NovelToon NovelToon
My Fake Husband

My Fake Husband

Status: tamat
Genre:Action / Duniahiburan / Trauma masa lalu / Dendam Kesumat / Roman-Angst Mafia / Konflik etika / Tamat
Popularitas:11M
Nilai: 4.9
Nama Author: Reni Juli

Menjadi artis terkenal tidak selalu membuat bahagia, Ivy Brown harus menyaksikan adiknya diperkosa dan dibunuh, dia melarikan diri dan mengalami kecelakaan hebat. Mobilnya hancur sedangkan kondisinya mengenaskan, ia tidak sadarkan diri dan mengalami koma.

Saat dia tersadar, Ivy tidak mengenali dirinya sendiri dan yang lebih membuatnya kaget,seorang pria tampan berada disisinya dan mengaku sebagai suaminya. Ivy mencoba bertahan di samping pria itu dan pada saat ingatannya kembali, sebuah konspirasi yang dia dapat.

Pengkhianatan, cinta, persahatan dan dendam menjadi satu saat dia tahu siapa dalang atas kematian dan orang yang memperkosa adiknya.
Akankah dia mampu bertahan dengan pria yang mengaku sebagai suaminya? Sedangkan sebuah bukti dikirimkan untuknya yang membuktikan jika pria itu ikut terlibat atas pemerkosaan dan pembunuhan adiknya.

Bisakah dia membalas dendam? Sedangkan cinta mulai tumbuh di hatinya untuk pria yang telah terlibat menghabisi keluarganya.

Antara cinta dan dendam, yang mana harus dia pilih?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reni Juli, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 22. MFH: Andalkan aku

Saat pagi, Ivy terbangun dari tidurnya karena merasakan sebuah sentuhan diwajahnya.

Dengan perlahan, Ivy membuka matanya dan dia mendapati Henry sedang mengusap wajahnya.

"Hm, morning." sapanya sambil tersipu malu.

"Maaf membangunkanmu." ucap Henry.

"Tidak apa-apa."

Henry bangkit berdiri dan mengecup dahi Ivy dan berisik, " Good morning Ivy." setelah berkata demikian dia kembali mencium dahi Ivy.

Ivy merasa sangat bahagia karena Henry benar-benar begitu perhatian padanya. Semenjak dia sadar dari koma, Henry bahkan menginap dirumah sakit, mengerjakan pekerjaannya disana bahkan terkadang asisten pribadinya datang membawakan dokument penting yang harus dia kerjakan.

Henry pergi saat hendak menghadiri rapat saja tapi setelah itu dia kembali lagi karena dia tidak mau meninggalkan Ivy sendirian.

Ivy benar-benar merasa begitu dicintai oleh Henry walaupun dia tidak tahu bagaimana perasaanya terhadap pria itu.

"Henry."

"Hm?"

"Apa kau tidak lelah menjagaku setiap hari?"

"Tidak kenapa?"

"Aku, aku hanya merasa selalu merepotkan mu saja, maaf." ucap Ivy sambil menunduk.

"Stts, jangan berkata seperti itu! Aku melakukan hal ini hanya untukmu saja dan aku akan melakukan apapun untukmu." Henry mengusap wajah Ivy dan menciumnya.

"Tapi hampir dua puluh empat jam kau disini, apa kau tidak lelah?"

"Tidak Ivy, aku lebih senang disini bersama denganmu dari pada dirumah. Disana sepi jadi aku akan pulang bersama denganmu nanti."

Rumah? Ivy jadi ingin tahu, mereka berdua tinggal dirumah seperti apa dan apakah mereka tinggal berdua saja atau tinggal dengan keluarga Henry.

Entah mengapa dia jadi ingin tahu juga bagaimana keluarga Henry karena dia tidak ingat dengan mereka sama sekali.

"Henry, kakiku?"

"Ada apa dengan kakimu?" Henry langsung terlihat khawatir dan tangannya sudah memegang kaki Ivy.

"Tidak apa-apa, hanya?" Ivy merasa ragu untuk mengatakannya.

"Hanya apa? Kau tidak perlu ragu mengatakannya padaku Ivy."

"Terima kasih Henry, aku hanya berpikir, bagaimana jika aku akan lumpuh untuk selamanya?! Bagaimana jika aku tidak bisa berjalan lagi? Apa kau akan tetap bersamaku sekalipun aku jadi cacat?" Ivy menatap Henry dengan lekat.

"Bodoh jangan berkata seperti itu!" Henry kembali mengusap wajah Ivy dengan senyum diwajahnya.

"Aku hanya takut jika aku tidak bisa berjalan karena sampai sekarang aku tidak bisa merasakan kakiku dan menggerakkannya." Ivy kembali menunduk dan terlihat sedih.

"Ivy, jangan memikirkan hal seperti itu! Percayalah, kakimu pasti akan segera sembuh dan kau pasti bisa berjalan lagi dalam waktu dekat. Aku berjanji padamu akan memberikan yang terbaik untukmu."

Sebuah senyuman menghiasi wajah Ivy, dia tidak tahu apa yang telah dia perbuat sebelumnya sampai membuat Henry begitu tulus dengannya tapi yang pasti, Henry tampak serius dan tidak berbohong.

Ivy mengusap wajah Henry dan berkata, "Terima kasih Henry, aku harap seandainya aku tidak bisa berjalan lagi kau tetap mau menerima aku." ucapnya sambil memandangi mata Henry.

"Bodoh, sekalipun kau tidak bisa berjalan lagi, aku akan menjadi kakimu dan aku akan menggendongmu kemanapun kau pergi."

"Terima kasih." ucap Ivy dengan senyum diwajahnya sedangkan Henry mencium pipinya dengan mesra.

"Jadi ayo ganti bajumu."

"Aku, aku ingin kekamar mandi." ucap Ivy sambil tersipu malu.

"Kenapa kau tidak bilang dari tadi?"

"Tolong panggilkan perawat untukku Henry." pintanya.

"Tidak perlu, aku yang akan membawamu."

"Eh, tapi?"

Tanpa menunggu lagi, Henry mengangkat tubuh Ivy dan menggendongnya menuju kamar mandi.

"Hen...Henry." Ivy tampak gugup.

"Tidak apa-apa, tidak perlu malu." ucap Henry dengan santai.

Ivy melingkarkan kedua tangannya keleher Henry, mungkin Henry sudah sering melihatnya apalagi mereka sudah suami istri.

Tapi tetap saja dia merasa sangat malu apalagi dia tidak tahu apa yang selama ini mereka lakukan selama mereka menjadi suami istri.

Setelah masuk kedalam kamar mandi, Henry menurunkan Ivy dan mendudukkannya diatas closet dan setelah itu dia berlutut didepan Ivy sedangkan tangannya sudah meraih celana Ivy.

"Ja..jangan!" Ivy menahan tangan Henry dengan wajah merah padam.

"Kenapa?"

"Aku bisa melakukannya." ucap Ivy.

"Tidak apa-apa, kau pasti akan kesulitan membukanya jadi biarkan aku membantumu membukanya."

"Tapi Henry, ini memalukan." Ivy tampak menunduk.

Henry mengusap wajah Ivy dengan senyum diwajahnya, walaupun Ivy merasa malu tapi dia akan melakukannya.

"Tidak apa-apa Ivy." Henry berbisik ditelinga Ivy sedangkan tangannya sudah mulai menurunkan celana Ivy sedikit demi sedikit.

Ivy memejamkan matanya saat Henry kembali berbisik ditelinganya dan tanpa dia sadari, Henry sudah menarik celananya turun kebawah.

"Jika sudah selesai, panggil aku." bisik Henry lagi sedangkan Ivy mengangguk dengan wajah yang memerah.

Henry bangkit berdiri dan melangkah pergi sedangkan Ivy diam saja disana.

Kenapa Henry begitu baik? Dia jadi ingin tahu, kenapa mereka bisa menikah. Mungkin nanti dia harus menanyakan hal ini kepada Henry.

Setelah selesai, Ivy melihat kedua kakinya yang tidak bisa dia gerakkan. Dia mencoba mengangkat satu kakinya menggunakan kedua tangannya dan mencoba menggoyang-goyangkannya tapi hanya bisa seperti itu saja bahkan dia tidak bisa menggerakkan jari-jari kakinya.

Didalam hatinya muncul ketakutan, bagaimana jika dia akan mengalami kelumpuhan seumur hidup? Ingatannya mungkin bisa cepat pulih tapi kakinya?

Sebenarnya apa yang telah terjadi dengannya? Dia sangat ingin tahu dan dia harap ingatannya cepat kembali lagi.

Ivy ingin memakai celananya kembali tapi terasa sangat sulit karena dia tidak bisa mengangkat bokongnya, tidak mungkin bukan dia harus meminta bantuan hal ini karena ini sangat memalukan. Walaupun Henry tampak biasa saja tapi tetap saja dia merasa sangat malu.

Diluar sana Henry sudah menunggunya dan tampak cemas, kenapa Ivy begitu lama?

Apa terjadi sesuatu didalam sana? Dia memang sengaja meninggalkan Ivy agar Ivy tidak semakin merasa malu.

"Ivy, apa kau sudah selesai?" tanyanya.

"Tunggu!" teriak Ivy dari dalam sana.

"Apa ada yang perlu aku bantu, Ivy?" tanya Henry lagi.

"Hm, itu?" Ivy sungguh ragu mengatakannya dan entah mengapa dia jadi merasa tidak berguna dan hanya bisa merepotkan Henry saja.

"Aku masuk ya."

Ivy diam saja sedangkan Henry menunggu jawaban darinya, beberapa menit telah berlalu dan Ivy tidak juga menjawab, Henry segera masuk kedalam sana karena dia khawatir terjadi sesuatu dengan Ivy.

"Ivy?"

Ivy hanya menundukkan kepalanya dan Henry langsung mendekatinya dan berlutut didepannya.

"Ada apa?" dia melihat wajah Ivy dan Ivy tampak menangis.

"Maaf Henry, aku tidak berguna dan hanya bisa merepotkanmu saja."

"Sttss, apa yang kau katakan?" Henry menghapus air mata Ivy dengan lembut.

"Aku, untuk memakai celana saja aku tidak bisa, maaf."

"Hei, jangan menangis hanya karena hal ini, sayang air matamu."

"Tapi aku hanya bisa menjadi bebanmu dan merepotkanmu." Ivy menghapus air matanya.

"Sudahlah, jangan merasa bersalah dan tidak enak hati. Keadaanmu seperti ini dan aku bisa mengerti. Lagi pula, aku akan membuka dan memakaikan bajumu setiap hari dengan senang hati jadi jangan merasa malu."

"Terima kasih Henry, aku bersyukur mempunyai suami sepertimu."

Henry hanya tersenyum saja, seandainya mereka suami istri sungguhan? Dia harap saat ingatan Ivy kembali, Ivy tidak marah dan membencinya karena telah menipunya.

"Jadi jangan menangis lagi dan andalkanlah aku. Aku akan melakukan apapun untukmu dengan senang hati." ucapnya sambil menaikkan celana Ivy.

"Thanks."

"Stts!" Henry menggendong Ivy dan mencium bibirnya sejenak dan setelah itu mereka saling pandang.

"I love you, Ivy."

"Hm."

Ivy melingkarkan kedua tangannya dileher Henry dan mereka kembali berciuman dengan mesra. Henry berharap, mereka tetap seperti itu bahkan saat ingatan Ivy telah kembali.

1
Rita Wati
Nah.... kl Ivy dikenakan dgn semua keluarga.
Kl Bella cuma bilang dikenalkan dgn semua..... blm titik, Bella usah seneng duluan😄
Sylvia Violetta
jadi ikan asiinn dong 🤣🤣
Sylvia Violetta
hahahaa .. jadi ikan deh 😄😄😄
Sylvia Violetta
bebaaalll si bela 👊👊👊
Naraa 🌻
lelet bgt njiir ivy sama Hendri. bapaknya ivy kaya tapi kemana2 ga ada bodyguard 👻🤬
Bungkusdong Dotcom
gimana itu duo M mimpin doa
Bungkusdong Dotcom
gpp lah... franks kan pasti belum sunat 🤣🤣🤣
Bungkusdong Dotcom
kembar duo M memang paling top. dari kecil jiwa mafianya sdh membara....
Bungkusdong Dotcom
kan udah tradiai thor.... nanti lanjut sampe asisten si kembar
Bungkusdong Dotcom
michael sama xiaoyu udah gak ada ya?
Bungkusdong Dotcom
bisa2nya lupa
Bungkusdong Dotcom
untung masih ada buat para buaya
Bungkusdong Dotcom
eh ternyata clarina emang udh deket sama matt dr kecil
Bungkusdong Dotcom
kuncimya adalah KALAU.BISA BEBAS 🤣🤣🤣
Bungkusdong Dotcom
bukannya udh jadi istrinya. cuma blm ada surat aja
Bungkusdong Dotcom
dgn semua peliharaan keluarga 🤣
Bungkusdong Dotcom
forgive but not forget
Bungkusdong Dotcom
apakah nanti ada percakapan.para buaya tua /Grin/
Bungkusdong Dotcom
padahal si george sempat kerjasama mau jahatin ivy
Bungkusdong Dotcom
hayooo clara atau megan yg jahat?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!