Refan tega mecampakkan Maira yang sudah lama bersamanya demi orang baru yang bernama Reya. Akhirnya Maira menikah dengan Hendra yaitu temannya Refan sendiri. Akhirnya Maira bahagia bersama Hendra. Refan yang begitu terpuruk dan menyesali keputusannya akhirnya Refan bersimpuh di kaki mantan istrinya untuk mengajaknya kembali rujuk.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon weta anjelina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 22 Pov Refan
Entah kenapa Maira tidur lama sekali, udah dua jam aku menunggunya bangun untuk sola zuhur namun tak kunjung bangun juga.
Kini udah menunjuk pulul setengah empat sebentar lagi waktu solat az-har. Aku masih menemaninya di tempat tidur aku beranjak menuju meja, ku bersihkan semua tempat makan istriku itu.
Tiba-tiba saja reya mengagetkan ku dari belakang.
"Emm Mas, kita mkn malam yuk, dari tadi Mas belum makan apa-apa loh!" Aku mengangguk pelan ajakan istri mudaku itu, ku tinggalkan Maira semantara waktu di kamar.
"Gimana Mas masakannya? Enak?" Ujar Reya sembari menyendok nasi dan memasukkan kedalam mulutnya itu.
"Setiap istri ku ini yang masak, makanannya pasti enak selalu." Jawabku sedikit memujinya.
"Jadi istri tuamu itu tidak enak kah." Reya menimpal pertanyaan yang membuatku tidak berselera makan, aku tidak ingin berdebat untuk kondisi saat ini, aku lebih memilih diam.
"Mas malam ini temani aku tidur ya."
"Sayang Mairakan lagi sakit, masa Mas tinggal sedirian!" Sedikit kuberi penjelasan padanya.
"Tapi kan Mas, Mas kan bisa menjenguknya setelah dia bangun?" Reya sedikit mererengek. Akhirnya aku mentetujui permintaan istri mudaku itu.
Di kamar Reya terus merayuku, padahal aku lelah ingin beristirahat.
"Mas ngak mau cobain dulu sebelum tidur?" Reya tersenyum genit kepadaku, membuat mataku yang tadi merem seketika melotot
"Sayang, besok aja ya Mas lagi capek sekarang."
"Tenang aja Mas, minum ini dulu."
"Apa ini dek?" tanyaku penasaran.
"Itu kopi yang udah di campurkan obat penguat, mujarab lo Mas." Seketika aku tertekun mendengar pernyataan istri mudaku itu, aku mengangguk pelan ku teguk air itu beberapa tegukkan.
"Mas kita coba dulu ya, mana tau ketagihan." Rayunya mengoda, membuatku sedikit bergairah.
"Dek mas harus mulai dari mana nih?" Tidak mau kalah aku balik merayunya.
"Seperti biasa aja mas" Segera ku laksanakan apa yang istri mudaku pinta tadi.
Ku cium lembut bibirnya lalu setelah ku lumas bibir mungilnya itu ku cium pipinya ciuman ku semakin turun kebawah hingga bagian-bagian terlarangnya.
Kulihat istri mudaku itu sedikit mendelik geli dengan perlakuan ku itu, namun aku tidak memperdulikannya aku tidak bisa lagi mengontrol nafsuku, terus saja ku tindih badannya membuat istri mudaku itu sedikit berteriak kesakitan.
Aku menutup mulutnya rapat-rapat, aku tidak ingin Maira menjadi terbangun dari tidurnya.
"Ah Mas sakit." Erang Reya kepadaku, kudengar nafasnya begitu memburu membuatku semakin bergairah aku terus saja menindihnya tanpa memberi jeda sedikitpun, sudah satu jam aku mecumbunya,namun aku belum saja mengambil kehormatan Reya.
Aku beri dia sedikit jeda, kududukkan dia di ranjang lalu pelan-pelan kubuka semua pakaian dalalamnya, ku lihat Reya sedikit lemas namun dia tetap malu-malu saat ku melihat tubuh seksinya itu, dia menutup bagian-bagian tertentu dengan tangannya, aku tersenyum melihat tinggah polosnya.
"Katanya tadi mau ngasih, kenapa masih di tutupin." Godaku kepada istri mudaku itu.
"Eummm mas, Reya kan malu." Ujarnya sembari menunduk aku terus saja mengodanya, kulihat wajah Reya sedikit memerah aku semakin gemes saja.
"Gimana sayang kita mulai." Ujarku kepada Reya, Reya mengangguk saja itu tandanya reya menyetujui tawaranku itu.
"Tapi pelan-pelan ya Mas jangan kencang-kencang sakit lo mas." Istriku ini memang sangat polos.
Aku mulai mencumbunya lagi, mencium seluruh tubuh istri mudaku itu, Ah rasanya begitu nikmat sekali.