NovelToon NovelToon
Mantan Suamiku Tak Tahu Aku CEO

Mantan Suamiku Tak Tahu Aku CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / CEO
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: ayu gerimis

Dua tahun lalu, Rian dengan dingin meletakkan surat perceraian di hadapan Nadia. Saat itu, Nadia rela melepaskan segalanya demi mendukung impian suaminya. Namun Rian memandangnya rendah, menganggapnya tak berguna, dan memilih meninggalkannya demi wanita yang ia harap bisa mempercepat kesuksesannya.

Rian tak pernah tahu, wanita yang ia usir itu adalah pewaris tunggal Grup Arka—perusahaan raksasa yang namanya disegani. Nadia sengaja menyembunyikan identitasnya saat menikah, ingin dicintai apa adanya, namun justru diperlakukan semena-mena.

Setelah berpisah, Nadia bangkit kembali. Ia memimpin Grup Arka dengan tegas dan cerdas, menjadi CEO misterius yang dikagumi banyak orang. Sementara itu, Rian berjuang mengembangkan usahanya sendiri, tak sadar bahwa semua peluang besar yang ia cari kini berada di tangan mantan istrinya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ayu gerimis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 18: SAINGAN BISNIS YANG MENYELIDIKI MASA LALUKU

Kabar tentang kesuksesan proyek perumahan dan hubungan masa lalu yang samar antara Nadia dan Rian tak hanya mengundang pujian, tapi juga rasa iri dan curiga dari pesaing. Salah satunya adalah Aldo, pemilik perusahaan properti yang selama ini menjadi rival utama Grup Arka. Ia tak percaya sebuah usaha baru seperti milik Rian bisa melesat secepat itu tanpa ada keistimewaan di baliknya.

"Ada yang tidak beres di sini," gumam Aldo sambil menatap foto Nadia dan Rian yang tertangkap kamera saat rapat di lokasi proyek. "Hubungan mereka pasti bukan sekadar mitra bisnis biasa. Kalau aku bisa mengungkit masa lalu yang tersembunyi itu, reputasi Grup Arka bisa hancur seketika."

Aldo segera menyewa orang untuk mencari tahu jejak masa lalu Nadia. Mulai dari tempat tinggalnya dulu, lingkungan pergaulan, hingga siapa saja yang pernah dekat dengannya. Tak butuh waktu lama, petunjuk mulai bermunculan—mulai dari cerita tetangga lama, hingga dokumen perceraian yang sempat tercatat di kantor pengadilan.

Berita tentang penyelidikan ini sampai ke telinga Pak Haris, yang segera melaporkannya kepada Nadia. "Nona, mereka mulai menelusuri jejak tahun-tahun saat Nona hidup sederhana. Mereka ingin tahu alasan Nona menyembunyikan identitas, dan siapa pria yang pernah menjadi suami Nona."

Nadia mendengarkan dengan tenang, meski dalam hati ia tahu bahaya semakin dekat. "Biarkan mereka mencari, Pak Haris. Selama mereka tidak menemukan bukti yang sah dan berani menyebarkan fitnah, hukum akan melindungi kita. Tapi perintahkan tim hukum untuk bersiap. Jangan sampai ada yang berani mempermalukan kita dengan berita bohong."

Di sisi lain, Rian juga mendengar kabar itu dari rekan bisnisnya. Rasa takut melanda hatinya—bukan takut pada dirinya sendiri, tapi takut jika penyelidikan itu akan mencemarkan nama baik Nadia. Ia tahu betul bagaimana dunia luar akan menilai wanita yang dulu ia tinggalkan: mereka mungkin akan mengatakan Nadia membalas dendam, atau menggunakan kekuasaan untuk mempermainkan mantan suaminya.

Sore itu, Rian datang ke ruangan kerja Nadia dengan wajah gelisah. "Mereka sedang mencari tahu tentang kita, Nad. Kalau kebenaran terbuka sekarang, orang-orang pasti akan menuduhmu memanfaatkan jabatanmu untuk urusan pribadi. Biarkan aku yang bicara. Biarkan aku menjelaskan bahwa semua kesalahan ada padaku, dan kau tidak bersalah sama sekali."

Nadia menatapnya lekat, ada rasa haru sekaligus peringatan di matanya. "Kau tidak perlu melakukan itu, Tuan Rian. Aku tidak takut pada kebenaran. Yang aku takutkan adalah jika kau kembali merendahkan dirimu hanya untuk melindungiku. Kau sudah cukup merendahkan harga dirimu dulu dengan meremehkanku, jangan lakukan itu lagi sekarang."

"Tapi aku tidak mau kau difitnah!" seru Rian. "Aku rela jika semua orang tahu betapa rendahnya aku dulu, asalkan nama baikmu tetap bersih."

"Nama baikku tidak akan kotor hanya karena masa lalu," jawab Nadia tegas. "Aku tidak pernah melakukan hal yang memalukan. Aku hanya pernah mencintai dengan tulus, dan itu bukan kesalahan. Biarkan mereka bicara apa saja. Saat waktunya tiba, aku sendiri yang akan mengungkapkan segalanya dengan cara yang benar."

Namun Aldo tak berhenti di situ. Ia mulai menyebarkan isu tak benar bahwa Nadia memaksakan kerja sama untuk mengontrol Rian, bahkan diduga mengancam akan menghancurkan usaha pria itu jika tidak mau menuruti kemauannya. Gosip itu menyebar seperti api kering, membuat banyak pihak mulai ragu pada kepemimpinan Nadia.

Menyadari hal itu, Rian tak bisa diam lagi. Ia tahu diamnya saat ini justru akan semakin menyakiti wanita yang dulu ia lukai. Dengan tekad bulat, ia berjanji pada dirinya sendiri: ia akan melindungi Nadia, bahkan jika itu berarti ia harus menghadapi seluruh dunia sendirian dan mengakui semua kesalahannya secara terbuka.

 

(Lanjut ke Bab 19?)

1
Reni Anjarwani
lanjut thor
Ayu Gerimis: Siap, akan dilanjutkan segera ya 😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!