NovelToon NovelToon
Dewa Abadi Season 2

Dewa Abadi Season 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Iblis / Romansa / Fantasi Timur
Popularitas:10.1k
Nilai: 5
Nama Author: Sang_Imajinasi

Kemenangan gemilang dan gunungan harta yang dibawa pulang oleh Zeng Niu dan "Kelompok Perampok Tersenyum" ke Sekte Angin Merah harus dibayar dengan harga yang menentang surga. Kematian tragis Pangeran Pertama, Di Tian, di Lautan Bintang telah menghancurkan kedamaian Alam Abadi.

Kaisar Langit Di Shitian, penguasa Benua Tengah, terbangun dari meditasinya dengan amarah kosmik. Mesin perang terbesar dan paling menakutkan di Alam Abadi pasukan dewa dari Istana Pusat kini digerakkan dengan satu tujuan pasti: meratakan Sekte Angin Merah dan menghapus seluruh Benua Utara dari peta keberadaan.

Saat kebahagiaan sekte berubah menjadi kengerian massal, Zeng Niu tidak memiliki pilihan selain bersiap menghadapi badai kehancuran yang ia tarik sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 14: Perseteruan dengan Monster Tua

Keheningan yang mencekam menyelimuti seluruh penjuru Paviliun Harta Semesta. Ratusan ribu kultivator menahan napas, mata mereka tertuju lekat pada panggung kristal merah di mana Su Xian berdiri. Delapan penjaga tingkat Soul Transformation Tahap Akhir memancarkan Niat yang saling terhubung, membentuk sebuah jaring yang bisa memotong siapa pun yang berani membuat kekacauan menjadi debu.

Di Bilik Langit Nomor Satu, Zeng Niu mencondongkan tubuhnya ke depan. Matanya yang tajam bagaikan elang purba menembus tirai formasi. Di dalam Dantiannya, Benih Dunia berdenyut semakin liar, menciptakan riak di Lautan Ketiadaan-nya.

"Harta Penutup Pertama," suara Su Xian mengalun merdu namun penuh penekanan. Ia membuka sebuah kotak kayu yang terbuat dari Pohon Dewa Yang.

WUUUSSSSH!

Seketika, gelombang panas yang luar biasa ekstrem menyapu seluruh aula. Dari dalam kotak itu, melayang setetes darah berwarna emas kemerahan. Darah itu tidak menetes, melainkan berubah bentuk terus-menerus menjadi ilusi seekor burung phoenix kecil yang mengepakkan sayap apinya.

"Setetes Darah Asal Phoenix Sejati!" seru Su Xian. "Diambil dari sisa-sisa pertempuran purba di Wilayah Beast Suci. Darah ini mampu memperpanjang usia hingga lima ribu tahun, mencuci sumsum tulang, dan memberikan resistensi terhadap api surgawi! Harga awal: Lima belas juta batu roh tingkat puncak!"

Mata para leluhur dan alkemis di aula langsung memerah. Bagi kultivator yang usianya mendekati ajal, ini adalah nyawa kedua. Bagi alkemis, ini adalah bahan obat tingkat Dewa.

"Tujuh belas juta!" "Dua puluh juta!"

Di Bilik Surga Nomor Tiga, Tuan Muda Yan Qi dari Klan Pil Emas menggertakkan giginya. Ia sangat menginginkan darah itu, namun kekayaannya telah terkuras saat dipermalukan oleh Zeng Niu sebelumnya. Ia hanya bisa menatap dengan penuh kebencian.

Hanya dalam sepuluh tarikan napas, harga melonjak drastis.

"Tiga puluh lima juta!"

Sebuah suara serak dan tua terdengar dari Bilik Langit Nomor Dua. Suara itu membawa Niat Kematian yang begitu pekat, seolah si pembicara baru saja merangkak keluar dari peti mati.

"Itu adalah Leluhur Ku Mu (Kayu Mati) dari Lembah Racun Barat!" bisik seorang kultivator di aula bawah dengan wajah pucat. "Kultivasinya berada di Ascendant Tahap Puncak! Konon usianya hanya tersisa seratus tahun lagi. Dia pasti akan membunuh siapa saja yang berani merebut darah itu!"

Mendengar nama Leluhur Ku Mu, aula seketika sunyi. Tidak ada yang berani menawar lebih tinggi. Menyinggung seorang Ascendant Puncak yang sedang menunggu ajal sama saja dengan bunuh diri.

Su Xian menjatuhkan palunya. Darah Phoenix Sejati jatuh ke tangan Leluhur Ku Mu.

Zeng Niu, yang duduk di Bilik Nomor Satu, tidak ikut campur. Tulang Perak Asura-nya tidak membutuhkan darah unggas yang terbakar. Ia menyimpan amunisinya untuk hal yang jauh lebih penting.

"Harta Penutup Kedua," Su Xian tersenyum misterius, memberi isyarat kepada seorang pelayan yang membawa baki giok putih.

Di atas baki itu, tergeletak sebuah batu kristal seukuran kepalan tangan. Warnanya abu-abu buram, tidak memancarkan cahaya, tidak memancarkan Qi elemen apa pun. Namun, anehnya, ruang di sekitar kristal itu melengkung dan terdistorsi, seolah hukum alam semesta di sekitarnya runtuh dan terbentuk kembali dalam siklus tanpa henti.

Mata asura Zeng Niu menyala terang. Itu dia!

"Kristal Kekacauan," ucap Su Xian, suaranya sedikit bergetar menahan tekanan dari batu tersebut. "Benda ini adalah esensi dari pembentukan alam semesta. Benda ini biasanya hanya dicari oleh para penguasa di ranah Kaisar Bumi untuk menstabilkan Hukum Dunia mereka. Untuk kultivator di bawah itu, benda ini bisa digunakan sebagai inti formasi pemusnah tingkat kosmik. Harga awal: Dua puluh juta batu roh tingkat puncak!"

Aula seketika riuh rendah, namun tidak ada yang langsung menawar. Dua puluh juta adalah harga yang mematahkan leher bagi sebagian besar klan, dan barang ini terlalu berisiko. Jika seorang kultivator fana mencoba menyerapnya, mereka akan meledak menjadi ketiadaan.

"Dua puluh lima juta."

Suara tenang Zeng Niu akhirnya memecah keheningan, mengalir keluar dari Bilik Langit Nomor Satu.

Semua mata kembali tertuju pada bilik misterius tersebut. Naga tiran itu kembali bergerak!

Namun, sebelum Su Xian sempat mengulang harga, suara serak dari Bilik Langit Nomor Dua (Leluhur Ku Mu) kembali terdengar, diiringi dengusan dingin.

"Tiga puluh juta! Tuan di Bilik Nomor Satu, Kristal Kekacauan ini sangat cocok untuk menetralisir racun di dalam tubuh tuaku. Kuharap kau tahu kapan harus mundur."

Leluhur Ku Mu secara terang-terangan menggunakan senioritas dan auranya untuk menekan Zeng Niu. Sebuah Niat Ascendant Puncak tak kasatmata merambat melalui udara, mencoba menembus formasi pelindung Bilik Nomor Satu.

Di dalam bilik, Zhao Ying yang sedang minum teh menghentikan gerakannya. Mata biru jernihnya memicing. Namun, Zeng Niu mengangkat tangannya, mencegah Zhao Ying bertindak.

Ditekan oleh Ascendant Puncak? Ia baru saja memukul mundur seorang Jenderal Ascendant, mengapa ia harus takut pada kayu tua yang mau mati?

"Tiga puluh juta?" Zeng Niu tertawa mengejek, suaranya diperkuat dengan Niat Ketiadaan yang memotong aura Leluhur Ku Mu hingga hancur berkeping-keping di udara.

"Leluhur Ku Mu, jika kau butuh penawar racun, pergilah makan rumput di halaman belakangmu. Benda ini bukan mainan untuk orang tua yang kakinya sudah masuk ke dalam liang lahat. Empat puluh juta!"

BAM!

Seluruh aula nyaris runtuh oleh keterkejutan. Bukan karena harganya, melainkan karena kata-kata pemuda itu! Menghina seorang Ascendant Puncak secara langsung di depan ratusan ribu kultivator?!

"Bocah kurang ajar! Kau mencari mati!" raung Leluhur Ku Mu dari biliknya. Aura pembunuhan berwarna hijau pekat meledak, membuat dinding giok biliknya retak. "Lima puluh juta!"

Di Bilik Nomor Satu, Penilai Hua yang sedari tadi berdiri menunduk kini berkeringat dingin. "Y-Yang Mulia... Batu Roh di kartu kristal Anda dari pelelangan zirah sebelumnya hanya tersisa tiga puluh juta..."

Zeng Niu tidak panik. Ia mengusap dagunya, lalu dengan santai melemparkan sebuah gulungan perkamen yang memancarkan cahaya emas gelap ke atas meja giok.

"Penilai Hua. Evaluasi ini sekarang."

Penilai Hua membukanya dengan tangan gemetar. Begitu matanya membaca baris pertama dari perkamen tersebut, lututnya langsung lemas dan ia jatuh terduduk.

"I-Ini... Teknik Tingkat Surga Puncak?! [Kitab Suci Penghancur Bintang]?! Ini adalah warisan eksklusif dari keluarga Kekaisaran Istana Pusat!"

Gulungan itu adalah salah satu barang yang dijarah Zeng Niu dari perbendaharaan pribadi Raja Perang Di Cang. Di Alam Abadi, seni tingkat Surga Puncak jauh lebih berharga daripada gunung batu roh, karena ia adalah fondasi untuk membangun klan raksasa.

"Masukkan gulungan itu ke dalam penawaranku," perintah Zeng Niu dingin. "Berapa harganya?"

Penilai Hua menelan ludah. "J-Jika dilelang terpisah... ini bisa mencapai empat puluh juta batu roh tingkat puncak..."

Zeng Niu mengangguk, lalu berteriak ke arah luar bilik.

"Leluhur Tua! Aku menawar tiga puluh juta batu roh, ditambah sebuah Gulungan Teknik Tingkat Surga Puncak! Total evaluasi: Tujuh Puluh Juta! Jika kau masih punya uang dari hasil menjual peti matimu, silakan menawar lagi!"

Keheningan melanda Paviliun Harta Semesta. Tujuh puluh juta!

Di Bilik Nomor Dua, tidak ada suara balasan, melainkan hanya terdengar bunyi benda keras yang diremukkan. Leluhur Ku Mu telah mencapai batas dananya. Niat Membunuhnya kini mengunci Bilik Nomor Satu dengan kebencian abadi.

Su Xian yang gemetar segera mengetukkan palunya. "T-Tujuh puluh juta, tiga kali! Kristal Kekacauan terjual ke Bilik Nomor Satu!"

Beberapa saat kemudian, seorang pelayan tingkat Nascent Soul membawakan kotak berisi Kristal Kekacauan ke dalam bilik Zeng Niu, sekaligus mengambil gulungan kitab tersebut.

Zeng Niu tidak menunggu hingga lelang selesai. Sifat perampoknya selalu mengajarkan: Harta baru benar-benar milikmu setelah ia dicerna ke dalam Dantianmu.

Begitu pelayan itu keluar, Zeng Niu memegang kristal abu-abu tersebut. Ia memutar Niat Ketiadaan-nya hingga batas maksimal.

KRAAAK!

Kristal itu hancur menjadi debu abu-abu primordial, dan Zeng Niu menghisapnya langsung melalui hidung dan pori-porinya!

BOOOOOOOOOOOOOOOM!

Di dalam Dantiannya, Benih Dunia yang tadinya hanya memiliki satu akar transparan kini bergetar gila-gilaan. Akar kedua, ketiga, dan keempat meledak keluar, menancap ke segala arah di Lautan Ketiadaan Zeng Niu. Ruang di dalam Dantiannya tiba-tiba meluas sepuluh kali lipat! Sisa-sisa energi kekacauan merembes ke meridian dan tulangnya.

Tulang Perak Asura-nya mulai memancarkan kilau keemasan samar. Fluktuasi kultivasinya mendidih, menabrak batas langit. Ia tidak menembus ranah Ascendant karena ia belum mengkondensasi Hukum Dunianya sendiri, namun kekuatan cadangan Qi-nya kini setara dengan seorang Ascendant Tahap Awal secara murni!

Zhao Ying mengibaskan lengan bajunya, melepaskan tirai es abadi untuk mencegah fluktuasi Zeng Niu menghancurkan bilik mereka. Matanya memancarkan sedikit kebanggaan. "Fondasi yang mengerikan. Kau benar-benar monster yang lahir untuk menentang surga."

Zeng Niu perlahan membuka matanya. Petir ungu dan kabut abu-abu berkedip di pupilnya sebelum menghilang. Ia tersenyum puas.

Tepat pada saat itu, suara Su Xian dari bawah kembali bergema, kali ini dengan nada yang luar biasa.

"Para hadirin... kita tiba di penghujung acara. Harta Penutup Ketiga. Benda ini tidak memiliki evaluasi harga yang pasti, karena ia adalah sebuah anak kunci."

Kain merah ditarik, memperlihatkan sebuah lempengan tembaga berkarat yang bentuknya tidak beraturan. Di permukaannya, terukir peta rasi bintang yang memancarkan aura luar biasa purba dan kuno.

"Benda ini ditemukan di retakan dimensi yang baru saja terbuka di wilayah perbatasan Timur Langit Selatan," ucap Su Xian. "Para penilai paviliun kami menyimpulkan... ini adalah serpihan peta dan anak kunci menuju Sisa-sisa Istana Naga Primal!"

Mendengar nama itu, bahkan Zhao Ying yang selalu tenang sedikit tersentak.

"Istana Naga Primal?" gumam Zhao Ying. "Itu adalah mitos dari zaman ketika Alam Abadi dan Wilayah Beast Suci masih menyatu. Tempat di mana Kaisar Naga Pertama memakamkan dirinya."

Di dalam Lautan Kesadaran Zeng Niu, Lei Ling kembali menjerit. "NIU! SUMSUM NAGA! Jika kau ingin Tulang Perak Asuramu berevolusi menjadi Tulang Emas Asura, kau membutuhkan darah dan sumsum dari Naga Primal! Ini adalah takdir!"

Zeng Niu mengepalkan tangannya yang kini memancarkan kekuatan bintang. Ia menatap lempengan tembaga berkarat itu.

1
Abidin Ariawan
kalo dari Utara semut ,, lha putra mu apa🤣,, mosok gajah. udah pikun
yos helmi
💪💪💪💪💪💪
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
yos helmi
😄😄😄😄😄
yos helmi
🤭🤭🤭🤭🤭
saniscara_Patriawuha
hancurrrrkannnn sudahhhhhhh...
saniscara_Patriawuha
serapppppppp semuaaaaa.....
saniscara_Patriawuha
gassssdddd keunnnnnnn deuiiiiii...
Rhaka Kelana
harusnya sungkem atau cium tangan sama bapak mertua bukan malah ngajak gelut...ajak ngopi bareng...kena sentil kan..🤣🤣🤣🤣
Rinaldi Sigar
lanjut
yos helmi
🙏🙏🙏🙏🙏🙏
yos helmi
👍👍👍👍👍👍
yos helmi
😍😍😍😍😍😍
yos helmi
💪💪💪💪💪
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
yos helmi
😄😄😄😄😄
Rinaldi Sigar
lanjut
yos helmi
🤭🤭🤭🤭🤭🤭
saniscara_Patriawuha
lumayannnnm lahhhh...
yos helmi
🙏🙏🙏🙏🙏🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!