" PLAAKK " Ester memegang pipinya yang terasa sakit karena tamparan dari seseorang yang ia sebut sebagai ibunya. " Anak tidak tahu diri, kau mirip dengan ibumu, wanita murahan " . " Setidaknya ibuku mendapatkan kasih sayang dari ayahku " Ucap Aster. . " Berani kau mengeluarkan suara lagi aku tidak segan-segan mengambil semua jatah bulananmu " Teriak Maria keras. Tetapi Ester tak perduli dengan apa yang diucapkan oleh wanita paruh baya itu. . Ester Castello putri dari Amir Castello dengan istri keduanya, ibu Ester awalnya selingkuhan dari ayahnya karena sedang hamil terpaksa harus menikah dan menjadi istri kedua ayahnya. Tentu hidupnya benar-benar seperti dalam neraka setelah kematian ibunya, karena sudah tidak ada lagi yang melindunginya dari kekejaman istri pertama ayahnya. Takdir mempertemukan dirinya dengan seorang pewaris dari keluarga Moretti, hingga membuat dirinya bisa melihat dunia yang selama ini belum pernah ia lihat sebelumnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mylavender, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Emosi
Ester berjalan keluar perusahaan Moretti, di depan ia melihat sebuah mobil mewah yang sedang menunggunya, ia berjalan dengan cepat ke arah mobil tersebut, seorang pria keluar dari mobil dan langsung menyambut kedatangan Ester
" Akhirnya bisa bertemu lagi " ucap David memeluk Ester dengan perasaan senang,
" Aku lelah seharian setelah pemotretan, sekarang aku ingin makan sesuatu yang mengembalikan moodku "
" ice cream ? " tawar David
" let's go " jawab Ester antusias.
Sedangkan di sisi lain terlihat seorang pria yang melihat apa yang terjadi di depan perusahaannya dari jendela besar, tatapannya seperti membara menahan emosi ketika melihat perilaku 2 orang yang ia lihat tadi.
" Bos ada yang bisa saya bantu? "
" Selidiki siapa pria itu !! "
" Baik Bos "
" Kenapa kamu tidak bilang jika model yang membintangi produk kita adalah Ester ? "
" Maaf Bos saya memang benar-benar tidak tahu... semuanya tim marketing yang menentukan, saya juga tidak sadar karena namanya Esca bukan Ester"
" Esca itu singkatan dari Ester Castello bodoh " kesal Tommy.
" Maaf Bos saya tidak tahu "ucap Peter dengan cengirannya.
Tommy memainkan cincin yang ada di jarinya, ia bener-bener kesal dan emosi melihat hal itu, entah kenapa setelah sekian lama pada akhirnya ia melihat Ester kembali, tetapi ia merasa begitu kesal dan marah ketika melihat wanita itu begitu berani padanya, bahkan wanita itu sudah memiliki kekasih.. itu sangat mengganggu pikiran Tommy saat ini.
" Ngomong-ngomong kenapa Bos ingin menyelidiki pria yang bersama Nona Ester ? "
" Ternyata kau banyak bicara juga ya " Sentak Tommy.
" Maaf Boss " ucap Peter langsung melarikan diri dari hadapan bosnya , Tommy hanya bisa menggelengkan kepalanya dan tangannya mengepal kuat karena merasa emosi, udara di sekitarnya terasa begitu berat, ia melepas jasnya dan melemparnya di atas kursi. Ia berdiri di dekat jendela besar dengan menatap nyalang penuh dengan kemarahan.
Di sisi lain terlihat Ester duduk dengan menikmati ice cream dan hidangan di depannya. David terus menatap ke arah Ester dengan tetapan kagum, siapa yang tidak terpesona dengan kecantikan Ester, apalagi dia baru selesai melakukan pemotretan sehingga make up yang ia gunakan masih tetap belum di hapus sama sekali.
" Beberapa hari tidak bertemu denganmu sudah membuatku rindu " ucap David dengan menatap ke arah Ester.
" Kamu susah di hubungi " ucap David.
Ester hanya terkekeh mendengar hal itu, ia tahu jika David begitu menyukainya, David selalu menghubunginya tetapi Ester jarang membalasnya.
" Karena aku sudah tahu kalau kamu akan menyusul ke sini "
" Iya.. tapi tetap saja kamu jarang mengangkat panggilanku dan tiba-tiba kamu menerima panggilanku dengan cepat tadi...., aku merasa begitu bahagia, Ini pertama kalinya kamu mengangkat panggilanku dengan suara yang lembut bukan suara malas-malasan "
" Apa aku seburuk itu memperlakukanmu? " senyum Ester, David hanya menggeleng dan menganggap itu adalah candaan, lalu ia menggenggam tangan Ester dan Ester langsung menatap David
" Kenapa kamu tidak mau menerima perasaanku?" Ester terdiam ia menunduk dengan memainkan ice cream.
" Ada sesuatu yang tidak bisa aku ucapkan padamu David "
" Kenapa? Apakah kamu mempunyai pria yang kamu sukai atau yang kamu incar ? ". Geleng Ester.
" lalu apa alasannya ? Aku merasa seperti digantung jika seperti ini "
" Ada suatu hal yang sangat sulit untuk aku katakan padamu, "
"Apa kamu tidak percaya lagi padaku ? "
" Bukan seperti itu David, tapi ini masalah pribadi "
Ester terdiam ia bingung mau mengatakannya atau tidak.
" Jika kamu bicara padaku mungkin aku bisa membantumu "
" Aku memiliki sebuah trauma David, "
" Trauma? Ada apa denganmu ? "
" Aku dulu pernah menyukai laki-laki, aku dulu mencintai orang itu, awalnya hanya sebuah rencana..tapi ternyata aku jatuh pada pesonanya, dulu aku berpikir memiliki pasangan mungkin adalah sesuatu yang indah, dia begitu perhatian padaku, dia mengajakku keluar memperlihatkan keindahan dunia, bahkan dia menyelamatkan nyawaku tetapi pada akhirnya hatiku dibuat hancur sehancur-hancurnya " lirih Ester.
David kaget saat mendengar hal tersebut.
" Tidak semua pria sama dengan seperti yang kamu bayangkan, semua tidak seburuk itu " ucap David.
" Alasanmu putus dengan kekasihmu karena kamu mengejarku David " jujur Ester.
David kaget saat Ester mengetahui hal itu.
" Siapa yang mengatakan hal itu padamu? "
" Mantanmu datang ke agency dan marah-marah menudingku " ucap Ester dan David kaget mendengar hal itu.
" aku akan jujur padamu Ester, saat itu hubunganku dengannya memang sudah tidak baik-baik saja, dia sangat susah aku putuskan.. dengan aku bilang telah menyukai wanita lain barulah dia mau melepasku, aku tidak menyebut namamu, tapi entah kenapa dia bisa tahu " ujar David merasa tidak tenang.
" Ester.. buktinya satu tahun ini aku mengejarmu, berarti aku serius denganmu "
" Dulu juga pria itu bilang sepertimu, gayanya seperti mengajakku menikah.. tapi nyatanya aku hanya di manfaatkan "gumam Ester
" Maafkan aku Ester.., aku disini yang salah dan terlalu memaksamu.. padahal aku yang salah dan malah membuat traumamu kembali "
" Tidak perlu menyalahkan dirimu sendiri David, setiap orang memiliki hak untuk mencintai siapapun " ucap Ester
David mengusap wajahnya, ia tak menyalahkan Ester.. karena mantannya yang terlalu berlebihan dan Ester yang ternyata memiliki trauma, pantas saja Ester selalu menolak.