NovelToon NovelToon
Nicholas

Nicholas

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Patahhati / Badboy / Tamat
Popularitas:31.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: Clarissa icha

Area Dewasa.!!! Tidak ada nilai positif.
Tidak suka = SKIP


Nicholas Alexander, laki - laki tampan berusia 24 tahun itu baru saja patah hati setelah kekasih yang sudah dia kencani selama lebih dari 4 tahun itu telah di tiduri oleh laki - laki lain.
Hancur.? Tentu saja dia sangat hancur menerima kenyataan pahit itu.
Pada akhirnya dia harus melepaskan wanita yang hampir saja dia nikahi dalam waktu dekat ini.

Mampukah Nicho melupakan cinta pertamanya.?Dan menemukan cinta sejati yang sesungguhnya.?
Siapakah wanita beruntung itu yang akan mendapatkan cintanya.?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Clarissa icha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22

"Kak Nicho,,,!!"

Nicho menghembuskan nafas kasar sambil berbalik badan. Dia tidak jadi membuka pintu mobil setelah mendengar teriakan Sisil. Nicho sudah menduga kalau hari ini Sisil pasti akan menghampirinya, entah di apartemen ataupun di kampus seperti saat ini.

"Hari pertama jadwalku makan gratis di kafe kakak,,," Seru Sisil mengingatkan. Dia berdiri di depan Nicho, dengan menunjukan 1 jarinya. Tak lupa mengulas senyum tipis yang tak pernah hilang dari wajahnya. Nicho bahkan heran, wanita itu selalu mengulas senyum dalam keadaan apapun meski saat dia memarahinya.

"Aku mau pergi, ada urusan. Kamu saja yang ke kafe, minta Revan buat nemenin kamu,,," Tolak Nicho halus. Hari ini dia harus pergi ke rumah orang tuanya karna sepupunya datang ke rumah.

"Yahh,,,," Sisil terlihat kecewa.

"Memang pulang jam berapa.? Ke kafenya sore atau malam juga nggak masalah." Ujar Sisil. Dia kembali mengulas senyum setelah tadi sempat cemberut.

Nicho menarik nafas dalam.

"Besok saja. Aku pergi dulu,,," Ujarnya datar. Nicho langsung membuka mobil dan masuk kedalam. Dia segera menutup pintu sebelum Sisil kembali bicara.

Nicho bisa melihat wajah Sisil yang cemberut, bibirnya semakin maju. Tidak salah kalau kemarin menyebutnya bebek. Benar - benar sangat mirip dengan bibirnya yang tipis.

Tak butuh waktu lama, Sisil beranjak dari sana. Nicho hanya meliriknya sekilas, kemudian melajukan mobilnya.

Kehadiran Sisil memang mampu membuatnya melupakan sejenak kegundahaan di dalam hatinya, namun Nicho merasa ada yang salah akan kedekatannya dengan Sisil yang semakin hari semakin intens.

Meski ada kemungkinan dia akan membuka hati untuk orang lain, tapi Nicho tidak bisa melakukannya dalam waktu dekat.

Hatinya terlalu hancur, rasa kecewanya terlalu besar, butuh waktu yang mungkin sangat lama untuk menata kembali hatinya yang telah hancur dan mengobati kekecewaannya.

Nicho tersenyum kecut. Lagi - lagi dia merasa bodoh. Pengorbanannya selama 4 tahun bersama Fely hanya sia - sia. Membawanya pada rasa sakit yang bahkan sulit untuk di gambarkan dengan kata.

Lebih memilih kekasih dari pada keluarganya sendiri, itu sudah lebih dari cukup untuk membuktikan betapa besarnya rasa cinta Nicho terhadap Fely.

Dia lebih memilih membuat hubungannya dan sang Papa tak lagi seperti hubungan seorang ayah dan anak.

Entah apa kurangnya Nicho selama ini. Dia sadar bukan laki - laki sempurna, tapi berusaha keras agar sempurna untuk Fely. Mencurahkan semua perhatian dan cinta padanya. Menjaganya seperti dia menjaga adiknya sendiri, bahkan lebih.

Nicho bukan hanya kecewa karna Fely dan Nathan melakukan hubungan terlarang itu. Tapi dia lebih kecewa karna Fely datang ke acara perpisahan itu tanpa memberitahunya lebih dulu, bahkan melanggar apa yang selalu dia perintahkan pada Fely.

Perjalanan yang memakan waktu 40 menit, terasa sangat cepat. Sepanjang jalan pikirannya terus menerawang. Memikirkan masalah yang sedang dia hadapi saat ini. Setengah jiwanya mungkin pergi, tapi dia harus tetap menjalani kehidupan dengan normal layaknya orang lain.

Apa yang terjadi saat ini, mungkin ada menjadi masa lalu terberat dan menyakitkan untuknya.

Nicho memarkirkan mobilnya di halaman rumah. Sudah lama dia tidak pulang ke rumah ini.

Orang yang dia pertahankan demi meninggalkan rumah ini, tidak ada lagi di sisinya. Hubungan dia dan sang Papa mungkin bisa di perbaiki lagi dan bisa kembali ke rumah ini, namun Nicho merasa malu pada Papa Alex.

Suasana di rumah cukup sepi. Nicho hanya melihat 1 pekerja di ruang tengah yang sedang membereskan cemilan dan beberapa minuman kaleng.

"Dimana Alvin.?" Tanya Nicho tanpa menghentikan langkahnya.

"Den Nicho,,," Dia terlihat kaget melihat kedatangan Nicho.

"Siang Den. Den Alvin sedang di dapur,,,"

Nicho hanya mengangguk setelah mendengarkan jawaban dari pekerja rumah. Langkahnya semakin cepat untuk menyusul sepupunya yang sudah lama tidak datang ke rumah.

"Kapan datang.?" Nicho menghampiri Alvin yang sedang duduk di meja makan. Dia terlihat sedang menunggu makan siang.

"Wahh akhirnya nongol juga lu.! Kata Jeje lu pindah kuliah disini. Terus sekarang kabur kemana kalo nggak tinggal di rumah.?!" Alvin berdiri, dia memeluk Nicho dan menepuk kencang punggungnya, begitu juga dengan Nicho yang melakukan hal serupa.

"Gue bisa tinggal dimana pun, nggak kayak lu.!" Cibir Nicho. Dia duduk di depan meja makan, mengambil minuman kaleng milik Alvin dan meneguknya.

"Percaya gue, lu bukan beban keluarga.! Nggak kayak gue." Sahut Alvin cepat. Dia sudah paham maksud ucapan Nicho.

Nicho tersenyum sinis.

"Sadar juga lu,,," Ujarnya mencibir.

"Heran gue, jeje mungut suami dimana sih.?" Tanya Alvin penasaran. Dia bahkan menatap Nicho dengan serius karna penasaran menunggu jawaban dari Nicho.

"Lu udah liat suami Jeje.?"

"30 menit yang lalu datang kesini. Gila itu si om om,,," Ujar Alvin sambil menggelengkan kepalanya karna heran.

"Jeje datang sama suaminya.?" Kini Nicho juga terlihat penasaran.

"Suaminya datang sendiri. Bukannya sekarang Jeje tinggal disini selama 2 minggu ke depan."

"Datang - datang langsung nyeret Jeje ke kamar. Siang bolong begini bisa - bisanya k*win. Kayak nggak ada waktu lagi,,,"

Tutur Alvin tersungut - sungut. Dia terlihat jengkel karna merasa di hina oleh pasangan suami istri itu.

Pikirannya jadi traveling, membayangkan dua orang itu yang langsung buru - buru pergi ke kamar.

Sebagai orang yang berstatus jomblo, Alvin merasa terhina akan hal itu.

"Lu nya aja yang sirik.! Mereka udah nikah, terserah mau k*win pagi, siang, sore, malem, nggak ada larangan."

"Lu yang belum nikah aja bisa k*win siang - siang.!" Ujar Nicho menyindir. Alvin langsung bungkam, dia sadar apa yang di ucapkan Nicho tentangnya adalah kebenaran.

"Kak Nicho,,," Jeje yang baru datang langsung memeluk Nicho dari belakang dan meletakan kepalanya di pundak Nicho.

"Kakak baik - baik saja.?" Jeje bertanya dengan mata berkaca - kaca. Setiap kali melihat Nicho, dia seperti merasakan sakit dalam hatinya.

Nicho menoleh dan tersenyum lembut pada adiknya semata wayangnya itu.

"I'm fine,,,," Sahut Nicho tegas. Jeje melepaskan pelukannya dan ikut duduk di samping Nicho.

"Udahan.?" Tanya Alvin. Dia menatap Kenzo dan Jeje secara bergantian dengan pandangan mata yang berbeda. Bayangan pergulatan antara Jeje dan Kenzo seakan ada di hadapan matanya.

"Lemah banget, baru juga 30 menit,,," Cibir Alvin dengan menahan tawa.

Kenzo mendelik mendengarnya.

"Hanya manual, kenapa harus lama - lama,,," Sahut Jeje dengan polosnya. Alvin yang mendengar jawaban konyol dari Jeje, tidak bisa menahan tawa.

Berbeda dengan Nicho yang hanya menggelengkan kepalanya. Dia tidak heran lagi dengan adiknya itu.

"Hahahahaha,,,, Jadi manual.?" Ujarnya mempertegas dengan tawa yang terlihat sangat puas.

"Je.!!" Kenzo menegur istrinya. Memberikan tatapan tajam padanya karna sudah memberitahu apa yang baru saja mereka lakukan.

"Sudah punya pasangan halal, bisa - bisa mau pake cara manual,,," Cibir Alvin lagi. Dia masih saja tertawa.

"Banyak bac*t.!" Geram Kenzo. Dia mengambil jeruk dan memasukannya kedalam mulut Alvin.

"Hahaha,,, mampus lu.!!" Ujar Nicho dengan tawa renyah.

Jeje menoleh, dia tersenyum lega mendengar tawa Nicho yang seolah tidak lagi merasakan sakit dalam hatinya.

"Sialan,,," Geram Alvin setelah melepaskan jeruk dari mulutnya.

Suasana di meja makan terasa hangat dengan gelak tawa mereka. Ke empat orang itu saling melempar candaan dan cibiran satu sama lain.

Nicho terlihat terus tertawa tanpa beban.

Dia memang bisa melupakan rasa sakit hatinya saat sedang ada orang lain di sampingnya, tapi tidak saat dia seorang diri.

...****...

...Yuk mulai vote lagi 🥰...

1
nobita
aku jadi tegang 🤭
Candle_SHe
😍😍😍
arsita
ceritanya tu terlalu berbelit"
Yudi Jebaru
menarik/Rose/
Sofie Ariyani
nicho gendeng 🤣
winda.milsa
sepertinya aku lrbih senang cerita nathan dan fely. kalo nicho emosian terus kasar🤭🤭🙏🙏🙏
Wayan apriani
Kecewa
Wayan apriani
Buruk
irma hidayat
ceritanya bagus moga cerita yg lain suaminya bukan yg arogan tapi baik seperti s oppa nathan ga kaya nama dijudul,maaf thor yg baik
Alyanceyoumee: Assalamualaikum. Thor permisi, ikut promo ya🙏.

Kaka, Jika ada waktu luang, boleh coba baca karya ku yang berjudul "PARTING SMILE" ya, siapa tau Kaka suka.

Berkisah tentang penyanyi religi yang terjerat pernikahan kontrak dan cinta masa lalunya yang sangat rumit. Ditambah dia tipe yang gengsian dan menyebalkan, hiih dah lah.

Insyaallah seru ka... xixi
di tunggu ya ☺️🙏
total 1 replies
Nyai Ocha
bagus
Agnescerlly Cerlly
sakit tu kepala karna belum selesai
Agnescerlly Cerlly
dosa gak sih nolak suami
Kostum Unik
Cih alasan klise. Kalo istri nya yg bgtu wlu atas dasar kemanusiaan ttp aja dia gk terima. Author demen bgt bikin tokoh ceweknya bodoh dan gampangan
Kostum Unik
Gampang bgt bilg maaf. Suami egois dan tempramen
Kostum Unik
Bego bgt istri bgni. Udah usir ya keluar
Biar mikir jg laki model bgtu. Ribet bgt soal anak merid jg blm ada setaun
𝓡𝓲𝓪𝓷𝓲 ☆ミ
pembaca nicho sisil ada yang tau akun ig author ga
𝓡𝓲𝓪𝓷𝓲 ☆ミ
thor akun ignya dong
Surtia Ningsih
ni cerita muteerrr aja di situ bikin kapok Nicho nya dong
anna ganol
ngilu 🤣🤣
anna ganol
sabar kkak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!