Bagaimana jadinya jika seorang wanita mengejar-ngejar seorang pria berharap akan terbalaskan cintanya???
Dia adalah Yura Maharani Anwar seorang wanita cantik,rambut panjang, tinggi body bak model tapi sayang di awal pernikahannya penuh dengan sayatan luka yang di goreskan oleh suaminya.
Yuda Aditama Wijaya,ya dia adalah CEO tampan , namun sifatnya dingin dan sombong dia adalah suami sekaligus cinta pandangan pertamanya Yura sehingga dengan gigihnya dia mengejar sang CEO untuk menaklukan hatinya walau berulang kali dia melukai hati Yura tapi Yura tidak pernah menyerah untuk mengejar cintanya
Penasaran kan gimana ceritanya.? Yuk intip ceritanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vhee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 22
Tak terasa waktu pun telah menunjukan pukul 4 sore, saatnya para karyawan untuk pulang tapi tidak dengan Yura dia masih sibuk dengan pekerjaannya.
Ra,,kok belum beres-beres sih.? Tanya Tania yang saat itu menghampiri meja Yura ( sengaja karena dia akan mengajak Yura makan di luar).
Eh iya kayaknya aku lembur deh soalnya pekerjaanku masih banyak akibat tertunda karena pernikhaan." ucapnya yang kembali pokus akan pekerjaannya.
Yaelah ,ini kan kantor suami kamu gapapa kali gak di kerjakan sekarang juga." ucap Tania.
Gak bisa Tan ini harus beres sekarang." ucap Yura.
Yaaah tadinya aku mau ngajak kamu makan di cafe xx ."ucap Tania dengan kecewa.
Maaf ya, kan kamu bisa sama Vina." ucap Yura dengan nada tidak enak karena menolak ajakan temannya.
Gak seru kalau cuman berdua aja."ucap tania."Yaudah deh aku pergi dulu ya." ucapnya lagi sambil melambaikan tangannya dan pergi dari hadapan Yura.
^
Tak terasa waktu pun sudah menunjukan jam 6 sore dan pekerjaan Yura belum juga selesai.
Huh,masih banyak lagi." gumam Yura sambil meregangkan tangannya.
Nona belum pulang.? Tanya Anton yang saat itu baru keluar dari ruangan bos nya.
Ah belum asisten An, pekerjaannya belum beres." ucap Yura sambil tersenyum
Saat anton akan membalas ucapan Yura tiba-tiba pintu ruangan Ceo terbuka dan ternyata Yuda keluar dari ruangannya hendak pulang.
Sedang apa kau disini, bukannya harusnya kamu tunggu saya di mobil." Ucap Yuda sambil matanya melirik sekilas ke arah Yura.
Ah iya pak,tadi saya sedang bertanya kepada nona Yura kenapa dia belum pulang jam segini." ucapnya.
Sudah biarkan saja,Ayo pulang." jawabnya sambil melangkah kan kaki nya keluar gedung.
Saya duluan ya nona Yura." ucap Anton sambil pergi dari sana.
Seketika air mata Yura menetes tanpa permisi,dia cukup merasa sakit hati ketika melihat suaminya begitu tega tidak mengajak atau menyuruhnya pulang.
Mas.!!batin yura sambil terisak.
^^
Tepat pukul 8 malam pekerjaan Yura baru selesai, dia pun buru-buru membereskan pekerjaannya dan memesan taxi online.
Tak lama kemudian taxi online pun sudah menunggunya di lobby gedung lalu Yura pun buru-buru masuk ke dalam taxi tersebut.
Sepanjang perjalanan Yura termenung dengan nasib nya ,dia seakan lelah baru 2 hari menjalani pernikahnnya namun rasa cintanya kepada Yuda mengalahkan segalanya,ya mungkin Yura bisa di bilang bucin hihi.
Tepat 30 menit kemudian Yura pun sampai di rumahnya dan keluar dari taxi tersebut.Tak lama kemudian mang jono pun membukakan pintu gerbang.
Nona Yura baru pulang.? tanya mang jono
Iya mang,saya masuk dulu ya." ucap Yura sambil melangkah kan kaki nya ke dalam.
Pasutri aneh, tadi Tuan pulang di antar oleh asisten Anton sekarang nona Yura pulangnya sendiri tadi pas berangkat juga begitu.Ah pusing ah mikirinnya." gumam mang jono.
^
Saat Yura masuk ke kamarnya ternyata disana tidak ada Yuda, Yura pun tidak peduli akan keberadaan suaminya karena saat ini dia sangat lelah karena pekerjaannya lalu Yura pun masuk ke kamar mandi tak lama kemudian dia pun keluar dari kamar mandi dengan menggunakan baju tidurnya dan naik ke atas ranjang merebahkan tubuhnya tak butuh waktu lama dia pun terlelap saking capenya.
Tepat pukul 11malam Yuda pun masuk ke kamar nya ,di lihatnya ranjang sudah ada istrinya yang sudah terlelap perlahan-lahan dia berjalan menghampiri istrinya yang sedang tertidur lalu menyibakan rambut Yura yang sedikit menutupi wajahnya ,dilihatnya wajah Yura dan tatapannya berhenti tepat di area keningnya yang sedikit ada goresan disana.
Apakah aku terlalu berlebihan terhadapnya.? batin Yuda sambil mengambil tensoplas dari laci dan menempelkan di kening Yura.Dia sedikit merasa bersalah terhadap Yura karena sudah melukai keningnya.
Segitu dulu ya teman2,yuk bantu vote ya.
semoga kalian suka dengan novel ku.
terima kasih.salam syang dari aku🤗