Seorang pria tampan yang hidup dengan kegelapan penuh dengan tragis, di musuhi oleh orang sekitarnya hingga di buang oleh ibu tirinya. Hingga satu hari dia di buang oleh ibu tirinya dan di selamatkan oleh gadis berhati malaikat.
kisah yang memilukan yang sangat membuat dirinya merasa tidak layak hidup di dunia ini, sebelum seorang gadis menyelamatkan dirinya.
cover by:canva
Baca lebih lanjut di Novel Toon.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tika Putri yesi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Jealous
Malam telah berganti dengan pagi seperti biasa Julian bangun dari tidurnya lalu dia
akan menyiapkan sarapan pagi untuk dirinya dan Arga.
Pagi ini Julian akan berangkat kerja ke rumah Tito. Ia juga sudah lama tak berjumpa dengan Tito sudah hampir 2 mingguan sejak dia mengantarkan Julian ke sekolah. Saat sudah beres Julian rencananya kan mengajak Arga pergi dengan dirinya biar dia bisa mengjaga Arga di saat dia berkerja. Hari ini dirinya
akan masuk kerja sedikit pagi kerena banyak pekerjaan yang dia kerjakan hari
ini. mengingat dirinya akan bersiap- siap nanti pengurusan Beasiswanya ke Los engeles. Ia sangat senang ketika dapat kabar semalam jika dirinya mendapatkan Beasiswa ke los engeles. Ia belum sempat memberi tahukan kepada Arga akan hal ini dia mau ini suprise.
“Kak Arga hari ini ikut dengan Julian ya ke rumah kak Tito. Biar kakak gak sendiri
terus di rumah aku bisa jagain kakak juga di sana di selah- selah aku berkerja
kak.”
“Baik lah kakak akan ikut,” sebenarnya dia sangat tidak mau ikut ke rumah Tito namun
dia tidak akan membiarkan Tito dekat- dekat dengan gadisnya ini.
Setelah beres semua Julian keluar dari
gubuknya melangkah kaki di sepanjang perjalan itu sambil menggandeng Arga di
sepanjang jalan tersebut hingga sampai di rumah Tito. Banyak juga yang membicarakan mereka namun Julian hanya dia saja.
Tok..tok...
“Selamat siang ibuk!” ucap Julian sambil masuk ke dalam Rumah itu di ikuti Arga di
belakangnya.
“Selamat siang nak, kamu sudah datang,” sambut ibuk Jian dengan ramah lalu melirik ke arah Arga yang setia berdiri di belakang
Julian.
Julian yang sadar akan lirikan buk Jian dia segera berkata “Maaf buk aku membawa Kak
Arga ke sini, soalnya di sendirian jika Julian tinggalkan buk. Lagian di sini
Julian masih bisa memastikan kak Arga baik- baik saja.
Ibuk Jian yang mengerti akan ucapan Julian hanya mengangguk setuju dan menyambutnya
dengan baik.
“Iya Julian gak papa kok nak!” ujar Buk Jian.
“Makasih ibu,” balas Julian dengan senyum manisnya.
Lalu Arga mengikuti Julian kemana Julian pergi ia ikut di bawah oleh Julian. Saat ini Julian lagi cuci piring- piring kotor di sana dengan cepat dan bersih sedangkan Arga melihat itu dari tempat dia duduk. Ia sangat beruntung jika di ajak oleh Julian datang ke sini. Dia berdecap
kagum melihat gadis mungil itu berkutat dengan pekerjaannya dengan baik dan ia
tetap tenang.
Tiba-tiba Arga terlihat kesal akan datangnya Tito ke dapur dan berbicara dengan Julian. Ia sangat tak menyukai hal itu ia tak mau Julian dekat dengan Pria itu. ingin rasanya Arga menjauhkan Julian dari Tito akan tetapi dia harus urungkan niatnya itu bisa-bisanya di ketahui selama ini dia sudah bisa melihat.
“Julian kamu sudah lama datang?” tanya Tito sambil makan cemilannya.
“lumayan lah kak Tito.”
“Humm.. bagaimana dengan ujian kamu berjalan dengan lancar?”
“Iya
kak ujian ku berjalan dengan lancar kok, tenang aja.”
“Bagus lah kalau begitu. Kamu bawa Arga ke sini?” tanya Tito.
“Iya kak, aku gak mau ninggalin kak Arga sendirian di rumah kakak. Jadi aku bawah ke
sini biar aku bisa jaga kak Arga,” kata Julian sambil melirik sekilas ke Arga.
“Iya de.”