NovelToon NovelToon
Anak Tersembunyi Sang Pewaris

Anak Tersembunyi Sang Pewaris

Status: tamat
Genre:Anak Genius / Lari Saat Hamil / Menikah Karena Anak / Tamat
Popularitas:87.4k
Nilai: 5
Nama Author: IAS

Kaelus Danurwenda terkejut ketika mendapati dirinya di pagi hari tanpa mengenakan pakaian. Dia mengumpat marah ketika mengingat kejadian tadi malam.

Kaelus mencari jejak si wanita namun nihil. Pencarian Kael berlangsung selama 4 tahun lamanya, tapi tak menghasilkan apapun.

Ketika harapannya pupus, dan hendak menerima perjodohan yang diatur orang tuanya, tiba-tiba seorang bocah dengan mata coklat kekuningan menabrak tubuhnya.

"Maap Om, Al nda senaja."

Debaran aneh memenuhi hati Kaelus Wajah bocah itu sangat tidak asing di matanya.

"Kamu ... ."

"Maaf Tuan, anak saya berlari tanpa arah. Permisi."

Melihat ibu dari anak itu, Kaelus samar-samar mengingat tentang wanita di malam yang salah itu.

Apa yang akan dilakukan Kaelus? Apa dia akan melanjutkan perjodohan yang diatur, atau malah mencari ibu dan anak tersebut?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon IAS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

ATSP 24

Dengan langkah kaki yang begitu cepat, atau bisa dibilang berlari, Rosa menuju ke kamarnya dan menutup pintu dengan sangat keras hingga suaranya menggema ke seluruh bangunan.

Jantungnya berpacu dengan cepat, nafasnya memburu dan dadanya terasa sedikit sesak ketika melihat Kael datang. Dia bahkan tak sempat melihat interaksi antara Kael dan Al karena merasa tubuhnya tidak karuan.

"Aku mohon, aku mohon jangan kemari. Jangan menemui ku. Aku mohon jangan kesini,"ucap Rosa sambil meringkuk di atas ranjang dengan membungkus tubuhnya menggunakan selimut.

Rosa memeluk tubuhnya sendir dengan begitu erat ketika mendengar sebuah langkah yang mendekat ke arah nya. Tubuhnya semaki menegang saat pintu kamar yang ditempatinya diketuk.

Tok tok tok

"Tolong, jangan masuk!" ucap Rosa dengan suara yang bergetar.

tok tok tok

"Tidak, saya mohon jangan kemari! Jangan mendekat, saya mohon jangan!" pekiknya. Rosa semakin memeluk lututnya. Tubuhnya bergetar.

"Sayang, ini Mami."

Rosa seketika bernafas dengan lega saat mendengar suara Griz. Ia pun turun dari ranjang dan berjalan cepat ke pintu untuk membukakan pintu tersebut.

"Sayang, ini Mami. Kamu masih sangat takut sama Kael ya? Tenang aja, dia nggak akan dekati kamu sampai kamu beri izin ke dia,"ucap Griz sambil tersenyum lebar.

"Tapi Kael menitipkan ini buat kamu. Mami letakkan di sini ya. Sekarang istirahatlah, Al aman bersama kami. Kamu nggak perlu khawatir. Tutup lagi pintunya, kalau perlu kunci yang rapat jika kamu beneran takut Kael datang menghampiri mu," imbuh Griz.

Setelah meletakkan buket bunga itu di atas nakas. Griz juga langsung pergi seperti yang dikatakannya. Dia membiarkan Rosa sendiri, karena menurutnya saat ini Rosa memang membutuhkan waktu untuk menata hatinya.

Tidak mudah memang menghapus trauma itu, dan Griz paham. Namun ia juga tidak ingin membatasi Kael untuk bertemu dengan Rosa. Saat ini Rosa masih sangat salah menilai Kael dan Griz ingin kesalahpahaman itu bisa diluruskan nantinya meski secara perlahan-lahan.

Di dalam kamar, Rosa menatap buket bunga yang lumayan besar itu dengan perasaan yang tak bisa dimengerti olehnya. Bung mawar seperti namanya tersebut memiliki banyak sekali warna. Rosa berkata jujur dalam hatinya bahwa bunga itu sangat cantik.

Ia pun berjalan mendekat ke arah bunga itu berada, lalu mendekatkan hidungnya untuk menghirup aroma wangi yang menguar dari berbagai warna mawar tersebut.

"Harum," ucapnya singkat.

Rasa gelisah yang tadi membelenggu hati dan pikirannya seolah luruh dan menyisakan rasa tenang.

Dengan sedikit berani, Rosa mengambil bunga itu lalu membawanya duduk bersamanya. Ia melihat satu persatu mawar dengan aneka warna tersebut. Tak disadari olehnya, bibir itu tersenyum sendiri.

Lambat laun, perasaan tenang yang dirasakannya tersebut membawa mata Rosa terpejam dan akhirnya ia pun tertidur.

"Baguslah kalau kamu menyukainya. Nanti aku akan membawakan mu lagi. Kalau perlu, taman di villa ini akan ku penuhi dengan mawar."

Kael tersenyum lebar melihat Rosa yang terlihat senang dengan buket mawar yang besar tersebut. Ya, tidak diketahui oleh Rosa bahwa Kael saat ini berada di luar kamar.

Kamar Rosa berada di lantai satu yang mana bisa didatangi oleh Kael bahkan dari luar rumah. Griz memang sengaja menempatkan Rosa di sana, dimana arah matahari terbit agar wanita itu bisa merasa hangat setiap kali pagi datang.

Kael ternyata mengikuti Griz tadi. Tapi bukan dari dalam rumah, melainkan dari luar rumah. Dan pria itu melihat semua yang terjadi di dalam kamar secara sembunyi.

"Aku ingin bisa dekat dengan kamu, Ros. Aku ingin minta maaf tentang malam itu. Aku tahu kamu pasti sangat membencimu, karena aku pun sama, aku sangat membenci diriku sendiri setelah kejadian itu. Baiklah, istirahatlah. Aku akan datang lagi nanti."

Kael menyentuh kaca jendela, seolah dia sedang membelai wajah Rosa yang tengah tertidur pulas. Ia lalu memundurkan langkahnya, dengan perlahan meninggalkan kamar Rosa dan kembali menemui Al.

"Waktunya makan siang, kita makan duli yuk," ajak Griz kepada semua orang yang saat ini masih ada di teras.

"Al, mainnya nanti lagi. Kita masuk terus makan duli ya," ucap Kael kepada Al yang masih asik memainkan mainan yang baru didapatkannya.

"Oke, tapi Al mau makan cama Ibu," jawab Al. Matanya sedikit berbinar.

Kael paham, dia akan memilih menepi dan tidak bergabung di meja makan agar Al bisa makan bersama Rosa. Dia tak ingin membuat Rosa tidak nyaman karena kehadirannya.

Dan benar saja, Kael masuk ke kamar ketika Rosa keluar menuju ke ruang makan. Hal tersebut pun harus dipastikan Griz lebih dulu dan mengonfirmasinya kepada Rosa.

"Lho, Om yan tadi mana, kok nda ikut makan?" tanya Al sambil melihat ke sekeliling. Rupanya dia mencari keberadaan Kael.

"Ayah Al ya? Ayah Kael makannya nanti katanya. Ada pekerjaan dadakan yang harus dikerjakan. Jadi makannya menyusul," jawab Ben dengan tersenyum.

"Yaaaah cayan banet. Kan selu makan belsama."

Degh!

Sejenak, hati Rosa tersentil dengan ucapan putranya. Perasaannya menjadi sedikit tidak menentu mendengar apa yang baru saja dikatakan oleh Al.

"Apa karena aku? Apa dia ngalah sama aku agar aku bisa makan di sini? Kenapa? Kenapa dia ngelakuin itu?"

Pertanyaan demi pertanyaan muncul tentang Kael. Rosa merasa tidak nyaman akan hal ini. Tapi mulutnya tak mampu berucap apapun.

"Sebenarnya kenapa kamu sampai ngalah begini ke aku?"

TBC

1
Sri Udaningsih Widjaya
menarik ceritanya kak
Cicih Sophiana
Aq suka sangat😍😍😍
Cicih Sophiana
SAMAWA yah untuk pengantin baru... dan selamat AL punya ade... semangat dan sukses slalu untuk othor... VOTE dan BINTANG LIMA...
Cicih Sophiana
klo udah jodoh ya Wan ada aja jalan nya... gara gara bos Kael ngidam ketemu eh ketemu jodoh cantik pula...
Cicih Sophiana
jgn takut Zahra mereka orang baik kok...
mungkin Rowan jodoh kamu
dewi rofiqoh
Ditunggu karya terbarunya kak
Siti Arbaati
terima kasih jerih payahnya Thor, tetap semangat berkarya 👍
ind@h
terimakasih kakak othor...ditunggu kisah² lainnya..
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
aaaoiihhhh ku suka ajakan mu
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
wiiih semangat bgt
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
mungkin ini jodoh mu
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
bandrek cinta
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Ahirna sah juga Rowan ma Zahra 🤗 sah juga tamatna 😅 makasih othor udah bikin cerita sampe end 😊 /Determined//Determined/
Dew666
Mau mau cerita kai nya
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
akhirnya sah jg ya Rowan ☺️☺️
Esther
SAH nya Rowan & Zahra
Kelahiran adiknya Al
Happy ending

Terima kasih thor.
Esther
Berkat ngidamnya bos Kael nih, Rowan bisa dekat dengan Zahra.
Rohmi Yatun
makasih Thor.. ditunggu karya selanjutnya👍🙏..
Novita Sari
di tunggu cerita al besar..
Novita Sari
ceritanya bagus.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!