true story....
Noviant Juan adalah seorang pria yang tertutup, dia seakan punya dunia sendiri tapi semua berubah karena kedatangan seorang gadis di hidupnya.
Meyda Shakira harus mu hidup bersama orang yang tak mengharapkan kehadirannya.
Naira putri Noviant adalah cahaya cinta keduanya.
akankah mereka bahagia?
atau Vian akan kembali pada cinta lamanya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon meidina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
dia om juragan Vian..
"iya Akira, sekarang kamu pikir deh, masak ada juragan kaya yang ganteng dan mau menikah dengan gadis seperti ku yang hanya lulusan SD," jawab Dewi.
"ada loh, aku buktinya, suamiku juga juragan yang sukses, masih muda dan lagi sudah di akui oleh semua gadis kalau suamiku itu ganteng," kata Akira dengan bangga.
"yey... sombong, awas di ambil orang tuh suamimu," kata Dewi kesal.
"yaelah doanya jelek banget, memang apa salahnya jika dia tua, jelek dan pendek, yang penting kan kaya," kata Akira.
"Akira aku serius," kata Dewi dengan nada sedikit meninggi.
"iya iya maaf, gini ya Dewi, apa salahnya menikah dengan juragan itu, kamu bisa menganggap nya sebagai baktimu pada orang tua, lagi pula tak masalah kok punya suami yang jauh lebih tua, untuk masalah wajah, kamu nanti bisa memberikan perawatan biar ganteng, " kata Akira.
"tapi aku takut melukainya nanti dengan pernikahan ini," kata Dewi.
"kalau itu masalah nya kamu nanti bisa mengenal lebih dalam saat sudah menikah, anggap saja pacaran setelah menikah, itu lebih menyenangkan," kata Akira dengan wajah berseri-seri.
"yaelah non, kamu nikah aja baru dapet 4hari, habis malah masuk rumah sakit, emang kamu tau rasanya," ejek Dewi.
"tau dong, kalau mau gandengan tangan atau pelukan gak dosa, dia sudah jadi suami, enak kan," kata Akira.
"kamu benar juga," jawab Dewi.
keduanya asik berbincang hingga lupa waktu, sedang Vian masih melihat beberapa sawah yang rencananya akan dia beli.
"pak, bagaimana menurut bapak tentang ketiga sawah tadi?" tanya Vian.
"menurut bapak sih enggak ada masalah, tapi sawah milik pak Huda itu sedikit sulit kalau cari air," jawab pak Yono.
"kok begitu, bukankah letaknya strategis dan juga luas," kata Vian.
"iya nak tapi salah itu memiliki masalah dari dulu, jadi kalau buat produktif sedikit memakan biaya," jawab pak Yono.
"berarti Vian bisa membeli sawah milik pak Husen dan pak Gun kalau begitu," kata Vian sambil mengangguk.
" ya sawah mereka meski di tengah dan jalan sedikit sulit, tapi tak pernah kesulitan saat pengairan, lagi pula ada sumur bor juga di sawah pak Gun," jawab pak Yono.
"iya pak, sawah mereka tidak bisa di lewati truk besar, paling mentok itu juga L300 yang bisa, atau cikar," jawab Vian.
"iya nak," jawab pak Yono.
"baiklah Vian akan menghubungi pak Husen dan pak Gun secepatnya dan membeli keduanya, dan bapak yang akan merawatnya dan jika membutuhkan sesuatu bisa minta pada saya atau Akira," kata Vian.
"tapi nak, bapak sudah tua, biar anak buah mu saja, bapak sekarang tinggal merawat sapi-sapi ternak sendiri saja kuwalahan," kata pak Yono.
"bapak tinggal mengawasi, biar yang kerja orang lain, nanti uang dan biaya sawah saya yang tanggung, dan bapak juga bisa menanam suket gajah untuk makan ternak pak," jawab Vian.
"tapi nak, ini berlebihan," kata pak Yono.
"pak, Vian sekarang suami Akira, jadi milik Vian adalah milik Akira, jadi orang tua Akira juga orang tua Vian, bapak tak perlu sungkan, ini akan jadi milik Akira juga, dan bapak bisa mengelola dan hasilnya bisa untuk biaya sekolah Adri," kata Vian.
"ya Allah terima kasih nak, beruntung Akira memiliki suami yang baik seperti mu," kata pak Yono.
Vian hanya tersenyum mendengar perkataan pak Yono, mereka pun kembali ke rumah dan menemukan Akira dan Dewi tidur di ruang tengah.
Vian hanya bisa memijat kepalanya, apalagi kondisi Akira yang baru sembuh, tak di sangka Dewi terbangun.
"maaf kami ketiduran, oh ya saya harus pulang, permisi juragan dan bapak," kata Dewi pamit.
"gadis ini," kata pak Yono yang akan mengangkat Akira.
"biar saya pak, lebih baik bapak istirahat," kata Vian.
"ya sudah kamu juga, bapak mau ke rumah Dewi bantu-bantu, bapak tinggal ya," pamit pak Yono.
Vian mengendong Akira ke kamarnya, Vian pun akhirnya memilih tidur bersama Akira, dengan memeluk istrinya itu.
tak terasa waktu cepat berlalu, sore pun datang, pak Yono mengetuk pintu kamar Akira.
"nak ada pak Husen dan pak Gun," panggil pak Yono.
"iya pak," saut Vian yang bangun tapi ternyata Akira memeluknya erat.
"dek bangun, ada tamu itu, mas gak bisa pergi kalau kamu seperti ini," kata Vian membangunkan Akira.
" wah maaf," kata Akira kaget.
Vian langsung bangun dan menuju ke kamar mandi terlebih dahulu, sedang Akira masih terkejut karena dia memeluk Vian.
"aduh bodoh ya kamu Akira, bisa marah mas Vian," gumam Akira.
Akira pun bangun dan membuat minuman untuk tamu yang datang, Vian sudah membicarakan tentang jual beli sawah dengan keduanya.
Vian sudah menyepakati harga dengan keduanya, Akira keluar membawa minuman dan sedikit kue.
mereka pun melanjutkan dengan berbincang, Vian pun menyanggupi untuk memberikan uangnya besok pada keduanya.
mereka pun pamit dan Vian langsung menghampiri Akira di kamarnya, "mas maafkan Akira ya, tadi Akira peluk mas Vian, jangan marah ya, Akira mohon," kata Akira.
Vian langsung mencium bibir Akira dengan lembut, Akira hanya bisa diam dengan apa yang di lakukan Vian.
"aku tak marah, tapi kamu jangan pernah menggoda pria lain, mengerti," kata Vian datar.
Akira hanya mengangguk saja, tak terasa waktu acara lamaran dari Dewi pun datang, Vian, Akira dan Aira mengunakan baju satu warna.
bahkan Akira menggunakan jilbab sama dengan Akira, mereka memilih berjalan kaki menuju ke rumah Dewi.
Vian membantu para bapak menyambut tamu, sedang Akira dan Aira menenangkan Dewi yang sedang tegang karena terus di ganggu oleh sang kakak.
"tenanglah, juragannya tak seburuk itu, dia tak kalah tampan dengan suamiku, meski tetap ganteng suamiku," goda Akira sambil tertawa.
"cih, kau menyebalkan ibu juragan Vian," jawab Dewi yang kesal.
"bunda, bukannya tadi ibu kecil bilang kalau kakek Hamka juga mau lamalan," kata Aira.
"aduh iya sayang, kasihan ya istrinya nanti kamu panggil nenek meski masih muda," kata Akira melirik Dewi.
Dewi yang tak memperdulikan Akira karena terlalu tegang, apalagi terdengar suara para tamu sudah datang.
Hamka terlihat begitu tampan dengan batik keris dengan lengan panjang, begitupun Bu Ageng.
acara pun di mulai, kini kedua keluarga sudah menerima, Dewi pun di bantu Akira keluar bersama Aira.
"Monggo nak Hamka, mana calon istrinya, jangan sampai salah pilih," kata ustadz yang memimpin acara.
"maaf pak ustadz yang pakai baju biru ini sudah sold out ya, jadi jangan di pilih kalau gak mau ada perang," kata Vian.
"yang baju merah muda pak, Dewi Setyowati, dia adalah calon istri saya," kata Hamka.
"cie Abang takut kakak ipar di ambil orang," goda Fandi.
"diam Fandi," kata Vian menjitak adiknya itu.
"kakek mau nikah sama ante Dewi," tanya Aira.
"aduh Aira, jangan panggil kakek kenapa sih, itu om Hamka masih muda," kata Vera.
"memang salah?" tanya Aira lugu dengan melihat Vera.
"enggak kok sayang, sini sama kakek yang masih muda dan sehat, dan lebih ganteng dari ayahmu," kata Hamka memanggil Aira.
sedang Dewi melihat Akira dengan tajam, "aduh jangan melotot ya Tante, itu om juragan Vian suamiku, tapi umur mereka sama kok," bisik Akira dengan menahan senyumnya.
Kalau berkenan boleh mampir dan support karyaku yang berjudul Sungguh Mencintainya 🙏😉☺️
tegas mirip Romo Jalal
pernah suatu waktu anaknya nangis g mau diam.lsg dibawanya kerumah.alhamduliah begitu kami gendong si baby lsg tenang.
aku sarankan untuk mencari ustadz yg berpengalaman.krna anak ini ada yg jagain.jdi klo ada yg niat g baik dg mengirimi sesuatu, penjaganya marah. itu yg buat si anak rewel..
alhamdulillah..skrg si anak sdh balita.
semangat Thor..🤩🤩
cerita ini sesikit banyak mengingatkan tentang kampung halaman.
pohon rambutan kembar di depan pintu. dijaga macan loreng putih. begitu diceritakan banyak yg tak oercaya dan beranggapan hanya bualan.
giliran surup (menjelang magrib datang) ada balita yg membagikan jajanan beng-beng ke maung di dwpan beberapa ibu2 tetangga.
padahal mrka tak melitah apapun didepan balita itu.
begitu ditanya,si balita bilang..jajannya buat miong yg duduk baik.
nah loh.. kicep lsg para emak2 yg denger.auto bubar masuk rumah masing2..😁😁
apakabar akira selama ini vian..??
hempaskan susukk..😆😆😆
g ada yg nyangka klo jenasah blm mau pulang tanpa maaf dri orang tsb.
jagalahblisan dan perbuatan. krna kadang tanpa kita sadari kita menyakiti orang lain tanpq sengaja dan meninggalkan luka yg mendalam.