NovelToon NovelToon
Aku Dan Anakku Bisa Hidup Tanpamu

Aku Dan Anakku Bisa Hidup Tanpamu

Status: sedang berlangsung
Genre:Konflik etika / Penyesalan Suami
Popularitas:9.2k
Nilai: 5
Nama Author: Fitria Susanti Harahap

Ketika suaminya berselingkuh hingga menghamili wanita lain, tak ada lagi kata maaf yang tersisa di hati Nadia.

Dengan tekad yang bulat, ia mengajukan gugatan cerai. Tanpa menoleh ke belakang, Nadia memilih meninggalkan rumah megah yang selama ini menjadi tempat tinggalnya, beserta segala kemewahan yang pernah ia nikmati.

Baginya, harga diri dan ketenangan batin jauh lebih berharga daripada hidup bergelimang harta bersama seorang suami yang telah mengkhianati kepercayaan dan cinta yang selama ini ia jaga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitria Susanti Harahap, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

30

Reno masih memasang wajah sinis. "Pokoknya kamu harus hati-hati."

Nadia menggeleng pelan, berusaha menahan kekesalannya. "Apa yang kamu omongkan itu nggak masuk akal."

"Apa yang nggak masuk akal?"

"Kamu datang, terus langsung berprasangka buruk sama aku." Nadia menatap Reno lurus-lurus. "Aku cuma menemani anakku menikmati hari kenaikan kelasnya. Memangnya aku melakukan sesuatu yang salah?" Nadia melanjutkan dengan nada yang lebih tegas. "Justru aku heran. Kenapa yang selalu dipojokkan itu aku? Padahal aku nggak melakukan apa-apa." Suasana mendadak hening. Nadia menarik napas panjang sebelum berkata lagi, "Kalau memang ada yang harus tahu batasan, seharusnya kita sama-sama saling menghormati. Jangan asal menuduh hanya karena melihat aku berdiri di dekat orang lain." Setelah mengatakan itu, Nadia menggenggam tangan Kian. "Ayo, Nak. Kita sudah ditunggu."

Tanpa menunggu jawaban Reno, Nadia berjalan meninggalkan tempat itu bersama putranya. Fahri hanya menganggukkan kepala singkat kepada Reno sebagai bentuk sopan santun, lalu mengikuti Nadia dari belakang dengan tetap menjaga jarak. Reno hanya bisa memandangi mereka pergi, sementara rasa kesal dan cemburu bercampur menjadi satu di dalam hatinya.

***

Di tengah ketegangan antara Nadia dan Reno, ada sepasang mata yang sejak tadi memperhatikan tanpa banyak bicara. Karin.

Tanpa sepengetahuan siapa pun, ia mengeluarkan ponselnya dari dalam tas. Layar kamera segera menyala, lalu diam-diam diarahkan ke arah Reno dan Nadia yang sedang berdebat. Ia sengaja berdiri sedikit menjauh agar tidak menarik perhatian.

Setiap ucapan, setiap perubahan ekspresi, hingga saat Nadia membalikkan badan untuk mengakhiri percakapan, semuanya terekam di ponselnya.

Sudut bibir Karin terangkat tipis. "Nah... ini baru menarik.".Ia tidak berniat melerai. Sebaliknya, ia terus merekam hingga Reno terdiam dan Nadia berjalan pergi bersama Kian. Setelah rekaman dirasa cukup, Karin menghentikan video itu lalu memutarnya kembali. Ia memperhatikan hasilnya dengan saksama, memastikan wajah Nadia dan Reno terlihat jelas. "Hm... lumayan."

Pikirannya mulai bekerja mencari cara memanfaatkan rekaman tersebut. Menurutnya, setiap konflik yang melibatkan Nadia berpotensi menarik perhatian publik jika suatu saat disebarkan. Sementara itu, Nadia, Reno, maupun Fahri sama sekali tidak menyadari bahwa momen pertengkaran mereka baru saja diabadikan secara diam-diam oleh Karin sebab itulah tujuan utamanya ikut bersama Reno. Mencari momen yang bisa menjatuhkan Nadia sehingga namanya dan Reno bisa bersih.

***

Usai menonton film, Kian dan Ray masih belum ingin pulang. Melihat ada arena ice skating di pusat perbelanjaan, keduanya langsung meminta izin untuk bermain. Setelah mengenakan perlengkapan keselamatan, mereka meluncur ke atas arena es dengan wajah penuh semangat. Sesekali mereka terjatuh, lalu tertawa bersama sebelum kembali berdiri dan mencoba lagi.

Di luar arena, Nadia dan Fahri duduk berdampingan di bangku penonton yang menghadap ke lintasan es. Keduanya memperhatikan tingkah Kian dan Ray yang tak henti-hentinya melambaikan tangan setiap kali berhasil meluncur beberapa meter.

Nadia tersenyum kecil. "Senang sekali melihat mereka akur. Kian benar-benar beruntung punya sahabat seperti Ray."

"Iya," sahut Fahri sambil mengangguk. "Padahal baru beberapa bulan saling kenal, tapi sudah seperti saudara. Ray juga beruntung punya sahabat seperti Kian." Beberapa saat mereka menikmati suasana dalam diam. Tiba-tiba Fahri terkekeh pelan. "Ada yang lucu."

Nadia menoleh. "Apa?"

Fahri mengangguk ke arah arena. "Saya kok merasa... anak-anak itu sengaja mengatur supaya kita lebih banyak mengobrol."

Nadia ikut tertawa. "Maksudnya?"

Kian dan Ray masih asyik bermain di arena ice skating. Tawa mereka terdengar sampai ke luar arena setiap kali salah satu terpeleset lalu bangkit lagi. Sementara itu, Nadia dan Fahri duduk di bangku penonton sambil mengawasi kedua anak tersebut.

Setelah beberapa saat terdiam, Fahri tersenyum kecil. "Bu Nadia, Sejujurnya... saya sempat mendengar rencana mereka."

Nadia menoleh penasaran. "Rencana apa?"

Fahri terlihat sedikit ragu. Ia menggaruk pelipisnya sebentar sebelum berkata, "Hmm... saya nggak tahu ini sopan atau nggak untuk diceritakan."

Nadia tersenyum. "Nggak apa-apa. Memangnya mereka merencanakan apa?"

Fahri terkekeh pelan. "Anak-anak... ternyata ingin menjodohkan orang tuanya."

Nadia membelalakkan mata. "Hah?" Beberapa detik kemudian, ia justru tertawa lepas. "Hahaha... serius?"

Fahri ikut tertawa. "Iya. Saya mendengar mereka berbisik-bisik. Katanya, kalau ibu Kian dan ayah Ray sering bertemu, nanti mereka bisa terus main bersama."

Nadia menutup mulutnya sambil masih tertawa. "Ya ampun... polos sekali. Mereka mengira urusan orang dewasa sesederhana itu."

Fahri mengangguk sambil tersenyum. "Betul. Di pikiran mereka, kalau dua orang sama-sama baik, ya tinggal berteman, lalu dijodohkan."

Nadia kembali tertawa kecil sambil menggelengkan kepala. "Untung mereka belum bilang langsung di depan kita. Kalau sampai bilang, saya mungkin yang paling bingung harus menjawab apa."

Keduanya tertawa bersama, lalu kembali mengalihkan perhatian ke arena. Di sana, Kian dan Ray sedang melambai ke arah mereka dengan wajah penuh semangat, sama sekali tidak menyadari bahwa rahasia kecil mereka ternyata sudah lebih dulu terdengar oleh Fahri.

***

Malam mulai larut ketika Nadia akhirnya tiba di rumah. Hari itu benar-benar menguras tenaganya. Sejak pagi ia menghadiri pentas seni dan acara kenaikan kelas Kian, lalu menghabiskan waktu bersama Kian, Ray, dan Fahri. Meski lelah, hatinya terasa hangat melihat Kian begitu bahagia sepanjang hari.

Setelah membantu Kian bersiap tidur dan memastikan putranya sudah terlelap, Nadia masuk ke kamarnya sendiri. Ia meletakkan tas di atas meja, menghela napas panjang, lalu menjatuhkan tubuhnya ke atas kasur.

"Capek juga hari ini..." Ia baru saja hendak memejamkan mata ketika ponselnya yang berada di samping bantal bergetar. Dila. Nadia mengusap matanya sebelum membuka pesan tersebut.

[Bukaaa medsos cepat!!]

Nadia mengernyit. Belum sempat membalas, pesan berikutnya kembali masuk.

[Serius, Nad. Cepat lihat sebelum makin ramai!] kata Dila lagi.

Jantung Nadia berdegup sedikit lebih cepat. Dila bukan tipe orang yang mudah panik. Kalau sampai mengirim pesan seperti itu, pasti ada sesuatu yang sedang terjadi. Dengan rasa penasaran yang mulai bercampur cemas, Nadia meraih ponselnya lebih erat, lalu membuka aplikasi media sosial yang dimaksud.

Dengan perasaan tidak tenang, Nadia membuka akun media sosialnya yang sudah lama tidak aktif. Ia bahkan jarang mengecek notifikasi karena lebih sering menggunakan akun itu untuk keperluan pekerjaan. Namun malam itu, layar ponselnya dipenuhi angka notifikasi. Ratusan tag. Puluhan pesan masuk. Dan ribuan pemberitahuan komentar.

"Ada apa ini?" gumam Nadia pelan. Ia membuka salah satu tag yang paling banyak disebut. Ternyata semuanya mengarah ke satu unggahan dari akun media sosial Karin. Nadia menekan tombol putar.

Video itu adalah rekaman pertengkarannya dengan Reno di sekolah Kian beberapa jam sebelumnya.

1
falea sezi
knp jd bertele tele thor😒 kayak ikan terbang🤣
falea sezi
kenapa Fachri jd goblokk🤣🤣 niat bantuin. g sih
Iffanaya 😽
kk aku ikutan mewek...pls Thor bikin kian balik ke ibunya trs bongkar kebusukan karin Thor gk tega liat kian tertekan 😭😭
Muji Lestari
lanjutt thorrr
falea sezi
lanjut
falea sezi
makanya jd istri jangan bego wkt jd istri nabung yg banyak kuras harta sembunyikan klo suami selingkuh qm cerai g susah 😒
Iffanaya 😽
ditunggu lanjutannya kk 🫶
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!