemeran utama. Sejak awal pertemuan, ketertarikan satu sama lain sudah terasa. Namun, status mereka yang berbeda – Ajo sebagai duda dan Elsa sebagai aktris yang sedang di puncak popularitas – menjadi penghalang bagi mereka untuk mengekspresikan perasaan mereka.
Ketegangan semakin meningkat ketika skandal masa lalu Ajo terungkap. Hal ini mengancam reputasi dan karir mereka berdua. Mereka harus berjuang melawan tekanan publik, gosip media, dan juga konflik batin mereka sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rizaidhan Luthfian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Panggilan dari Masa Lalu

Dua belas tahun telah berlalu sejak badai skandal Maya mereda dan takhta AJA DISPOSA FILM berdiri kokoh di atas fondasi persahabatan sejati. Gunung Salak tetap berdiri megah, menaungi rumah panggung tua Ajo yang kini menjadi saksi bisu bertumbuhnya generasi baru.

Di lobi megah gedung pusat AJA DISPOSA FILM Jakarta, suasana pagi itu mendadak tegang. Bukan karena ulah wartawan atau konflik internal, melainkan karena kehadiran sesosok pemuda berusia sembilan belas tahun yang melangkah mantap menyusuri karpet merah lobi.

Pemuda itu adalah Laskar, putra sulung Ajo dan Elsa. Wajahnya yang tegas mewarisi ketenangan Ajo, namun sorot matanya yang tajam memancarkan aura bintang ibunya, Elsa. Di sampingnya, berjalan seorang gadis muda berusia tujuh belas tahun dengan lesung pipit manis yang sangat familier—Kiyara, putri tunggal Adam dan Juli, yang kini tumbuh menjadi gadis berbakat dengan pesona alami ibunya dan kecerdasan bisnis ayahnya.

"Laskar, kamu yakin mau mengajukan skenario ini tanpa sepengetahuan Ayah dan Paman Adam?" tanya Kiyara pelan sambil merapikan tumpukan berkas di tangannya.

Laskar menghentikan langkahnya di depan pintu ruang rapat eksekutif. Ia menoleh ke arah Kiyara, menyunggingkan senyum tipis khas Ajo.

"Kiyara, kalau kita terus berlindung di bawah nama besar 'Tiga Jenderal', industri film ini tidak akan pernah melihat siapa kita yang sebenarnya. Sudah waktunya Generasi Baru melangkah," ujar Laskar mantap.

Di dalam ruang rapat utama, Ajo, Adam, dan Jimi sedang menikmati kopi pagi mereka. Usia telah menambah sedikit uban di pelipis Ajo dan garis halus di sekitar mata Adam, tetapi wibawa "Tiga Jenderal" tak pernah luntur sedikit pun.

Pintu ruang rapat terbuka. Laskar dan Kiyara melangkah masuk dengan penuh percaya diri.

"Laskar? Kiyara? Kenapa kalian ke kantor pagi-pagi begini?" tanya Adam heran sambil melepas kacamata bacanya. "Bukannya kalian harusnya ada di kampus dan sekolah?"

Laskar berjalan menuju meja rapat, meletakkan sebuah naskah tebal bersampul hitam dengan logo khusus di atas meja.

"Kami ke sini bukan sebagai anak-anak kalian, Paman Adam... Ayah," pangkas Laskar dengan suara berat nan mantap. "Kami ke sini sebagai tim kreator muda yang ingin mengajukan proyek investasi film terbaru AJA DISPOSA FILM."

Ajo memiringkan kepalanya, menatap putra sulungnya dengan pandangan menilai yang dalam. Sementara Adam terkekeh rendah, melipat tangannya di dada.

"Oh ya? Anak-anak kemarin sore mau mengajukan proyek di hadapan Tiga Jenderal?" goda Adam dengan senyum khasnya. "Tahu berapa standar anggaran yang kami setujui untuk sebuah produksi?"

"Lima puluh miliar, Paman," jawab Kiyara cepat tanpa ragu, lesung pipitnya mengembang menantang. "Dan skenario yang ditulis Laskar ini... bakal menghasilkan lima kali lipat dari angka itu, sekaligus membuka pasar perfilman Asia."

Jimi yang duduk di samping Ajo sampai menaikkan sebelah alisnya, terkesan dengan keberanian Kiyara yang sangat mirip dengan Adam masa muda.

Ajo mengambil naskah bersampul hitam itu, membaca judul utama yang tertera di halaman depan:

BAYANG-BAYANG SALAK: RAHASIA YANG TERSEMBUNYI

Namun, saat Ajo membuka halaman pertama yang memuat draf alur cerita dan nama-nama karakter pendukung, ekspresi tenang di wajah Ajo mendadak berubah drastis. Matanya membelalak kaget. Jemarinya yang memegang kertas mendadak gemetar tipis.

Adam yang menyadari perubahan raut wajah sahabatnya langsung mengernyit bingung. "Ada apa, Jo? Kenapa mukamu mendadak pucat begitu?"

Ajo mendongak, menatap Laskar lurus-lurus dengan tatapan yang sangat serius—sebuah tatapan yang sudah belasan tahun tidak pernah dilihat oleh siapa pun.

"Laskar... dari mana kamu dapat nama 'Keluarga Tanaya' dan dokumen transaksi lama ini?" suara Ajo bergetar, dalam dan penuh rahasia masa lalu yang terancam membongkar kembali ketenangan mereka.

Di luar ruangan, ponsel Adam berdering nyaring. Sebuah pesan singkat masuk dari nomor yang tak dikenal:

"Tiga Jenderal pikir permainan sudah selesai? Putera-puteri kalian baru saja membuka pintu neraka yang kalian kubur dua belas tahun lalu. - Tanaya."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!