NovelToon NovelToon
Gulungan Dewa Naga 2

Gulungan Dewa Naga 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Epik Petualangan / Fantasi
Popularitas:12k
Nilai: 5
Nama Author: ex

Season kedua ini akan berfokus pada persiapan Yang Zhen dalam menghadapi ancaman invasi skala penuh dari Sekte Pedang Langit ibu kota yang berniat merebut energi Jiwa Iblis Darah Kuno.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16

Krak.

"Siapa bilang kalian diizinkan bertarung?" desis Yang Zhen dengan mata yang memancarkan kilatan mematikan.

"Mulai malam ini, tidak ada satu pun pasukan di wilayah utara yang diizinkan memegang senjata selain penjaga Asosiasi Alkemis."

Pemuda itu menarik kembali gravitasinya, membiarkan bangsawan itu merintih memegangi hidungnya yang patah.

"Ini adalah monopoli keamanan mutlak. Kalian menyerahkan senjata kalian, dan aku akan menjadikan istana ini sebagai kuburan bagi musuh-musuh ibu kota kita."

Yang Zhen memutar tubuhnya dan kembali berjalan menuju singgasana.

"Kalian punya waktu hingga matahari terbit untuk mengirimkan sepuluh ribu pedang dan logam tajam ke pelataran istanaku."

"Jika kurang satu buah saja, aku akan melempar kalian berempat ke luar gerbang istana saat Tetua Pedang Langit itu tiba."

Ancaman itu begitu mutlak dan tidak bisa dinegosiasikan lagi.

Para bangsawan itu tahu bahwa pemuda lalim ini benar-benar akan melaksanakan ancamannya tanpa ragu sedikit pun.

"B-baik, Tuan Yang! Kami akan memerintahkan kereta kuda kami untuk mengangkut seluruh senjata dari gudang kota sekarang juga!" rintih Penguasa Kota Angin Selatan, pasrah menerima perbudakan total tersebut.

Para penguasa kota itu segera bangkit berdiri dengan susah payah dan berlari keluar aula dengan wajah penuh keputusasaan.

Setelah para bangsawan itu pergi, Su Lin melangkah mendekati Yang Zhen yang sudah duduk kembali di singgasananya.

"Kau benar-benar memeras mereka hingga ke senjata terakhir mereka," komentar Su Lin dengan senyum tipis.

"Sekarang mereka bahkan tidak akan bisa melakukan pemberontakan fisik meskipun mereka ingin."

Yang Zhen mengambil cangkir tehnya kembali dan menyesapnya dengan sangat nikmat.

Slurp.

"Sebuah negara yang stabil adalah negara di mana hanya penguasanya yang memiliki hak untuk melakukan kekerasan, Istriku," balas Yang Zhen mengutip teori kekuasaan absolut.

"Sekarang, dengan energi dari batu spiritual ini, Pelayan Ye bisa segera mengaktifkan sirkuit utama di pelataran depan."

Di luar aula, di tengah kegelapan pelataran istana, sebuah pemandangan yang aneh sedang berlangsung.

Kriet kriet.

Leluhur Ye dalam wujud golem bajanya sedang sibuk membelah lantai marmer pelataran menggunakan tangan logamnya sebagai cangkul darurat.

Di belakangnya, belasan penjaga Asosiasi Alkemis berbaris rapi menunggu untuk memasukkan batu-batu spiritual ke dalam parit sirkuit yang baru saja digali.

"Gali lebih dalam di bagian utara!" teriak Mulan yang bertugas sebagai mandor pengawasan.

"Jika titik jangkarnya kurang dalam, tarikan gravitasinya bisa memantul ke arah istana dan menghancurkan bangunan ini!"

Leluhur Ye menghela napas panjang yang terdengar seperti deritan logam tua.

'Aku, seorang pendiri kota yang diagungkan selama ratusan tahun, kini harus menggali tanah layaknya budak rendahan,' ratap Leluhur Ye di dalam hati bajanya.

Namun, ketakutannya terhadap Yang Zhen membuatnya terus menggali tanpa berani mengeluh secara verbal.

Beberapa jam kemudian, tepat sebelum fajar menyingsing di ufuk timur.

Ratusan kereta kuda kembali berdatangan ke Istana Penguasa Kota, kali ini membawa muatan yang sangat berat.

Klotak klotak.

"Turunkan semua senjata ini ke tengah pelataran!" teriak Wang Hao mengawasi proses bongkar muat.

Ribuan pedang berkarat, tombak patah, pisau dapur besar, hingga serpihan besi tajam dari bengkel pandai besi ditumpuk menggunung di tengah pelataran istana.

Tumpukan besi rongsokan itu terlihat sangat mengerikan sekaligus menyedihkan, tidak mencerminkan sebuah formasi mematikan sama sekali.

Leluhur Ye berdiri di samping tumpukan itu setelah menyelesaikan sirkuit terakhirnya.

"Formasi intinya sudah terhubung dengan lima ratus ribu batu spiritual, Tuan," lapor golem baja itu kepada Yang Zhen yang baru saja keluar dari aula utama.

Yang Zhen berdiri di teras aula, menatap tumpukan sepuluh ribu senjata tajam itu dengan mata berbinar penuh antisipasi.

"Bagus sekali, Pelayan Ye. Pemandangan ini jauh lebih indah daripada taman bunga mana pun," puji Yang Zhen.

Pemuda itu kemudian mengalihkan pandangannya ke arah gerbang utama istana yang masih terbuka lebar.

Matahari pagi mulai menampakkan sinar keemasannya, menyapu kabut dingin yang menyelimuti Kota Awan Merah.

Namun, bersamaan dengan datangnya cahaya pagi itu, sebuah tekanan spiritual yang luar biasa berat tiba-tiba menyapu seluruh kota dari arah selatan.

Bum.

Tekanan itu begitu kuat hingga membuat beberapa burung gagak yang terbang di atas istana jatuh mati ke tanah akibat serangan jantung.

"Aura ini... ini adalah tekanan dari tiga master Tahap Langit tingkat menengah!" seru Leluhur Ye dengan suara logamnya yang bergetar.

Yang Zhen tetap berdiri tegap, tidak terpengaruh sedikit pun oleh tekanan aura mematikan tersebut.

Senyum di wajahnya semakin melebar, memperlihatkan deretan gigi yang menyiratkan niat membunuh absolut.

"Para tamu kehormatan dari ibu kota kita akhirnya tiba," ucap Yang Zhen melipat tangannya di dada.

"Persiapkan Formasi Gravitasi. Mari kita sambut kedatangan mereka dengan hujan baja yang tidak akan pernah mereka lupakan."

1
mbono keling
💪👍💪👍💪👍💪💪
Predi Siswanto
agak membosan kan sampai sekarang cuman berkutat disatu kota
DD
kok diulang Thor 😅
iwakali
RoboCop
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Jlebz 🔥🌽
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Clink 🔥🌽
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Waooow jlebz 🔥🌽
Yan Panungkek
lanjutkan karyanya author kami tunggu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!