Jumpa lagi di novel baru ku ,terima kasih masih stay di sini ya.
Deskripsi
"Tolong jangan masukan ayah ku ke penjara,aku akan melakukan apa pun om " ucap Kia dengan air mata yang sudah mengalir di pipi nya, Burhan terkejut di panggil om tapi dia hanya bisa melotot dengan tajam
"Kau akan melakukan apa pun ?" tanya burhan dan Kia mengangguk saja
"aku akan merawat om sampai sembuh " jelas kia yang memang tak memiliki uang untuk mengganti motor sport mahal dan biaya pertanyaan Burhan
Bibir Burhan terangkat sedikit ,dia memikirkan ucapan mama nya yang sangat ingin dia menikah dan memiliki anak. Kia adalah wanita yang cocok untuk nya ,dia akan memanfaatkan kesempatan ini .
Mau tau bagaimana cerita selanjut nya ? Yuk....langsung rebahan manis sambil ngemil ,baca novel ku . Makasih sebelum nya 🙏🙏🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yuliati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
OM 5(Maafkan ayah)
🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿
Kia berjalan dengan cepat menuju ruangan IGD ,dia ingin melihat keadaan ayah nya dan saat sampai. Kedua mata nya tak bisa menahan laju nya air mata nya, dia menangis memeluk sang ayah yang kini masih duduk sambil termenung .
"Maafkan ayah sayang, maaf ayah selalu menjadi beban untuk mu " ucap Pak Kardi sambil membalas pelukan putri satu satu nya itu,dia mengelus punggung Kia dengan lembut.
Hati nya benar benar merasa bersalah pada putri nya, tak bisa memberikan apa pun yang diinginkan oleh Kia. Walaupun selama ini Kia tak pernah meminta apa pun, Kia selalu tau diri dengan keadaan nya saat ini bahkan dia lah yang membantu keuangan mereka.
"Ini sudah jalannya Yah ,kita juga ngak akan tau apa yang akan terjadi kedepan nya tapi Kia akan berusaha yang terbaik untuk ayah " jawab Kia ,dia melepaskan pelukan nya dan menatap wajah ayah nya yang sudah ikut menangis tapi air mata nya tak sebanyak milik kia.
Kia berusaha untuk tersenyum, dia tak ingin melihat ayah nya menangis lagi . Dengan sedikit kasar dia menghapus air mata di pipi nya, kemudian dia menatap luka di kening ayah nya.
"Sakit yah?" tanya Kia dengan pelan dan ayah nya menggelengkan kepala nya, walaupun sakit . Ngak mungkin dia ucapkan begitu saja ,dia tau kalau Kia khawatir dengan keadaan nya.
"Kia.....korban Ayah mu ada di sebelah " ucap Pak Sukri membuat Kia menganggukan kepala nya dengan cepat, dia menarik nafas nya dengan panjang
"Kia ke sebelah dulu ya yah ,mau lihat " ucap Kia dan ayah nya pun mengangguk, dia akan bertanggung jawab walaupun harus di penjara seumur hidup nya
Kia melangkah ke arah samping dengan tubuh sedikit kaku ,menyibakan kain putih yang membatasi. Kembali menarik nafas nya dengan panjang, jantung nya berdebar tak menentu karena merasa khawatir dan takut jika korban ayah nya bersikap tak baik tapi tetap dia harus menghadapi nya .
"Se...selamat siang om" ucap Kia dengan suara sedikit gugup, dia bisa melihat tubuh pria dewasa yang besar dan tinggi di atas ranjang rumah sakit .
Perasaan nya semakin takut ,apalagi melihat beberapa luka di bagian tubuh nya . Kia juga bisa melihat kalau pria itu sudah cukup umur, lebih tua dari nya maka nya dia berinisiatif memanggil om pada pria itu.
Kedua mata nya melirik ke arah papan nama di ranjang pasien ,Burhan Admaja. Dengan menarik nafas nya lagi ,Kia makin mendekati ranjang . Dia ingin melihat dan berbicara dengan baik pada korban ayah nya itu agar ada jalan yang terbaik karena ayah nya yang salah.
"O....om Burhan ,maafkan ayah saya " ucap Kia dengan pelan dan gugup, dia meremas kedua tangan nya dengan cepat dan kuat . Jantung nya benar benar tak bisa di kendalikan ,karena memang dia merasa begitu khawatir.
Burhan yang masih bermain dengan ponsel nya langsung mengalihkan pandangan nya, dia tau kalau ada seorang wanita yang berdiri di dekat ranjang nya . Dia pikir wanita itu salah alamat ,karena dia sama sekali tak mengenal nya .
Lagi pula entah kenapa Burhan merasa sedikit berdebar saat tatapan mata nya beradu dengan kedua mata indah milik wanita itu ,hal yang tak pernah dia alami sebelum nya bahkan saat bersama dengan kekasih nya dulu.
"Ma....Maafkan Ayah saya om ,saya Kia anak nya pak supir angkot " ucap Kia ,dia merasa harus mengenalkan dirinya.
"Saya akan melaporkan hal ini ke kepolisian " ucap Burhan dengan tegas ,dia berusaha untuk tetap tenang.
Kedua mata Kia langsung melotot, dia semakin dekat dan menarik tangan Burhan . Menggenggam nya dengan erat, dengan air mata yang mengalir di pipi nya dia menatap kedua mata Burhan membuat Burhan terkejut.
Burhan memang belum melaporkan hal ini ke kepolisian, dia ingin menunggu kedua orangtua nya dan asisten nya. Agar semua nya di urus oleh asisten nya saja, tapi dia malah mendapatkan genggaman hangat dari seorang wanita yang baru dia kenal .
Hal yang sangat lama sekali tak pernah di alami nya lagi ,hanya ada satu orang yang bisa menggenggam tangan nya seperti ini yaitu mantan kekasih nya yang mengkhianati nya . Setelah kejadian itu ,dia merasa jijik jika harus bersentuhan dengan wanita karena dia menganggap semua wanita sama saja.
Tapi genggaman di tangan Kia membuat Burhan merasa hangat, dia menatap ke arah genggaman tangan mereka yang menyatu . Membuat kia sadar dan langsung melepaskan nya, dia tak sengaja melakukan itu karena spontanitas dari tubuh nya agar ayah nya tak di penjara .
"Jangan om,jangan lapor kan Ayah saya ke polisi. Saya akan melakukan apa saja untuk menebus kesalahan ayah saya,atau saya saja yang menggantikan ayah di sana hiks hiks " ucap Kia ,dia menangis dengan menggenggam kedua tangan nya lagi sambil menunduk.
Burhan masih terdiam, dia menatap ke arah tangan nya yang di lepaskan oleh wanita didepan nya membuat nya kehilangan . Rasa hangat tadi langsung hilang begitu saja, dia seperti menginginkan sentuhan itu lagi tapi dia hanya bisa berdehem pelan dan menelan saliva nya dengan susah payah.
Semenjak kejadian itu, Burhan memiliki perasaan jijik jika dekat dengan wanita mana pun. Terkadang dia merasa mual jika bersentuhan kulit dengan wanita, dia sempat memeriksakan diri ke dokter tapi tetap saja tak ada kelainan dalam tubuh nya .
Hanya saja dokter mengatakan kalau dia memiliki traumatik, akan hilang dengan sendirinya sesuai dengan keinginan hati nya dan mungkin akan ada yang bisa mengobati nya nanti. Burhan masih mengkonsumsi obat obatan karena jika mengingat kejadian itu maka perut nya akan mual parah ,bahkan kepala nya terasa pusing hingga akhirnya dia bisa pingsan .
Terkadang Burhan merasa mual jika melihat wajah wanita yang agak mirip dengan kekasih nya, sehingga dia harus meminum obat penenang. Tapi saat melihat wajah di depan nya ini, rasa mual dan tak enak di hati nya hilang begitu saja.
Malahan Burhan merasa nyaman mendengar suara rengekan Kia ,kedua mata nya tak lepas dari wajah cantik di depan nya ini . Dia ikut sedih melihat Kia menangis ,ingin sekali dia menghapus air mata di pipi kia yang mulus .
Aroma sabun dan bedak bayi terasa begitu nyaman di indra penciuman nya, Burhan merasa betah berlama lama dengan Kia hingga dia sadar saat ini Kia masih terus menangis .
"Tolong om Burhan ,saya hanya punya ayah . Ayah satu satu nya keluarga saya hiks hiks hiks " ucap Kia sambil terus menangis.
Bersambung.
Jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih 😘😘😘😘😘😘😘
Love sekebon untukmu author