Cinta adalah anugerah terindah dari sang Pencipta kepada setiap hamba. Tapi cinta juga bisa menjadi sebuah mimpi buruk bagi setiap hamba yang salah menempatkan cinta.
Prasetyo Nugroho_ duda tampan yang setia menjaga cinta pertamanya harus rela menikah untuk kedua kalinya, untuk memenuhi permintaan sang Ibu.
Pras terjebak di antara dua wanita.
Bagaimana kelanjutan hubungan mereka?
Siapakah yang akan menjadi mempelai di pernikahan kedua Pras?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hanna Devi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Inikah Cinta?
Jangan pernah menilai sesuatu itu hanya dari luar nya saja. Karena apa yang tampak belum tentu sesuai dengan apa yang kita pikirkan.
Itulah yang menjadi pegangan hidup Prasetyo Nugroho. Dia tidak akan membuat sebuah keputusan sebelum data yang mendukung nya akurat.
Begitulah yang dilakukan oleh Pras setelah melihat Shella yang notabene ingin menjadi 'ibu' baru untuk Zylva.
Pras hanya berpikir, mungkin pria yang sedang berjalan dengan nya itu adalah adik atau saudara nya. Karena Pras sendiri belum mengetahui secara jelas tentang kehidupan pribadi Shella.
"Ngapain juga ya aku mikirin dia, tertarik juga tidak. Baik sih, cantik, mapan. Tapi maaf ya Shell kamu belum bisa mengambil posisi di hati ku" gumam Pras yang sedang rebahan seraya mengingat kejadian siang tadi.
Pras mengambil handphone nya. Dia membuka file galeri, melihat foto - foto yang tersimpan.
Dia menghentikan scrolling nya pada sebuah foto, yang diambil tanpa kesengajaan. Pandangan nya begitu dalam. Lama sekali Pras menatap nya lalu melebarkan kedua sudut bibirnya.
Entah apa yang terjadi dalam pikirannya, seperti orang yang baru pertama kali jatuh cinta.
"Assalamualaikum, apa kabar?" Dengan memberanikan diri Pras menyapa lewat pesan singkat WA yang dikirim nya kepada Nadya.
Namun sampai beberapa menit tak juga mendapat balasan. Bahkan hanya cek list dua. Hal ini membuat Pras gusar.
"Ayo.. jawab dong Nad" ucap Pras lirih sambil terus memandangi handphone nya, tak sabar menanti jawaban dari Nadya.
Ting...
Bunyi nada dari handphonenya. Pras tersenyum gembira bergegas membuka pesan yang masuk.
Pras, makasih ya loe udah nyenengin hati Kay hari ini, sekarang dia tidur dengan boneka yang loe beliin tadi 😊
Ternyata pesan dari Dina. Pras kembali lemas dan menutup handphone nya tanpa memberi balasan.
Pras mengambil bantal guling yang ada di samping nya lalu memeluk nya erat.
"Kamu lagi ngapain sih, Nad? aku ingin ketemu lagi sama kamu." ucap Pras sambil memejamkan matanya. Hingga akhirnya dia pun tertidur pulas.
***
Pertama kali hal yang dilakukan Pras setelah membuka kedua matanya adalah mengambil handphone nya.
Dia langsung mengecek apakah ada balasan pesan yang dikirim ke Nadya malam tadi sebelum tidur.
Dengan senyum sumringah dia berteriak, "yesss!!".
Pras melihat notifikasi '1 pesan belum dibaca' tentu saja dari Nadya.
"Waalaikumsalam, Alhamdulillah kabar baik. Mas sendiri apa kabar?"
"Alhamdulillah, baik juga. Kapan ya bisa ketemu kamu lagi?" balas Pras pada pesan Nadya.
"Terserah kamu aja mas, kebetulan minggu ini jadwal ku agak senggang"
"Ya sudah nanti akan aku kabari lagi ya" balas Pras lagi.
"🆗" balas Nadya.
"Astaghfirullah...subuh ku hampir terlewatkan" Pras segera berlari ke kamar mandi nya.
****
Pras menuju ke ruang makan. Kali ini Zylva yang harus menunggu ayahnya untuk sarapan pagi bersama.
"Ada yang ceria amat ya pagi ini" ucap ibu melirik ke arah Pras sembari meletakkan piring di atas meja.
"Biasa aja ibu.., kita itu harus senantiasa ceria setiap mengawali hari. Kalau hati kita senang, insyaallah pekerjaan apapun yang kita lakukan akan membawa dampak positif bagi kita" ucap Pras mengalihkan perhatian ibunya.
"Kamu tuh, paling bisa kalau suruh ngeles" ibu tersenyum dan menggelengkan kepalanya.
"Oh iya, sayang. Minggu depan kamu udah mulai masuk sekolah lho. Berdasarkan hasil tes yang lalu, kamu dinyatakan lulus seleksi. Anak ayah memang hebat" Pras mengelus kepala Zylva yang duduk tepat di sebelah nya.
"Beneran, yah?? asiik.. Zylva sekolah.
"Kalau sudah sekolah, berarti belajar nya harus lebih raji lagi. Gak boleh banyak bermain" timpal nenek mengingatkan Zylva agar lebih bertanggung jawab.
"Beress nek, Zylva akan belajar yang rajin" jawab Zylva.
"Zylva nanti ikut nenek ya, nenek mau ke rumah makan yang dekat butiknya tante Shella, jadi kita bisa mampir sekaligus." ucap ibu.
Zylva menganggukkan kepalanya seraya tersenyum.
"Ehm..Bu, sebaiknya jangan terlalu akrab dengan Shella ya?!" Pras meminta kepada ibunya.
"Memang nya kenapa?? dia baik, dia cantik, sopan lagi. Dan dia juga wanita yang sudah mapan." ungkap ibu.
"Iya, sih. cuma kita juga harus waspada, kita tidak tahu bagaimana kepribadian dia sebenarnya" lanjut Pras.
"Sudah, kamu nggak perlu khawatir. Ibu tahu bagaimana Shella. Yang penting jangan pernah kecewakan dia," terang ibu yang memang menginginkan Shella menjadi ibu buat Zylva.
"Tapi Pras tidak.." ibu langsung memotong ucapan Pras.
"Kamu harus mencobanya, belajar untuk mengenal dia lebih dekat, kamu nya sendiri aja cuek, gimana kamu bisa tahu tentang kepribadian nya!" tandas ibu.
Pras hanya menarik nafas, dan memilih untuk diam. Tidak ingin adu mulut dengan ibunya. Juga tidak ingin merusak moodnya hari ini.
"Ya sudah, kalau begitu Pras berangkat dulu ya bu. Takut telat nyampe kantor." Pras berpamitan dengan ibunya.
"Jangan lupa, nanti jemput Shella dan Zylva untuk makan siang bersama kamu" ucap ibu sambil mengantarkan Pras ke pintu.
"Jika Pras ada waktu ya bu.. Pras nggak bisa janji" jawab Pras yang memang tidak menginginkan hal itu terjadi.
"Daa, ayah.... Hati - hati ya" ucap Zylva yang masih duduk di kursi meja makan.
Pras mengacungkan jempol nya. Sementara ibu hanya mengangguk. Tak lama kemudian Pras pun berlalu dari pandangan ibu.
***
Mobil yang dikendarai Pras melaju dengan tenang. Lagu favoritnya tak lupa menemani perjalanan nya. Lagu - lagu dari kelompok band NAFF yang selalu enak untuk di dengar.
*Akhirnya, ku menemukan mu
Saat raga ini mulai merapuh
Ku berharap engkaulah
Jawaban s'gala risau hati ku
Dan biarkan diriku, mencintai mu
hingga ujung usiaku
Jika nanti ku sanding dirimu
Miliki aku dengan segala kelemahan ku
Dan jika nanti engkau di samping ku
Jangan pernah letih 'tuk mencintai ku*
Kenangan bersama Nadya di kota Balikpapan kembali bermain dalam ingatan nya. Suasana hati nya kembali merekah.
Perjalanan pagi ini berakhir di parkiran kantor. Kantor yang seyogianya adalah milik Pras dan Diko. Namun Pras tidak ingin merasa bahwa dia adalah salah satu pemilik nya. Dia hanya ingin sebagai pekerja.
Pras melangkahkan kakinya dengan pasti dan semangat membara di koridor kantor nya. Kemudian masuk kedalam kantor.
"Pagi, pak?" Sapa gadis cantik yang selalu ada untuk mengatur semua jadwal Pras.
"Pagi" jawab Pras sembari melemparkan senyumnya. Dan masuk ke dalam ruangan nya.
Perasaan baru kali ini aku melihat senyum terindah dari pak Pras. Dan baru kali ini juga aku lihat wajahnya tampak seceria itu. Senang bertemu aku lagi atau lagi jatuh cinta? Jenny bertanya-tanya l dalam hati nya.
Jenny kembali dengan laptopnya, dia mempersiapkan segala sesuatu milik atasannya itu.
sabar yaa
ijin follow Thor, jangan lupa follback ya ☺️🙏
Patrick atau Hulk?? ☺️