😍Sedang dalam revisi, perbaikan tanda baca, narasi dan lainnya.😍
Season 1 & Season 2.
Warning!!!
kalau mau baca pliss dari episode awal karena kisah cinta Vino - Ran berawal dari Season 1.
Di season ke dua, author akan fokus pada kisah cinta Vino sang cassanova yang jatuh cinta pada saudara ipar sepupunya. Ran, begitu ia biasa memanggil gadis itu.
(Season 1 )
Adimas bramasta seorang duda kaya berumur 35 tahun,dia sudah dua kali gagal menikah dan kedua nya gagal di pertahankan karena ia selalu di selingkuhi. sehingga membuat nya trauma akan dunia percintaan.
setelah 8 tahun di luar Negeri, ia kembali ke Indonesia dan menggantikan posisi papa nya sebagai presdir perusahaan. lalu ia bertemu kembali dengan Fani yang dulu ia anggap sebagai keponakan nya,kini telah menjadi gadis dewasa berumur 20 tahun.
jangan luka like,vote, dan komennya ya beb😽💙 jangan lupa juga masukan nya.. biar lebih baik lagi.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wulan_zai, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 23 : Pesta perusahaan
Obrolan Fani saat makan siang bersama Mila end geng,tentu saja jadi menyebar ke seluruh sudut dan celah kantor.
dan kabar itu pun sampai ke telinga Dimas sehingga membuat Dimas senyum senyum sendiri.
"ssshhhh,,, dia bahkan bertanya pada teman teman nya. itu berarti dia serius mempertimbangkan ajakan ku untuk menikah? aaakhhh... anak kecil itu membuat jantung ku ingin melompat." gumam Dimas kegirangan sambil meraba dada nya yang seperti akan meledak.
"Fani, ikut saya sebentar.." pinta Dimas sambil menenteng kantong tas hitam di tangan nya.
Fani pun menurut dan mengikuti Dimas ke taman yang berada di atap.
"ada apa om?" tanya Fani begitu sampai di sana.
Dimas menyerahkan kantong hitam yang sedari tadi ia tenteng.
Fani membuka nya dan ia terheran saat melihat isi kantong tersebut berupa gaun untuk pesta.
" untuk apa om?" Fani mengernyitkan alis nya.
"Besok malam akan di adakan pesta untuk memperingati ulang tahun perusahaan. dan om mau kamu pakai gaun ini." ujar Dimas sambil memainkan mata nya.
"beneran..? wahh pasti seru ya.."
"tapi harus nya om nggak perlu repot repot beliin ini buat Fani."
"mama nya om yang beli,jadi kamu harus pakai."
jawab Dimas sambil tersenyum.
"omong omong apa bener kamu bertanya sama rekan yang lain untuk memastikan perasaan mu.?"
tanya Dimas sambil tersipu malu.
"ahh.. cepet banget nyebar nya ya..",
batin Fani.
"itu.. Fani cuma penasaran dengan perasaan Fani"
Fani gugup serta malu karena ia tidak menyangka Dimas akan membahas hal ini.
"kamu mencari tahu tentang perasaan mu dengan om?" Dimas mendekati Fani sambil menatap wajah nya sangat dalam.
"ii..iyaa.. semacam itu ...."
jawab Fani gugup sambil perlahan mundur karena Dimas semakin dekat.
Namun Dimas semakin dekat,semakin dekat.....
lalu...
Dimas menarik pinggang Fani dan membawa nya ke pelukan nya.
"kamu mau tahu jawaban dari hati mu??"
bisik Dimas lembut di telinga Fani.
Fani hanya bisa diam tak berkutik karena ia merasa seluruh sendi di tubuh nya tiba tiba kehilangan daya.
" I love you...." Bisik Dimas penuh cinta,lalu ia mengecup daun telinga Fani dengan lembut dan nafas nya yang berderu kencang.
Nafas Fani menjadi berat saat itu juga, tangannya mencengkram erat lengan Dimas dengan sisa tenaga yang ada. jantung nya benar benar berdebar sangat keras hingga Dimas bisa mendengarnya.
"bagaimana?? sudah menemukan jawaban nya?"
tanya Dimas lagi seraya memandangi wajah Fani yang mulai berkeringat dingin.
Lalu Dimas kembali memeluk nya hingga wajah Fani tenggelam di dada bidang milik nya,ia memejamkan mata nya dan menikmati hembusan nafas Fani yang tersengal seperti sedang membelai lembut dada bidang nya.
...~...
Pesta ulang tahun perusahaan...
Hari yang di tunggu-tunggu oleh semua karyawan pun tiba. hari dimana para karyawan bebas mengekspresikan diri nya di hadapan para atasan.
Ya., setiap tahun nya selalu di adakan panggung pertunjukkan untuk para karyawan, ada yang berdansa,ada yang menyanyi,ada juga yang berakting.
tak hanya itu,perusahaan juga mendatangkan beberapa artis papan atas yang di idolakan oleh karyawan.
tentu saja tidak semua nya,hanya karyawan dengan kinerja bagus dan membawa pengaruh bagi perusahaan yang bisa merequest untuk mendatangkan artis idola nya.
kapan lagi mereka bisa bertemu dengan selebriti idola mereka secara langsung walaupun hanya 1 hari.
Acara bergengsi itu tak luput dari sosok Aditya bramasta selaku pendiri perusahaan besar tersebut. acara tahunan seperti itu sudah sejak dulu ia selenggarakan untuk menyemangati para karyawan nya.
Di sisi lain..
Fani yang baru saja tiba terlihat sangat cantik dan anggun hari ini, dengan balutan gaun bernuansa gold pemberian Rianti dan rambut yang di jepit kebelakang menambah kesan feminim dan manis diri nya.
ia terlihat sedikit gugup karena baru kali ini menghadiri acara megah seperti ini. namun ia tetap berusaha tenang dan mencoba menikmati suasana.
Sedari tadi mata Fani mencari keberadaan Dimas. mungkin saja Dimas tengah sibuk mengontrol acara agar berjalan sesuai rencana.
Saat ini Fani sedang duduk bersama rekan satu Divisi nya menikmati jamuan sambil mendengarkan kata sambutan dari para Atasan dan juga pemegang saham.
"hai...sayang.." sapa Rianti yang baru saja turun dari panggung.
"loh.. Bu Rianti kenal sama Fani,?"
"mereka saling kenal?"
"manggil nya sayang lo... wahh jangan jangan.."
begitulah para karyawan yang ada di sana menerka nerka. apalagi saat melihat Rianti mengobrol akrab kepada Fani, mereka semakin di buat penasaran apakah kira nya yang tidak mereka ketahui dari Fani.
Acara berlangsung sangat meriah, setelah berbagai pertunjukan di pertontonkan kini tiba para karyawan yang akan bernyanyi dan berdansa di panggung megah itu.
ada yang berkesempatan berdansa langsung dengan sang artis favorit,ada yang sesama rekan kerja, ada juga yang solo.
Wajah para pegawai terlihat sangat bahagia tak seperti hari sebelum nya yang selalu lusuh dan kaku. walaupun cuma 1 hari,rasa nya sudah cukup untuk memanjakan semua pegawai perusahaan dengan acara ini.
Mila dan yang lain nya menarik Fani naik ke panggung, setelah sampai di atas panggung Fani di tinggal kan sendirian. mereka sengaja melakukan nya karena dari semua orang,cuma Fani yang belum naik ke panggung.
"semangat..!" ujar Mila sambil berlari meninggalkan panggung.
Fani sangat gugup saat itu, ia tidak tau harus melakukan apa di depan banyak orang.
memang saat bekerja Fani sering bernyanyi dan para rekan nya mengakui kalau suara Fani bagus. tapi kan Fani tidak pernah bernyanyi di iringi musik sungguhan ditambah panggung yang sangat megah pula.
Saat sedang bingung ingin melakukan apa, tiba tiba Dimas naik ke atas panggung sambil tersenyum manis ke segala penjuru arah.
Pesona Dimas malam itu benar benar terpancar sempurna,dengan gaya nya yang manly dan berkharisma membuat semua wanita dari dalam maupun luar kantor menjadi terpana akan aura ketampanan nya.
...************...
terimakasih banyak atas suport dan dukungan nya sejauh ini♥️ love yu lahh pokok nya😽💟
Visual hanya bahan halu author pribadi😁
yang nggak suka boleh di ganti dengan Visual kesukaan yang ada di imajenasi kalian masing masing 🤗