NovelToon NovelToon
Sistem Pager Iblis

Sistem Pager Iblis

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir
Popularitas:261
Nilai: 5
Nama Author: Sugesti

Ketika keluarganya hancur dihantam utang dan kehancuran finansial, Lin Fan tidak sengaja menemukan gulungan lontar tua milik leluhurnya yang tersembunyi di sudut rumahnya di desa terpencil. Gulungan itu membuka akses ke sebuah ritual terlarang yang membangkitkan entitas misterius bernama [Sistem Pagar Iblis], sebuah kekuatan kuno yang menuntut bayaran mahal untuk setiap keuntungan finansial dan perlindungan yang ditawarkannya. Demi menyelamatkan keluarganya dari ancaman orang-orang licik di sekitarnya, Lin Fan terpaksa melangkah ke dalam kegelapan, tanpa menyadari bahwa setiap keputusan yang ia ambil mulai mengubah dirinya dan membahayakan nyawa orang-orang yang berusaha ia lindungi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sugesti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 30: Pagar Pertama Terbangun Sepenuhnya

Awan hitam pekat membungkus langit Desa Sungai Hitam bagaikan tirai raksasa yang menutupi panggung kematian. Cahaya bulan purnama malam itu perlahan sirnah, tertutup oleh bayangan merah gelap dari fenomena gerhana buatan. Udara di sekeliling desa berubah menjadi begitu dingin dan kering, membuat setiap helai daun membeku dan tanah retak-retak mengeluarkan aroma belerang yang menusuk hidung.

Sfx: Wuuuung... Wuuuung... Wuuuung...

Getaran frekuensi rendah bergema dari delapan penjuru mata angin. Dari kegelapan hutan yang mengelilingi desa, belasan titik cahaya merah darah menyala secara bersamaan.

Di pusat langit di atas perbatasan desa, Tetua Agung Mo melayang di udara dengan jubah hitamnya yang berkibar dahsyat. Di sekelilingnya, delapan praktisi tingkat tinggi Sekte Kegelapan berdiri di atas puncak pepohonan, masing-masing memegang spanduk ghaib berukir mantra pembantai.

"Bocah Lin Fan!" gema suara Tetua Agung Mo memantul keras dari awan, memecah kesunyian malam dengan daya tekan ghaib yang sanggup meretakkan kaca-kaca jendela rumah warga. "Malam ini, [Formasi Sembilan Gerhana Pembantai] akan meratakan tanah kelahiranmu! Serahkan Lontar Penjalin dan Inti Delapan Arah jika kamu tidak ingin seluruh warga desa ini dijadikan wadah bangkai ghaib!"

Di dasar Sumur Tua Perbatasan Tengah, Lin Fan berdiri dalam keheningan total.

Sfx: Bzzzzzt...

[Peringatan Risiko Tinggi: Deteksi Invasi Eksternal Skala Puncak]

[Entitas Musuh: Tetua Agung Mo (Praktisi Tingkat Ranah Jiwa Kelam) & 8 Pengawal Inti]

[Formasi Musuh: 'Formasi Sembilan Gerhana Pembantai' (Efek: Menekan Daya Regenerasi Wilayah Sebesar 70%)]

[Status Tubuh Pemilik Kontrak: Degenerasi Saraf 3.4% - Beban Energi Sangat Kritis]

[Peluang Kemenangan Dalam Pertarungan Konvensional: 12%]

Lin Fan membaca deretan tulisan merah transparan itu tanpa sedikit pun mengedipkan mata. Lingkaran keemasan di pupil matanya menyala terang, bersinar membusur di tengah kegelapan malam.

Ia tidak menjawab gertakan Tetua Agung Mo dengan kata-kata.

Sebagai gantinya, Lin Fan mengangkat tangan kanannya yang dipenuhi urat-urat hitam keemasan menonjol. Ia merapatkan kedua telapak tangannya di depan dada, lalu menghantamkan bagian bawah telapak tangannya tepat ke permukaan tanah di samping sumur tua!

Sfx: DUUUUUUUUUUUUUMMMMMMMMM!

Lantai tanah meledak! Lingkaran rune emas raksasa berdiameter lima ratus meter meledak mekar dari titik Sumur Tua, melesat menembus batas perbatasan desa dan membentuk kubah pelindung keemasan transparan yang membumbung tinggi menjangkau langit!

Sfx: BRAAAAGGGHHH!

Spanduk-spanduk ghaib milik Sekte Kegelapan yang mencoba menancap ke tanah perbatasan seketika terbakar hebat dihantam pendar cahaya keemasan dari [Pagar Utama Tahap 3]!

Tiga praktisi Sekte Kegelapan di puncak pohon terlempar ke belakang, memuntahkan darah segar akibat pentalan daya [Resonansi Pasak Wilayah]!

"Apa?!" Tetua Mo membelalak tebal, terkejut melihat kekuatan pertahanan spontan tersebut. "Bocah ini... dia sudah menyatukan jiwanya dengan urat bumi desa sepenuhnya?!"

"Tetua Agung Mo!" seru Lin Fan dari bawah. Suaranya bergema ganda, memancarkan wibawa dingin dari Pengikat Kontrak Pagar Iblis yang mutlak. "Kamu datang membawa kehancuranmu sendiri ke tanah ini!"

Sfx: FWOOOOOOSH!

Tanpa memberi kesempatan sedikit pun, Lin Fan melesat lurus ke langit bagaikan komet emas kehitaman!

Kecepatannya menembus batas suara, memecahkan udara malam dengan ledakan sonic boom yang menggelegar!

Sfx: BANG!

Lin Fan muncul tepat di depan wajah Tetua Agung Mo di udara, tangan kirinya sudah terangkat memancarkan [Api Spiritual Pembakar Dosa] yang membara hebat!

"Bocah lancang!" jerit Tetua Mo murka.

Tetua Mo mengayunkan tongkat komandonya yang bertatahkan [Batu Delima Darah Kuno]. Cahaya merah pekat meledak dari batu tersebut, membentuk cakar naga ghaib raksasa yang mencoba mencengkeram tubuh Lin Fan dari depan!

Sfx: KRAAAAAAASH!

Dua kekuatan dahsyat bertabrakan di udara!

Gelombang kejut ghaib meledak menyapu awan hitam di langit, merontokkan ribuan dahan pohon di perbatasan desa!

Lin Fan terdorong mundur sepuluh meter di udara, mulutnya menyemburkan sedikit darah segar. Beban degenerasi saraf di tubuhnya kian parah akibat memaksakan benturan energi tingkat tinggi.

[Peringatan: Integritas Fisik Mengalami Kerusakan 8%]

[Penyelarasan Sistem Melonjak Paksa: 60.4% -> 75%!]

[Saraf Kinetik Tangan Kiri Mengalami Kelumpuhan Sementara!]

"Khehehehe!" Tetua Mo tertawa memekakkan telinga, melihat bibir Lin Fan yang berdarah. "Sudah kubilang, tubuh manusiamu yang lemah itu tidak akan sanggup menampung daya sebesar ini! Tanpa Batu Delima Darah milikku untuk menetralkan racun urat bumi, kamu hanya tinggal menghitung detik sebelum organ dalammu hancur menjadi bubuk!"

"Begitukah?" bisik Lin Fan dingin.

Ia menatap [Batu Delima Darah Kuno] di ujung tongkat Tetua Mo. Batu itulah bahan material puncak yang dibutuhkan oleh sistem untuk mengunci [Pagar Utama Tahap 3] secara mutlak dan menyembuhkan beban degenerasi tubuhnya!

"Terima kasih telah membawakan bahan terakhir untuk pagar desaku," kata Lin Fan datar.

Sfx: BZZZZZZT!

Lin Fan mengabaikan rasa sakit yang membakar seluruh jaringan sarafnya. Ia secara sengaja menonaktifkan [Mode Stabilizer Jiwa] di dalam kepalanya, membiarkan Resonansi Pagar Iblis mengambil alih sembilan puluh persen kendali atas aliran energi dalam tubuhnya!

[Peringatan Risiko Ekstrem: Pengambilalihan Jiwa Oleh Inti Pagar Diberdayakan!]

[Mode Kesadaran: 'Kehendak Dewa Pelindung Wilayah' - AKTIF!]

[Tingkat Penyelarasan: 88%!]

Manik mata Lin Fan berubah menjadi warna putih keemasan yang memancarkan cahaya murni tanpa emosi sedikit pun. Rambut hitamnya melayang-layang ditimpa angin ghaib yang berputar dahsyat di sekeliling tubuhnya.

Di bawah, Chen Meng yang berdiri di halaman rumah bersama Lin Mei menatap ke langit dengan telapak tangan terkatup di dada, berdoa dengan air mata menetes deras. Ia bisa merasakan bahwa Lin Fan yang berada di udara saat ini sedang mempertaruhkan seluruh eksistensi jiwanya.

"Formasi Pasak Jiwa: Penguncian Delapan Penjuru!" jerit Lin Fan dengan suara yang bergetar menembus dimensi ghaib!

Sfx: BARRR! BARRR! BARRR!

Delapan pilar cahaya keemasan raksasa meledak keluar dari delapan sudut perbatasan Desa Sungai Hitam, membumbung tinggi menembus awan dan mengurung Tetua Agung Mo serta para pengawalnya di dalam kubah penjara ghaib tak tertembus!

"Apa-apaan ini?!" jerit para pengawal Sekte Kegelapan panik saat menyadari energi ghaib di dalam tubuh mereka terhalang dan membeku secara mendadak.

"Jangan panik! Hancurkan bocah itu bersama-sama!" teriak Tetua Mo dengan mata membelalak penuh ketakutan. Ia menghentakkan tongkatnya, memicu [Formasi Sembilan Gerhana Pembantai] untuk menembakkan sembilan tombak ghaib hitam pekat lurus ke jantung Lin Fan!

Sfx: WUUUUUUUUSH!

Sembilan tombak hitam meluncur dengan kecepatan cahaya!

Namun, Lin Fan bahkan tidak mencoba menghindar.

Ketika sembilan tombak ghaib itu berjarak hanya sepuluh sentimeter dari dadanya...

Sfx: TING!

Sebuah lapisan pelindung transparan berukirkan ribuan huruf lontar kuno muncul secara spontan di depan dada Lin Fan. Sembilan tombak hitam itu hancur berkeping-keping menjadi debu saat menyentuh pelindung tersebut!

"Pantulan Tekanan Iblis: Tingkat Mutlak!" ucap Lin Fan tanpa nada.

Sfx: BOOOOOOOOOOOOOOOMMMMMMMM!

Daya pemantulan energi sebesar tiga ratus persen meledak menerjang balik ke arah Tetua Mo dan delapan pengawalnya!

"AAARRGGHH!"

Delapan pengawal Sekte Kegelapan seketika hancur berkeping-keping di udara, tubuh ghaib dan fisik mereka terurai menjadi abu panas!

Tetua Mo terlempar dahsyat menghantam kubah pilar cahaya emas, memuntahkan darah hitam dalam jumlah banyak seraya tongkat komandonya terlepas dari genggamannya!

"Batu itu milik wilayah ini," kata Lin Fan dingin.

Dengan satu gerakan tangan, Lin Fan menyambar [Batu Delima Darah Kuno] yang melayang jatuh di udara.

Sfx: Bzzzzzt! FWOOSH!

Saat jemari Lin Fan menggenggam [Batu Delima Darah Kuno], batu tersebut meledak menjadi cairan energi merah keemasan yang sangat murni, meresap langsung masuk melalui pori-pori telapak tangan Lin Fan dan mengalir menyusuri seluruh pembuluh darahnya!

[Material Puncak Teridentifikasi: 'Batu Delima Darah Kuno' Berhasil Diserap!]

[Mengakuisisi 37.600 Poin Energi -> Total Poin Energi: 100.000 / 100.000 Poin!]

[Proses Pemulihan Saraf Degeneratif: 100% Selesai!]

[Mengunci 'Pagar Utama Tahap 3' Secara Mutlak!]

Sfx: KRAAAAAAAAACK!

Rasa sakit yang membakar di tubuh Lin Fan seketika lenyap, digantikan oleh kehangatan energi murni yang luar biasa dahsyat! Urat-urat hitam di kulitnya memudar, menyatu sempurna menjadi pola tato emas halus yang terukir samar di sepanjang lengan kirinya.

Tetua Mo yang tersisa sendirian di dalam kubah cahaya menatap Lin Fan dengan wajah pucat pasi dan mata membelalak penuh keputusasaan mutlak.

"Tidak mungkin... Kamu... kamu berhasil menyelesaikan ritual pengikatan mutlak?!" bisik Tetua Mo dengan suara bergetar ketakutan.

Lin Fan melayang mendekati Tetua Mo secara perlahan. Manik matanya telah kembali menjadi warna normal, namun memancarkan kedalaman intuisi dan ketenangan yang tak tergoyahkan.

"Sekte Kegelapan dan Konsorsium Kota..." kata Lin Fan pelan namun tegas. "Dengarkan pesanku melalui sisa jiwamu ini."

Lin Fan mengepalkan tangan kirinya.

"Tanah Desa Sungai Hitam adalah wilayah terlarang. Siapa pun yang melangkah masuk dengan niat merusak... tidak akan pernah bisa kembali."

"Api Spiritual Tiga Alam: Vonis Akhir!"

Sfx: FWOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOSH!

Lautan api keemasan meledak mekar melahap tubuh Tetua Agung Mo secara utuh! Jeritan penyesalan pemimpin Sekte Kegelapan itu melengking selama dua detik sebelum akhirnya sirnah total, terhapus dari keberadaan alam semesta tanpa menyisakan satu atom pun.

[Seluruh Entitas Puncak Musuh Telah Dimusnahkan]

[Proses Penguncian Pagar Utama Tahap 3: 100% SELESAI!]

Sfx: HUMMMMMMMMMMMM...

Kubah pilar cahaya emas di langit perlahan-lahan menyusut dan meresap masuk ke dalam tanah Desa Sungai Hitam. Awan hitam dan fenomena gerhana buatan sirnah ditiup angin malam.

Cahaya bulan purnama yang terang dan bersih kembali menyinari seluruh pemukiman desa. Urat bumi di bawah Desa Sungai Hitam bergetar lembut, memancarkan aura kehidupan murni yang menyembuhkan tanah-tanah yang retak dan menyegarkan kembali pepohonan yang sempat layu.

Lin Fan melayang turun secara perlahan, mendarat dengan anggun di halaman rumah tuanya.

[Status Sistem Pagar Iblis]

[Pemilik Kontrak: Lin Fan]

[Tingkat Penyelarasan: 50% (Stabil Mutlak / Tanpa Efek Samping Degenerasi)]

[Status Wilayah: Desa Sungai Hitam (Sektor 1-12) - Terkunci Mutlak]

[Pertahanan Pagar Utama Tahap 3: Aktif Permanen]

[Fitur Baru Terbuka: 'Domain Pelindung Otomatis' & 'Pengubah Iklim Ghaib']

Lin Fan menghela napas panjang. Beban berat dan hawa membunuh yang sempat menyelimuti jiwanya perlahan terangkat, mengembalikan kehangatan seorang pemuda yang mencintai tanah kelahirannya.

Chen Meng berlari keluar dari dalam rumah, diikuti oleh Lin Mei kecil. Chen Meng langsung menubruk dan memeluk Lin Fan dengan erat, menangis tersedu-sedu di dada pemuda itu.

"Kamu kembali... Lin Fan... kamu kembali menjadi dirimu lagi..." bisik Chen Meng di sela tangis bahagianya.

Lin Fan tersenyum tipis—sebuah senyuman tulus yang telah lama hilang sejak malam tragedi itu. Ia membalas pelukan Chen Meng dengan satu tangan, sementara tangan satunya mengelus lembut kepala adiknya, Lin Mei.

"Ya, Meng... Aku kembali," jawab Lin Fan lembut. "Dan desa kita... sekarang sudah benar-benar aman."

Di kejauhan, warga desa perlahan-lahan keluar dari rumah mereka. Mereka menatap langit malam yang cerah dan merasakan udara segar beraroma bunga tanah yang bertiup lembut. Merekalah saksi bisu dari lahirnya sebuah legenda baru: seorang pemuda biasa yang bangkit dari kehancuran dan mendirikan Pagar Iblis abadi demi melindungi semua yang dicintainya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!