NovelToon NovelToon
Office Girl Milik Tuan Mahrup

Office Girl Milik Tuan Mahrup

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / CEO / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:5.1k
Nilai: 5
Nama Author: Ragan Fian

Bosan dengan kisah cinta biasa? Siap-siap dibuat gemas, terharu, dan ketagihan lewat kisah Hazelia!

Gadis muda yang super ceria, tengil, dan penyayang ini terpaksa menunda mimpinya demi menjadi office girl di perusahaan raksasa demi membiayai pengobatan sang ibu dan sekolah adiknya. Siapa sangka, ketidaksengajaannya menabrak sang CEO dingin, Tuan Mahrup, justru memercikkan benih cinta tak terduga!


Dari ruang pantry penuh gosip hingga diangkat menjadi asisten pribadi, Hazel harus menghadapi cemburu rekan kerja, tuduhan miring, hingga kembalinya masa lalu Sang Tuan yang penuh rahasia. Bisakah ketulusan gadis sederhana ini meluluhkan hati pria sekaku es dan melewati badai ujian cinta mereka?


Penasaran bagaimana kelanjutan hubungan beda kasta yang penuh drama dan kejutan ini? Yuk, baca selengkapnya dan ikuti liku-liku cinta Tuan Mahrup dan Hazel sekarang juga!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ragan Fian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

OGMTM-32

..."Welcome, Luna..." bisik Clarissa halus, menunjuk kursi kosong di hadapannya. "Saya tahu kamu sangat membenci Hazelia... dan malam ini, saya menawarkan kerja sama manis untuk menghancurkan cewek Sampah itu."

Luna berdiri kaku selama beberapa detik, memandangi sosok Clarissa yang begitu memesona dengan gaun berkelas dan perhiasan berharga fantastis.

Rasa minder sempat merayap di dadanya saat menatap suasana restoran privat yang teramat mewah itu. Namun, sebutir nama yang baru saja diucapkan Clarissa Hazelia serta-merta membakar kembali bara dendam yang membara di ulu hatinya.

Dengan langkah ragu namun pasti, Luna melangkah mendekat dan menarik kursi di hadapan Clarissa.

"Nona Clarissa..." suara Luna terdengar parau dan kaku. "Maksud Nona kerja sama apa? Saya cuma mantan office girl yang baru saja dipecat dan dipermalukan di kantor itu!"

Clarissa menyunggingkan senyum tipis yang sarat akan dominasi. Jemarinya yang berhiaskan cat kuku merah menyala mendorong amplop cokelat tebal berisikan lembaran uang tunai di atas meja marmer, tepat ke hadapan Luna.

"Itu cuma uang muka kecil untuk iktikad baik saya," tutur Clarissa dengan nada tenang namun mengintimidasi.

"Saya tahu betapa sakitnya diinjak-injak oleh cewek yang berpura-pura polos seperti Hazelia. Dia merebut posisi yang harusnya milikmu, memamerkan kebaikannya yang menjijikkan, dan membuatmu diusir seperti sampah dari Mahardika Group."

Mata Luna tertuju pada amplop cokelat itu. Dadanya kempas-kempis menahan gejolak amarah saat kenangan pahit di ruang HRD dan ruang OG berputar kembali di benaknya. Pengampunan Hazel di depan Mahrup bukannya membuat Luna bersyukur, melainkan memicu dendam membara karena merasa dikasihi.

"Cewek itu bukan cuma sok suci, Nona!" sentak Luna dengan bibir gemetaran, mengepalkan jemarinya di atas meja.

"Dia itu manipulatif! Dia menggunakan kemalangan hidupnya dan kondisi ibunya yang sakit-sakitan di rumah sakit demi mengambil hati Tuan Mahrup!"

Clarissa menegakkan tubuhnya, matanya berkilat penuh minat. "Kondisi ibunya? Ceritakan lebih detail, Luna. Jangan lewatkan satu rahasia sekecil apa pun tentang latar belakang Hazelia."

Merasakan angin segar dan dukungan finansial dari wanita kaya di hadapannya, Luna tanpa ragu membocorkan seluruh informasi rahasia yang ia ketahui selama bekerja sebagai staf kebersihan di ruang eksekutif dan rumah sakit.

"Ibu Hazel, Bu Maria, saat ini dirawat di ruang VIP Rumah Sakit Mahardika karena penyakit kritis. Seluruh biayanya ditanggung penuh oleh Tuan Mahrup," beber Luna dengan napas memburu penuh racun.

 "Bahkan asal-usul Hazel, surat penjamin medis, sampai akses berkas pribadi ibunya... semuanya ada di tangan Tuan Mahrup. Tapi Hazel punya titik lemah paling fatal: dia sangat takut kalau ibunya tahu bahwa posisi dan uang yang ia dapatkan di kantor berasal dari 'kemurahan hati' seorang pria kaya."

Clarissa mendengarkan setiap detail itu dengan senyum kemenangan yang makin lebar. Informasi mengenai kerentanan mental Hazel serta ketergantungan finansialnya pada Mahrup adalah amunisi sempurna yang selama ini ia cari demi merobek hubungan mereka berdua hingga hancur berkeping-keping.

"Bagus sekali, Luna..." puji Clarissa pelan, menyandarkan tubuhnya sembari mengusap jemarinya di tepi gelas anggur.

 "Kamu baru saja memberikan senjata paling mematikan untuk menyingkirkan parasit kecil itu."

"Apa yang bakal Nona lakukan pada Hazel?" tanya Luna penuh harap akan kejatuhan Hazel.

Clarissa terkekeh dingin, pandangan matanya menerawang licik. "Saya tidak akan mengotori tangan saya secara langsung.

"Saya akan membiarkan kebenaran yang diputarbalikkan ini sampai langsung ke telinga ibunya di ruang ICU... dan kita lihat seberapa bertahan Gadis Sampah itu saat sang ibu menolak pengobatannya sendiri."

Namun, di saat Clarissa dan Luna sibuk merancang jebakan kejam tersebut, ponsel pribadi Clarissa yang tergeletak di atas meja mendadak bergetar hebat. Layar ponsel menampilkan panggilan darurat dari Dion Kusuma.

Clarissa menggeser tombol hijau dan menempelkannya ke telinga. Suara Dion di seberang telepon terdengar panik dan berat:

"Clarissa! Batal rencana awal! Mahrup baru saja memerintahkan tim audit independen untuk memeriksa seluruh transaksi keuangan masa lalu saat kamu masih memegang saham utama Kusuma Group... dan nama kamu sudah resmi masuk dalam daftar peretasan dokumen rahasia perusahaan!"

1
falea sezi
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!