Yudha Tama Dewantara adalah seorang tentara, tak banyak yang tahu dia sebenarnya, selain menjadi Abdi Negara, Yudha adalah keturunan seorang pembisnis yang sukses, dia menolak mengelola bisnis keluarganya karena statusnya sebagai abdi negara, karena kisah cinta masa lalunya yang kelam, membuat dia sangat selektif memilih pasangan hidupnya, dan takdir mempertemukan nya dengan wanita bernama Yasmin.
Wanita yang cantik, pintar dan dermawan, mempunyai keahlian yang sama dengan Yudha di Ilmu Pemetaan dan akhirnya mereka menikah, karena sebuah kesalah pahaman Yudha merasa kecewa dan marah pada Yasmin Yudha memilih mempercayai kebohongan sahabatnya yang bernama Claudia daripada istrinya sendiri. Ketika Yudha mengetahui kebenarannya, dia sangat menyesal. Ketika Yudha ingin memperbaiki semuanya, Yasmin dinyatakan hilang dalam sebuah kecelakaan dan yang tersisa hanyalah penyesalan tak berujung.
Apakah Yasmin masih hidup ? dan jika Yasmin masih hidup akankah Yudha dan Yasmin bisa bertemu kembali dan bersatu sebagai suami istri lagi ?
Penasaran ?, ikuti terus kisah nya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon andrea82, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode. 22. Pernyataan Yudha
Kita lanjut lagi ya readers
Mohon dukungan nya ya kak Like, Vote and Komennya juga tip boleh banget 🙏🙏🙏
Selamat Membaca
Setelah selesai di toko buku Yudha dan Yasmin memutuskan untuk langsung pulang saja tetapi sebelum pulang Yudha mengajak Yasmin makan di restoran terlebih dahulu karena jam sudah menunjukkan jam makan siang. Yudha menghentikan motornya di sebuah restoran yang cukup berkelas di kota itu, Yasmin yang melihat mewahnya restoran itu merasa takjub sekaligus bingung.
"Mas kita beneran kita akan makan di sini ?" tanya Yasmin ragu
"Ya iyalah kalau nggak makan disini buat apa kita berhenti di sini", jawab Yudha
"Mas apa nggak sebaiknya kita cari makan tempat lain aja ya, disini makanannya pasti mahal", ucap Yasmin takut
"Hah mahal!" seru Yudha kaget
"Iya Mas, jujur ya mas aku nggak bawa uang banyak", ucap Yasmin lirih
"Memangnya saya suruh kamu bayarin apa, sudah tenang aja nanti mas yang bayar", ucap Yudha..
"Tapi mas"
"Nggak ada penolakan, ayo masuk aku sudah lapar," ucap Yudha.
Yudha mengandeng tangan Yasmin memasuki restoran xx. Manajer restoran yang berdiri di dekat pintu masuk segera menyambut Yudha sambil sedikit membungkukkan badan tanda penghormatan.
"Selamat datang, Mas Yudha," sapa manajer restoran yang ber tag nama Rendy.
"Apa pesanan ku sudah kau siapkan? tanya Yudha.
"Sudah Mas, mari silahkan saya antar," ucap Rendy.
Yudha dan Yasmin diantar menuju bagian restoran yang paling ujung dengan tatanan meja yang sangat apik. Di samping mereka duduk ada taman bunga dan kolam ikan koi yang cantik. Sungguh nuansa yang romantis.
Yudha menarik kursi untuk Yasmin duduk.
"Duduklah, Tuan Putri!" pinta Yudha.
"Terima kasih," balas Yasmin.
"Kau ingin pesan apa, Dek?" tanya Yudha.
"Samain aja Mas, aku tidak terlalu tahu menu disini," jawab Yasmin.
"Oke," ucap Yudha.
Yudha memanggil pelayan untuk mencatat pesanannya, sambil menunggu pesanan mereka berbincang-bincang.
"Dek, sebenarnya ada yang ingin aku bicarakan denganmu," ucap Yudha serius.
"Tentang apa, Mas?" tanya Yasmin penasaran.
"Tentang kita, Dek, mungkin ini terlalu cepat bagimu, tapi aku sudah tidak bisa memendam perasaanku padamu. Aku suka sama kamu, Dek. Aku sayang sama kamu, aku ingin hubungan kita bisa berlanjut ke jenjang yang lebih serius, bagaimana, Dek?" tanya Yudha memandang Yasmin penuh harapan.
Yasmin yang mendengar pernyataan perasaan Yudha hanya diam tertegun. Yasmin tidak tahu harus mengatakan apa lidahnya terasa kelu, jantungnya serasa berhenti berdetak saat itu juga, secepat inikah pria yang baru saja dikenalnya, menyatakan rasa sayangnya pada dirinya.
"Dek, kau mendengar ku kan?, jangan diam saja, jawab pertanyaannya, Dek?, tanya Yudha sedikit was-was karena setelah dia menyatakan perasaannya dengan seluruh keberaniannya, sosok wanita di depannya ini hanya diam saja.
Setelah menghirup nafas dalam-dalam Yasmin mulai berbicara berlahan.
"Mas, aku tidak tahu harus bilang apa, jujur aku kaget mas, sebelum aku jawab boleh aku tahu apa alasan mas Yudha memilihku?" tanya Yasmin.
"Kamu wanita yang berbeda dari wanita-wanita yang aku kenal dan berusaha mendekatiku, aku melihat ketulusan, kesederhanaan di dalam dirimu. Kamu tidak hanya cantik tapi juga pintar, baik penuh kasih sayang dan pengertian," jawab Yudha jujur.
Yasmin yang mendengar pernyataan Yudha tersipu malu, bercampur kaget, dia tidak menyangka pria di depannya ini mempunyai pemikiran seperti itu terhadap dirinya.
"Tapi Mas, kau pria hebat, kamu tampan punya karier yang mapan, apa aku pantas mendampingimu," ucap Yasmin ragu.
"Dek, yang berhak menentukan pantas atau tidak pantas menjadi pendampingku adalah diriku sendiri, percayalah padaku, jadilah Persitku," ucap Yudha tulus sambil menggenggam tangan Yasmin meyakinkan
Deg
Hati Yasmin malah jadi tak karuan, sebuah sentuhan. Kata-kata manis dan tulus disertai tatapan memohon, membuat hati Yasmin luluh.
"Ma--maaf, Mas," dua kata terlontar dari mulut Yasmin dengan terbata membuat Yudha melepaskan genggaman tangan nya pada Yasmin. Ada sebersit rasa kecewa dengan perkataan Yasmin. Yudha mungkin terlalu percaya diri bahwa Yasmin akan menerima cintanya.
"Baiklah aku mengerti, seharusnya aku menyadari pekerjaanku yang penuh resiko ini. Mana ada wanita yang mau menjadi prioritas kedua," setelah mengatakan itu Yudha terdiam.
"Mas, maaf, maksudku, aku tidak bisa menolak perasaanmu, aku bersedia menjadi Persitmu," ucap Yasmin dengan nada yang bergetar.
Yudha yang sedari tadi terdiam dan menunduk, langsung mengangkat kepalanya, rasanya dia tidak percaya dengan apa yang baru saja di dengarnya.
"Sungguhkah?, aku tidak salah dengar kan?" tanya Yudha memastikan sambil menatap Yasmin mencari kebenaran. Yasmin yang di tatap Yudha seperti itu menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.
"Huft, astaga, Dek hampir saja kau membuatku jantungan dan patah hati," ucap Yudha bernafas lega.
Pembicaraan Yudha dan Yasmin terhenti ketika pelayan membawa kan pesanan mereka.
"Dimakan dulu Dek nanti kalau dingin tidak enak," ajak Yudha.
" Ya Mas," jawab Yasmin.
Mereka pun segera menyantap makanan yang di hidangkan tanpa suara, hanya dentingan sendok yang terdengar. Setelah selesai makan, mereka melanjutkan obrolan mereka.
"Mas, boleh aku bertanya sesuatu?" tanya Yasmin.
"Tanya apa, Dek?" jawab Yudha.
"Apa Mas kenal dengan pria yang tadi menyapa kita dan mengantar kita kesini?, kelihatannya dia sangat menghormatimu," tanya Yasmin menyelidik.
"Oh itu, ya kenal lah dia anaknya teman papa yang mengelola restoran ini," jawab Yudha bohong karena restoran tersebut adalah miliknya, restoran xx adalah salah satu bisnis yang di miliki keluarga Dewantara dan Rendy adalah orang kepercayaannya untuk mengawasi jalannya restoran. Namun Restoran tersebut masih atas nama sang kakek, Yudha hanya sesekali melihat dan dimintai pendapat saja karena Yudha seorang tentara dia tak punya nama, tapi keuntungan sebagian diberikan kepada Yudha atas permintaan alm kakek Dewantara. Dewantara group juga atas nama om Devan orang kepercayaan sang kakek karena papa Dimas lebih memilih karirnya sebagai tentara.
"Maafkan aku dek, terpaksa aku berbohong padamu. Bukannya aku tak percaya padamu tetapi ini belum saatnya kamu tau tentang jati diriku yang sebenarnya, meski semua ini masih atas nama kakek ku, Aku tidak mau kehilanganmu dek. Tapi suatu saat aku akan menjelaskan semuanya padamu," batin Yudha dalam hati. Jauh di lubuk hatinya dia merasa bersalah pada Yasmin karena tidak mengatakan yang sebenarnya.
* flashback on *
Setelah pertemuan di restoran dengan keluarga Yasmin. Yudha sudah menyetujui menjadikan Yasmin pendamping hidupnya, pak Dimas menjelaskan satu rahasia tentang Yasmin yang di peroleh dari orang kepercayaannya.
" Yudha, karena kau sudah menyetujui wanita pilihan Papa untuk menikah denganmu, Papa akan mengatakan ini dan dengar baik-baik," ucap pak Dimas serius.
"Rahasia apa itu, Pa?" tanya Yudha penasaran.
"Sebaiknya soal tentang bisnis keluarga kita, Yasmin jangan sampai tahu dulu. Kalau kamu tidak ingin kehilangan dia," ujar pak Dimas.
"Kenapa Pa, apa hubungan aku akan kehilangan Yasmin dengan bisnis keluarga kita ?" tanya Yudha menyelidik.
"Yasmin tidak suka berhubungan dengan orang yang terlalu kaya, apa lagi pacaran atau bahkan bersuami orang kaya," ucap pak Dimas.
"What!" seru Yudha.
"Yasmin takut menjalin cinta dengan keluarga kaya, dia tidak mau menanggung resiko yang tinggi karena menurutnya pria kaya itu berpotensi untuk mengkhianati cinta. Dia lebih suka pria dengan kekayaan biasa-biasa saja, maka dari itu sembunyikan identitasmu sebagai pembisnis sukses dan statusmu sebagai salah satu pewaris bisnis keluarga Dewantara, baik kepada Yasmin ataupun keluarganya, biarlah Yasmin mengenalmu sebagai tentara biasa, jika nanti kalian sudah menikah dan dia menerimamu apa adanya kamu bisa jelaskan tentang bisnis keluarga Dewantara yang sebenarnya pada Yasmin pelan-pelan, apa kau mengerti ?"Jelas pak Dimas.
"Aku mengerti, Pa, aku akan lakukan apa yang Papa sarankan," ucap Yudha.
"Ya Allah, zaman sekarang masih ada wanita yang tak tergiur dengan kekayaan yang melimpah, kau benar-benar gadis langka Yasmin, bukannya senang dengan kekayaan malah takut," gumam Yudha dalam hati
* flashback off *
Mas, aku boleh bertanya nggak?", tanya Yasmin.
"Tanya apa?" jawab Yasmin.
"Maaf Mas, aku pernah dengar kalau menikah dengan abdi negara seperti tentara, polisi itu persiapannya rempong apa bener mas?" tanya Yasmin dengan ekspresi yang mengemaskan membuat Yudha terkekeh mendengarnya.
"Rempong sih nggak, memang persyaratan untuk menjadi istri tentara itu prosesnya akan lebih panjang dari pada menikah dengan orang biasa. Banyak tahapan yang harus dilalui tapi tenang saja, kalau sudah waktunya nanti aku beri tahu dan aku akan membantumu. Sebaiknya jangan pikirkan itu dulu, nikmati dulu kebersamaan kita sekarang karena tidak setiap saat aku bisa menemanimu seperti ini," ucap Yudha memberi penjelasan.
"Boleh tahu nggak sekarang pangkat Mas apa di militer?" tanya Yasmin.
"Pangkat Mas sekarang Letnan Satu, kenapa Dek, ada yang salah?" jawab Yudha dan malah balik bertanya.
"Tidak apa-apa, cuma pingin tau saja. Kalau ada yang tau pacarku seorang tentara dan aku ditanya apa pangkatnya sedangkan aku tidak tahu 'kan tidak lucu," jawab Yasmin.
Yudha yang mendengar jawaban Yasmin terkekeh geli karena menurutnya jawaban Yasmin lucu.
"Kau benar-benar mengemaskan Yasmin, kalau sikapmu mengemaskan seperti ini, aku tidak rela hari ini segera berlalu," batin Yudha.
"Dek, beberapa buan ke depan aku mungkin tidak bisa sering bertemu. Minggu depan aku ada tugas pelatihan di kota L kira kira dua bulan. Nanti setelah urusanku selesai aku akan menemui kedua orang tua kamu, Dek bersama papa dan mama untuk membicarakan kelanjutan hubungan kita ke jenjang yang lebih serius," ucap Yudha.
Yasmin yang mendengar perkataan Yudha terlihat kecewa dan raut wajah sedih. Yudha yang melihat raut wajah Yasmin merasa tidak tega
"Hei, jangan sedih dong nanti cantiknya hilang lho. Nanti kalau disana ada waktu dan sinyal, Mas kasih kabar," hibur Yudha.
"Iya Mas, aku ngerti kok, Mas tenang aja, I am okay," jawab Yasmin sambil berusaha tersenyum menutupi kesedihannya.
"Nah, gitu dong, itu baru calon Persitku," ucap Yudha berusaha menghibur Yasmin.
________________________________________________
Hai Readers, dua atau tiga episode ini aku kasih yang manis - manis dulu, nanti selanjutnya aku kasih sedikit bawang ya, karena tak semua hal di dunia bejalan mulus.
Maaf kalau masih banyak salah ketik, kurang tanda baca dan kalimat atau kata yang membingungkan.
I LOVE YOU 😘😘😘😘
Bersambung ......