Dipaksa menjadi pengantin pengganti demi melunasi utang lima miliar keluarga angkatnya, Kiyora Aleena pasrah dibawa oleh penguasa mafia Italia yang paling ditakuti—Salvatore.
Namun, alih-alih dijadikan tawanan atau simpanan, pria dingin nan kejam itu justru memperlakukannya bagai seorang ratu. Puncaknya terjadi saat sebuah bisikan misterual membakar ingatan masa lalunya.
"Aku tidak pernah salah mengenali milikku," bisik Salvatore rendah, menatap gelang perak berbandul merah di pergelangan tangan Kiyora.
"Kamu adalah Istriku. Ratu dari seluruh kerajaanku ... Alaura."
"N-Nama aku Kiyora, Om Tuan Mafia! Salah orang kali!" pekik Kiyora panik dengan mata bulatnya yang berbinar kaget.
Siapa sebenarnya Alaura? Dan mengapa takdir mempertemukannya kembali dengan Salvatore di tengah ancaman perang berdarah antar-klan mafia yang siap membongkar rahasia besar tentang identitas aslinya?
Terlebih, ada bocil cadel menggemaskan yang merecoki kisah percintaan mereka.
"Ini Mama Milooo!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kenz....567, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Liciknya Roman
Di sudut lain kota, atmosfer tegang dan mencekam meliputi kediaman keluarga Whitmore. Rumah mewah yang dulunya menjadi simbol kejayaan itu kini tak ubahnya seperti sangkar emas yang dipenuhi kebangkrutan. Roman Whitmore menatap lembaran-lembaran kertas tagihan berstempel merah di atas meja dengan napas memburu. Hutang mereka membengkak lagi, mencapai nominal fantastis yang mustahil bisa dilunasi dalam waktu dekat.
"Mau sampai kapan kamu terus bertaruh dan membuat keluarga ini makin hancur, Roman?!" bentak Rika, menyemburkan amarah yang sudah diubun-ubun. Tangannya menunjuk-nunjuk wajah Roman dengan napas memburu. "Lihat akibatnya! Sekarang lintah darat itu menuntut dibayar, atau rumah ini disita!"
"Diamlah! Aku juga sedang berpikir!" teriak Roman frustrasi, menggebrak meja hingga cangkir di atasnya berdenting keras.
Selena, putri mereka, duduk di sudut sofa dengan wajah pucat dan mata sembap. "Aku tidak mau menikah dengan juragan pinjol tua itu, Pa! Aku tidak mau! Dia pantasnya jadi kakekku!" pekiknya histeris, menolak ide gila kedua orang tuanya yang berniat menumbalkannya demi melunasi hutang keluarga.
Orang tua Selena saling pandang dalam kebingungan dan keputusasaan. Amarah Rika semakin memuncak, melontarkan kata-kata makian tajam kepada Roman hingga pria itu tak sanggup lagi berada di dalam rumah tersebut.
Dengan emosi yang meluap-luap, Roman menyambar kunci motornya dan melangkah keluar rumah. Pria itu menaiki kuda besinya, memutar gas hingga raungan mesin memecah keheningan malam. Ia butuh udara segar untuk mendinginkan kepalanya yang hampir pecah.
Motor Roman melaju kencang membelah jalanan sepi di pinggiran kota, tak jauh dari kompleks pemakaman umum. Namun, saat melewati sebuah halte bus tua yang remang-remang, matanya yang tajam melirik sosok gadis yang sedang duduk sendirian seraya memeluk lututnya. Gadis itu tampak lelah dan matanya terlihat sembab.
Roman memelankan laju motornya dan memutar balik. Begitu lampu sorot motor menyorot wajah gadis itu, mata Roman membelalak lebar.
"Kiyora?!" gumamnya tak percaya.
Itu adalah Kiyora, gadis yang menjadi kunci berharga di dunia bawah. Seketika, rasa frustrasi di kepala Roman menguap, berganti dengan rencana licik yang sangat cemerlang. Senyum culas terpatri di bibirnya.
Roman mematikan mesin motornya dan menghampiri gadis itu dengan raut wajah paling hangat dan ramah yang bisa ia tampilkan.
"Kiyora? Ya ampun, sedang apa kamu sendirian di sini malam-malam begini?" tanya Roman dengan nada penuh keprihatinan yang dibuat-buat.
Kiyora mendongak, matanya yang sembap menatap Roman dengan ragu. "Aku ... aku kabur dari Om mafia, malam ini sedang mencari tempat tinggal."
"Kabur? Kenapa tidak bilang dari tadi? Ayo ikut dengan om. Kamu bisa menginap di tempat ama malam ini. Mana suamimu? Kamu kabur dari suamimu? Yasudah, ikut dengan om," bujuk Roman dengan kelembutan palsu.
"Om tidak kembalikan aku ke sana kan?" tanya Kiyora dengan tatapan penuh selidik.
"Tentu saja tidak! Ini juga sebagai balasan bentuk rasa maaf om padamu, om akan menjauhkanmu dari pria itu okay?"
Kiyora yang tak banyak berpikir dan kelelahan merasa mendapat titik terang. Pikirannya yang kalut membuatnya tidak mengendus bahaya. "Hanya semalam, pria tua ini juga tak akan berani macam-macam," batin Kiyora lega. Ia pun mengangguk setuju dan menaiki bagian belakang motor Roman.
Namun, di luar dugaan Kiyora, motor itu tidak melaju ke rumah aman atau hotel. Roman justru membawanya ke sebuah bangunan tua nan terisolasi di pinggiran kota, markas milik sang juragan pinjaman uang berdarah dingin.
Saat motor berhenti dan Roman menarik tangannya masuk ke ruangan remang-remang yang dipenuhi pria-pria berbadan tegap, Kiyora seketika menyadari ada yang tidak beres. Bau alkohol dan asap rokok menyengat hidungnya. Di tengah ruangan, duduk seorang pria paruh baya bertubuh gemuk dengan cengiran menjijikkan.
"Ini jaminan baru untuk pelunasan hutangku," ucap Roman tanpa dosa, mendorong tubuh Kiyora ke depan.
"Apa-apaan ini?! Lepaskan aku!" pekik Kiyora panik. Matanya membelalak penuh horor saat menyadari dirinya telah dikhianati dan dijual.
Gadis itu berusaha memberontak hebat, mendorong dada Roman dan berbalik untuk berlari ke arah pintu keluar. Namun, tenaganya yang terkuras habis setelah berjalan jauh dari hutan tak sebanding dengan cengkeraman kasar dua anak buah sang juragan. Lengan Kiyora terkunci erat, membuatnya menjerit histeris dalam cengkeraman orang-orang jahat tersebut, sementara Roman tersenyum puas mengantongi surat pelunasan hutangnya.
"SIAL, KAMU MEMANG GAK PERNAH TULUS ROMAN! SETELAH INI, AKU AKAN MEMGHABISIMUUUUU!" teriak Kiyora dengan tatapan kilat nan tajam. Membuat Roman melunturkan senyumnya. Ia merasa, tatapan itu berbeda, bukan tatapan biasa. Tapi tatapan seorang pemburu mencari mangsanya.
.
.
.
.
Sementara itu, atmosfer di dalam mansion Salvatore berubah menjadi neraka yang mencekam.
Sang Don Mafia baru saja tiba dari urusan bisnisnya, dan hal pertama yang menyambutnya adalah Milo yang berdiri gemetar di tengah ruang tengah sambil menangis sesenggukan. Saat Milo dengan terbata-bata menceritakan bahwa Kiyora telah melarikan diri lewat pintu belakang, amarah Salvatore meledak seketika!
"Ya olang nda tahu dia mau kabul, Milo nda tahuuuu hiks ...,"
PRANG!
"Actaga telkejooooot dili ini tahu gaaaaak! Ekheeee!" Tangisan Milo kembali pecah, ia ketakutan saat ini.
Sebuah vas bunga kristal mahal melayang dan hancur berkeping-keping di dinding marmer, membuat seluruh pelayan dan penjaga tertunduk kaku, gemetar ketakutan. Aura membunuh yang sangat pekat melingkupi tubuh tinggi tegap Salvatore. Matanya merah padam dipenuhi amarah yang membara.
"BAGAIMANA BISA SEORANG GADIS BISA KABUR DARI MANSION DENGAN PENJAGAAN KETAT HINGGA BERJAM-JAM TANPA ADA YANG TAHU?!" amuk Salvatore, suaranya menggelegar menghancurkan keheningan malam.
Thomas segera berlutut di hadapan tuannya dengan wajah pucat pasi. "Maafkan kami, Tuan! Pintu belakang tersebut merupakan jalur ...,"
"Aku tidak butuh alasanmu, Thomas!" potong Salvatore dingin, nadanya menusuk hingga ke tulang. Pria itu menyambar senjatanya dari balik jas dan mengokangnya dengan bunyi klik yang mengerikan.
Ia melangkah mendekati Thomas, menatap semua anak buahnya dengan tatapan iblis.
"Lacak seluruh akses CCTV di sekitar kawasan benteng, lacak nomor kendaraan yang melintas di area luar hutan dalam kurun waktu tiga jam terakhir, dan sebarkan seluruh anggota ke setiap jengkal kota ini!" perintah Salvatore dengan nada rendah namun amat mematikan.
Ia memejamkan matanya sejenak, membayangkan wajah Kiyora yang kini melayang bebas di luar sana tanpa perlindungannya. Rasa memiliki yang gila dan kegelapan di dalam dirinya kian menuntut untuk memburu gadis itu kembali.
"Cari dia sampai dapat. Jika ada sedikit bagian dari kulitnya yang terluka, aku sendiri yang akan menguliti kalian semua hidup-hidup!" tegas Salvatore.
Dengan langkah lekas dan aura cengkeraman kematian, sang Don Mafia melangkah keluar menuju deretan mobil lapis bajanya untuk memimpin perburuan besar-besaran malam itu.
"Keputusanmu ... begitu buruk baby girl,"
kiyora 😭